MANAGED BY:
KAMIS
20 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SELISIK/LAPSUS

Kamis, 16 Agustus 2018 08:52
Bitcoin Ilegal dan Berisiko
Muhammad Nur

PROKAL.CO, BERTRANSAKSI bitcoin adalah ilegal. Jika masih melakukannya, bersiaplah dengan konsekuensi hukum. Sebab, hanya rupiahlah alat tukar yang sah. Hal ini merujuk Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang. Isinya menyatakan, mata uang adalah uang yang dikeluarkan oleh negara kesatuan Republik Indonesia dan setiap transaksi yang mempunyai tujuan pembayaran, atau kewajiban lain yang harus dipenuhi dengan uang, atau transaksi keuangan lainnya yang dilakukan di wilayah negara kesatuan Republik Indonesia wajib menggunakan rupiah.

Dikatakan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw-BI) Kaltim Muhammad Nur, BI tak memiliki perlindungan hukum terhadap bitcoin. Tidak ada otoritas yang bertanggung jawab, tidak terdapat pula administrator resmi. Selain itu, tidak ada underlying asset yang mendasari harga virtual currency. Belum lagi nilai perdagangan yang fluktuatif mengingat bitcoin merupakan mata uang digital, bukan perusahaan. Sehingga, tidak ada arus uang yang bisa dianalisis. Walhasil, volatilitas bitcoin pun susah diprediksi dan berisiko jika dijadikan investasi.

“Sehingga, masyarakat lebih baik tak menggunakan bitcoin lagi. Meskipun investasi bitcoin menguntungkan, namun risikonya juga cukup tinggi,” kata Nur saat ditemui Kaltim Post di ruang kerjanya, kemarin (15/8).

Ketika masyarakat masih kukuh menggunakan bitcoin, untung rugi mesti ditanggung sendiri. Namun, BI mengimbau lebih baik menghentikan penggunaan bitcoin sebelum kerugian atau hal-hal yang dikhawatirkan terjadi. BI juga sudah melarang penyelenggara jasa sistem pembayaran memproses pembayaran dengan alat tukar virtual seperti bitcoin.

Di sisi lain, Nur juga mengatakan, pada dasarnya pengguna bitcoin adalah komunitas terbatas. Sehingga, dikhawatirkan suatu saat nilainya akan benar-benar turun mengingat sudah tidak diminati lagi. Meskipun, sebagian orang beranggapan bahwa pada masa depan mata uang digital seperti bitcoin akan lebih banyak digunakan. Namun, sejauh ini BI menilai penggunaan bitcoin lebih banyak kerugiannya.

Nur pun merujuk kasus di Jepang, ketika sebuah tempat penukaran bitcoin diretas dan mendapati kerugian USD 530 juta. Jika kasus begini, korbannya bakal bingung mau minta kembalikan uang dengan siapa.

“Ada beberapa kasus lainnya. Jadi, kalau dalam bahasa agama ya lebih banyak mudaratnya,” imbuh Nur.

Sementara itu, Nur menyebut, sejauh ini Kaltim sendiri belum mendapati laporan kasus-kasus terkait bitcoin. Meskipun, dia meyakini ada saja orang di Kaltim yang menggunakan bitcoin. Hanya, untuk penindakan hukum menjadi wewenang aparat penegak hukum.

Nah, jika ingin berinvestasi via daring, Ketua Tim Advisory Ekonomi dan Keuangan KPw-BI Kaltim Harry Aginta menyebut lebih baik mencari investasi yang memiliki underlying asset. Artinya, investasi yang dilakukan memiliki aset jelas yang dikembangkan sebagai modal investasi. Dia pun mencontohkan salah satu platform investasi digital dengan tanaman sebagai asetnya. Si investor berinvestasi pada tanaman yang nantinya return diambil setelah panen.

“Investasi seperti ini jelas dan sudah terdaftar di OJK,” tutur Harry.

Dengan sistem begitu, ada aset yang dikembangkan. Meskipun, return yang diberikan tidak setinggi iming-iming return dari bitcoin. (tim kp)


BACA JUGA

Senin, 17 September 2018 09:18

Buku (Bukan Lagi) Jendela Ilmu

Dahulu buku jendela dunia. Namun, perlahan-lahan sang primadona mulai hilang pamor. Era digital disebut-sebut…

Senin, 17 September 2018 09:14

Ideal Baca 6 Jam Sehari

DUA pekan lalu menjadi hari penting bagi pecinta buku. Sebab 8 September ditetapkan sebagai hari literasi…

Senin, 17 September 2018 09:06

Koleksi Perpustakaan Daerah Belum Lengkap

BERBAGAI cara dilakukan untuk berkontribusi menambah literasi dari masyarakat lokal. Sejarawan lokal…

Senin, 17 September 2018 09:04

Menanti Inovasi Tenaga Pendidik

MEMBANGUN budaya literasi memang tak mudah. Tapi harus dilakukan serius, setahap demi setahap hingga…

Senin, 17 September 2018 09:01

Cerita Unta Bawa Kitab untuk Motivasi Membaca

TIDAK ada usaha yang mengkhianati hasil. Itulah yang menggambarkan sosok Rudini. Pria kelahiran Lampung,…

Senin, 17 September 2018 08:59

Menyentuh Angkasa dengan Buku

Oleh: Raden Roro Mira(Wartawan Kaltim Post (Juara 3 Duta Baca Kaltim 2018–2020) BENDA apa yang…

Jumat, 14 September 2018 08:48

Bergantung Anggaran yang Tak Tentu

PARIWISATA Samarinda kalah banyak dan kalah tenar ketimbang pertumbuhan perhotelan atau hiburan lainnya.…

Jumat, 14 September 2018 08:46

Pandangan Geologi dalam Potensi Wisata Alam Samarinda

OLEH: FAJAR ALAM(Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia Pengurus Daerah Kalimantan Timur) BUMI, sebagaimana…

Senin, 10 September 2018 09:02

Menggoyang Pemerintah dari Kantin Rektorat

Catatan: Faroq Zamzami (*) DI kampus, kantin tak sebatas menjadi destinasi isi perut. Bercanda. Bercengkerama…

Senin, 03 September 2018 09:04

Ditanya Penataan Sungai Karang Mumus, Ini Jawaban Sekkot Samarinda

BERBAGAI tudingan ketidaksiapan Pemkot Samarinda terhadap penanggulangan banjir mendapat tanggapan.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .