MANAGED BY:
RABU
19 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Selasa, 14 Agustus 2018 13:00
Sektor Inilah yang Bakal Terdepan Gantikan Batu Bara
JADI ALTERNATIF: Kaltim masih memiliki tanaman kelapa sawit yang belum menghasilkan seluas 375 ribu hektare. Seperti yang terlihat di Kebun Waru Kaltim Plantation (WKP).(dok/kp)

PROKAL.CO, SAMARINDA - Meski sumbangsih pertanian terhadap perekonomian Kaltim masih 8,08 persen pada kuartal II 2018, namun sektor ini diyakini bisa menggantikan peran batu bara yang dominan dengan sumbangan sebesar 45,26 persen. Cukup beralasan, sektor pertanian kini mulai konsisten menunjukkan pertumbuhan. Pada triwulan kedua pertumbuhannya sebesar 0,41 persen.

Berbeda dengan pertanian, batu bara justru minus 0,99 persen. Menurunnya kinerja batu bara menyebabkan ekonomi Kaltim sedikit melambat dibandingkan triwulan sebelumnya. Berdasar data Badan Pusat Statistik (BPS), produk domestik regional bruto (PDRB) Kaltim pada triwulan II 2018 berdasarkan harga berlaku, senilai Rp 156,59 triliun. Andil terbesar masih datang dari pertambangan dan penggalian mencapai 45,26 persen atau Rp 70,87 triliun.

Andil terbesar kedua adalah lapangan industri pengolahan dengan angka 18,33 persen atau senilai Rp 28,7 triliun. Sedangkan lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan yang merupakan sektor paling banyak menyerap tenaga kerja, menyumbang PDRB di peringkat ketiga dengan andil 8,08 persen atau Rp 12,65 triliun.

Kepala Dinas Perkebunan Kaltim Ujang Rachmad mengatakan, kinerja sektor pertanian dalam arti luas kian membanggakan. Terlihat, ekonomi Kaltim yang dibangkitkan kelapa sawit sudah menduduki urutan ketiga penyumbang PDRB. “Lambat laun, komoditi yang dapat diperbarui ini akan menjadi tulang punggung ekonomi Kaltim setelah berakhirnya migas dan batu bara,” tuturnya.

Dinas Perkebunan Kaltim mencatat, saat ini ada 1,2 juta hektare perkebunan kelapa sawit. Dari luas tersebut, terdapat tanaman yang belum menghasilkan sebesar 375 ribu hektare. Sementara yang sudah menghasilkan 788 ribu hektare berupa 2,5 hingga 3 juta ton crude palm oil (CPO) per tahun.

Selain itu, tenaga kerja yang bergelut pada subsektor perkebunan mencapai 300 ribu orang lebih. Sebagian besar bekerja pada komoditi kelapa sawit. “Ini yang menyebabkan subsektor perkebunan masuk program prioritas pembangunan pertanian dalam arti luas yang digadang Gubernur Kaltim Awang Faroek,” ujarnya.

Ujang mengungkapkan, subsektor ini selain mampu memacu pertumbuhan ekonomi daerah, juga berefek sangat positif pada peningkatan taraf hidup dan kesejahteraan rakyat. “Apalagi, program prorakyat ini dijadikan unggulan untuk pengentasan kemiskinan dan pengurangan pengangguran yang banyak terdapat di tingkat perdesaan,” terangnya. (*/ctr/ndu2/k15)


BACA JUGA

Selasa, 18 September 2018 06:59
Permintaan Bertambah, Harga Acuan Meningkat

Batu Bara Kembali Menjadi Primadona

SAMARINDA - Kaltim bisa membantu pemerintah dalam memacu kinerja ekspor dan memperbaiki neraca perdagangan,…

Selasa, 18 September 2018 06:55

Tiongkok dan AS Jadi Tujuan Utama Ekspor

JAKARTA – Upaya pemerintah menggenjot ekspor masih belum menunjukkan hasil membanggakan. Badan…

Selasa, 18 September 2018 06:49

Wajib Pajak Tak Patuh Bakal Diperiksa

JAKARTA – Masyarakat diminta tak perlu takut menghadapi pemeriksaan pajak seiring keluarnya Surat…

Selasa, 18 September 2018 06:45

Sasar Komunitas Kaum Hawa

JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (BBTN) menyasar komunitas kaum hawa sebagai nasabah tabungan dan kredit.…

Selasa, 18 September 2018 06:45

Lanjutkan Program Pengendalian Inflasi

BALIKPAPAN – Guna menekan laju inflasi di Kota Minyak, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw-BI)…

Senin, 17 September 2018 07:11

Selamatkan Devisa lewat B20

SAMARINDA – PT Pertamina (Persero) terus mengintensifkan monitoring implementasi mandatori Biodiesel…

Senin, 17 September 2018 07:09

Asa Pariwisata Kota Minyak

BALIKPAPAN – Pemerintah tampaknya harus bekerja lebih serius dalam meningkatkan pariwisata. Minimnya…

Senin, 17 September 2018 07:05

Cocok dengan Medan Kaltim

SAMARINDA – Hadirnya produk baru, New Triton Athlete berhasil mendongkrak penjualan mobil Mitsubishi.…

Senin, 17 September 2018 07:02

Impor Barang Rp 1,1 Juta Kena Bea Masuk

JAKARTA – Pemerintah mengubah ketentuan batas nilai impor barang kiriman dengan mengenakan bea…

Senin, 17 September 2018 06:56

RI Poros Ekonomi Kreatif 2030

JAKARTA – Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) berkomitmen menjadikan Indonesia sebagai salah satu poros…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .