MANAGED BY:
MINGGU
16 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SELISIK/LAPSUS

Jumat, 10 Agustus 2018 08:54
Kasak-kusuk Golkar, Gerindra, dan PKS
-

PROKAL.CO, TAK adanya larangan yang terang bagi kader partai politik untuk mengisi kekosongan jabatan wakil bupati di Kukar, membuat sejumlah parpol mulai saling kasak-kusuk. Para tokoh partai pun disebut-sebut memiliki jagoan serta pertimbangan agar dilirik Edi Damansyah.

DPD Partai Golkar Kukar misalnya, sudah jauh hari menggelar rapat kerja daerah (rakerda) untuk menentukan pendamping Edi Damansyah. Hasil rakerda yang digelar pada 2017, nama Ketua DPD Golkar Kukar Abdul Rasyid mencuat untuk mendampingi Edi Damansyah. Hasil tersebut, sebagai bentuk rekomendasi partai atas peluang mantan Bupati Kukar Rita Widyasari yang saat itu maju dalam pertarungan Pilgub Kaltim 2018.

“Kami sudah bahas itu. Pak Abdul Rasyid sudah kami rekomendasikan sebagai calon pemimpin di Kukar dari Partai Golkar. Ini juga menjadi pilihan bagi Pak Edi Damansyah ketika mencari pendamping. Walaupun memang motivasi pembahasan hasil rakerda tersebut jika asumsinya Bu Rita terpilih sebagai gubernur,” terang Andi Faisal, anggota Fraksi Partai Golkar Kukar.

Dia pun menyebut, meski melalui jalur independen, pasangan Rita Widyasari dan Edi Damansyah menjadi salah satu representasi Partai Golkar. Terlebih lagi, dukungan sejumlah kebijakan keduanya di legislatif juga tak lepas dari kekuatan mayoritas pemegang kursi mayoritas di DPRD Kukar. Yaitu, dari Partai Golkar.

“Peluang Golkar tentu saja lebih besar. Kami yakin Pak Edi Damansyah pun tidak lupa dengan hal tersebut. Banyak kebijakan yang dikawal oleh anggota Fraksi Golkar,” tambahnya.

Sementara itu, Fraksi Gerindra juga secara terang-terangan mendukung Ketua DPC Gerindra Kukar Rudiansyah untuk dipilih Edi Damansyah. Peluang dipilihnya Rudi memang cukup besar, setelah tersebarnya kabar pertemuan antara Rita Widyasari dan Edi Damansyah beberapa kali saat persidangan kasus yang menjerat Rita di Jakarta.

“Sudah ada pembicaraan antara Bu Rita tentang pemilihan Pak Rudiansyah untuk menjadi pendamping Pak Edi,” ujar seorang sumber.

Kondisi ini juga diperkuat dengan eksodus sejumlah pengurus dan kader DPD Golkar Kukar ke partai lain. Seperti Ria Handayani yang juga merupakan sepupu Rita Widyasari diketahui masuk ke Partai Gerindra. Selain itu, Awang Yacoub Luthman tidak lagi mencalonkan diri sebagai anggota legislatif dari Golkar. Begitu juga desas-desus keluarnya Roni Fauzan selaku bendahara DPD Golkar Kukar.

Peluang Edi Damansyah keluar dari cengkeraman lingkaran kekuasaan Golkar pun semakin terbuka. Terlebih lagi, Gerindra saat ini menjadi salah satu partai yang sukses mengantarkan Isran Noor dan Hadi Mulyadi sebagai gubernur dan wakil gubernur Kaltim.

“Kami sudah pasti bulat mendukung Pak Rudiansyah sebagai pendamping Pak Edi. Selain karena memiliki latar belakang putra daerah dan pengusaha, Pak Rudi ini juga memiliki kedekatan dengan Bu Rita dan Pak Edi,” ujar Alif, ketua Fraksi Gerindra DPRD Kukar.

Ditemui Kaltim Post, Rudi pun mengingatkan masih ada satu tahapan lagi, sebelum Edi Damansyah memiliki kewenangan untuk menentukan pendampingnya. Yaitu, proses pengawalan status definitif.

“Saya tahu benar Pak Edi Damansyah ini orang pekerja. Dia tidak terlalu berpolitik. Tapi kalaupun mencari wakil bupati, tentu saja harus yang bisa membantu beliau. Baik dari sisi investasi, manajerial, dan lainnya,” kata Ketua DPC Partai Gerinda Kukar Rudiansyah.

Meski bukan partai pendukung Rita-Edi saat Pilbup Kukar, menurut dia, tiga partai tercatat sebagai pendukung pasangan Rita-Edi saat itu. Yaitu Gerindra, PKS, dan PDI Perjuangan. “Tentunya tidak etis kalau tiga partai pendukung ini dilupakan,” lanjut Rudi.

Sementara itu, Partai Keadilan Sejahtera menjagokan Ali Hamdi sebagai figur yang tepat mendampingi Edi Damansyah. Selama ini Fraksi PKS memang sudah lama menjagokan Ali Hamdi sebagai figur pemimpin Kukar. Saat ini Ali Hamdi mencalonkan diri sebagai caleg di DPRD Kaltim. Sedangkan sebelumnya juga sudah beberapa periode menjadi anggota legislatif baik di Kukar maupun Kaltim.

“Beliau ini adalah tokoh pendidikan di Kukar. Makanya, kita juga bukan tanpa alasan mengusulkannya,” ujar Firnadi Ikhsan, ketua Fraksi PKS di DPRD Kukar.

Selain nama-nama tersebut, juga ada nama Awang Yacoub Luthman yang disebut-sebut juga memiliki kedekatan dengan Rita Widyasari. Awang Yacoub yang pernah menjadi sekretaris DPD Golkar Kukar semasa Rita, juga tercatat sebagai akademisi serta praktisi. (tim kp)

loading...

BACA JUGA

Senin, 10 Desember 2018 08:34

Bisa Dibatalkan di Pengadilan

TAKTIK berbekal IMTN, Sudarman lolos mengantongi sertifikat dari BPN Balikpapan.…

Senin, 10 Desember 2018 08:19

“Pemainnya Itu-Itu Saja”

SEGEL yang merupakan dokumen dasar dalam penerbitan IMTN menjadi muara…

Senin, 10 Desember 2018 08:15

Tanah Kosong Paling Banyak Diincar

BALIKPAPAN menjadi kota dengan kasus sengketa tanah tertinggi di Kaltim. Kemajuan Kota…

Jumat, 07 Desember 2018 08:25

Sektor Swasta Lebih Akomodatif

KELUHAN penyandang difabel di Kaltim ternyata sudah lama menjadi sorotan…

Senin, 26 November 2018 08:26

Ngos-ngosan Oemar Bakri Mengejar Sejahtera

Dua puluh lima November, kemarin, diperingati sebagai Hari Guru. Jadi…

Senin, 26 November 2018 08:20

Gaji Ratusan Ribu bagi Penentu Wajah Pendidikan

NASIB guru honorer di Kaltim memerlukan perhatian pemerintah. Terutama, masalah…

Senin, 26 November 2018 08:19

Wajah Pendidikan Indonesia

INDONESIA harus kerja keras demi meningkatkan taraf pendidikan. Hingga saat…

Jumat, 16 November 2018 08:25

Ada Data di Balik Duka

Dari ribuan jenis pekerjaan di muka bumi, apa yang dilakukan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .