MANAGED BY:
JUMAT
26 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

OLAHRAGA

Selasa, 21 Agustus 2018 07:59
Pogba Tak Berdaya
GAGAL MEMIMPIN TIM: Gelandang Paul Pogba (kanan) kerap melakukan kesalahan kala menghadapi Brighton di Amex Community Stadium. (AFP PHOTO / Glyn KIRK)

PROKAL.CO, PERFORMA Anthony Martial yang buruk di sayap kiri Manchester United kala menghadapi Brighton disebabkan kurangnya pasokan bola dari Paul Pogba dan gelandang Manchester United lainnya. Dalam laga yang berlangsung di Amex tersebut, Martial dan Pogba disusun karena absennya Alexis Shancez yang mengalami cedera. Meskipun sama-sama berkebangsaan Prancis, namun keduanya tampak kurang gereget.

“Saat Anda tertinggal 3-1, pemikiran pertama Anda adalah kita harus mencetak, kita harus mencetak gol,” komentar Paul Scholes, mantan pemain United, kepada Optus Sport.

Namun, kegelisahan itu tidak terlihat dalam permainan Manchester United. Pogba yang menjadi kapten dan memegang permainan, kerap memberikan operan terlalu tinggi maupun sangat pendek. Akhirnya, kelemahannya ditangkap pemain Brighton.

“Dia menyulitkan permainan. Dia harus memberikan bola kepada pemain yang bisa mengalahkan lawan, yang bisa memenangkan pertandingan,” ujarnya.

“Lukaku bisa melakukannya. Martial juga. Tapi lihat, Martial untuk apa dia pada babak pertama, dia mendapat bola satu kali di sisi kiri pada babak pertama,” lanjut Scholes. Martial pun akhirnya melakukan menjelajah ke sebelah kanan untuk mendapatkan bola.

Akhirnya, Pogba dan gelandang MU lainnya tidak bisa menjalankan tugasnya dengan baik. Mereka tidak dapat memberikan bola ke Martial, Lukaku maupun ketika Rashford masuk di babak kedua.

”Tidak ada pemimpin dalam tim. Kami pikir Pogba mungkin kandidat yang ideal untuk menjadi pemimpin itu, tetapi dia tidak ada di sana malam ini. Dia memiliki permainan yang sangat buruk. Dia sangat tidak konsisten," tandasnya.

Pogba yang gagal memberi penampilan mengesankan, akhirnya mencetak gol pada injury time babak kedua lewat titik penalti. Namun, gol tersebut tidak mampu menyelamatkan Setan Merah dari kekalahan. Ia pun mengakui kesalahannya.

“Mereka (Brighton) lebih lapar daripada kami. Saya mengakui bahwa sikap saya tidak benar,” ungkap penggawa Timnas Prancis tersebut.

Ia menuturkan, sudah sepantasnya para penggemar marah terhadap hasil MU tersebut. Dan sebagai pemain, ia akan membawa kemarahan tersebut untuk dilampiaskan kala menghadapi Tottenham Hotspur.(tom2/k15)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 26 April 2019 11:20
2 WERDER BREMEN VS BAYERN MUENCHEN 3

Bukan Akhir Anden-Bomber

BREMEN - Belum ada kepastian kapan pensiun dari striker Werder…

Jumat, 26 April 2019 11:16

Van Dijk Diklaim Terbaik, Sterling Didukung Legenda

Persaingan siapa yang akan menjadi juara musim ini antara Manchester…

Jumat, 26 April 2019 11:15

Ferna Tunggu Dokter, Gomez Solusi Jitu

Memasuki tiga matchweek pamungkas musim ini, Manchester City maupun Liverpool…

Kamis, 25 April 2019 13:57

Kans Terbesar Rossi Menyongsong Gelar

JEREZ - Valentino Rossi tidak lagi muda. Usianya sudah 40…

Kamis, 25 April 2019 13:49

Sampanye Non Alkohol

LONDON - Federasi Sepak Bola Inggris (FA) melakukan langkah besar…

Kamis, 25 April 2019 13:47

Luncurkan Mesin Baru di Baku

BAKU - Tim kontestan Formula 1 menyongsong Grand Prix Azerbaijan…

Kamis, 25 April 2019 13:45

Rekor 19 Tahun Itu Akhirnya Patah

WATFORD – Instruksi Ralph Hasenhuettl sang pelatih Southampton kepada anak…

Kamis, 25 April 2019 13:42

Magis Asri Akbar

KEMENANGAN Borneo FC dari Persib Bandung kemarin tak lepas dari…

Kamis, 25 April 2019 13:41

Belum Aman untuk Leg Dua

 SAMARINDA – Misi Borneo FC memenangi leg pertama babak delapan…

Kamis, 25 April 2019 11:42

Masalah di Start, Lorenzo Pahami Masalah Vinales

Jorge Lorenzo mengaku memahami masalah yang membelenggu Maverick Vinales, yakni…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*