MANAGED BY:
KAMIS
20 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Senin, 13 Agustus 2018 07:06
Pesta Demokrasi Kerek Konsumsi
EFEK GANDA: Tingkat konsumsi masyarakat diyakini kembali meningkat pada semester kedua seiring pesta demokrasi di Tanah Air.(anggi praditha/kp)

PROKAL.CO, JAKARTA – Pesta demokrasi Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 yang dimulakan September mendatang, diprediksi bakal mendorong tingkat konsumsi masyarakat. Melanjutkan tren apik di akhir semester I 2018.

Diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis tingkat konsumsi rumah tangga Indonesia pada kuartal II 2018 mencapai 5,14 persen. Ini merupakan capaian tertinggi sejak 2016. Tahun lalu, pada periode yang sama, pertumbuhan tingkat konsumsi hanya 4,95 persen.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira menilai, masa kampanye yang dimulakan mulai September mendatang dapat mendorong tingkat konsumsi masyarakat.

"Konsumsi akan terdorong naik karena pemilu (pemilihan umum) serentak pilpres dan pileg. Belanja politik parpol (partai politik) dan pemerintah akan jorjoran. Kebijakan pemerintah juga lebih populis dengan menaikkan bansos (bantuan sosial), dana desa dan subsidi BBM (bahan bakar minyak) di 2019. Yang serba populis akan boosting konsumsi," ujarnya, Sabtu (11/8).

Tidak hanya itu, industri makanan dan minuman (mamin) juga akan merasakan dampak dari perhelatan pesta demokrasi. Tingkat konsumsi terhadap industri tersebut juga akan ikut naik. "Industri makanan minuman naik, komunikasi informasi, plus akomodasi perhotelan juga terangkat. Jasa periklanan ramai juga," terangnya.

Hanya saja, lanjut Bhima, dirinya memperkirakan jika para pelaku usaha akan melakukan wait and see lantaran menunggu kepastian terkait kebijakan kepala negara selanjutnya. "Tapi di sisi lain, investasi akan wait and see khususnya investasi PMA (penanaman modal asing) jangka panjang. Mereka mau lihat siapa yang bakal terpilih dan regulasinya apa yang baru," tandasnya. (ndu2/k15)

loading...

BACA JUGA

Rabu, 19 September 2018 07:03

Rupiah Kembali Bergolak

JAKARTA - Nilai tukar rupiah kembali tidak berdaya di hadapan dolar Amerika Serikat (USD). Berdasar…

Rabu, 19 September 2018 07:01

Transaksi Tunai Meningkat

SAMARINDA - Jumlah transaksi tunai di Kaltim pada triwulan II 2018 mengalami peningkatan jika dibandingkan…

Rabu, 19 September 2018 06:56

Siapkan 1,4 Juta Ton Pupuk

BONTANG – Kebutuhan pupuk dalam negeri dipastikan aman. Terutama saat musim tanam pada Oktober…

Rabu, 19 September 2018 06:54

Aduan Konsumen Kaltim Terbanyak di Kalimantan

SAMARINDA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kaltim tampaknya harus bekerja ekstra memperbaiki literasi…

Rabu, 19 September 2018 06:54

Subsidi Energi Membengkak

JAKARTA – Realisasi subsidi energi tahun ini diperkirakan meningkat menjadi Rp 149 triliun. Angka…

Rabu, 19 September 2018 06:52

Sukses Kembangkan Lapangan Lama

BALIKPAPAN - Pertamina EP Asset 5 berhasil mencapai target lifting minyak mentah 2018. Produksi minyak…

Rabu, 19 September 2018 06:50

Andalkan Event Internasional

JAKARTA - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi penanaman modal dalam…

Rabu, 19 September 2018 06:48

Binaan Pupuk Kaltim Ekspor Lobster ke Hong Kong

BONTANG – Melalui program Creating Shared Value (CSV), PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) mengekspor…

Rabu, 19 September 2018 06:46

Neraca Perdagangan Defisit, Kadin: Itu Sudah Lebih Baik

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat total defisit neraca perdagangan Indonesia pada Agustus…

Rabu, 19 September 2018 06:46

Properti-Pariwisata Dongkrak Ekonomi Daerah

SURABAYA – Sinergi antara sektor properti dan pariwisata diyakini dapat meningkatkan pertumbuhan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .