MANAGED BY:
SELASA
13 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

MASKULIN

Minggu, 19 Agustus 2018 12:15
Berani Bermimpi, Berani Mewujudkan Mimpi
TAK MUDAH MENYERAH: Selain bekerja sebagai engineer, Risal Rahman fokus mengembangkan bisnis di bidang kuliner. Pemilik Food Jazz Project itu sedang memikirkan usaha lain. Karena dia juga ingin berbagi dengan orang lain dengan membuka lapangan pekerjaan.

PROKAL.CO, MENGENYAM perkuliahan Stara 1 Teknik Kimia di Universitas Gadjah Mada Jogjakarta dan berlanjut meniti karier sebagai engineer di salah satu perusahaan minyak Balikpapan, tak membuat Risal Rahman malu melangkahkan kaki ke bisnis kuliner. Tak ada yang tidak mungkin di benaknya saat itu. Bermula dari masakan sang ibu yang terkenal enak di keluarga, dia berniat membagikan kelezatan masakan rumahan kepada khayalak lewat Food Jazz Project.

Ical, begitu sapaannya, mengaku sama sekali tidak mempunyai background tentang bisnis. Semuanya dimulai secara autodidak, banyak bertanya, dan menerapkan prinsip trial and error. “Belajar bisa dari mana saja. Misalnya semangat juang, pembelajaran tersebut bisa saya dapatkan dari langganan sayur di pasar. Tak ketinggalan belajar dari ibu saya yang selalu menjalankan sesuatu dengan niat positif,” kata pria 30 tahun  itu.

Food Jazz Project ibarat seorang anak bagi Ical. Sehingga membuat dia sadar, time management menjadi titik utama dalam menjalankan dua profesi sekaligus. “Sebenernya 24 jam sudah lebih dari cukup untuk membagi-baginya secara efisien. Paling terasa sukar ketika berada di masa start up bisnis, karena menjadi titik paling menentukan masa depan. Bisa digambarkan seperti perasaan orangtua yang ingin terus mengawasi anaknya berkembang. Saya percaya, sesuatu yang diawali dengan niat tulus serta tujuan yang baik, akan ada jalannya,” ungkap Ical yang juga suka menyanyi.

Filosofi hidup sebagai manusia pada umumnya adalah belajar dan terus berkembang, sehingga bisa menjadi pribadi yang lebih baik. Setelah perubahaan yang dirasakan pada kondisi financial ketika berbisnis dan memiliki pegawai, kini people management menjadi tantangan tersendiri. “Pastinya capek, tapi semua akan hilang ketika melihat hasil. Like old man says, tidak ada hasil yang mengkhianati usaha,” lanjut pria hobi fotografi ini.

Dalam mengelola bisnisnya, berbagi adalah motivasi utamanya. Dia bisa membuka lapangan pekerjaan baru dan membuat orang-orang di sekitarnya bahagia. “Itulah yang membuat saya bersyukur dan terpacu lagi dalam memusatkan semangat-semangat baru,” jelas Ical.

Walaupun belum ada kepastian, Ical juga berencana memulai bisnis lain. “Saya punya banyak mimpi. Selain bisnis, bucket list yang belum terwujud berikutnya, yakni road trip di New Zealand,” harapnya.

Anak kedua dari dua bersaudara ini tidak menyangka atas pencapaian Food Jazz Project yang awal kemunculannya hanya coba-coba. “Parameter sukses orang itu kan berbeda-beda. Namun pastinya, sekarang saya melihat Food Jazz Project sedang berkembang. Kuncinya sederhana, mulai sekarang dan bila saya bisa bermimpi maka saya percaya bisa mewujudkannya,” tutup dia. (*/ewy/*/ni/k8)

 


BACA JUGA

Rabu, 10 Oktober 2012 15:17

Wajah di Mana-Mana, Kabarnya Beli Pesawat Rp 200 M

<div> <div> Mungkin, tak ada orang Kaltim yang wajahnya lebih populer di seluruh Indonesia…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .