MANAGED BY:
KAMIS
13 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SAMARINDA

Jumat, 10 Agustus 2018 08:12
Tembak hingga Dipecat

Anggota Polri Terjerat Narkoba Terus Terulang

PROKAL.CO, SAMARINDA - Anggota Polri yang terlibat perdagangan narkoba selalu berulang. Lemahnya sistem hukum yang diterapkan sehingga tidak memberikan efek jera ditengarai jadi penyebab.

Sugiono, satu dari sekian banyak eks anggota Polri yang tersandung masalah. Dia tak menyangka, bakal kembali ke jeruji besi.

Strategi penjebakan anggota Polsek Loa Janan, Kukar, diakuinya berjalan mulus. Metode yang dimaksud adalah pembelian terselubung atau undercover buying. Sebuah metode yang dilakukan penyidik dalam tindak pidana narkoba, seperti yang diatur dalam Pasal 75 dan Pasal 78 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika.

Dalam penyelidikan kejahatan narkoba, seorang informan, anggota polisi atau pejabat lain yang diperbantukan kepada polisi, bertindak sebagai pembeli dalam suatu transaksi gelap jual beli narkoba, dengan maksud pada saat terjadi hal tersebut, si penjual atau perantara atau orang-orang yang berkaitan dengan suplai narkoba dapat ditangkap beserta barang bukti yang ada padanya.

Metode tersebut menjerat Sugiono pada Rabu (8/8). Perkaranya kini ditangani di Polresta Samarinda. “Dia tak ada sangkut pautnya dengan pelaku sebelumnya,” jelas Kanit Sidik Resnarkoba Polresta Samarinda Iptu Teguh Wibowo. Yono, begitu sapaan akrabnya, sudah satu dekade lepas dari seragam kedinasan. “Saat itu, kapolres-nya Kombes Pol Arkan Hamzah. Orangnya santai tapi tegas,” ujar pecatan polisi yang terakhir berpangkat ajun inspektur polisi dua tersebut.

Dia, kedapatan menggunakan narkotika jenis sabu-sabu. Saat itu, barang haram tersebut masih terbilang langka. “Enggak seperti sekarang. Gampang dapat narkoba, kaya orang jual kacang,” sambungnya. Dulu, saat masih berseragam polisi, dia tak terlalu sering mengonsumsi kristal mematikan tersebut.

Meski tak sering, Yono terbiasa dengan barang haram tersebut. Dia juga heran, 2008 silam, harus menjalani pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH). “Vonis hanya enam bulan,” ujarnya saat dijumpai Kaltim Post di ruang pemeriksaan kemarin (9/8). Apa yang membuat kembali berani berurusan dengan narkoba, dengan nada pelan, ayah satu anak menjawab. “Karena teman minta tolong”.

“Berarti kamu sudah lama simpan barang sebanyak ini (17 paket) beserta timbangan digital?” timpal seorang polisi berpakaian sipil sembari menunjuk ke barang bukti. “Enggak. Itu hanya titipan,” balas Yono. Pecatan Polri itu menyanggah, dirinya disebut bandar. Namun, timbangan digital, uang, dan belasan paket narkoba siap edar tak bisa membuatnya berpaling dari Pasal 112 (ayat 2), Pasal 114 (ayat 2) UU 35/2009 tentang Narkotika. “Ancaman hukumannya bisa belasan tahun sampai hukuman mati,” tegas Teguh. 

Yono menambah daftar panjang catatan buruk anggota kepolisian Samarinda yang tersangkut kasus narkotika. Sebelumnya, ada Khoirul Anam, oknum polisi yang terpaksa ditembak saat ditangkap di persimpangan Mal Lembuswana April 2017 silam. Selanjutnya. ada Dedi Rudi Sanjaya dan Puguh (lihat grafis).

Menanggapi beberapa keterlibatan oknum polisi, Teguh tak menampik. Perwira balok dua itu menegaskan, anggota Polri, khususnya yang tugas di lapangan, diakuinya sangat rentan. “Mereka terbiasa dekat dengan orang seperti itu. Bisa saja mudah tergoda,” ucap Teguh. Teguh menegaskan, siapa saja polisi yang terlibat narkoba, pasti bakal dipecat. (*/dra/riz/k15)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 13 Desember 2018 06:30

Surya Paloh Dijadwalkan Hadiri Orientasi Caleg NasDem

SAMARINDA–Ketua Umum DPP Partai NasDem Surya Paloh dijadwalkan hadir dalam…

Rabu, 12 Desember 2018 21:03

Jaringan Pengedar Sabu Kutai Timur Dibongkar, Mobil dan Motor Disita

Samarinda - Jajaran Badan Narkotika Nasional Provinsi Kaltim membongkar jaringan…

Rabu, 12 Desember 2018 21:00

Tower Lampu Hias di Taman Samarendah Ternyata Sumbangan XL

SAMARINDA- - Tower lampu hias di bagian tengah Taman Samarendah…

Rabu, 12 Desember 2018 09:18

Rapat 30 Menit, Inspektur Tambang Dapat Pembagian Laptop

SAMARINDA - Menindak lanjuti tuntutan Komite Lawan Tambang yang berunjuk…

Rabu, 12 Desember 2018 08:20

Tersangka Kasus Pasar Baqa Bertambah

SAMARINDA – Jumlah tersangka dalam dugaan korupsi pembangunan Pasar Baqa…

Senin, 10 Desember 2018 21:48

Mahasiswa Nyerocos dan Mengejek, Wagub Sempat Berang

SAMARINDA  - Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi merasa berang terhadap…

Senin, 10 Desember 2018 13:40

HANTU KACAK BERAKSI..!! Korban Lapor Polisi, Pelaku Pura-Pura Gila?

SAMARINDA - Jajaran kepolisian dari Polsek Samarinda Ilir mengamankan seorang…

Senin, 10 Desember 2018 07:59

Smart City Dimulai 2019

SAMARINDA – Konsep Smart Cityterus digaungkan Pemkot Samarinda dua tahun…

Senin, 10 Desember 2018 07:36

DPRD Minta Transparan

SAMARINDA - Sejumlah instansi pemerintah pusat maupun daerah sudah mengumumkan…

Senin, 10 Desember 2018 07:36

Harga TBS Anjlok, Ini yang Harus Dilakukan Pemerintah

SAMARINDA - Lemahnya harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit…
S