MANAGED BY:
RABU
22 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SAMARINDA

Jumat, 10 Agustus 2018 08:12
Tembak hingga Dipecat

Anggota Polri Terjerat Narkoba Terus Terulang

PROKAL.CO, SAMARINDA - Anggota Polri yang terlibat perdagangan narkoba selalu berulang. Lemahnya sistem hukum yang diterapkan sehingga tidak memberikan efek jera ditengarai jadi penyebab.

Sugiono, satu dari sekian banyak eks anggota Polri yang tersandung masalah. Dia tak menyangka, bakal kembali ke jeruji besi.

Strategi penjebakan anggota Polsek Loa Janan, Kukar, diakuinya berjalan mulus. Metode yang dimaksud adalah pembelian terselubung atau undercover buying. Sebuah metode yang dilakukan penyidik dalam tindak pidana narkoba, seperti yang diatur dalam Pasal 75 dan Pasal 78 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika.

Dalam penyelidikan kejahatan narkoba, seorang informan, anggota polisi atau pejabat lain yang diperbantukan kepada polisi, bertindak sebagai pembeli dalam suatu transaksi gelap jual beli narkoba, dengan maksud pada saat terjadi hal tersebut, si penjual atau perantara atau orang-orang yang berkaitan dengan suplai narkoba dapat ditangkap beserta barang bukti yang ada padanya.

Metode tersebut menjerat Sugiono pada Rabu (8/8). Perkaranya kini ditangani di Polresta Samarinda. “Dia tak ada sangkut pautnya dengan pelaku sebelumnya,” jelas Kanit Sidik Resnarkoba Polresta Samarinda Iptu Teguh Wibowo. Yono, begitu sapaan akrabnya, sudah satu dekade lepas dari seragam kedinasan. “Saat itu, kapolres-nya Kombes Pol Arkan Hamzah. Orangnya santai tapi tegas,” ujar pecatan polisi yang terakhir berpangkat ajun inspektur polisi dua tersebut.

Dia, kedapatan menggunakan narkotika jenis sabu-sabu. Saat itu, barang haram tersebut masih terbilang langka. “Enggak seperti sekarang. Gampang dapat narkoba, kaya orang jual kacang,” sambungnya. Dulu, saat masih berseragam polisi, dia tak terlalu sering mengonsumsi kristal mematikan tersebut.

Meski tak sering, Yono terbiasa dengan barang haram tersebut. Dia juga heran, 2008 silam, harus menjalani pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH). “Vonis hanya enam bulan,” ujarnya saat dijumpai Kaltim Post di ruang pemeriksaan kemarin (9/8). Apa yang membuat kembali berani berurusan dengan narkoba, dengan nada pelan, ayah satu anak menjawab. “Karena teman minta tolong”.

“Berarti kamu sudah lama simpan barang sebanyak ini (17 paket) beserta timbangan digital?” timpal seorang polisi berpakaian sipil sembari menunjuk ke barang bukti. “Enggak. Itu hanya titipan,” balas Yono. Pecatan Polri itu menyanggah, dirinya disebut bandar. Namun, timbangan digital, uang, dan belasan paket narkoba siap edar tak bisa membuatnya berpaling dari Pasal 112 (ayat 2), Pasal 114 (ayat 2) UU 35/2009 tentang Narkotika. “Ancaman hukumannya bisa belasan tahun sampai hukuman mati,” tegas Teguh. 

Yono menambah daftar panjang catatan buruk anggota kepolisian Samarinda yang tersangkut kasus narkotika. Sebelumnya, ada Khoirul Anam, oknum polisi yang terpaksa ditembak saat ditangkap di persimpangan Mal Lembuswana April 2017 silam. Selanjutnya. ada Dedi Rudi Sanjaya dan Puguh (lihat grafis).

Menanggapi beberapa keterlibatan oknum polisi, Teguh tak menampik. Perwira balok dua itu menegaskan, anggota Polri, khususnya yang tugas di lapangan, diakuinya sangat rentan. “Mereka terbiasa dekat dengan orang seperti itu. Bisa saja mudah tergoda,” ucap Teguh. Teguh menegaskan, siapa saja polisi yang terlibat narkoba, pasti bakal dipecat. (*/dra/riz/k15)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 21 Agustus 2018 09:00

Pengurus Ribut, Nama Jenderal Dicatut

SAMARINDA – Wacana pembubaran koperasi di Samarinda semakin menguat. Jumlahnya pun tak sedikit.…

Selasa, 21 Agustus 2018 08:59

IRONIS..!! Sekolah Ini Lebih Tiga Dekade Tak Direnovasi

RUSMIAH mengayuh sepedanya usai berlabuh dari tambangan yang menyeberangkannya dari Sangasanga, Kukar,…

Selasa, 21 Agustus 2018 08:52

Reportase KPFM Samarinda Terbaik di Kaltim

SAMARINDA - Karya tulis berjudul ”Dari Samarinda, Menuju Asian Games 2018” membawa reporter…

Selasa, 21 Agustus 2018 08:50

Remaja Diancam Pidana 10 Tahun Penjara

SAMARINDA – Nasi sudah jadi bubur. Harapan AL menjadi pebalap andal harus tertunda. Remaja tanggung…

Selasa, 21 Agustus 2018 08:44

Mobil "Ciuman", Sopirnya Adu Jotos

MALAM semakin larut, laju mobil Zainuddin Syam (27) melintas di Jalan Anggi, Kelurahan Karang Asam Ilir,…

Senin, 20 Agustus 2018 20:13

YUK UNDUH SEKARANG..!! BPJS Luncurkan Kartu Digital, Banyak Kemudahan dan Keunggulannya Lho...

SAMARINDA - BPJS Ketenagakerjaan Cabang Samarinda terus melaksanakan sosialisasi. Kali ini, BPJS Ketenagakerjaan…

Senin, 20 Agustus 2018 10:31

Ketua DPRD Baca Teks Proklamasi

SAMARINDA - Ketua DPRD Kaltim HM Syahrun kembali mendapat tugas membacakan teks Proklamasi, pada peringatan…

Senin, 20 Agustus 2018 10:30

Singgung Pemerataan Hingga Asian Games

SAMARINDA-  Dipimpin Ketua DPRD Kaltim HM Syahrun HS dan dihadiri Gubernur Kaltim Awang Faroek…

Senin, 20 Agustus 2018 08:41

Tidak Ada Alasan Tanpa Wawali

SAMARINDA – Keretakan koalisi pendukung Sjaharie Jaang dan Nusyirwan Ismail (alm) pada Pilwali…

Senin, 20 Agustus 2018 08:38

Tiga Kandidat Sepakat Perkuat Pengawasan

TIGA bakal calon wakil wali kota Samarinda meyakinkan publik jika tak sekadar jadi pemain pengganti.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .