MANAGED BY:
MINGGU
20 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

OLAHRAGA

Selasa, 21 Agustus 2018 07:59
Pogba Tak Berdaya
GAGAL MEMIMPIN TIM: Gelandang Paul Pogba (kanan) kerap melakukan kesalahan kala menghadapi Brighton di Amex Community Stadium. (AFP PHOTO / Glyn KIRK)

PROKAL.CO, PERFORMA Anthony Martial yang buruk di sayap kiri Manchester United kala menghadapi Brighton disebabkan kurangnya pasokan bola dari Paul Pogba dan gelandang Manchester United lainnya. Dalam laga yang berlangsung di Amex tersebut, Martial dan Pogba disusun karena absennya Alexis Shancez yang mengalami cedera. Meskipun sama-sama berkebangsaan Prancis, namun keduanya tampak kurang gereget.

“Saat Anda tertinggal 3-1, pemikiran pertama Anda adalah kita harus mencetak, kita harus mencetak gol,” komentar Paul Scholes, mantan pemain United, kepada Optus Sport.

Namun, kegelisahan itu tidak terlihat dalam permainan Manchester United. Pogba yang menjadi kapten dan memegang permainan, kerap memberikan operan terlalu tinggi maupun sangat pendek. Akhirnya, kelemahannya ditangkap pemain Brighton.

“Dia menyulitkan permainan. Dia harus memberikan bola kepada pemain yang bisa mengalahkan lawan, yang bisa memenangkan pertandingan,” ujarnya.

“Lukaku bisa melakukannya. Martial juga. Tapi lihat, Martial untuk apa dia pada babak pertama, dia mendapat bola satu kali di sisi kiri pada babak pertama,” lanjut Scholes. Martial pun akhirnya melakukan menjelajah ke sebelah kanan untuk mendapatkan bola.

Akhirnya, Pogba dan gelandang MU lainnya tidak bisa menjalankan tugasnya dengan baik. Mereka tidak dapat memberikan bola ke Martial, Lukaku maupun ketika Rashford masuk di babak kedua.

”Tidak ada pemimpin dalam tim. Kami pikir Pogba mungkin kandidat yang ideal untuk menjadi pemimpin itu, tetapi dia tidak ada di sana malam ini. Dia memiliki permainan yang sangat buruk. Dia sangat tidak konsisten," tandasnya.

Pogba yang gagal memberi penampilan mengesankan, akhirnya mencetak gol pada injury time babak kedua lewat titik penalti. Namun, gol tersebut tidak mampu menyelamatkan Setan Merah dari kekalahan. Ia pun mengakui kesalahannya.

“Mereka (Brighton) lebih lapar daripada kami. Saya mengakui bahwa sikap saya tidak benar,” ungkap penggawa Timnas Prancis tersebut.

Ia menuturkan, sudah sepantasnya para penggemar marah terhadap hasil MU tersebut. Dan sebagai pemain, ia akan membawa kemarahan tersebut untuk dilampiaskan kala menghadapi Tottenham Hotspur.(tom2/k15)

loading...

BACA JUGA

Minggu, 20 Januari 2019 10:55

Mudah Lupakan Pipita

MILAN–Serie A giornata ke-20 pekan ini bakal emosional bagi striker…

Minggu, 20 Januari 2019 10:54

Reuni di Derby

Ashley Cole berkesempatan reuni dengan mantan rekan setimnya di Chelsea…

Minggu, 20 Januari 2019 09:57

Chelsea Kalah dari Arsenal, Sarri Ngamuk

Derbi London antara Arsenal versus Chelsea di Emirates Stadium, Minggu…

Minggu, 20 Januari 2019 07:21

Pantau Latihan Perdana

SAMARINDA - Sosok pelatih anyar Borneo FC, Fabio Lopez yang…

Minggu, 20 Januari 2019 07:07

Dari Pacaran hingga Punya Anak

KENANGAN manis tak hanya terjadi di karier sepak bola Bayu…

Sabtu, 19 Januari 2019 06:55

Menjaga Konsistensi

LONDON  —  Jika kans menjuarai Premier League masih menjadi milik…

Sabtu, 19 Januari 2019 06:52

Memori London Colney Masih Lekat

SETELAH  berganti kostum dari Arsenal ke Chelsea, baru dini hari…

Sabtu, 19 Januari 2019 06:51

Tersisa Marcus/Kevin dan Greysia/Apriyani

KUALA LUMPUR  —  Dari lima wakil Indonesia yang berjuang di…

Sabtu, 19 Januari 2019 06:49

Halep Rileks Tantang Venus

MELBOURNE  –  Salah satu pertandingan yang ditunggu-tunggu di Australia Terbuka…

Sabtu, 19 Januari 2019 06:46

Ajak Berjuang Bersama

SAMARINDA  -   Menjadi satu-satunya wakil Kaltim di Liga 1…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*