MANAGED BY:
JUMAT
19 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SELISIK/LAPSUS

Jumat, 10 Agustus 2018 08:27
Kutim Dua Kali Tak Pilih Wakil
-

PROKAL.CO, KEKOSONGAN jabatan kepala daerah yang terjadi di Kutai Kartanegara (Kukar), sebenarnya sudah terjadi dua kali berturut-turut di Kutai Timur (Kutim). Kukar boleh saja berkaca pada kabupaten pecahan Kutai yang berdiri pada 1999 tersebut.

Kabupaten yang mencetak dua gubernur Kaltim (Awang Faroek Ishak periode 2008–2013 berlanjut 2013–2018, dan Isran Noor yang melanjutkan periode berikutnya) tersebut, memiliki masa ketika bupatinya pergi. Meski berbeda alasan dengan yang terjadi di Kukar.

Kali pertama Kutim berdiri pada 1999, Awang Faroek menjadi bupati dengan tanpa wakil, sampai resmi menjabat kembali sebagai bupati pada 2001 berpasangan dengan Mahyudin. Pada 2003, Faroek mencoba maju menjadi calon gubernur Kaltim, sehingga jabatan bupati kosong lalu diisi oleh Mahyudin yang sebelumnya sebagai wakilnya.

Komisioner Bidang Hukum Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kutim Arafah memaparkan, Mahyudin pun menjabat bupati Kutim sampai pada 2006. Selama tiga tahun memimpin, Mahyudin tak mengangkat seorang pun untuk mendampinginya sebagai wakil bupati.

“Itu sah saja, sebab tidak ada aturan yang melarang. Keputusannya adalah bergantung pada kepala daerahnya,” ulas Arafah saat diwawancarai Kaltim Post di ruang kerjanya, Rabu (8/8).

Sementara itu, Faroek terkena aturan yang berlaku bahwa kepala daerah yang hendak maju menjadi calon gubernur harus mundur dari jabatannya. Makanya, usai gagal terpilih menjadi gubernur–pada masa itu pemilihan melalui jumlah suara di parlemen–Faroek kembali ke “gigi satu”.

Ketika dilakukan pemilihan kembali pada 2006, lanjut Arafah, Faroek maju lagi sebagai calon bupati. Terpilih lagi. Dia berpasangan dengan Isran Noor yang sebelumnya sempat di-nonjob-kan dari jabatan asisten II Sekretariat Kabupaten (Setkab) Kutim.

Belum diketahui pasti alasan Isran di-­nonjob-kan sampai pada 2005. Kata Arafah, entah karena langkah politik, atau dalih kepemerintahan, maupun hal lainnya.

Arafah melanjutkan, Faroek kemudian mencoba peruntungan lagi untuk maju sebagai calon gubernur Kaltim, hingga akhirnya terpilih pada 2008. “Respons masyarakat Kutim saat itu beragam, banyak yang mendukung, karena Faroek membuat bangga Kutim. Namun tak sedikit pula warga yang melempar kritik. Namun Kutim terus berjalan,” ucap dia.

Nah, sekali lagi, wakil dari Faroek menjadi orang yang kembali mengisi bangku kepala daerah. Isran resmi menjadi bupati Kutim pada 4 Februari 2009. Dua tahun menjabat sebagai bupati pengganti, lelaki yang terkenal blak-blakan tersebut tak mengangkat seorang pun menjadi wakilnya, sampai 13 Februari 2011.

“Isran mengambil keputusan (tak mengangkat wakil) sama seperti Mahyudin. Itu merupakan keputusan seorang kepala daerah yang tak dilarang,” ucap Arafah.

Periode kedua, Isran yang kembali terpilih sebagai bupati Kutim akhirnya memilih seorang partner. Namun, wakil bupati yang dipilih untuk mendampinginya justru dari lawan politik sebelumnya, yakni Ardiansyah.

Isran melanjutkan estafet kepemimpinan sampai 13 Februari 2011, dan melanjutkan periode keduanya. Namun, Isran membuat keputusan heboh, karena mundur dari jabatan kepala daerah pada 30 Maret 2015. Jabatan bupati yang kosong langsung diisi oleh Ardiansyah pada 31 Maret 2015 sampai 16 Februari 2016.

“Saat itu, Ardiansyah sebagai bupati tak mengangkat wakilnya. Itu sebab masa jabatannya sebagai kepala daerah tak sampai satu tahun, karena menurut aturan hal tersebut tidak diperkenankan,” ucap dia.

Sampai akhirnya, bupati Kutim kini dijabat oleh mantan sekretaris kabupaten (sekkab) Ismunandar, berpasangan dengan mantan anggota DPRD Kutim Kasmidi Bulang.

Menurut Arafah, seorang wakil kepala daerah yang terpaksa menjabat bupati/wali kota boleh mengangkat wakil, bila sisa masa jabatannya lebih dari setahun. Namun, hal itu bergantung kepada keputusan kepala daerah tersebut.

“Mahyudin dan Isran yang sama-sama sempat menggantikan Faroek sebagai bupati Kutim memilih keputusan yang seragam, tak mengangkat wakil,” ulasnya.

Arafah menjelaskan, sebenarnya kepala daerah–bupati/wali kota/gubernur–boleh mengajukan dua calon wakil untuk mendampinginya, melalui pemilihan di rapat paripurna DPRD. Hal itu diatur oleh Pasal 26 Ayat (7) Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.

Dilanjutkannya, mekanisme untuk mendapatkan dua calon wakil kepala daerah tersebut dapat dilakukan melalui dua cara. “Yakni, bisa dengan cara penunjukan langsung oleh bupati. Atau, boleh melalui proses penyaringan atau pendaftaran calon wakil kepala daerah yang dibantu tim seleksi internalnya,” urai Arafah. (tim kp)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 11 Oktober 2018 08:46

Kaltim Juga Rawan Gempa

Kaltim memang tak karib dengan gempa, namun bukan berarti Bumi Mulawarman tak pernah mengalami guncangan.…

Senin, 08 Oktober 2018 12:34

Mengharamkan Nikah Siri

Menghalalkan hubungan cinta yang terjalin adalah mimpi bagi banyak pasangan. Namun, tak sedikit yang…

Senin, 08 Oktober 2018 12:32

Banyak Mudaratnya ketimbang Enaknya

RINI dan Joni, bukan nama sebenarnya, sudah saling kelewat sayang. Namun, restu orangtua sang pria tak…

Senin, 08 Oktober 2018 12:31

Penghulu Dadakan Tergoda Bayaran

SECARA hukum, negara melarang pernikahan siri terhadap setiap warganya. Namun, praktiknya masih cukup…

Senin, 08 Oktober 2018 12:29

Nikah Siri, Perempuan dan Anak Jadi Korban

OLEH: SUWARDI SAGAMA(Pakar Hukum Perlindungan Anak/Dosen Hukum Tata Negara IAIN Samarinda) NIKAH siri…

Rabu, 03 Oktober 2018 09:26

Vegetarian= Jaga Tubuh, Jaga Bumi

Anda adalah apa yang Anda makan. Ungkapan itu menjadi tren seiring makin tingginya kepedulian gaya hidup…

Rabu, 03 Oktober 2018 09:21

Pedang Bermata Dua

MESKI diklaim membuat tubuh fit, fresh dan awet muda, menjalani hidup sebagai vegetarian lebih tak selamanya…

Rabu, 03 Oktober 2018 09:10

Tren Menanjak Minat Menjadi Vegetarian

HASRAT menjadi vegetarian bahkan vegan trennya menanjak. Termasuk Kaltim. Berikut wawancara dengan Koordinator…

Kamis, 27 September 2018 09:19

Memangkas Emisi, Menjaga Bumi

Perubahan iklim yang kian buruk tak muncul begitu saja. Hujan yang tak tentu hingga kemarau yang terbilang…

Kamis, 27 September 2018 09:12

Ekonomi Menggiurkan dari Alam

RATANA Lukanawarakul begitu seksama mendengar penjelasan Agus, pemuda Desa Muara Siran, Muara Kaman,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .