MANAGED BY:
KAMIS
18 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KALTIM

Jumat, 10 Agustus 2018 10:52
APBD 2019 Masih Defisit

Alimuddin: Kita Tidak Boleh Terlalu Optimistis

Alimuddin

PROKAL.CO, PENAJAM–Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Penajam Paser Utara (PPU) 2019 diperkirakan masih defisit. Ada selisih Rp 22,02 miliar, antara proyeksi pendapatan dengan belanja daerah. Besaran proyeksi pendapatan yang disepakati antara tim anggaran pemerintah daerah (TAPD) dengan Badan Anggaran (Banggar) DPRD PPU sebesar Rp 1,06 triliun.

Proyeksi pendapatan mengalami penurunan dari yang ditetapkan pada APBD 2018. Target pendapatan pada APBD 2018 Rp 1,10 triliun, dengan rencana belanja Rp 1,43 triliun.

Penurunan besaran proyeksi pada APBD 2019, diklaim karena untuk menyesuaikan kebijakan politik anggaran dari pemerintah pusat. Sebagaimana amanat Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrayani. “Kita tidak boleh terlalu optimistis. Jadi, ada pengaman sedikit, agar nanti pada saat ada kendala transfer di triwulan keempat, bisa menyesuaikan,” kata Kepala Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang) Kabupaten PPU Alimuddin, kemarin.

Pada penyusunan APBD 2019, TAPD memang membatasi rencana program, karena menyesuaikan kondisi keuangan daerah. Karena belanja tidak langsung yang direncanakan hanya Rp 563,9 miliar, yang di dalamnya termasuk alokasi dana desa (ADD) 2019 sebesar Rp 84,7 miliar, hibah dan belanja tidak terduga (BTT). Sementara itu, belanja langsung pada APBD 2019 sebesar Rp 519,6 miliar. “Diharapkan dengan rencana yang sudah disepakati itu, bisa mengakselerasi pembangunan yang ada di Kabupaten PPU,” harapnya.

Untuk proyeksi pendapatan dari dana perimbangan ditetapkan Rp 847,29 miliar. Penetapan itu karena regulasi yang mengatur besaran dana bagi hasil (DBH) termasuk PPU, belum dituangkan secara resmi dalam perpres.

Jadi, berdasarkan Permendagri Nomor 38 Tahun 2018 tentang Pedoman Penyusunan APBD  2019, dapat mengacu pada pendapatan tahun sebelumnya. Termasuk realisasi dan penghitungan dana transfer, dengan mengakumulasi informasi kenaikan harga migas. “Alhamdulillah sekarang harga migas lumayan naik, sehingga menjadi pertimbangan kita di asumsi APBD 2019,” kata mantan kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) ini.

Namun, target pendapatan asli daerah (PAD) justru tidak meningkat. Masih berada pada besaran Rp 125,7 miliar. Target PAD ini telah ditetapkan sejak dua tahun terakhir. Mulai 2017 hingga 2018. Dan akan dilanjutkan pada tahun depan.

Mereka beralasan penetapan jumlah tersebut merupakan target realistis yang disusun oleh TAPD. “Walaupun ada rencana-rencana untuk mengoptimalisasi PAD. Khususnya dari sisi BPHTB (Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan),” terang Alimuddin.

Upaya optimalisasi itu, melalui kajian zona nilai tanah (ZNT) yang telah dilaksanakan Bapelitbang dan telah difinalisasi dalam bentuk perbup. Nantinya pelaksanaan dan eksekusi untuk penghimpunan pajak yang telah diatur dalam ZNT, akan dilakukan oleh Badan Keuangan (BK).

Dengan menyasar wilayah strategis yang masuk dalam zona cepat tumbuh. Dan berpotensi terhadap investasi dari luar daerah yang membutuhkan lahan yang luas. “Harapan kami penerimaan dari sektor BPHTB bisa meningkat,” ucap dia.   

Penetapan jumlah pendapatan dan belanja untuk APBD 2019 itu, dilakukan dalam rapat paripurna penetapan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2019, pada Selasa (7/8) sekira pukul 15.00 Wita. Rapat paripurna tersebut dilaksanakan di Ruang Rapat Lantai III Kantor DPRD Kabupaten PPU, Kesepakatan KUA-PPAS itu disebut telah mengikuti jadwal penyusunan dokumen anggaran, yang dianjurkan dilakukan pada minggu pertama Agustus 2018.

Tindak lanjut setelah itu, Bapelitbang akan membuat surat edaran untuk organisasi perangkat daerah (OPD), untuk menyusun dokumen rencana kerja anggaran (RKA) 2019. “Penyusunan dokumen RKA diupayakan bisa selesai minggu pertama September 2019. Lalu dilakukan asistensi dan setelah itu proses penginputkan ke aplikasi e-budgeting. Mudah-mudahan bisa dilaksanakan dengan lancar,” tandasnya.  (*/kip/kri/k8)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 18 Oktober 2018 10:43

Desa Melintang Tak Lagi “Water World”

Euforia kebahagiaan warga Desa Melintang di Kecamatan Muara Wis, Kukar, tak lagi mampu dibendung. Suka…

Rabu, 17 Oktober 2018 13:00

Taman Bersemi Tidak Akan Dibongkar

SANGATTA–Taman Bersemi atau yang lebih dikenal dengan sebutan STQ, di Sangatta Utara, Kutai Timur,…

Rabu, 17 Oktober 2018 11:46

SYUKURLAH..!! Di Daerah Ini, Kasus Bakar Hutan dan Lahan Mulai Kurang

TABALAR–Kasus pembakaran hutan dan lahan mulai berkurang. Bahkan, cenderung tak tampak lagi. Selain…

Rabu, 17 Oktober 2018 11:44

Main Togel, Dua Orang Diamankan

BONTANG–Dua pelaku perjudian toto gelap alias togel diamankan Unit Opsnal Sat Reskrim Polres Bontang.…

Rabu, 17 Oktober 2018 11:24

Kawal Pembangunan Dua Masjid

BONTANG–Pembangunandua masjid mendapat perhatian penuh DPRD Bontang. Yakni, Masjid As-Salam di…

Rabu, 17 Oktober 2018 11:21

KEK Maloy Jadi Andalan

SANGATTA–Penataan ruang di Kutai Timur telah menjadi sorotan. Pemkab diminta membuat tata ruang…

Rabu, 17 Oktober 2018 11:19

Kasus Pembakaran Hutan Berkurang

TABALAR–Kasus pembakaran hutan dan lahan mulai berkurang. Bahkan, cenderung tak tampak lagi. Selain…

Rabu, 17 Oktober 2018 11:17

Bupati: Keamanan Kunci Pembangunan

SENDAWAR–Pemilihan umum menjadi arena yang penting untuk melibatkan rakyat dalam kehidupan bernegara.…

Rabu, 17 Oktober 2018 11:15

Putri Pariwisata Raih The Best Presentation

SAMARINDA–Putri Pariwisata Kubar Dea Aprila Fransiska Vini berhasil meraih kategori The Best Presentation…

Rabu, 17 Oktober 2018 11:15

Germas Wujudkan Revolusi Mental

SENDAWAR–Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) menjadi pilihan mewujudkan derajat kesehatan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .