MANAGED BY:
SABTU
23 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SAMARINDA

Jumat, 10 Agustus 2018 08:12
Tembak hingga Dipecat

Anggota Polri Terjerat Narkoba Terus Terulang

PROKAL.CO, SAMARINDA - Anggota Polri yang terlibat perdagangan narkoba selalu berulang. Lemahnya sistem hukum yang diterapkan sehingga tidak memberikan efek jera ditengarai jadi penyebab.

Sugiono, satu dari sekian banyak eks anggota Polri yang tersandung masalah. Dia tak menyangka, bakal kembali ke jeruji besi.

Strategi penjebakan anggota Polsek Loa Janan, Kukar, diakuinya berjalan mulus. Metode yang dimaksud adalah pembelian terselubung atau undercover buying. Sebuah metode yang dilakukan penyidik dalam tindak pidana narkoba, seperti yang diatur dalam Pasal 75 dan Pasal 78 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika.

Dalam penyelidikan kejahatan narkoba, seorang informan, anggota polisi atau pejabat lain yang diperbantukan kepada polisi, bertindak sebagai pembeli dalam suatu transaksi gelap jual beli narkoba, dengan maksud pada saat terjadi hal tersebut, si penjual atau perantara atau orang-orang yang berkaitan dengan suplai narkoba dapat ditangkap beserta barang bukti yang ada padanya.

Metode tersebut menjerat Sugiono pada Rabu (8/8). Perkaranya kini ditangani di Polresta Samarinda. “Dia tak ada sangkut pautnya dengan pelaku sebelumnya,” jelas Kanit Sidik Resnarkoba Polresta Samarinda Iptu Teguh Wibowo. Yono, begitu sapaan akrabnya, sudah satu dekade lepas dari seragam kedinasan. “Saat itu, kapolres-nya Kombes Pol Arkan Hamzah. Orangnya santai tapi tegas,” ujar pecatan polisi yang terakhir berpangkat ajun inspektur polisi dua tersebut.

Dia, kedapatan menggunakan narkotika jenis sabu-sabu. Saat itu, barang haram tersebut masih terbilang langka. “Enggak seperti sekarang. Gampang dapat narkoba, kaya orang jual kacang,” sambungnya. Dulu, saat masih berseragam polisi, dia tak terlalu sering mengonsumsi kristal mematikan tersebut.

Meski tak sering, Yono terbiasa dengan barang haram tersebut. Dia juga heran, 2008 silam, harus menjalani pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH). “Vonis hanya enam bulan,” ujarnya saat dijumpai Kaltim Post di ruang pemeriksaan kemarin (9/8). Apa yang membuat kembali berani berurusan dengan narkoba, dengan nada pelan, ayah satu anak menjawab. “Karena teman minta tolong”.

“Berarti kamu sudah lama simpan barang sebanyak ini (17 paket) beserta timbangan digital?” timpal seorang polisi berpakaian sipil sembari menunjuk ke barang bukti. “Enggak. Itu hanya titipan,” balas Yono. Pecatan Polri itu menyanggah, dirinya disebut bandar. Namun, timbangan digital, uang, dan belasan paket narkoba siap edar tak bisa membuatnya berpaling dari Pasal 112 (ayat 2), Pasal 114 (ayat 2) UU 35/2009 tentang Narkotika. “Ancaman hukumannya bisa belasan tahun sampai hukuman mati,” tegas Teguh. 

Yono menambah daftar panjang catatan buruk anggota kepolisian Samarinda yang tersangkut kasus narkotika. Sebelumnya, ada Khoirul Anam, oknum polisi yang terpaksa ditembak saat ditangkap di persimpangan Mal Lembuswana April 2017 silam. Selanjutnya. ada Dedi Rudi Sanjaya dan Puguh (lihat grafis).

Menanggapi beberapa keterlibatan oknum polisi, Teguh tak menampik. Perwira balok dua itu menegaskan, anggota Polri, khususnya yang tugas di lapangan, diakuinya sangat rentan. “Mereka terbiasa dekat dengan orang seperti itu. Bisa saja mudah tergoda,” ucap Teguh. Teguh menegaskan, siapa saja polisi yang terlibat narkoba, pasti bakal dipecat. (*/dra/riz/k15)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 23 Februari 2019 09:19

Pelaku Video Asusila Diperiksa di Polres Samarinda, Dijerat UU Perlindungan Anak

SAMARINDA - Kepolisian terus melakukan penyelidikan terhadap kasus video asusila…

Sabtu, 23 Februari 2019 07:00

Hari Ini Terakhir Pendaftaran Duta Wisata dan Puteri Pariwisata Samarinda

Sebagai agenda rutin tahunan di Samarinda yang selalu dinanti dan…

Jumat, 22 Februari 2019 11:45

Direktur Witeltram Dituntut 7 Tahun Penjara

SAMARINDA – Dakwaan korupsi yang menyelubungi Perusda Wisata, Telekomunikasi, Transportasi,…

Jumat, 22 Februari 2019 10:43

BAKAL HEBOH..!! Samarinda Wedding Expo Diikuti 10 Tenant dan Vendor Terbaik

SAMARINDA- Borneo Enterprisindo (BE), even and wedding planner Kaltim Post…

Jumat, 22 Februari 2019 09:49

Diskominfo Kaltim Kaji Bangun Menara di Dua Kabupaten, Segini Anggarannya

SAMARINDA - Dinas Komunikasi dan Informasi Provinsi Kaltim sedang melakukan…

Jumat, 22 Februari 2019 09:48

Heboh Video Asusila Siswa SMK, Ini Himbauan Wakil Gubernur Kaltim

SAMARINDA - Sudah tiga hari, pemberitaan media sosial dihebohkan dengan…

Jumat, 22 Februari 2019 09:46

Pemprov Kaltim akan Buat SK Baru, Beri Lahan Pinjam Pakai ke Yayasan Melati

SAMARINDA - Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi mengatakan Pemerintah Provinsi…

Kamis, 21 Februari 2019 09:55

Cuaca Samarinda Panas Selama Dua Pekan, Ini Penyebabnya

SAMARINDA - Cuaca kota Samarinda dalam keadaan tidak normal. Sudah…

Kamis, 21 Februari 2019 08:39

Bawaslu Kaji Dugaan Pelanggaran Penetapan Pemilih Tambahan oleh KPU Kaltim

SAMARINDA - Anggota Badan Pengawas Pemilu Kaltim, Saiful mengungkapkan pihaknya…

Rabu, 20 Februari 2019 11:16

Rektor Unmul Dipanggil Polda Kaltim, Kasus Ini yang Diselidiki

SAMARINDA - Kepolisian Daerah Provinsi Kalimantan Timur telah memanggil dan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*