MANAGED BY:
MINGGU
26 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

BALIKPAPAN

Rabu, 15 Agustus 2018 08:29
Konflik di Bandara SAMS Sepinggan Berakhir di Warung Kopi

Angkasa Pura I Terima Tuntutan Paguyuban Sopir

-

PROKAL.CO, class="yiv1755035361m-9067025573906408596gmail-m5372165666705146508ydpe225d247msonormal">BALIKPAPAN –  Kegaduhan yang terjadi di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan mereda. Lewat mediasi di sebuah warung kopi di bilangan Jalan Marsma Iswahyudi, Balikpapan, Selasa (14/8) sore, Angkasa Pura I memenuhi tuntutan sopir angkutan yang tergabung dalam Aliansi Jasa Transportasi Darat Kaltim. Ada lima tuntutan yang disepakati.

Pertama, Angkasa Pura I sebagai pengelola Bandara Internasional Sepinggan bersama Lanud Balikpapan menghentikan razia kendaraan yang keluar-masuk bandara. Kedua, Angkasa Pura I Bandara Sepinggan dan Lanud Balikpapan tidak memonopoli jasa transportasi di bandara. Ketiga, Angkasa Pura I Bandara Sepinggan, Dishub Kaltim dan Dishub Balikpapan mengakomodasi jasa transportasi lain selain yang tergabung dalam Koperasi Kokapura milik Angkasa Pura I dan Koperasi Primkopau milik TNI AU.  Kelima, memberikan waktu maksimal satu tahun kepada pelaku jasa transportasi rental, travel dan daring (online) untuk mengurus perizinan ke instansi terkait untuk operasional di bandara.

Kesepakatan tersebut disaksikan Kapolres Balikpapan AKBP Wiwin Firta, Dandim Balikpapan Letkol M Ilyas, Kadishub Sudirman Djayaleksana, Wali Kota Rizal Effendi dan perwakilan Lanud Balikpapan. General Manager Bandara Sepinggan Farid Indra Nugraha menuturkan, pihaknya berkomitmen memperbaiki kinerja dengan tetap mengacu regulasi yang ada. Sopir angkutan gelap yang tergabung dalam Aliansi Jasa Transportasi Darat Kaltim diminta mengurus perizinan. Apakah membentuk badan hukum sendiri atau berafiliasi dengan koperasi yang sudah ada. “Saya akan mendetailkan SOP-nya seperti apa. Tidak ada monopoli. Kita akan membuka ruang. Kita beri kesempatan,” ungkapnya.

Dia melanjutkan, sebenarnya mudah kalau mau berusaha di bandara. Sepanjang berbadan hukum dam mendapat izin. “Karena itu kami menawarkan. Kami tidak memikirkan diri sendiri,” tuturnya. Sebagai langkah konkret mengakomodasi tuntutan Aliansi Jasa Transportasi Darat Kaltim, pihaknya menyiapkan lokasi parkir terminal lama Bandara Sepinggan. “Kami siapkan ada toilet, counter dan kantin. Kebutuhan bapak kita siapkan seusai standar,” terangnya. Adapun Kapolres Balikpapan AKBP Wiwin Fitra yang bertindak sebagai mediator mengatakan, kesepakatan kemarin sangat penting demi kemaslahatan hajat hidup orang banyak.

“Dibentuk tim terpadu dalam rangka pengawasan. Apakah komitmen dilaksanakan atau tidak. Jangan ada mencurigai dan saling tuduh-menuduh. Kalau ada masalah laporkan,” katanya. Dia melanjutkan, tim terpadu akan ditempatkan di terminal lama Bandara Sepinggan. “Jadi nanti supir harus melengkapi administrasi dulu, jadi terdaftar mana kendaraan khusus. Nanti perwakilan paguyuban membantu seleksi mana yang anggotanya dan tidak. Dari pertemuan ini, kami mencari solusi terbaik agar semua bisa kembali beraktivitas masing-masing,” pungkasnya. Sebelum pertemuan kemarin sore, Angkasa Pura I, Polres Balikpapan, Dishub Balikpapan, Lanud Balikpapan dan perwakilan sopir telah menggelar pertemuan pada pagi hari di Markas Polres Balikpapan.

Sempat Menggantung, Tim Negosiator Tak Jalan

Selama kurang lebih satu jam, pertemuan masih alot dan tidak begitu membuahkan hasil. Perwakilan sopir merasa belum ada solusi yang pasti dalam pertemuan kemarin pagi itu. Kepada Kaltim Post, perwakilan sopir Hadi Purnomo menyebutkan, pihaknya sampai saat ini belum mendirikan sebuah paguyuban secara resmi. Namun para sopir sudah sepakat dan setuju dengan ide yang disampaikan AP I. Hadi mengatakan, para sopir akan kooperatif dan mengikuti aturan yang berlaku di Bandara SAMS Sepinggan. “Ribuan supir yang tidak tahu dan tidak punya pengetahuan soal regulasi ini, tolong diarahkan. Kalau bisa dibina, jangan dibinasakan. Kami akan mengikuti kemauan AP. Kalau disuruh berkontribusi, kami siap dan biar resmi sekalian,” ucapnya. Hadi menyadari, dia dan kawan-kawan sopir taksi berpelat hitam ini tidak punya izin beroperasi secara resmi.

Maka dari itu, mereka siap mengikuti regulasi yang ada. Termasuk dengan membentuk paguyuban, lalu mengajukan pembentukan badan usaha. Saat ini, jumlah supir terbanyak berasal dari Samarinda sekitar 400 orang. Lalu Bontang, Tenggarong, dan sekitarnya. “Data kami sudah masuk ke AP. Kalau total keseluruhan bisa seribu supir,” tuturnya. Dia mengaku, wacana pembentukan paguyuban ini sudah berjalan lama dan bukan hal yang baru. Bahkan, Hadi dan tim sudah memiliki rancangan struktur organisasi paguyuban. Artinya kalangan supir setuju dan siap. Hanya saja langkah mereka terkendala dari tim negosiator. Hal ini berkaitan dengan pertemuan yang berlangsung sebelumnya.

Supir lainnya, Abuan menjelaskan, saat terjadi penertiban beberapa bulan lalu, para sopir berkumpul dan mencari solusi. Kemudian mengadakan hearing dengan DPRD Balikpapan, 13 Juli. Terbentuk tim tiga yang bertugas sebagai negosiator antara sopir dan AP. Sayangnya setelah berjalan kurang lebih satu bulan ini, negosiator tak juga menunjukkan kinerja dan menjembatani kemauan sopir. Setelah menggantung dan tidak ada kabar, Abuan dan timnya mencoba jalan sendiri untuk bertemu langsung dengan AP I. Terutama untuk mendengar kemauan dan kewajiban apa saja yang harus dipenuhi oleh sopir taksi. Namun dia kecewa, tim tiga justru menyalahkannya karena dianggap lancang mendahului peran negosiator.

“Kita coba hubungi negosiator, tidak ada respons. Apa pun yang kami sampaikan ke tim negosiator itu mental, tidak diterima. Padahal yang tahu kondisi di lapangan jelas para sopir. Jadi sopir merasa apresiasi tidak tersampaikan,” jelasnya. Keinginan mereka sederhana. Yakni bisa bebas mengantar penumpang di Bandara SAMS Sepinggan.

Abuan bercerita, dia sudah menjalani pekerjaan ini selama 14 tahun. Selama itu, dia sudah memiliki hubungan baik dengan pelanggannya. Tentu penumpangnya merasa terganggu saat harus mendapatkan perlakuan razia. Padahal tamunya dari pejabat kedinasan sampai perusahaan. Selama ini, sopir taksi plat hitam memang jalan sendiri dan tidak berpikir membentuk paguyuban hingga badan usaha resmi. Tapi semua kewajiban akan mereka lakukan agar seluruh pihak merasa nyaman.

Abuan bersyukur, dengan adanya berbagai pertemuan ini sejumlah masalah dan kendala yang muncul mulai terlihat transparan. Semua pihak menjadi terbuka, dia pun memahami bahwa ada regulasi yang harus diikuti sebagai bentuk kewajiban. “Jadi kami tidak keberatan membentuk paguyuban ini. Sekarang kami sudah tahu bahwa harus bentuk badan usaha resmi, tidak perlu bertele-tele lagi,” pungkasnya. (gel/riz2/k18)


BACA JUGA

Minggu, 26 Mei 2019 12:16
Poros Balsam Ditarget Rampung H+7 Lebaran

Jalan Rusak Jadi Perhatian Aparat

BALIKPAPAN - Jalur poros Balikpapan-Samarinda (Balsam) mulai menurun di beberapa…

Minggu, 26 Mei 2019 12:12
Ajang Islamic Nexgen Fest di Kota Minyak

Mencari Talenta Berbasis Islami

Muda mudi ramai berkumpul unjuk kemampuan dalam Islamic Nexgen Fest.…

Minggu, 26 Mei 2019 12:10

Pencurian Terungkap Setelah Viral di Media Sosial

BALIKPAPAN – Kejahatan pencurian khususnya kendaraan bermotor (curanmor) biasanya marak…

Minggu, 26 Mei 2019 12:09

Wali Kota Ingatkan ASN tentang Parsel

BALIKPAPAN – Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010.…

Jumat, 24 Mei 2019 13:32
Fera Setyawan, Guru Asal Kota Minyak yang Juara di Olimpiade Matematika

Tes Tersulit, Perdana Ikuti Kompetisi Level Tertinggi

Siapa bilang tenaga pengajar lokal kalah bersaing dengan luar Kalimantan.…

Jumat, 24 Mei 2019 09:00

CATAT..!! Kemarau Diprediksi Terjadi Pertengahan Juli

BALIKPAPAN – Cuaca Kota Minyak panas terik tanpa hujan beberapa…

Kamis, 23 Mei 2019 13:02

Kloter Bertambah, Jamaah Kaltim Berangkat 19 Juli

BALIKPAPAN–Molor sehari dari wacana awal 21 Mei dan sempat diperkirakan…

Kamis, 23 Mei 2019 12:58

Sebar Hoax, IRT Jadi Tersangka

BALIKPAPAN–Keributan di Hotel Mega Lestari, Jumat (19/4) lalu berbuntut hukum.…

Kamis, 23 Mei 2019 12:57
Kenalan dengan Trio Peraih Nilai UN 100 di SMA 5 Balikpapan (Risna Widyastuti)

Hilangkan Stres dengan Main Gim

Alih-alih membaca buku, Risna lebih memilih menghabiskan waktu bermain gim…

Rabu, 22 Mei 2019 11:24

Optimistis Target Zakat Rp 5,2 M Tercapai

BALIKPAPAN¬ – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Balikpapan telah mengumpulkan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*