MANAGED BY:
RABU
19 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SAMARINDA

Minggu, 19 Agustus 2018 08:17
Polemik Izin Ground Handling Bandara APT Pranoto
RIBET..!! Persyaratan Administrasi Belum Klir, Kapan Selesainya Sih?
BELUM MAKSIMAL: Baru dua counter check in di Bandara APT Pranoto. Maskapai yang ingin beroperasi masih terkendala izin rute. Sementara ground handling yang hendak masuk berpolemik soal surat penunjukan. (DOK/KP)

PROKAL.CO, SAMARINDA – Permasalahan izin ground handling PT Citra Dunia Angkasa (CDA) di Bandara APT Pranoto akhirnya direspons Kementerian Perhubungan. Melalui Kantor Otoritas Bandar Udara (Otban) Wilayah VII, para pihak terkait masalah tersebut dipanggil untuk diskusi bersama. Pertemuan yang terlaksana Kamis (16/8), dihadiri perwakilan Dinas Perhubungan Kaltim, UPBU APT Pranoto, PT CDA dan PT Aviako.

Inspektur Bandar Udara Kantor Otban Wilayah VII Mohammad Arifin menyebutkan, pertemuan ini baru kali pertama dilakukan. Agendanya mendengar pernyataan secara langsung mengenai izin kepengurusan ground handling. Sebelumnya, Otban sama sekali tidak mengetahui permasalahan izin sehingga tidak ikut campur. ”Soal ground handling ini sebenarnya hanya antara operator bandara dan perusahaan yang bersangkutan. Tapi karena ada muncul kesalahpahaman, Otban berusaha menjadi penengah dan menjembatani pihak-pihak itu,” katanya.

Sebagai regulator di daerah, Otban melakukan hearing dan menanyakan kondisi riil dari pihak terkait. Sehingga apa kendala dan akar permasalahannya segera dituntaskan. Arifin mengatakan, Otban bertugas melakukan pengawasan terhadap operator bandara. Termasuk UPBU dan kegiatan pengusahaan di bandara. Dalam pertemuan tersebut, Otban menampung seluruh masukan dan kendala yang disampaikan pihak yang diundang. Saat ini, PT CDA yang ingin mengajukan izin usaha ground handling di APT Pranoto sedang melengkapi persyaratan administrasi.

Salah satu persyaratan penting adalah surat rekomendasi dari kepala bandara yang kini menjadi polemik. Di mana, surat rekomendasi menjadi salah satu syarat dalam izin usaha yang dikeluarkan Otban. Namun menurutnya, masalah yang muncul antara kedua pihak kemungkinan hanya salah paham.

”Pada prinsipnya tidak ada masalah soal ground handling. Mungkin komunikasi yang terjalin sebelumnya kurang pas. Nanti akan masuk banyak airline di APT Pranoto. Pihak maskapai akan menunjuk ground handling masing-masing,” ujarnya.

Arifin menjelaskan, surat rekomendasi diperlukan. Sebagai bukti bahwa kedua belah pihak sudah saling yakin bekerja sama. Sehingga antara pengusaha dan operator bandara dapat mengikuti peraturan masing-masing. Sebab nantinya ada kerja sama antara bandara dan perusahaan ground handling. Entah terkait kontrak sewa sampai konsesi. Maka dari itu perlu penilaian kelayakan dari operator bandara melalui surat rekomendasi. Ibaratnya surat ini sebagai gerbang pembuka untuk perusahaan bisa beroperasi. ”Kami baru bisa menindaklanjuti izin kegiatan usaha ini setelah ada kelengkapan administrasi itu. Dari surat rekomendasi hingga perjanjian berbentuk service level agreement (SLA),” tuturnya.

Setelah administrasi lengkap dan mendapat persetujuan dari Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, pihaknya selaku regulator tingkat daerah akan melakukan kunjungan ke lokasi. Melihat kesiapan pengusahaan mulai dari keberadaan kantor, peralatan, dan sebagainya. Selanjutnya, Otban akan membuat kajian berdasarkan kunjungan. Apabila memenuhi syarat, maka surat izin pengusahaan di bandara bisa keluar.

Menurutnya, tidak butuh waktu lama untuk surat izin bisa keluar. Selama pemohon dapat memenuhi kelengkapan administrasi. Sesuai SOP, harus ada keputusan maksimal 14 hari setelah kelengkapan surat masuk.

”Selama pemohon bisa melengkapi dokumen, semua cepat terselesaikan. Tujuannya agar sinkron dari bandara yang punya wilayah dengan orang-orang yang menjalankan usaha di bandara tersebut,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kepala Bandara APT Pranoto Wahyu Siswoyo mengungkapkan, yang mendapat surat penunjukan dari PT Lion Group bukan hanya PT CDA. ”Ada lima kontraktor. Surat itu juga berbentuk rekomendasi bukan penunjukan," katanya kepada Kaltim Post, Rabu (8/8). "Jadi, bergantung kontraktor dengan pihak maskapai. Penawarannya seperti apa, itu yang akan ditentukan maskapai," imbuhnya.

”(Lagi pula) rute masih terbatas. Sehari hanya delapan kali penerbangan. Jadi, kontraktor yang ada sekarang sudah cukup,” sebut dia. Wahyu menegaskan, permasalahan ground handling tidak memberikan efek bagi maskapai yang ingin beroperasi di bandara tersebut. ”Sekarang, pihak maskapai terkendala izin rute dari bandara daerah lain,” ungkap dia.

Dikonfirmasi terpisah, legal PT CDA Yulidar Gani menegaskan, dalam surat rekomendasi PT Lion Group tertanggal 21 Juni 2018, jelas tertulis bahwa bukan sekadar penunjukan. ”Suratnya bertuliskan penunjukan kerja sama dan penugasan. Kan jelas, kami diminta segera kerja. Bukan penunjukan lagi,” bebernya. Apalagi, lanjut dia, Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak telah menyarankan semua kontraktor ground handling harus diakomodasi. (gel/riz/k18)


BACA JUGA

Selasa, 18 Juni 2019 22:16

Kadis ESDM Kaltim : Tambang Berkontribusi Sumbang Banjir, TAPI....Ini Penjelasannya

SAMARINDA - Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Wahyu…

Senin, 17 Juni 2019 22:15

Cabuli Bocah Berkali-kali di Kosnya, Sekuriti Ini Ditangkap

SAMARINDA - Jajaran Polsek Samarinda Ilir menangkap pria diduga melakukan…

Senin, 17 Juni 2019 13:11

Potret Ibu Kota Dilanda Banjir

SELAMA beberapa hari, ibu kota Kaltim khususnya bagian menuju utara,…

Senin, 17 Juni 2019 13:02

Ditemukan Ribuan Obat Ilegal di Samarinda

SEJAK lima tahun terakhir, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM)…

Senin, 17 Juni 2019 12:39

Bandara APT Pranoto Mau Bersolek, Begini Konsepnya

Sebagai fasilitas yang baru beroperasi, Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT)…

Senin, 17 Juni 2019 12:35

DPRD Kaltim Lempar Wacana Tambah Pemasukan Kepala Sekolah

SAMARINDA–Wacana memilah tunjangan antara kepala SMA/SMK dan guru se-Kaltim mencuat.…

Senin, 17 Juni 2019 12:34

Hasil Pemilu 2019, Ada Sengketa di Tiga Daerah

SAMARINDA–Pemilu 2019 di Kaltim tak sepenuhnya berakhir manis. Tersisa perselisihan…

Senin, 17 Juni 2019 12:33
Persiapan Jelang PPDB Jenjang SMA

Sekolah Intens Sosialisasi, CPDB Siapkan Alternatif

SAMARINDA–Penerimaan peserta didik baru (PPDB) untuk SMA negeri di Samarinda…

Minggu, 16 Juni 2019 21:02

AMAN..!! Ketinggian Air di Waduk Benanga Masih Level Kuning

SAMARINDA - Ketinggian air di Bendungan Benanga masih berada di…

Minggu, 16 Juni 2019 20:59

Banjir Surut, Warga Mulai Bersihkan Rumah

SAMARINDA- Banjir yang terjadi sejak 7 hari lalu di kota…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*