MANAGED BY:
JUMAT
19 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

BALIKPAPAN

Jumat, 10 Agustus 2018 07:49
Intervensi Pemerintah Dinanti

Rantai Penjualan Panjang Picu Harga Ayam Tinggi

-

PROKAL.CO, BALIKPAPAN­­ - Panjangnyarantai penjualan ditengarai turut andil, sehingga harga daging ayam melebihi harga eceran tertinggi (HET). Sebelum sampai ke pengecer, rantai penjualan berawal dari peternak, bakul, pedagang besar, dan agen. Pemerintah pun diminta mengintervensi.

Pendapat tersebut diungkapkan Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Balikpapan Abdul Hakim Pasaribu. KepadaKaltim Post, Abdul Hakim menuturkan, mata rantai penjualan ayam yang panjang sudah terbentuk lama. “Kami tidak bisa memaksa bahwa pedagang memilih rantai distribusi sesuai keinginan kami. Kalau memang pemerintah mau memperpendek rantai distribusi, maka mau tidak mau membentuk badan seperti Bulog,” ungkapnya. Artinya, terang dia, pemerintah membuat perusahaan sendiri. “Atau Bulog diperintahkan beli ke peternak. Kemudian Bulog yang jual ke pasar. Tapi ‘kan tidak segampang itu Bulog masuk ke pasar,” jelasnya

Kerumitan yang dimaksud, adanya hubungan bisnis antara pedagang, pengecer dengan pemasok yang bermacam karakter. Yaitu berupa pemberian kredit hingga waktu pembayaran yang lebih lama. “Apakah Bulog sanggup seperti itu. Kemudian apakah Bulog bisa langsung masuk penetrasi ke pedagang dan pengecer di pasar tradisional,” sebutnya. Adapun solusi jangka pendek, adalah operasi pasar untuk menstabilkan harga.

”Kalau dibilang memotong mata rantai, ya memang harus ada intervensi dari pemerintah. Tanpa ada intervensi, kita tidak bisa memaksa rantai distribusi jadi lebih pendek,” terangnya. Terpisah, Ketua Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) Kaltim Zamroni Yusro turut mengkritisi rantai penjualan yang panjang. “Setelah produsen ‘kan pedagang besar dulu baru ke pengecer. Karena panjangnya rantai pemasaran menyebabkan harga di pasar tinggi sekali,” sebutnya. “Kalau cuma sidak pasar aja, itu hanya sehari turun besoknya naik lagi, tidak efektif,” pungkasnya.

Diwartakan sebelumnya, harga daging ayam mulai berangsur normal di dua pasar tradisional di Balikpapan. Sebaliknya, pedagang di tiga pasar tradisional masih menjual melebihi harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Yakni Rp 32 ribu per kilogram. Harga daging ayam yang melebihi HET ditemukan di Pasar Klandasan, Pasar Muara Rapak, dan Pasar Sepinggan. Pedagang ayam di pasar tersebut masing-masing menjual sebesar Rp 34 ribu per kilogram, Rp 33 ribu per kilogram dan 40 ribu per kilogram. Meski terjadi penurunan, kondisi ini diprediksi tak berlangsung lama. Zamroni menuturkan, harga daging ayam dan telur diperkirakan stabil Oktober nanti.

”Masih lama kelihatannya harga baru stabil. Apalagi kalau harga pakan dan DOC (day old chicken/bibit ayam) tidak turun,” ungkapnya. (riz2/k15)


BACA JUGA

Kamis, 18 Oktober 2018 07:50

Raperda Larangan LGBT di Balikpapan Belum Bisa Dibuat, Ini Penyebabnya..

BALIKPAPAN - Warga Balikpapan yang menentang adanya aktivitas lesbian, gay, biseksual dan transgender…

Senin, 15 Oktober 2018 22:24

Ramai Isu LGBT di Balikpapan, Ini Pandangan Piatur Pangaribuan dari Sisi Hukum..

BALIKPAPAN - Para pelaku lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) tidak bisa dihukum secara pidana.…

Minggu, 14 Oktober 2018 15:37

Posko Pengungsian Resmi Ditutup, Ada Pengungsi yang Masih Tidur di Bandara SAMS, Ini Alasannya..

PENGUNGSI BANDARA: Muzain (29) bersama kedua anaknya masih bertahan di posko pengungsian Bandara SAMS,…

Sabtu, 13 Oktober 2018 13:18

Posko Pengungsian di Bandara SAMS Sepinggan Resmi Ditutup, Ini Lokasi Posko Jika Masih Mau Serahkan Bantuan..

BALIKPAPAN - Posko pengungsi korban bencana alam Sulawesi Tengah di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman…

Jumat, 12 Oktober 2018 16:10

Suruh Pacar Ketemuan sama Mantan, Eh Ternyata Ada Udang di Balik Batu, Ini yang Dilakukannya..

BALIKPAPAN- Seorang pemuda diamankan anggota Polsek Balikpapan Barat karena diduga melakukan pencurian…

Jumat, 12 Oktober 2018 15:12

Ini Kronologi Penemuan Mayat di Stadion Batakan, Benarkah Ada Gas Beracun di Stadion?

BALIKPAPAN- Kapolsek Balikpapan Timur, Kompol Dody Susantyoko memastikan kematian pria di dalam Stadion…

Jumat, 12 Oktober 2018 15:09

Penemuan Mayat di Stadion Batakan, Ditemukan Usai Persiba Balikpapan Selesai Latihan

BALIKPAPAN - Suasana istirahat tim Persiba Balikpapan usia melakukan latihan mendadak riuh. Seluruh…

Selasa, 09 Oktober 2018 08:31

Capaian Imunisasi MR Baru 47,23 Persen

BALIKPAPAN – Pemkot Balikpapan dapat kesempatan kedua. Menggenjot capaian vaksinasi measles dan…

Selasa, 09 Oktober 2018 08:27

India Pertama, Australia Terakhir

BALIKPAPAN – Sejak kejadian gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah (Sulteng) hampir dua pekan lalu,…

Senin, 08 Oktober 2018 12:18

Balikpapan Waspada Pengungsi “Gelap”

BALIKPAPAN – Keputusan pemerintah menunjuk Balikpapan sebagai kota penyangga evakuasi korban bencana…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .