MANAGED BY:
MINGGU
21 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SAMARINDA

Jumat, 10 Agustus 2018 08:04
Jual Petak, Koordinator Pasar Merdeka Disidang
-

PROKAL.CO, SAMARINDA – Korupsi punya banyak rupa. Wujud menilap uang negara ini tak melulu soal penyimpangan anggaran dalam suatu proyek. Ada gratifikasi atau suap sebagai turunannya. Dalam bentuk paling mungil, korupsi bersulih bentuk dalam memanfaatkan jabatan untuk memperkaya diri sendiri atau orang lain.

Ini terjadi dalam perkara yang menjerat Arif Rahman Hakim yang bergulir perdana, Kamis (9/8). Mantan kepala unit Pasar Merdeka UPTD Pasar Segiri itu didakwa atas pemanfaatan jabatan untuk menjualbelikan lapak di Pasar Merdeka, Samarinda. Pria 48 tahun itu, didakwa Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sri Rukmini dengan Pasal 12 huruf e Undang-Undang 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Di depan majelis hakim yang dipimpin Deky Velix Wagiju bersama Parmatoni dan Poster Sitorus, jaksa Sri mengurai, ulah terdakwa yang memungut harga untuk setiap petak ini merupakan hasil dari operasi tangkap tangan (OTT) tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Polresta Samarinda 17 April lalu. Dalam OTT itu, uang senilai Rp 10 juta menjadi barang bukti. Uang itu merupakan hasil jual-beli lapak yang dilakukannya. “Terdakwa menerapkan sendiri tarif per petak dengan kisaran Rp 10 juta – Rp 50 juta untuk calon pedagang yang hendak memiliki lapak di Pasar Merdeka,” sebutnya.

Tarif ini diterapkan sejak relokasi pedagang di sekitar Pasar Rahmat medio 2014 lalu. Ulahnya ini jelas melanggar beleid dari Dirjen Perdagangan Dalam Negeri serta PP 27/2014 tentang Pengelolaan Aset hingga Perda 2/2016 tentang Retribusi Daerah. Pedagang yang menempati petak di pasar milik daerah hanya diwajibkan membayar retribusi sebesar Rp 3 ribu per hari. “Bukan dijualbelikan,” sambung Sri.

Hasil pungutan itu, digunakan terdakwa Arif untuk membeli kendaraan pribadi. “Sebagian uang itu juga digunakan terdakwa untuk bangun kanal di Blok E Pasar Merdeka,” tutupnya. (*/ryu/riz/k15)


BACA JUGA

Sabtu, 20 Oktober 2018 10:34

Sejumlah Bank Akan Luncurkan Kartu Berlogo GPN

SAMARINDA-  Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Timur bersama puluhan bank swasta dan pemerintah…

Jumat, 19 Oktober 2018 08:13

Tak Terlalu Pagi untuk Buraq

Pagi begitu dingin di Mahulu. Saya terbangun setidaknya tiga kali sebelum embun mulai tampak di atas…

Jumat, 19 Oktober 2018 08:03

Wabup Lepas Rombongan Umrah

UJOH BILANG – Wakil Bupati Mahakam Ulu (Mahulu) Drs Y Juan Jenau, Kamis (18/10), melepas Rombongan…

Kamis, 18 Oktober 2018 07:47

160 Ribu KTP-el Belum Dicetak

SAMARINDA – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) diminta meninjau kembali rencana memblokir data…

Rabu, 17 Oktober 2018 08:10

Hak Lima Anggota DPRD Dibekukan

SAMARINDA – Hadirnya putusan sela Pengadilan Negeri (PN) Samarinda atas gugatan warga terkait…

Rabu, 17 Oktober 2018 07:53

Hudoq Pekayang Jati Diri Daerah

UJOH BILANG - Kegiatan rutin Hudoq Pekayang merupakan wujud implementasi dari Undang-Undang (UU) Nomor…

Rabu, 17 Oktober 2018 07:52

Lakukan Percepatan Pembangunan 2019

UJOH BILANG - Pada 2019 pemerintah akan mengoptimalkan penerimaan daerah melalui intensifikasi dan ekstensifikasi…

Rabu, 17 Oktober 2018 07:50

Penyusunan RZWP3K Tak Libatkan Nelayan

SAMARINDA - Hidup nelayan bakal lebih susah. Inilah yang dikhawatirkan para aktivis lingkungan, jika…

Selasa, 16 Oktober 2018 11:12

Kutim dan Samarinda Wakili Kaltim di Pemilihan Duta dan Putri Pariwisata

SAMARINDA- Muhammad Siddiq Ar Rozaq La Side yang berpasangan dengan Uci Zahra Fani, dari Kabupaten…

Senin, 15 Oktober 2018 21:44

Tak Mungkin Pesawat Presiden Mendarat di Samarinda

SAMARINDA- Harapan warga Samarinda agar pesawat Kepresidenan Republik Indonesia mendarat di Bandara…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .