MANAGED BY:
KAMIS
20 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

FEATURE

Selasa, 14 Agustus 2018 09:03
Anggrek, si Eksotis yang Terus Terkikis
KELESTARIAN TERANCAM: Surya Sili menunjukkan anggrek Vanda, yang mayoritas tumbuh di luar Kaltim. (RENDY FAUZAN/KP)

PROKAL.CO, Anggrek menjadi salah satu tumbuhan favorit pencinta tanaman hias. Namun, tingginya minat itu berisiko mengancam kelestarian tanaman bernama latin Orchidaceae itu.

SEDIKITNYA 70 spesies anggrek di Indonesia terancam punah. Demikian menurut data yang diterima Perhimpunan Anggrek Indonesia (PAI) Kaltim. “Di Kaltim, ada anggrek hitam yang kelestariannya menjadi sorotan,” ucap Wakil Ketua PAI Kaltim Refrimen. Beberapa hal mengancam kelestarian anggrek. Salah satunya angka permintaan yang tinggi. Anggrek berada di puncak popularitas di kalangan pencinta tanaman hias. “Saking tingginya permintaan, pedagang sering kehabisan pada momen tertentu, hingga harus mendatangkan dari luar daerah,” ucapnya.

Jawa Barat dan Jawa Timur jadi daerah pendistribusi anggrek terbanyak ke Kaltim. Anggrek berjenis Dendrobium, Cattleya, dan Vanda jadi spesies yang awam didatangkan.

Tingginya permintaan tak diimbangi upaya budi daya. Padahal, anggrek memiliki rentang waktu pengembangbiakan yang tergolong panjang. “Dengan pengembangan konvensional, budi daya anggrek baru optimal dalam hitungan tahun,” jelas Surya Sili, ketua PAI Kaltim, saat ditemui di pelatihan penyilangan dan kultur jaringan anggrek, di Fakultas Pertanian, Universitas Mulawarman, Senin (13/8).

Mencegah kepunahan, beberapa langkah ditempuh. Diawali dengan menekan komersialisasi anggrek yang tumbuh alami. “Jadi, yang dijual adalah tanaman hasil budi daya, bukan dari alam. Di Kaltim, langkah itu sudah ditegakkan sejak lama,” terang dia. Selain itu, budi daya juga dioptimalkan menggunakan metode kultur jaringan. Yakni metode penanaman dengan menggunakan media khusus yang steril dari kuman. Kultur jaringan disebut terbukti membuat durasi budi daya lebih efektif. “Masa tumbuh menjadi lebih cepat dengan jumlah bibit yang lebih banyak,” imbuh Surya.

Refrimen menambahkan, pemanfaatan metode kultur jaringan lebih optimal bila digarap di laboratorium. Itu karena pertimbangan kesterilan ruang. Saat ini, terdapat beberapa laboratorium di Kaltim yang menggunakan metode tersebut. “Seperti di agrowisata milik Dinas Pertanian Kaltim; Unmul (Universitas Mulawarman); di Tarakan yang kini bagian dari Kaltara. Di Kersik Luway, Kutai Barat, ada juga laboratorium mini untuk menjalankan metode ini,” terang dia. Meski terdengar rumit, metode kultur jaringan tetap bisa diaplikasikan dengan cara yang lebih sederhana. “Sehingga ibu rumah tangga pun bisa menerapkan metode itu,” imbuh Surya.

Bila metode ini bisa berjalan massal, diharapkan ke depan Kaltim tidak perlu lagi mendatangkan anggrek dari luar hanya untuk memenuhi kebutuhan pasar. “Jadi, pengusaha juga bisa mengoptimalkan bisnis mereka. Kalau perlu kita yang menjadi penyedianya,” tegas perempuan yang juga akademisi itu. Surya menjelaskan, dari beberapa jenis tanaman hias, nilai ekonomis anggrek tergolong stabil. Bahkan, menurut hasil survei terakhir mereka, perlahan terjadi peningkatan harga bunga. “Biasanya dulu hanya Rp 35 ribu, kini bisa mencapai Rp 70–100 ribu per pot.” Keelokan corak dan warna bunga menjadi salah satu penentu nilai anggrek. “Semakin eksotik corak dan warnanya, semakin tinggi harganya,” pungkas dia.

Sementara itu, Yusuf, pedagang tanaman hias di Jalan Letjen Soeprapto, Samarinda Ulu, menjelaskan, bahwa kini anggrek bersaing dengan beberapa jenis tanaman lain, seperti bugenvil dan mawar. “Dua itu (mawar dan bugenvil) juga sedang banyak dicari pelanggan,” terang pedagang 45 tahun itu. Dia pun menjadi salah satu pedagang yang mendatangkan anggrek dari luar pulau. “Biasanya mengambil dari Jawa Timur. Terkadang dari Jakarta,” ucap pria yang sudah menggeluti bidang itu selama dua dekade. Pilihan “mengimpor” anggrek dari daerah lain juga karena alasan senada, pengembangbiakan yang terlampau lamban.(ndy/riz/k15)

 


BACA JUGA

Kamis, 13 Juni 2019 14:21

Festival Balon, Jalan Tengah untuk Melestarikan Tradisi dan Menjaga Keamanan Penerbangan

Festival di Ponorogo dan Pekalongan berlangsung tanpa melanggar aturan tentang…

Minggu, 02 Juni 2019 17:39
Kisah Asmuni Membangun Rumah Makan Sukma Rasa

Dari Jualan Keripik, Pernah Jadi TKI, hingga Sukses di Usaha Kuliner

Siapa yang bersungguh-sungguh pasti berhasil. Asmuni, pemilik Rumah Makan Sukma…

Sabtu, 01 Juni 2019 13:23

Ini Cerita Petualangan Matteo Nanni Bermotor dari Italia ke Indonesia

Dari Italia, Matteo Nani sudah berkendara enam bulan hingga sampai…

Selasa, 28 Mei 2019 14:57
Dari Mengaji Mereka Mengharumkan Nama Kaltim di Tingkat Dunia: Syahroni (2)

Gelar Juara Diakui Tak Lepas dari Hobi Nyanyi

Ramadan tahun ini, sangat lengkap bagi Syahroni. Ustaz perantauan asal…

Senin, 27 Mei 2019 15:46
Mahmud ”Hypegrandy”, Kakek Gaul Penggemar Gaya Hypebeast yang Viral

Dandanan Boleh Kekinian, tapi Hobi Tetap Ternak Burung

Kemeja, celana bahan, dan sepatu pantofel tampaknya sudah so yesterday…

Minggu, 26 Mei 2019 13:31
Mencicipi Pengalaman Ramadan di Oxford (2–Habis)

Gelar Kajian Quran Sebelum Berbuka Puasa

SEPERTI umumnya kegiatan muslim di berbagai negara, kami juga menjalani…

Kamis, 23 Mei 2019 11:24
Bilkis Bano, Tunggu Keadilan Selama 17 Tahun

Dapat Rumah, Pekerjaan, Kompensasi Miliaran

Kerusuhan di Gujarat, India, 2002 lalu telah merenggut kehormatan dan…

Kamis, 16 Mei 2019 14:55
Berbincang dengan dr Joseph, Bule Brazil Penjaga Pohon Kurma di Islamic Center

Bule Rawat 165 Pohon Kurma tanpa Digaji, Yakin Kurmanya Berbuah Tiga Tahun Lagi

Masjid Hubbul Wathan Islamic Center ditanami 165 pohon kurma. Uniknya,…

Senin, 06 Mei 2019 13:16
Ketika Dua Bule Aktivis Lingkungan Prihatin dengan Sampah di Indonesia

Ajak Mencintai Bumi, Ingatkan Dampak Negatif Plastik

Mereka bukan asal Indonesia. Yang satu, Adriana María Olarte dari…

Senin, 06 Mei 2019 13:13
Padusan, “Ritual” Sambut Ramadan yang Jadi Tradisi

Umat Islam Padati Tempat-Tempat Pemandian Alami

SLEMAN – Sudah menjadi tradisi tahunan tiap H-1 Ramadan masyarakat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*