MANAGED BY:
RABU
19 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Jumat, 17 Agustus 2018 06:42
Peningkatan SDM Jadi Kunci

PROKAL.CO, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan sumber daya manusia bakal menjadi kekuatan besar bangsa Indonesia. Alasannya, Indonesia memiliki jumlah penduduk hingga 260 juta jiwa, terbesar di Asia Tenggara. Jokowi percaya masa depan Indonesia terletak pada kemampuan untuk mempersiapkan manusia Indonesia yang maju dan unggul.

"Untuk itu, membangun manusia Indonesia adalah investasi kita untuk menghadapi masa depan, untuk melapangkan jalan menuju Indonesia maju. Kita persiapkan manusia Indonesia menjadi manusia yang unggul sejak dalam kandungan sampai tumbuh secara mandiri untuk meningkatkan kesejahteraan diri dan keluarganya," ujar Jokowi dalam Pidato Kenegaraan di Gedung DPR/MPR, Kamis (16/8).

Mantan wali kota Solo ini menegaskan, pemerintah akan terus bekerja memastikan setiap anak Indonesia dapat lahir dengan sehat, dapat tumbuh dengan gizi yang cukup, bebas dari stunting atau tumbuh kerdil. Ketika mereka memasuki usia sekolah, tidak boleh lagi anak-anak kita, termasuk anak-anak yatim piatu, terpaksa putus sekolah karena alasan biaya pendidikan yang tidak terjangkau.

"Komitmen ini kita wujudkan melalui pembagian Kartu Indonesia Pintar, yang pada 2017 sudah mencapai lebih dari 20 juta peserta didik, serta perluasan penyaluran program beasiswa bidik misi bagi mahasiswa. Untuk memberikan perlindungan sosial bagi warga yang tidak mampu, pemerintah meningkatkan secara bertahap Penerima Bantuan Iuran JKN dari 86,4 juta jiwa di 2014 menjadi 92,4 juta jiwa pada Mei 2018," jelasnya.

Jokowi menambahkan, kualitas kehidupan manusia Indonesia dalam empat tahun terakhir terus membaik. Indeks pembangunan manusia meningkat dari 68,90 di 2014 menjadi 70,81 di 2017. Dengan hasil itu, Indonesia sudah masuk ke kategori high human development.

Selain itu, pemerintah terus dorong pendidikan tinggi untuk melakukan terobosan-terobosan sehingga lulusan perguruan tinggi bisa lebih adaptif di era Revolusi Industri 4.0, termasuk kemampuan dalam literasi digital, serta mampu menumbuhkan lebih banyak lagi wirausahawan-wirausahawan muda yang kreatif dan inovatif.

Dalam empat tahun terakhir, pemerintah melakukan perombakan besar-besaran terhadap iklim kemudahan berusaha di negara kita. Tujuan utamanya adalah membuat perekonomian kita bisa lebih produktif dan kompetitif, sambil terus meningkatkan kemandirian bangsa, sehingga bisa memberikan nilai tambah, terutama pembukaan lapangan kerja baru, dan menyerap pengangguran.

"Alhamdulillah, dengan kerja bersama, tingkat pengangguran terbuka semakin menurun dari 5,70 persen menjadi 5,13 persen," terangnya. Jokowi juga menyoroti sejumlah langkah-langkah yang telah dilakukan untuk menggerakkan perekonomian. "Dalam empat tahun terakhir, pemerintah melakukan perombakan besar-besaran terhadap iklim kemudahan berusaha di Indonesia," ujar Jokowi .

Tujuannya, mendorong perekonomian bisa lebih produktif dan kompetitif, sambil terus meningkatkan kemandirian bangsa. Sejumlah langkah itu diharapkan bisa memberikan nilai tambah, terutama pembukaan lapangan kerja baru, dan menyerap pengangguran. "Alhamdulillah, dengan kerja bersama, tingkat pengangguran terbuka semakin menurun dari 5,70 persen menjadi 5,13 persen," ungkapnya.

Tidak hanya memerhatikan usaha yang besar-besar saja, pemerintah  juga fokus pada UMKM dan 40 persen lapisan masyarakat terbawah. Dengan mendorong akses permodalan bagi usaha mikro dan kecil. Yakni menurunkan tarif pajak final UMKM menjadi 0,5 persen serta penajaman KUR yang bisa dinikmati 12,3 juta UMKM. (ndu2/k15)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 18 September 2018 06:59
Permintaan Bertambah, Harga Acuan Meningkat

Batu Bara Kembali Menjadi Primadona

SAMARINDA - Kaltim bisa membantu pemerintah dalam memacu kinerja ekspor dan memperbaiki neraca perdagangan,…

Selasa, 18 September 2018 06:56

Waspada Investasi Bodong, 10 Tahun Terakhir, Kerugian Capai Rp 105 Triliun

SAMARINDA - Literasi keuangan di Indonesia masih harus ditingkatkan. Khususnya Kaltim. Penawaran keuntungan…

Selasa, 18 September 2018 06:55

Tiongkok dan AS Jadi Tujuan Utama Ekspor

JAKARTA – Upaya pemerintah menggenjot ekspor masih belum menunjukkan hasil membanggakan. Badan…

Selasa, 18 September 2018 06:53

Alat Berat Butuh Treatment Khusus

BALIKPAPAN - Mulai 1 September 2018, pemerintah menerapkan kebijakan mandatori biodiesel 20 persen (B20)…

Selasa, 18 September 2018 06:52

Smartphone Tak Terdampak Pelemahan Daya Beli

BALIKPAPAN - Telepon pintar saat ini sudah menjadi kebutuhan primer masyarakat. Ini terlihat dari penjualan…

Selasa, 18 September 2018 06:49

Wajib Pajak Tak Patuh Bakal Diperiksa

JAKARTA – Masyarakat diminta tak perlu takut menghadapi pemeriksaan pajak seiring keluarnya Surat…

Selasa, 18 September 2018 06:48

Korsel Jajaki Penerbangan Langsung ke Sulut

MANADO - Program Gubernur Olly Dondokambey dan Wagub Steven Kandouw untuk mendatangkan wisatawan asing…

Selasa, 18 September 2018 06:47

Pasar Mobil Murah Masih Bergairah

SURABAYA – Meski pasar mobil murah dan ramah lingkungan atau low cost green car (LCGC) di Jatim…

Selasa, 18 September 2018 06:45

Sasar Komunitas Kaum Hawa

JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (BBTN) menyasar komunitas kaum hawa sebagai nasabah tabungan dan kredit.…

Selasa, 18 September 2018 06:45

Lanjutkan Program Pengendalian Inflasi

BALIKPAPAN – Guna menekan laju inflasi di Kota Minyak, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw-BI)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .