MANAGED BY:
SENIN
19 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SAMARINDA

Jumat, 10 Agustus 2018 11:22
Lahan Dieksekusi, Tergugat Ajukan Peninjauan Kembali

Iskandar : Kami sudah dua kali inkrah pada tahun 1997 dan 2014

Proses pembongkaran salah satu bangunan di lahan yang disengketakan, Kamis (09/8) kemarin.

PROKAL.CO, SAMARINDA – Kamis (09/8), akhirnya lahan seluas 127.414 meter persegi di RT 24 Mangkujenang, Kelurahan Simpang Pasir, Kecamatan Palaran dieksekusi. Proses eksekusi berjalan lancar, meskipun sempat ada protes dari salah satu pihak yang bersengketa.

Proses eksekusi ini dijaga ketat oleh sekitar 400 personel aparat gabungan bersenjata. Polisi dan aparat TNI berjaga-jaga sejak dari jalan masuk hingga ke lokasi lahan kosong yang berada di pinggiran sungai Mahakam, tak jauh dari jembatan Mahkota II itu. Yanwitra, petugas juru sita dari Pengadilan Negeri (PN) Samarinda memimpin eksekusi. “Jadi sejak 2014 lalu, kami sudah mengimbau agar dilakukan pengosongan. Tapi faktanya tergugat masih menduduki objek yang dieksekusi,” kata Yanwitra kepada pewarta.

Untuk diketahui, lahan seluas 127.414 itu dieksekusi dengan pemohon PT Budhi Inti Plywood Indonesia, diwakili oleh Lim Gunardi Haryanto sebagai direktur. Dalam eksekusi lahan itu, ada 7 tergugat yang selama ini mengklaim sebagai pemilik sah. Klaim itu bukan tanpa alasan. Karena jauh sebelum PN Samarinda memenangkan PT Budhi Inti Plywood Indonesia serta menyatakan hasil putusan inkrah, sebelumnya tergugat sudah dua kali menang dan dinyatakan inkrah.

Alhasil, tergugat yang mengklaim memiliki hak atas tersebut tetap bertahan di lokasi yang berjarak sekitar 5 km dari jalan utama itu. “Jelas ini ada ketidakberesan hukum. Kami sudah dua kali inkrah pada tahun 1997 dan 2014. Tapi kenapa putusan kami tiba-tiba di abaikan atau ditindis dengan keputusan yang memenangkan perusahaan (PT Budhi Inti Plywood Indonesia),” keluh Iskandar, salah seorang keluarga pemilik lahan.

Iskandar menyatakan, surat tanah yang mereka pegang bukan sebatas sgee; atau SPPT. Namun sudah menjadi sertifikat yang memiliki kekuatan hokum. “Tadi saya tanyakan kepada paniteranya untuk menunjukkan HGB (hak guna bangunan) yang mereka punya. Saya mau minta kejelasan dimana patoknya, berapa ukurannya dan luasnya dan lain-lain. Namun mereka tak bisa menunjukkan dan langsung saja mengeksekusi,” paparnya kesal.

Karena merasa ada ketimpangan dalam hukum atas putusan yang dibacakan itu, Iskandar menegaskan pihaknya akan mengajukan upaya hokum Peninjauan Kembali (PK) ke Mahkamah Agung (MA). “Insya allah kami akan banding. Kami akan pertanyakan, kenapa ada putusan inkrah diatas inkrah kami yang sudah dua kali diputuskan,” katanya.

Jurusita PN Samarinda, Yanwitra menjelaskan, kedatangan mereka hanya melaksanakan proses eksekusi berdasarkan putusan nomor E.05.2018 jo nomor : 91/pdt.G/2014/PN.smr. Menurutnya, proses eksekusi sudah sesuai dengan denah yang tertra dalam surat pemohon. “Ada satu bangunan di depan yang dirobohkan dan kami melakukan pemasangan papan pemberitahuan,” ujarnya.

Hingga pukul 12.00 siang, ratusan masih berjaga-jaga di lokasi eksekusi. Akhirnya, ada 4 bangunan dirobohkan dengan menggunakan alat berat. “Situasi eksekusi berjalan aman dan lancar. Tidak ada perlawanan dari tergugat, karena bangunan yang dirobohkan bukan rumah atau tempat tinggal,” kata Kapolresta Samarinda, Kombespol Vendra Riviyanto melalui Wakapolres Samarinda AKBP Dedi R yang memantau jalannya eksekusi. (pro)


BACA JUGA

Jumat, 16 November 2018 11:11

Soal Calon Pendamping Jaang, Alot di Demokrat

SAMARINDA – Beberapa nama sudah mencuat sebagai calon wakil walikota, pendamping Syaharie Jaang.…

Jumat, 16 November 2018 08:01

Jalur Khusus Roda Dua demi Kenyamanan Pengendara

SAMARINDA – Papan biru bertuliskan “sepeda motor lewat lajur kiri” berdiri tegak di…

Jumat, 16 November 2018 07:57

Kriminalis Anak-Anak, Ya Pelaku Ya Korban

SAMARINDA - Kurus, tinggi sekitar 160 sentimeter (cm), rambutnya pendek ikal. Usianya masih sangat belia.…

Jumat, 16 November 2018 07:41

Jati Diri Kaltim Jangan Hilang

SAMARINDA - Ketua Komisi IV DPRD Kaltim Rusman Ya'qub merasa prihatin dengan kurangnya perhatian pemerintah…

Kamis, 15 November 2018 08:00

MUI Kaltim Turut Mengecam

SAMARINDA – Perbuatan tak senonoh Teguh Effendi (58), oknum guru mengaji di lingkungan rumahnya,…

Kamis, 15 November 2018 07:59
Sekwan Pastikan Sudah Surati Wali Kota

Bulan Ini Ditargetkan Sudah Ada Wawali

SAMARINDA – DPRD Samarinda menargetkan pengisian kursi wakil wali kota (wawali) pada bulan ini.…

Kamis, 15 November 2018 07:28

Pemkab Siap Hibahkan Lahan untuk Markas Kodim

UJOH BILANG - Bupati Mahakam Ulu (Mahulu) Bonifasius Belawan Geh, Selasa (13/11) lalu, menerima kunjungan…

Rabu, 14 November 2018 08:46

Ada Kemungkinan Korban Lain

SAMARINDA – Ulah Teguh Effendi (58), oknum guru mengaji di Jalan Rejo Mulyo, Kelurahan Lempake,…

Rabu, 14 November 2018 08:44

Gauli Anak Sendiri, Dihukum Lima Tahun

UMUR bukan lagi penghalang ketikanafsu sudah di ubun-ubun. Anak kandung pun bisa jadi pelampiasan birahi.…

Rabu, 14 November 2018 07:22

Tumbuhkan Semangat Baru

UJOH BILANG - Bupati Mahakam Ulu (Mahulu) Bonifasius Belawan Geh, Senin (12/11), bertindak sebagai inspektur…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .