MANAGED BY:
SELASA
13 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Selasa, 14 Agustus 2018 13:00
Sektor Inilah yang Bakal Terdepan Gantikan Batu Bara
JADI ALTERNATIF: Kaltim masih memiliki tanaman kelapa sawit yang belum menghasilkan seluas 375 ribu hektare. Seperti yang terlihat di Kebun Waru Kaltim Plantation (WKP).(dok/kp)

PROKAL.CO, SAMARINDA - Meski sumbangsih pertanian terhadap perekonomian Kaltim masih 8,08 persen pada kuartal II 2018, namun sektor ini diyakini bisa menggantikan peran batu bara yang dominan dengan sumbangan sebesar 45,26 persen. Cukup beralasan, sektor pertanian kini mulai konsisten menunjukkan pertumbuhan. Pada triwulan kedua pertumbuhannya sebesar 0,41 persen.

Berbeda dengan pertanian, batu bara justru minus 0,99 persen. Menurunnya kinerja batu bara menyebabkan ekonomi Kaltim sedikit melambat dibandingkan triwulan sebelumnya. Berdasar data Badan Pusat Statistik (BPS), produk domestik regional bruto (PDRB) Kaltim pada triwulan II 2018 berdasarkan harga berlaku, senilai Rp 156,59 triliun. Andil terbesar masih datang dari pertambangan dan penggalian mencapai 45,26 persen atau Rp 70,87 triliun.

Andil terbesar kedua adalah lapangan industri pengolahan dengan angka 18,33 persen atau senilai Rp 28,7 triliun. Sedangkan lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan yang merupakan sektor paling banyak menyerap tenaga kerja, menyumbang PDRB di peringkat ketiga dengan andil 8,08 persen atau Rp 12,65 triliun.

Kepala Dinas Perkebunan Kaltim Ujang Rachmad mengatakan, kinerja sektor pertanian dalam arti luas kian membanggakan. Terlihat, ekonomi Kaltim yang dibangkitkan kelapa sawit sudah menduduki urutan ketiga penyumbang PDRB. “Lambat laun, komoditi yang dapat diperbarui ini akan menjadi tulang punggung ekonomi Kaltim setelah berakhirnya migas dan batu bara,” tuturnya.

Dinas Perkebunan Kaltim mencatat, saat ini ada 1,2 juta hektare perkebunan kelapa sawit. Dari luas tersebut, terdapat tanaman yang belum menghasilkan sebesar 375 ribu hektare. Sementara yang sudah menghasilkan 788 ribu hektare berupa 2,5 hingga 3 juta ton crude palm oil (CPO) per tahun.

Selain itu, tenaga kerja yang bergelut pada subsektor perkebunan mencapai 300 ribu orang lebih. Sebagian besar bekerja pada komoditi kelapa sawit. “Ini yang menyebabkan subsektor perkebunan masuk program prioritas pembangunan pertanian dalam arti luas yang digadang Gubernur Kaltim Awang Faroek,” ujarnya.

Ujang mengungkapkan, subsektor ini selain mampu memacu pertumbuhan ekonomi daerah, juga berefek sangat positif pada peningkatan taraf hidup dan kesejahteraan rakyat. “Apalagi, program prorakyat ini dijadikan unggulan untuk pengentasan kemiskinan dan pengurangan pengangguran yang banyak terdapat di tingkat perdesaan,” terangnya. (*/ctr/ndu2/k15)


BACA JUGA

Senin, 12 November 2018 06:54

Buat Sistem Pembakaran Mesin Maksimal

BALIKPAPAN – PT Pertamina (Persero) terus mendorong konsumsi Bahan Bakar…

Senin, 12 November 2018 06:48

Neraca Perdagangan Surplus USD 1,11 M

SAMARINDA – Neraca Perdagangan Kaltim terus menunjukkan performa positif. Pada…

Senin, 12 November 2018 06:47

Pasar India Masih Jadi Favorit

SAMARINDA – Rendahnya harga crude palm oil (CPO) global belum…

Senin, 12 November 2018 06:41

Siap Bersaing di Kelas Motor Sport

BALIKPAPAN – Suzuki GSX150 Bandit cukup percaya diri menjadi pemain…

Senin, 12 November 2018 06:37

Pekan Lalu, Transaksi Harian Saham Anjlok 1,89 Persen

JAKARTA - Pasar saham Indonesia sepanjang pekan lalu mencatat penurunan…

Senin, 12 November 2018 06:36

Triwulan III, Defisit Transaksi Berjalan Indonesia USD 8,8 M

JAKARTA – Tingginya defisit neraca migas dan naiknya permintaan barang…

Senin, 12 November 2018 06:36

Kemenkes Anugerahkan Tiga Airport AP II Sebagai Bandara Sehat

JAKARTA – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes) menganugerahkan tiga bandar…

Senin, 12 November 2018 06:35

Cukai Rokok Batal Naik

JAKARTA – Pemerintah akhirnya membatalkan rencana kenaikan tarif cukai rokok…

Minggu, 11 November 2018 11:16

Ini 4 Investasi yang Cocok bagi Emak-Emak

 Berivestasi memang tidak memandang umur dan jenis kelamin. Ibu rumah…

Minggu, 11 November 2018 07:23

Modal Nekat Merintis Bisnis

JASA penyedia jahit semakin banyak. Peminat untuk membuat pakaian ke…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .