MANAGED BY:
JUMAT
17 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Jumat, 10 Agustus 2018 08:38
Menumpahkan Darah, Menyembelih Sifat Binatang

PROKAL.CO, OLEH: BAMBANG ISWANTO (*)

NYARIS dipastikan, di sebagian belahan dunia akan terjadi "pertumpahan darah" selama empat hari berturut-turut. Siklus waktunya terjadi setiap tahun. Tepatnya mulai 10–13 Zulhijah dalam kalender hijriah. Pada empat hari tersebut umat muslim di seluruh dunia diperintahkan untuk melaksanakan ibadah menyembelih hewan kurban sebagai bentuk ketaatan kepada Allah.

Empat hari tersebut diawali pada 10 Zulhijah dikenal sebagai Iduladha. Kemudian tiga hari setelahnya disebut dengan Hari Tasyrik. Selain diperintahkan untuk melaksanakan ibadah kurban, pada keempat hari tersebut, umat Islam dilarang berpuasa.

Jutaan hewan kurban disembelih pada hari itu dan tentu saja banyak darah yang tumpah. Dalam sejarah peradaban manusia terdapat beberapa bentuk ritual penumpahan darah yang dimaksudkan untuk sesembahan kepada yang dipercaya memiliki kekuatan atas manusia. Bisa kepada yang mereka anggap dewa, tuhan, ataupun makhluk gaib atau makhluk nyata lain. Yang dipercayai, jika tidak dilakukan maka akan datang bala dan marabahaya kepada pemuja mereka. Islam berbeda sama sekali dengan ritual demikian. Darah sembelihan tidak diniatkan untuk disampaikan kepada Allah sebagai bahan konsumsi. Yang sampai kepada Allah hanyalah ketaatannya sebagai bentuk perwujudan mendekatkan diri kepada-Nya.

KEIKHLASAN BERKURBAN

Kata kurban yang berasal dari bahasa Arab memiliki kata dasar yang terjemahannya dekat. Maka bisa diterjemahkan, orang yang berkurban adalah orang-orang yang ingin mendekatkan diri kepada Sang Khalik. Tetapi pertanyaan yang muncul adalah apakah segampang itu dekat kepada Allah? Apakah hanya dengan membeli dan mengeluarkan sejumlah uang untuk mendapatkan hewan ternak dan disembelih sudah langsung bisa dekat dengan Allah. Jawabannya tentu saja tidak. Dalam sejarahnya, awal kurban dimulai ketika Nabi Ibrahim Alaihi Salam mendapatkan perintah untuk menyembelih anak semata wayangnya saat itu. Anak hasil dari penantian yang sangat lama tiba-tiba diperintahkan Allah untuk disembelih sebagai wujud dari kecintaan dan kedekatan Nabi Ibrahim kepada Allah. Nabi Ibrahim diuji keikhlasannya untuk melepas dan memisahkan diri dari anaknya dengan menyembelih. Ujian keikhlasan berhasil dilalui oleh Nabi Ibrahim dengan sempurna. Beliau menerima perintah dengan sepenuh hati meskipun digoda oleh setan untuk mengurungkan niatnya. Allah hanya menguji keikhlasan hambanya untuk benar-benar rela berkorban, bahkan rela mengorbankan hal yang paling berharga dan paling dicintai oleh Nabi Ibrahim. Allah tidak menginginkan Nabi Ismail, putra Nabi Ibrahim, benar-benar disembelih. Saat perintah dilaksanakan, Allah menggantikan tubuh Nabi Ismail dengan seekor domba sebagai sembelihan.

Nabi Ibrahim bisa membuktikan bahwa beliau sangat ingin dekat kepada Allah dan rela dengan penuh keikhlasan memberikan apa yang diminta Allah sebagai pemilik diri dan ruh putra beliau. Hal ini juga yang menjadi bukti bahwa Nabi Ibrahim sangat layak diberi gelar Khalilullah (kekasih Allah) karena sangat dekatnya beliau kepada Allah.

Satu kata kunci penting untuk dapat mendekatkan diri kepada Allah adalah ikhlas. Tanpa keikhlasan mustahil untuk bisa dekat kepada Allah. Manusia selain Nabi Ibrahim seperti kita pun sebenarnya memiliki peluang untuk bisa mendekatkan diri kepada Allah dengan prasyarat memiliki keikhlasan dalam menjalankan perintah dan menjauhi larangan Allah. Tidak perlu sampai ikhlas mengorbankan nyawa anak untuk sampai bisa dekat dengan Allah sebagaimana yang terjadi pada Nabi Ibrahim. Ikhlas dalam melaksanakan ibadah kurban tanpa mengharap pujian dan ria dimaksudkan semata-mata karena Allah, insyaallah akan membuat kita dekat dengan Allah.

Tidak hanya untuk kurban, ibadah lain pun memiliki derajat yang sama, yaitu mampu mendekatkan diri kepada Allah. Allah tidak menilai dari nominal yang kita keluarkan tapi lebih menilai seberapa besar keikhlasan seseorang. Bisa jadi orang yang menginfakkan harta seratus ribu rupiah bisa dekat kepada Allah dibanding dengan infak dari orang lain dengan nominal Rp 1 miliar. Seratus ribu rupiah disertai keikhlasan sedangkan Rp 1 miliar dibarengi dengan ria dalam penilaian Allah lebih berharga yang seratus ribu rupiah.

Dan yang perlu diingat, ibadah tidak terbatas pada ibadah maliyah atau harta. Ibadah non-harta pun memiliki penilaian yang sama di hadapan Allah, yaitu ikhlas. Senyum ikhlas karena Allah pasti berbeda dengan senyum yang dipaksakan meskipun lebih manis.

SOLIDARITAS SOSIAL

Pada ibadah kurban, terdapat dua dimensi ibadah. Yakni, ibadah mahdah ritual dan ibadah sosial. Terkait ibadah mahdah ritual, penyembelihan hewan ternak merupakan bentuk ketaatan kepada Allah dengan landasan keikhlasan. Sementara dimensi sosial adalah ejawantah dari niat berbagi kepada orang-orang yang berhak mendapatkan dan menikmati daging kurban. Ibadah kurban merupakan simbol solidaritas sosial. Orang yang memiliki kelebihan harta untuk membeli hewan kurban diperintahkan untuk berbagi rasa kepada orang lain untuk bisa menikmati memakan daging.

Masih banyak saudara-saudara dan tetangga yang menjadikan daging sebagai menu kelas atas dan tidak bisa dinikmati setiap saat dan susah terjangkau harganya. Dalam momentum Iduladha mereka semua baru bisa menikmatinya. Meski utamanya daging kurban ditujukan untuk mereka yang tidak mampu, berbagi daging boleh juga dinikmati oleh para kerabat dan lainnya dalam rangka mempererat solidaritas persaudaraan dan sosial. Banyak orang yang bahagia karena bisa menikmati daging kurban.

Berbagi daging sebenarnya bukan hakikat dari hari raya kurban dalam dimensi sosialnya. Bagaimana orang lain merasa terbantu dengan kehadiran orang yang lebih memiliki keberuntungan adalah bagian penting dari hikmah dan hakikat hari raya kurban. Kesadaran memiliki kepedulian kepada sesama adalah tujuan dari semua amal ibadah sosial, dengan harapan mampu meringankan beban hidup, penderitaan, dan membantu kesusahan orang lain.

Saat ini, saudara-saudara kita yang berada di Lombok terkena bencana alam gempa bumi yang menelan ratusan korban jiwa. Banyak yang kehilangan tempat tinggal dan menderita sakit. Tidak perlu menunggu sampai hari kurban tiba untuk membangun solidaritas sosial. Mereka saat ini memerlukan doa dan bantuan nyata dari kita semua. Bagi yang memiliki kelebihan harta bisa "berkurban" dengan hartanya, bagi yang belum mampu bisa mengirimkan doa untuk ketabahan dan kesabaran mereka saat tertimpa musibah.

MENYEMBELIH SIFAT BINATANG

Pelajaran lain yang dapat dipetik dari hikmah Iduladha adalah kita diperintahkan menyembelih sifat-sifat hewan negatif yang melekat dalam diri manusia. Sifat egois, serakah, merampas hak orang lain, zalim, dan sifat-sifat negatif naluri dasar hewan harusnya dihilangkan. Perilaku korupsi salah satu contoh dari sifat kebinatangan yang diterapkan manusia. Mengambil sesuatu yang bukan haknya tanpa perasaan apapun meskipun telah diberikan hati untuk menjadi alarm untuk perbuatan yang tidak sesuai. Orang yang sudah dianugerahi hati tapi tidak bisa memahami, diberi telinga tapi tidak mendengar, dan diberi mata tapi tidak bisa melihat apa-apa yang diperintahkan dan dilarang Allah, tidak mampu merasakan kekuasaan Allah, disebut dalam Alquran sebagai orang yang sesat bahkan lebih sesat dari hewan ternak.

Masih dalam kasus bencana alam di Lombok, banyak orang yang enggan menanggalkan sifat kebinatangannya. Bencana alam dipolitisasi dan dihubungkan dengan azab yang diturunkan Allah kepada orang yang tidak mendukung pada pilihan politik tertentu. Bukannya berdoa, berempati, dan membantu kepada yang terkena musibah, bencana malah dijadikan momentum untuk menyerang orang yang terkena musibah. Oleh orang yang kehilangan akal kemanusiaannya, Tuhan dicitrakan sebagai pemurka sekaligus diseret berpihak kepada pilihan politik tertentu. Naudzubillah min dzalik.

Semoga kita semua menjadi orang yang dekat dengan Allah dengan ikhlas berkurban, serta dijadikan hamba Allah yang sukses menanggalkan sifat kebinatangan. Amin. (far/k8)

(*) Dosen Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Samarinda

loading...

BACA JUGA

Jumat, 17 Agustus 2018 12:19
Laos U-23 vs Indonesia U-23

Semangat untuk Menang

JAKARTA – Harapan timnas U-23 Indonesia lolos ke babak 16 besar Asian Games 2018 bisa berada di…

Kamis, 16 Agustus 2018 13:00
Terlama di DPRD Balikpapan, Empat Boks Dokumen Disita

NAH..!! Lima Jam Penyidik Polda Geledah-Geledah

BALIKPAPAN - Sebanyak 13 penyidik dari Subdit III Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Direktorat Reserse…

Kamis, 16 Agustus 2018 12:00
Sistem Rujukan Online BPJS Kacau

RSUD AWS Tolak Layani, Puluhan Pasien Protes

SAMARINDA - Puluhan orang yang mendapat rujukan pelayanan kesehatan protes di RSUD Abdul Wahab Sjahranie…

Rabu, 15 Agustus 2018 13:00

Gubernur Tolak Tim Transisi Bentukan Bakal Gubernur, Ini Alasannya

SAMARINDA–Awang Faroek Ishak dan Isran Noor seperti berbalas pantun. Kali ini, gubernur Kaltim…

Rabu, 15 Agustus 2018 12:00

Protes Deras, Proyek Masjid Jalan Terus

SAMARINDA – Kisruh pembangunan masjid di Lapangan Kinibalu belum menunjukkan tanda-tanda berhenti.…

Rabu, 15 Agustus 2018 11:12

Tidak Berpolitik, tapi Berbobot Politik

JAKARTA – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menaruh harapan besar terhadap pasangan Joko Widodo-Ma’ruf…

Rabu, 15 Agustus 2018 09:17

Hanya Menjadi Lawan 90 Menit

JAKARTA – Timnas Palestina memang mendapat dukungan spesial dari suporter Indonesia. Yakni pada…

Rabu, 15 Agustus 2018 08:58

Banting Setir dari Bola Voli, Kelabakan Ikut Ritme Pelatih Asing

Lama menggeluti bola voli, Harun Nurrasyid malah “terjerumus” ke cabang olahraga bola tangan.…

Selasa, 14 Agustus 2018 09:27

Anggaran Fokus Membangun Desa

SAMARINDA - Empat bulan menjelang pelantikan, pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim terpilih,…

Selasa, 14 Agustus 2018 09:24

Prabowo Akui Takut Jarum Suntik

JAKARTA – Sore atau malam nanti, tim dokter pemeriksa akan menyerahkan hasil tes kesehatan kedua…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .