MANAGED BY:
MINGGU
21 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SAMARINDA

Jumat, 10 Agustus 2018 08:12
Tembak hingga Dipecat

Anggota Polri Terjerat Narkoba Terus Terulang

PROKAL.CO, SAMARINDA - Anggota Polri yang terlibat perdagangan narkoba selalu berulang. Lemahnya sistem hukum yang diterapkan sehingga tidak memberikan efek jera ditengarai jadi penyebab.

Sugiono, satu dari sekian banyak eks anggota Polri yang tersandung masalah. Dia tak menyangka, bakal kembali ke jeruji besi.

Strategi penjebakan anggota Polsek Loa Janan, Kukar, diakuinya berjalan mulus. Metode yang dimaksud adalah pembelian terselubung atau undercover buying. Sebuah metode yang dilakukan penyidik dalam tindak pidana narkoba, seperti yang diatur dalam Pasal 75 dan Pasal 78 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika.

Dalam penyelidikan kejahatan narkoba, seorang informan, anggota polisi atau pejabat lain yang diperbantukan kepada polisi, bertindak sebagai pembeli dalam suatu transaksi gelap jual beli narkoba, dengan maksud pada saat terjadi hal tersebut, si penjual atau perantara atau orang-orang yang berkaitan dengan suplai narkoba dapat ditangkap beserta barang bukti yang ada padanya.

Metode tersebut menjerat Sugiono pada Rabu (8/8). Perkaranya kini ditangani di Polresta Samarinda. “Dia tak ada sangkut pautnya dengan pelaku sebelumnya,” jelas Kanit Sidik Resnarkoba Polresta Samarinda Iptu Teguh Wibowo. Yono, begitu sapaan akrabnya, sudah satu dekade lepas dari seragam kedinasan. “Saat itu, kapolres-nya Kombes Pol Arkan Hamzah. Orangnya santai tapi tegas,” ujar pecatan polisi yang terakhir berpangkat ajun inspektur polisi dua tersebut.

Dia, kedapatan menggunakan narkotika jenis sabu-sabu. Saat itu, barang haram tersebut masih terbilang langka. “Enggak seperti sekarang. Gampang dapat narkoba, kaya orang jual kacang,” sambungnya. Dulu, saat masih berseragam polisi, dia tak terlalu sering mengonsumsi kristal mematikan tersebut.

Meski tak sering, Yono terbiasa dengan barang haram tersebut. Dia juga heran, 2008 silam, harus menjalani pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH). “Vonis hanya enam bulan,” ujarnya saat dijumpai Kaltim Post di ruang pemeriksaan kemarin (9/8). Apa yang membuat kembali berani berurusan dengan narkoba, dengan nada pelan, ayah satu anak menjawab. “Karena teman minta tolong”.

“Berarti kamu sudah lama simpan barang sebanyak ini (17 paket) beserta timbangan digital?” timpal seorang polisi berpakaian sipil sembari menunjuk ke barang bukti. “Enggak. Itu hanya titipan,” balas Yono. Pecatan Polri itu menyanggah, dirinya disebut bandar. Namun, timbangan digital, uang, dan belasan paket narkoba siap edar tak bisa membuatnya berpaling dari Pasal 112 (ayat 2), Pasal 114 (ayat 2) UU 35/2009 tentang Narkotika. “Ancaman hukumannya bisa belasan tahun sampai hukuman mati,” tegas Teguh. 

Yono menambah daftar panjang catatan buruk anggota kepolisian Samarinda yang tersangkut kasus narkotika. Sebelumnya, ada Khoirul Anam, oknum polisi yang terpaksa ditembak saat ditangkap di persimpangan Mal Lembuswana April 2017 silam. Selanjutnya. ada Dedi Rudi Sanjaya dan Puguh (lihat grafis).

Menanggapi beberapa keterlibatan oknum polisi, Teguh tak menampik. Perwira balok dua itu menegaskan, anggota Polri, khususnya yang tugas di lapangan, diakuinya sangat rentan. “Mereka terbiasa dekat dengan orang seperti itu. Bisa saja mudah tergoda,” ucap Teguh. Teguh menegaskan, siapa saja polisi yang terlibat narkoba, pasti bakal dipecat. (*/dra/riz/k15)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 20 Oktober 2018 10:35

Bawaslu Samarinda Sidangkan Alat Peraga Caleg Salahi Aturan

SAMARINDA- Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Samarinda memanggil dan menyidangkan sejumlah…

Sabtu, 20 Oktober 2018 10:34

Sejumlah Bank Akan Luncurkan Kartu Berlogo GPN

SAMARINDA-  Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Timur bersama puluhan bank swasta dan pemerintah…

Sabtu, 20 Oktober 2018 10:32

Ganti Kartu Debet Anda dengan Logo GPN, Ini Dia Sejumlah Keuntungannya

SAMARINDA- Kegiatan Kampanye Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) di Samarinda akan berlangsung esok, Minggu,…

Jumat, 19 Oktober 2018 09:34

Ada Keinginan Resimen Mahasiswa Diaktifkan Kembali

SAMARINDA- Perwakilan Kementerian Pertahanan (PKP) Provinsi Kalimantan Timur mengajak seluruh mahasiswa…

Jumat, 19 Oktober 2018 08:13

Tak Terlalu Pagi untuk Buraq

Pagi begitu dingin di Mahulu. Saya terbangun setidaknya tiga kali sebelum embun mulai tampak di atas…

Jumat, 19 Oktober 2018 08:03

Wabup Lepas Rombongan Umrah

UJOH BILANG – Wakil Bupati Mahakam Ulu (Mahulu) Drs Y Juan Jenau, Kamis (18/10), melepas Rombongan…

Kamis, 18 Oktober 2018 21:10

BPJS Ketenagakerjaan Sosialisasi K3 Jasa Konstruksi

SAMARINDA- Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan, Kamis (18/10) menyelenggarakan…

Kamis, 18 Oktober 2018 10:48
Polemik Masjid di Lapangan Kinibalu

Pemprov Menang, Tapi Warga Masih Ada Peluang

SAMARINDA- Dengan putusan Majelis Hakim PTUN Samarinda yang memerintahkan Dinas Penanaman Modal dan…

Kamis, 18 Oktober 2018 07:47

160 Ribu KTP-el Belum Dicetak

SAMARINDA – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) diminta meninjau kembali rencana memblokir data…

Rabu, 17 Oktober 2018 12:28
BREAKING NEWS

PTUN Menangkan Pemprov Kaltim Soal IMB Masjid Lapangan Kinibalu

SAMARINDA- Majelis Hakim PTUN Samarinda memutuskan bahwa pihak tergugat yaitu Kepala Dinas Pelayanan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .