MANAGED BY:
KAMIS
20 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Jumat, 17 Agustus 2018 06:48
Menanti Mandatori Biodiesel
TAHAN IMPOR MIGAS: Petani kelapa sawit di Penajam Paser Utara sedang memasukkan hasil pertanian ke truk untuk dibawa ke pabrik. Tandan buah segar ini bisa menjadi bahan dasar biodiesel. (PAKSI SANDANG PRABOWO/KP)

PROKAL.CO, JAKARTA - Pemerintah diminta menggenjot pencarian ladang minyak baru sehingga bisa meningkatkan produksi minyak mentah di dalam negeri. Sebab, tingginya impor migas menjadi penyumbang terbesar defisit neraca perdagangan Indonesia.

Berdasar data Badan Pusat Statistik (BPS), neraca perdagangan Indonesia pada Juli 2018 mengalami defisit USD 2,03 miliar. Defisit neraca perdagangan tersebut berasal dari impor yang telah mencapai USD 18,27 miliar sementara ekspor yang hanya mencapai USD 16,24 miliar.

Anggota Komisi XI DPR RI Hendrawan Supratikno mengatakan, untuk mengatasi defisit perdagangan, pemerintah diharapkan meningkatkan produksi migas sendiri. "Salah satunya program peningkatan penggunaan biodiesel. Itu harus dijalankan sesuai rencana," ujarnya, Rabu (15/8).

Dari sisi ekspor, ia menyarankan perlunya pemberian insentif untuk produk-produk dengan konten lokal yang besar. "Hilirisasi industri juga harus dilakukan secara serius agar produk-produk ekspor bernilai tambah tinggi," imbuhnya.

Terpisah, Direktur Eksekutif Departemen Statistik Bank Indonesia Yati Kurniati menuturkan, peningkatan defisit neraca perdagangan migas dipengaruhi naiknya impor migas, seiring kenaikan harga minyak global dan permintaan yang lebih tinggi. Sejatinya, secara makro kinerja ekspor Indonesia, khususnya non-migas mencatatkan pertumbuhan yang cukup bagus.

Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia Januari–Juli 2018 mencapai USD 104,24 miliar atau meningkat 11,35 persen dibanding periode yang sama pada 2017. Sedangkan ekspor non-migas mencapai USD 94,21 miliar atau meningkat 11,05 persen. Pun jika hanya melihat impor non-migas, masih dinilai sehat karena banyak berupa bahan baku penolong ataupun bahan modal yang mengindikasikan industri berjalan baik.

Ekonom Universitas Indonesia Lana Soelistianingsih menyebut, naiknya impor bahan baku penolong menunjukkan kegiatan ekonomi atau kegiatan industri mungkin sudah membaik karena ada permintaan bahan kimia organik.

Menurutnya, jika ada impor bahan baku atau barang modal, kemungkinan akan ada peningkatan ekspor dalam waktu tiga bulan ke depan. “Kalau importir impor sekarang, itu biasanya untuk dua tiga bulan ke depan,” ujarnya.

Terkait tingginya impor migas, Lana berharap pemerintah segera merealisasikan program biofuel demi memangkas impor migas. Juga, merealisasikan pembangunan kilang. “Lalu, dengan infrastruktur yang sudah mau selesai seperti MRT dan LRT, itu mungkin akan mengurangi impor minyak. Kan sebentar lagi mau jadi,” tuturnya.

Peraturan Presiden (Perpres) mengenai penggunaan biodiesel bagi kegiatan sektor non-public service obligation (PSO) rencananya diteken Presiden Joko Widodo dalam jangka waktu satu hingga dua hari ke depan.

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution optimistis implementasi mandatori pencampuran 20 persen biodiesel di dalam bahan bakar minyak (BBM) jenis solar (B-20) sudah bisa terlaksana mulai 1 September mendatang. Setelah kebijakan ini berjalan, ia berharap Indonesia bisa mengurangi impor migas yang selama ini membebani neraca perdagangan Indonesia.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, impor migas sepanjang semester I 2018 tercatat di angka USD 14,04 miliar atau meningkat 20,82 persen dari posisi tahun lalu USD 11,62 miliar. "Perpres tadi disebutkan siap teken paling lambat hari ini atau besok sehingga Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bisa menindaklanjuti dengan aturan teknis pelaksanaannya," ujar Darmin, Selasa (14/8).

Jika sudah berjalan efektif, implementasi B-20 diharapkan bisa mengurangi impor solar sebanyak USD 2,3 miliar hingga Desember mendatang. Hal ini saja, lanjut, Darmin sudah berkontribusi positif bagi perbaikan defisit transaksi berjalan hingga akhir tahun.

Selain itu, implementasi B-20 juga bisa mendongkrak permintaan minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO) domestik sebesar 4 juta kiloliter (kl) per tahun. Jika permintaan, bertambah otomatis harga CPO bisa membaik, dan memperbaiki nilai ekspor Indonesia.

Sebelumnya, Darmin menaksir harga CPO bisa mendekati USD 700 per metrik ton atau naik dari posisi saat ini USD 532 per metrik ton.

"Tapi mungkin ini akan berdampak optimal di tahun depan, di mana ada dorongan dua faktor, yaitu penghematan solar dan kenaikan harga kelapa sawit. Sekarang, kami memang perkirakan akan ada dampaknya, tapi belum besar," jelas dia.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menyebut implementasi B-20 bisa menyelesaikan sepertiga dari permasalahan defisit transaksi berjalan yang saat ini tengah dialami Indonesia. Ini lantaran penghematan impor yang didapat Indonesia bisa sangat besar.

Jokowi menyebut, Indonesia setidaknya bisa menghemat impor BBM sebesar USD 5,9 miliar per tahun dengan asumsi harga minyak USD 70 per barel. Dengan mengambil asumsi defisit transaksi berjalan tahun 2017 sebesar USD 17,3 miliar, maka penghematan itu setara 34,1 persen dari total defisit transaksi berjalan.

"Lebih dari sepertiga dari current account deficit (CAD) Indonesia bisa terselesaikan dengan biodiesel. Ini akan menyelesaikan CAD kami. Jadi sekali lagi, saya minta kesungguhan agar implementasi B-20 ini betul-betul dilaksanakan," jelas Jokowi awal bulan lalu. (ndu2/k15)

loading...

BACA JUGA

Rabu, 19 September 2018 07:03

Rupiah Kembali Bergolak

JAKARTA - Nilai tukar rupiah kembali tidak berdaya di hadapan dolar Amerika Serikat (USD). Berdasar…

Rabu, 19 September 2018 07:01

Transaksi Tunai Meningkat

SAMARINDA - Jumlah transaksi tunai di Kaltim pada triwulan II 2018 mengalami peningkatan jika dibandingkan…

Rabu, 19 September 2018 06:56

Siapkan 1,4 Juta Ton Pupuk

BONTANG – Kebutuhan pupuk dalam negeri dipastikan aman. Terutama saat musim tanam pada Oktober…

Rabu, 19 September 2018 06:54

Aduan Konsumen Kaltim Terbanyak di Kalimantan

SAMARINDA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kaltim tampaknya harus bekerja ekstra memperbaiki literasi…

Rabu, 19 September 2018 06:54

Subsidi Energi Membengkak

JAKARTA – Realisasi subsidi energi tahun ini diperkirakan meningkat menjadi Rp 149 triliun. Angka…

Rabu, 19 September 2018 06:52

Sukses Kembangkan Lapangan Lama

BALIKPAPAN - Pertamina EP Asset 5 berhasil mencapai target lifting minyak mentah 2018. Produksi minyak…

Rabu, 19 September 2018 06:50

Andalkan Event Internasional

JAKARTA - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi penanaman modal dalam…

Rabu, 19 September 2018 06:48

Binaan Pupuk Kaltim Ekspor Lobster ke Hong Kong

BONTANG – Melalui program Creating Shared Value (CSV), PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) mengekspor…

Rabu, 19 September 2018 06:46

Neraca Perdagangan Defisit, Kadin: Itu Sudah Lebih Baik

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat total defisit neraca perdagangan Indonesia pada Agustus…

Rabu, 19 September 2018 06:46

Properti-Pariwisata Dongkrak Ekonomi Daerah

SURABAYA – Sinergi antara sektor properti dan pariwisata diyakini dapat meningkatkan pertumbuhan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .