MANAGED BY:
SELASA
13 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Rabu, 15 Agustus 2018 13:00
Gubernur Tolak Tim Transisi Bentukan Bakal Gubernur, Ini Alasannya

Persilakan Komunikasi ke Bappeda, Faroek; Seperti Mau Bentuk Kabinet Saja

Awang Faroek Ishak

PROKAL.CO, SAMARINDA–Awang Faroek Ishak dan Isran Noor seperti berbalas pantun. Kali ini, gubernur Kaltim dan suksesornya itu bersilang pendapat tentang tim transisi. Faroek menilai, tim transisi bentukan Isran Noor-Hadi Mulyadi tak perlu ada. Ini seperti respons atas penolakan kubu gubernur dan wakil gubernur terpilih itu melanjutkan proyek multiyears contract Faroek.

Faroek berdalih, istilah tim transisi lazimnya digunakan pemerintah pusat, bukan pemerintah daerah. Mantan bupati Kutai Timur itu menyatakan, Pemprov Kaltim tidak bisa disamakan dengan istana. Gubernur baru bukan memulai sesuatu yang baru, tapi melanjutkan program pembangunan yang sudah dikerjakan kepala daerah sebelumnya.

Menurut Faroek, gubernur dalam menjalankan program pembangunan harus berpedoman pada Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kaltim 2005–2025. Isran Noor dan Hadi Mulyadi tinggal menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2019–2023. Program yang akan dijalankan selama masa pemerintahannya.

 “Seperti mau bentuk kabinet saja, tidak perlu ada tim transisi,” kata Faroek di Lamin Etam, kemarin (14/8).

Meski begitu, dia mempersilakan tim Isran-Hadi berkomunikasi dengan DPRD Kaltim maupun ke Badan Perencanaan dan Pembangunan (Bappeda) Kaltim. Namun, sifatnya masih sebatas masukan atau usulan ide, bukan intervensi. Karena hal itu hanya bisa dan boleh dilakukan oleh gubernur definitif.

Tim ahli Isran-Hadi, sebut dia, bisa memberikan masukan dalam penyusunan RPJMND. Sebab, hal itu memang menjadi hak Isran Noor dan Hadi Mulyadi. Sehingga, tidak perlu ada tim transisi.

Faroek memastikan, pihaknya akan terbuka jika tim tersebut ingin mendapatkan informasi di Bappeda Kaltim. Tim itu juga dipersilakan menjalin komunikasi atau menyumbang pemikiran dengan perguruan tinggi yang bekerja sama dengan Pemprov Kaltim. Salah satunya Universitas Mulawarman (Unmul).

“Sabar saja lah, nanti kalau sudah jadi gubernur bisa minta orang untuk membantu Bappeda Kaltim menyempurnakan RPJMD itu. Intinya, yang sudah dikerjakan, diperbaiki. Yang baik dilanjutkan itu saja,” tambahnya.

Selain itu, dia menegaskan, Isran-Hadi tidak bisa serta-merta membatalkan proyek strategis nasional, seperti pembangunan jalan tol dan jembatan ketika sudah menjabat. Sebagai proyek strategis nasional, proyek-proyek itu tidak boleh dibatalkan sesukanya.

“Kecuali kalau dia tidak mendukung Jokowi. Kalau saya jelas mendukung Jokowi dan berharap proyek besar itu tetap jalan. Tidak ada satu pun proyek strategis nasional yang tidak jalan. Semuanya, harus tetap jalan karena itu untuk kepentingan masyarakat,” pungkasnya.

Untuk diketahui, empat bulan menjelang pelantikan, Isran Noor-Hadi Mulyadi mulai tancap gas. Keduanya sudah membentuk tim transisi. Tim itu bekerja khusus untuk menyusun RPJMD 2019–2023. Itu disebut-sebut juga dipersiapkan untuk memastikan program Isran-Hadi dapat dimasukan APBD Kaltim 2019.

“Sudah dibentuk. Ketuanya Adi Bukhari, mantan kepala Bappeda (Badan Perencanaan Pembangunan Daerah) Kaltim. Mereka fokus susun RPJMD,” ujar Isran Noor, Senin (13/8).

Sekretaris Tim Transisi Isran-Hadi, Zaenal Haq, mengatakan misi pertama tim tersebut sampai saat ini baru sekadar menyusun RPJMN. Tim tersebut berjumlah 12 orang. Terdiri dari beberapa pakar yang ahli di bidang pendidikan, kesehatan, infrastruktur, keuangan. Saat ini tim itu sudah mulai melakukan komunikasi ke DPRD, Bappeda, dan OPD terkait.

Politikus PKS itu menyebut, sesuai arahan Isran Noor dan Hadi Mulyadi, RPJMND nanti harus berisi program pemerintah yang dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. APBD Kaltim tidak boleh lagi dipakai untuk membiayai proyek-proyek besar yang menelan biaya ratusan bahkan hingga triliunan rupiah.

APBD Kaltim berikutnya akan dioptimalkan untuk pembangunan desa, membiayai urusan pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur yang jadi tanggung jawab provinsi. Misal, perbaikan jalan-jalan rusak. Khusus perbaikan jalan rusak itu, Isran-Hadi menargetkan tuntas pada 2019 atau paling lama 2020.

“Tim itu ada 12 orang, kemungkinan bisa bertambah. Terdiri dari ahli dan perwakilan parpol pengusung Isran-Hadi. Sementara saya tidak membeberkan nama-namanya, yang pasti ketuanya Adi Bukhari, mantan kepala Bappeda Kaltim,” pungkasnya.

Soal proyek tahun jamak, terutama yang disebut masuk proyek strategis nasional, Faroek berharap, gubernur berikutnya bisa melanjutkan. Namun, sikap Isran-Hadi tetap sama. Proyek itu mesti tuntas pada masa jabatan Awang Faroek Ishak. Sesuai ketentuan Peraturan Kementerian Dalam Negeri 21/2011. Bahwa proyek yang didanai dengan skema tahun jamak tidak boleh melebihi masa jabatan kepala daerah yang menetapkan. “Harus selesai mau tidak mau atau suka tidak suka,” tegas Zaenal.

Namun, apabila ada paket-paket proyek tahun jamak yang tidak selesai, baik fisik maupun keuangannya hingga akhir tahun ini, dia pastikan proyek akan dihentikan Isran-Hadi. “Itu bukan sikap politik, tapi memang sudah jadi ketentuan,” katanya.

Kelanjutan proyek, sebut dia, Isran-Hadi menunggu audit investigasi yang dilakukan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Apapun rekomendasi BPK, pihaknya akan menjalankan. Jika berkaitan wanprestasi keuangan, misalnya, Isran-Hadi tetap tidak mengalokasikan pembiayaannya melalui APBD. Tapi berjuang ke pusat untuk dibantu melalui APBN. “Rekomendasi dilanjutkan ya harus dilanjutkan. Bayar utang, ya dibayar tapi pakai APBN. Beliau (Isran) yang akan melobi langsung ke pusat untuk dibantu dari APBN,” ungkap Zaenal.

Perlu diketahui, sampai saat ini belum ada kejelasan soal nasib pelunasan proyek MYC di APBD Kaltim Perubahan 2018. Sesuai kontrak, pemprov masih harus mengalokasikan anggaran Rp 450 miliar. Alokasi itu terhalang progres fisik proyek MYC yang diprediksi DPRD Kaltim sulit selesai tepat waktu.

Di antaranya, proyek bentang tengah Jembatan Mahakam IV dan beberapa segmen di Jalan Tol Samarinda-Balikpapan. Walhasil, dalam rancangan APBD Kaltim Perubahan 2018, proyek MYC hanya mendapat alokasi Rp 152 miliar atau kurang Rp 298 miliar. (*/him/dwi/k8)


BACA JUGA

Selasa, 13 November 2018 10:24

DUH PAYAH..!! Persentase Kelulusan CPNS Masih Rendah

TANA PASER–Seleksi penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) di Assessment…

Selasa, 13 November 2018 07:35

Tugboat Batu Bara Tenggelam di Perairan Bunyu, Dua ABK Belum Ditemukan

TARAKAN – Kecelakaan di perairan Kalimantan Utara (Kaltara) kembali terjadi.…

Selasa, 13 November 2018 06:41

YESS..!! Merpati Siap Kembali Mengudara Tahun Depan

JAKARTA – Setelah mengalami penghentian operasi pada 2014 silam, maskapai…

Senin, 12 November 2018 11:00

KENA PAJAK..?? Menteri Keuangan Bakal Wajibkan Mahasiswa Miliki NPWP

JAKARTA – Menteri Keuangan Sri Mulyani berencana mewajibkan seluruh mahasiswa…

Senin, 12 November 2018 10:37

Angel dan Jose Makin Intim, Dikabarkan Sudah Menikah

Hubungan Angel Karamoy dengan sutradara Jose Poernomo makin intim. Buktinya,…

Senin, 12 November 2018 10:28

Marquez Rayakan Gelar Dunia ke 7 di Kampung Halaman

UNTUK merayakan gelar juara dunia ketujuhnya, atau kelima di kelas…

Senin, 12 November 2018 10:20

LUCU JUGA..!! Perusahaan Air Masih Terkendala Air

TANA PASER–Sepekan terakhir, masyarakat Paser, khususnya Kecamatan Tanah Grogot, mengeluhkan…

Senin, 12 November 2018 08:49

Klasifikasikan Kualitas Pasangan, Kemampuan Biologis Juga Ditanya

Pondok Pesantren (Ponpes) Hidayatullah berhasil menyelenggarakan pernikahan mubarakah, Minggu (11/11).…

Minggu, 11 November 2018 11:11

Pulang, KRI Bima Suci Banyak Sabet Penghargaan

 Setelah mengelilingi lima negara selama 100 hari untuk mengikuti event…

Minggu, 11 November 2018 11:10

Kasihan Banget..!! Banyak Guru Honor yang Pensiun dengan Gaji Rp 150 Ribu Per Bulan

Ketua Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI) Didi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .