MANAGED BY:
MINGGU
20 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SELISIK/LAPSUS

Kamis, 16 Agustus 2018 08:52
Bitcoin Ilegal dan Berisiko
Muhammad Nur

PROKAL.CO, BERTRANSAKSI bitcoin adalah ilegal. Jika masih melakukannya, bersiaplah dengan konsekuensi hukum. Sebab, hanya rupiahlah alat tukar yang sah. Hal ini merujuk Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang. Isinya menyatakan, mata uang adalah uang yang dikeluarkan oleh negara kesatuan Republik Indonesia dan setiap transaksi yang mempunyai tujuan pembayaran, atau kewajiban lain yang harus dipenuhi dengan uang, atau transaksi keuangan lainnya yang dilakukan di wilayah negara kesatuan Republik Indonesia wajib menggunakan rupiah.

Dikatakan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw-BI) Kaltim Muhammad Nur, BI tak memiliki perlindungan hukum terhadap bitcoin. Tidak ada otoritas yang bertanggung jawab, tidak terdapat pula administrator resmi. Selain itu, tidak ada underlying asset yang mendasari harga virtual currency. Belum lagi nilai perdagangan yang fluktuatif mengingat bitcoin merupakan mata uang digital, bukan perusahaan. Sehingga, tidak ada arus uang yang bisa dianalisis. Walhasil, volatilitas bitcoin pun susah diprediksi dan berisiko jika dijadikan investasi.

“Sehingga, masyarakat lebih baik tak menggunakan bitcoin lagi. Meskipun investasi bitcoin menguntungkan, namun risikonya juga cukup tinggi,” kata Nur saat ditemui Kaltim Post di ruang kerjanya, kemarin (15/8).

Ketika masyarakat masih kukuh menggunakan bitcoin, untung rugi mesti ditanggung sendiri. Namun, BI mengimbau lebih baik menghentikan penggunaan bitcoin sebelum kerugian atau hal-hal yang dikhawatirkan terjadi. BI juga sudah melarang penyelenggara jasa sistem pembayaran memproses pembayaran dengan alat tukar virtual seperti bitcoin.

Di sisi lain, Nur juga mengatakan, pada dasarnya pengguna bitcoin adalah komunitas terbatas. Sehingga, dikhawatirkan suatu saat nilainya akan benar-benar turun mengingat sudah tidak diminati lagi. Meskipun, sebagian orang beranggapan bahwa pada masa depan mata uang digital seperti bitcoin akan lebih banyak digunakan. Namun, sejauh ini BI menilai penggunaan bitcoin lebih banyak kerugiannya.

Nur pun merujuk kasus di Jepang, ketika sebuah tempat penukaran bitcoin diretas dan mendapati kerugian USD 530 juta. Jika kasus begini, korbannya bakal bingung mau minta kembalikan uang dengan siapa.

“Ada beberapa kasus lainnya. Jadi, kalau dalam bahasa agama ya lebih banyak mudaratnya,” imbuh Nur.

Sementara itu, Nur menyebut, sejauh ini Kaltim sendiri belum mendapati laporan kasus-kasus terkait bitcoin. Meskipun, dia meyakini ada saja orang di Kaltim yang menggunakan bitcoin. Hanya, untuk penindakan hukum menjadi wewenang aparat penegak hukum.

Nah, jika ingin berinvestasi via daring, Ketua Tim Advisory Ekonomi dan Keuangan KPw-BI Kaltim Harry Aginta menyebut lebih baik mencari investasi yang memiliki underlying asset. Artinya, investasi yang dilakukan memiliki aset jelas yang dikembangkan sebagai modal investasi. Dia pun mencontohkan salah satu platform investasi digital dengan tanaman sebagai asetnya. Si investor berinvestasi pada tanaman yang nantinya return diambil setelah panen.

“Investasi seperti ini jelas dan sudah terdaftar di OJK,” tutur Harry.

Dengan sistem begitu, ada aset yang dikembangkan. Meskipun, return yang diberikan tidak setinggi iming-iming return dari bitcoin. (tim kp)


BACA JUGA

Jumat, 18 Januari 2019 07:52

PILEG RASA PILWALI

Pemain lama yang tak sekali-dua kali duduk di Karang Paci…

Jumat, 18 Januari 2019 07:46

Gagal, Keluarga Bisa Ikut Stres

ALAT peraga kampanye (APK) berdiri di tempat-tempat strategis. Berharap bisa…

Jumat, 18 Januari 2019 07:41

Suara Sah Harus Ditentukan Lebih Dulu

PEMILIHAN legislatif 2019 akan menggunakan metode Sainte Lague dalam menentukan…

Senin, 14 Januari 2019 08:38

Nelayan Hanya Kaya Lautan

Takkan ada ikan gurih di meja makan, tanpa ada jerih…

Senin, 14 Januari 2019 08:23

Terancam Zonasi Segara

MENGGELUTI profesi nelayan di tengah gempuran pertambangan di Kaltim, bukan…

Senin, 14 Januari 2019 08:07

Nelayan Penjaga Kedaulatan

BERBAGAI persoalan ternyata dihadapi nelayan di Kaltim. Tak hanya persoalan…

Senin, 14 Januari 2019 07:56

Diklaim Bawa Perubahan

NELAYAN sebagai tulang punggung industri perikanan nasional memiliki fungsi penting.…

Jumat, 11 Januari 2019 09:24

Menangkal Kekalahan Durian Lokal

Musim hujan datang. Tiba pula musim durian. Kasar, berduri, kurang…

Jumat, 11 Januari 2019 09:20

Benarkah Durian Memicu Kolesterol Naik?

SELURUH penjuru dunia mengenal durian sebagai raja buah tropis. Namun,…

Jumat, 11 Januari 2019 09:19

Kontroversi Durian di Pesawat, Boleh Bawa, Redam Baunya

PENUMPANG Sriwijaya Air rute Bengkulu–Jakarta sempat heboh. Lantaran pesawat dengan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*