MANAGED BY:
JUMAT
22 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SAMARINDA

Jumat, 10 Agustus 2018 11:22
Lahan Dieksekusi, Tergugat Ajukan Peninjauan Kembali

Iskandar : Kami sudah dua kali inkrah pada tahun 1997 dan 2014

Proses pembongkaran salah satu bangunan di lahan yang disengketakan, Kamis (09/8) kemarin.

PROKAL.CO, SAMARINDA – Kamis (09/8), akhirnya lahan seluas 127.414 meter persegi di RT 24 Mangkujenang, Kelurahan Simpang Pasir, Kecamatan Palaran dieksekusi. Proses eksekusi berjalan lancar, meskipun sempat ada protes dari salah satu pihak yang bersengketa.

Proses eksekusi ini dijaga ketat oleh sekitar 400 personel aparat gabungan bersenjata. Polisi dan aparat TNI berjaga-jaga sejak dari jalan masuk hingga ke lokasi lahan kosong yang berada di pinggiran sungai Mahakam, tak jauh dari jembatan Mahkota II itu. Yanwitra, petugas juru sita dari Pengadilan Negeri (PN) Samarinda memimpin eksekusi. “Jadi sejak 2014 lalu, kami sudah mengimbau agar dilakukan pengosongan. Tapi faktanya tergugat masih menduduki objek yang dieksekusi,” kata Yanwitra kepada pewarta.

Untuk diketahui, lahan seluas 127.414 itu dieksekusi dengan pemohon PT Budhi Inti Plywood Indonesia, diwakili oleh Lim Gunardi Haryanto sebagai direktur. Dalam eksekusi lahan itu, ada 7 tergugat yang selama ini mengklaim sebagai pemilik sah. Klaim itu bukan tanpa alasan. Karena jauh sebelum PN Samarinda memenangkan PT Budhi Inti Plywood Indonesia serta menyatakan hasil putusan inkrah, sebelumnya tergugat sudah dua kali menang dan dinyatakan inkrah.

Alhasil, tergugat yang mengklaim memiliki hak atas tersebut tetap bertahan di lokasi yang berjarak sekitar 5 km dari jalan utama itu. “Jelas ini ada ketidakberesan hukum. Kami sudah dua kali inkrah pada tahun 1997 dan 2014. Tapi kenapa putusan kami tiba-tiba di abaikan atau ditindis dengan keputusan yang memenangkan perusahaan (PT Budhi Inti Plywood Indonesia),” keluh Iskandar, salah seorang keluarga pemilik lahan.

Iskandar menyatakan, surat tanah yang mereka pegang bukan sebatas sgee; atau SPPT. Namun sudah menjadi sertifikat yang memiliki kekuatan hokum. “Tadi saya tanyakan kepada paniteranya untuk menunjukkan HGB (hak guna bangunan) yang mereka punya. Saya mau minta kejelasan dimana patoknya, berapa ukurannya dan luasnya dan lain-lain. Namun mereka tak bisa menunjukkan dan langsung saja mengeksekusi,” paparnya kesal.

Karena merasa ada ketimpangan dalam hukum atas putusan yang dibacakan itu, Iskandar menegaskan pihaknya akan mengajukan upaya hokum Peninjauan Kembali (PK) ke Mahkamah Agung (MA). “Insya allah kami akan banding. Kami akan pertanyakan, kenapa ada putusan inkrah diatas inkrah kami yang sudah dua kali diputuskan,” katanya.

Jurusita PN Samarinda, Yanwitra menjelaskan, kedatangan mereka hanya melaksanakan proses eksekusi berdasarkan putusan nomor E.05.2018 jo nomor : 91/pdt.G/2014/PN.smr. Menurutnya, proses eksekusi sudah sesuai dengan denah yang tertra dalam surat pemohon. “Ada satu bangunan di depan yang dirobohkan dan kami melakukan pemasangan papan pemberitahuan,” ujarnya.

Hingga pukul 12.00 siang, ratusan masih berjaga-jaga di lokasi eksekusi. Akhirnya, ada 4 bangunan dirobohkan dengan menggunakan alat berat. “Situasi eksekusi berjalan aman dan lancar. Tidak ada perlawanan dari tergugat, karena bangunan yang dirobohkan bukan rumah atau tempat tinggal,” kata Kapolresta Samarinda, Kombespol Vendra Riviyanto melalui Wakapolres Samarinda AKBP Dedi R yang memantau jalannya eksekusi. (pro)


BACA JUGA

Kamis, 21 Februari 2019 09:55

Cuaca Samarinda Panas Selama Dua Pekan, Ini Penyebabnya

SAMARINDA - Cuaca kota Samarinda dalam keadaan tidak normal. Sudah…

Kamis, 21 Februari 2019 08:39

Bawaslu Kaji Dugaan Pelanggaran Penetapan Pemilih Tambahan oleh KPU Kaltim

SAMARINDA - Anggota Badan Pengawas Pemilu Kaltim, Saiful mengungkapkan pihaknya…

Rabu, 20 Februari 2019 11:16

Rektor Unmul Dipanggil Polda Kaltim, Kasus Ini yang Diselidiki

SAMARINDA - Kepolisian Daerah Provinsi Kalimantan Timur telah memanggil dan…

Rabu, 20 Februari 2019 09:19

Samarinda Tak Nyaman Huni, Pemkot Minta Solusi

SAMARINDA–Tingkat kenyamanan bermukim di Kota Tepian berada di “zona merah”.…

Selasa, 19 Februari 2019 09:37

Matangkan Aturan Menata SKM

SAMARINDA–Penataan bantaran Sungai Karang Mumus (SKM) masih jadi polemik hingga…

Selasa, 19 Februari 2019 09:34

Dikira Istirahat, Ternyata Ingin Melompat

MENJELANG siang, Senin (18/2) sekira 11.00 Wita, Bripka Budi Suharyono…

Selasa, 19 Februari 2019 09:31

Alphad Dituntut Penjara 4 Tahun

SAMARINDA–Sempat tertunda dua pekan, tuntutan untuk Alphad Syarief yang tersandung…

Senin, 18 Februari 2019 13:17

Hadi Janji Tinjau Izin Perusahaan Terkait Tewasnya 32 Anak di Kolam Tambang

SAMARINDA - Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi berjanji akan meninjau…

Minggu, 17 Februari 2019 23:52
Buka Nobar Debat Capres dan Diskusi Publik

AMINKAN..!! Wagub Hadi Berharap Ada Presiden dari Kaltim

SAMARINDA  - Sejak Indonesia merdeka, tak ada satupun orang Kaltim…

Minggu, 17 Februari 2019 20:46

Berkat IPDP Kaltim Kota Samarinda, Tambangan Hidup Lagi

SAMARINDA – Kapal tambangan yang merupakan transportasi utama di Samarinda…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*