MANAGED BY:
MINGGU
16 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

BALIKPAPAN

Jumat, 10 Agustus 2018 07:49
Intervensi Pemerintah Dinanti

Rantai Penjualan Panjang Picu Harga Ayam Tinggi

-

PROKAL.CO, BALIKPAPAN­­ - Panjangnyarantai penjualan ditengarai turut andil, sehingga harga daging ayam melebihi harga eceran tertinggi (HET). Sebelum sampai ke pengecer, rantai penjualan berawal dari peternak, bakul, pedagang besar, dan agen. Pemerintah pun diminta mengintervensi.

Pendapat tersebut diungkapkan Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Balikpapan Abdul Hakim Pasaribu. KepadaKaltim Post, Abdul Hakim menuturkan, mata rantai penjualan ayam yang panjang sudah terbentuk lama. “Kami tidak bisa memaksa bahwa pedagang memilih rantai distribusi sesuai keinginan kami. Kalau memang pemerintah mau memperpendek rantai distribusi, maka mau tidak mau membentuk badan seperti Bulog,” ungkapnya. Artinya, terang dia, pemerintah membuat perusahaan sendiri. “Atau Bulog diperintahkan beli ke peternak. Kemudian Bulog yang jual ke pasar. Tapi ‘kan tidak segampang itu Bulog masuk ke pasar,” jelasnya

Kerumitan yang dimaksud, adanya hubungan bisnis antara pedagang, pengecer dengan pemasok yang bermacam karakter. Yaitu berupa pemberian kredit hingga waktu pembayaran yang lebih lama. “Apakah Bulog sanggup seperti itu. Kemudian apakah Bulog bisa langsung masuk penetrasi ke pedagang dan pengecer di pasar tradisional,” sebutnya. Adapun solusi jangka pendek, adalah operasi pasar untuk menstabilkan harga.

”Kalau dibilang memotong mata rantai, ya memang harus ada intervensi dari pemerintah. Tanpa ada intervensi, kita tidak bisa memaksa rantai distribusi jadi lebih pendek,” terangnya. Terpisah, Ketua Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) Kaltim Zamroni Yusro turut mengkritisi rantai penjualan yang panjang. “Setelah produsen ‘kan pedagang besar dulu baru ke pengecer. Karena panjangnya rantai pemasaran menyebabkan harga di pasar tinggi sekali,” sebutnya. “Kalau cuma sidak pasar aja, itu hanya sehari turun besoknya naik lagi, tidak efektif,” pungkasnya.

Diwartakan sebelumnya, harga daging ayam mulai berangsur normal di dua pasar tradisional di Balikpapan. Sebaliknya, pedagang di tiga pasar tradisional masih menjual melebihi harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Yakni Rp 32 ribu per kilogram. Harga daging ayam yang melebihi HET ditemukan di Pasar Klandasan, Pasar Muara Rapak, dan Pasar Sepinggan. Pedagang ayam di pasar tersebut masing-masing menjual sebesar Rp 34 ribu per kilogram, Rp 33 ribu per kilogram dan 40 ribu per kilogram. Meski terjadi penurunan, kondisi ini diprediksi tak berlangsung lama. Zamroni menuturkan, harga daging ayam dan telur diperkirakan stabil Oktober nanti.

”Masih lama kelihatannya harga baru stabil. Apalagi kalau harga pakan dan DOC (day old chicken/bibit ayam) tidak turun,” ungkapnya. (riz2/k15)


BACA JUGA

Sabtu, 15 Desember 2018 18:08

Tol Balikpapan-Samarinda Tak Kunjung Selesai, Wali Kota Ngaku Kerap Digunjingkan Orang Kalsel

BALIKPAPAN- Tol trans-Kalimantan hingga saat ini tak kunjung selesai. Tol…

Kamis, 13 Desember 2018 09:00
Latihan Skala Besar PHM Menghadapi Situasi Darurat

SUDAH SIAP..!! Jika Ada Kebocoran Pipa, Ini yang Dilakukan PHM

BALIKPAPAN – PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) selaku operator Wilayah…

Senin, 10 Desember 2018 07:57

Dinas PU Siapkan Desain Pagar

BALIKPAPAN – Sudah tiga nyawa melayang akibat terseret air bah…

Senin, 10 Desember 2018 07:40

Larangan Plastik di Tempat Umum Diterapkan Tahun Depan

BALIKPAPAN - Peraturan Daerah (Perda) terkait larangan penggunaan kantong plastik…

Minggu, 09 Desember 2018 07:18

Terus Berulang, Saran Buat Pagar

PROSES pencarian Amin, bocah delapan tahun yang hanyut di drainase,…

Minggu, 09 Desember 2018 07:13

LIPI Evaluasi Kebun Raya

BALIKPAPAN - Status Kebun Raya Balikpapan (KRB) masih menjadi kewenangan…

Minggu, 09 Desember 2018 07:10

Polda Antisipasi Potensi Penimbun BBM

BALIKPAPAN – Pembatasan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, khususnya…

Sabtu, 08 Desember 2018 06:49

Pemkot Dianggap Tak Punya Taji

BALIKPAPAN  –  Pemkot Balikpapan dianggap tak punya taji. Mengatasi masalah…

Jumat, 07 Desember 2018 07:57

Korban Jiwa Pembakaran Rumah Bertambah

BALIKPAPAN - Setelah bertahan hidup selama tiga hari, Garini (55),…

Kamis, 06 Desember 2018 08:16

Bukan Kasus yang Pertama

BALIKPAPAN – Pengungkapan dugaan praktik pembuatan sabu industri rumahan di…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .