MANAGED BY:
KAMIS
17 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Jumat, 10 Agustus 2018 06:58
Maskapai Lega, asal Pengelolaan Berimbang
-

PROKAL.CO, JIKA resmi ditunjuk sebagai pengelolaBandara APT Pranoto Samarinda, PT Angkasa Pura (AP) I diharapkan dapat menentukan skema yang tepat dalam pengelolaan. Pasalnya jika salah, bukan mustahil persaingan dengan pasar Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan, Balikpapan akan tergerus.

District Manager Sriwijaya Air Area Balikpapan Fredy J De Hart mengatakan, jika kedua bandara sampai head-to-head, pangsa pasar Bandara SAMS Sepinggan, Balikpapan bisa tergerus. Dari sudut pandangnya, dua bandara yang jaraknya cukup dekat, membuat maskapai lebih memilih pasar yang lebih besar. “Serta, cost yang lebih murah,” ujarnya, Kamis (9/8).

Pria yang memiliki darah Belanda ini mengatakan, saat ini load factor Sriwijaya Air, lebih banyak didominasi penumpang dari daerah utara, seperti Samarinda, Bontang, Tenggarong, Berau, dan beberapa kabupaten lainnya. Kontribusinya hingga 60 persen. Sedangkan untuk Balikpapan, PPU, dan Paser kontribusi penumpangnya hanya 40 persen.

“Jadi, tidak menutup kemungkinan jika tidak ada skema yang tepat, dalam waktu jangka panjang, market dan frekuensi penerbangan dari Sepinggan tergerus. Atau bahkan, bisa saja beberapa rute yang ramai kita alihkan semua ke Samarinda. Persaingan harga jelas akan terjadi,” bebernya.

Untuk itu, ia berharap PT Angkasa Pura (AP) I perlu mengkaji secara mendalam terkait kondisi ini. Harus ada skema yang jelas. Poinnya, kedua bandara beroperasi bersama tetap untung.

Para perusahaan maskapai jelas memilih yang cost dan pasarnya tinggi. Jaraknya bisa dibilang cukup dekat. Ia juga menyebutkan, sukar jika membagi 50-50 rute yang sama di kedua bandara itu. Misal, dalam sehari enam kali penerbangan tujuan Surabaya dibagi ke dua bandara tersebut. “Cost malah keluar lebih banyak. Atas dasar jarak yang dekat, jadi yang mana potensi itu yang kami pilih,” bebernya.

Menurutnya, bisa saja memberikan rute baru agar pasar tetap stabil. Tapi, untuk jangka waktu dekat, ia rasa tidak masalah. Pihak maskapai, pasti akan menerawang pasar dulu. Saat ini, load factor average Sriwijaya Air untuk rute dominan adalah Jogjakarta, Berau, dan Surabaya sebesar 85 persen. Jakarta sekitar 75 persen. (aji/ndu/k15)


BACA JUGA

Kamis, 17 Januari 2019 11:35

ASIK..!! Maskapai Ini Tambah Layanan Wifi, Bidik 17 Juta Penumpang

DENPASAR – Maskapai penerbangan terus berinovasi di tengah sengitnya persaingan…

Kamis, 17 Januari 2019 07:05

Pariwisata Wajib Jadi Prioritas

SAMARINDA – Tak hanya dituntut menggelar banyak event, Pemprov Kaltim…

Kamis, 17 Januari 2019 06:55

Data e-Commerce Akan Lebih Terekam

JAKARTA – Pendataan mengenai industri e-commerce di Tanah Air bakal…

Kamis, 17 Januari 2019 06:53

November 2018, Utang Luar Negeri Naik Jadi Rp 5.257 T

JAKARTA – Bank Indonesia (BI) membukukan utang luar negeri (ULN)…

Rabu, 16 Januari 2019 06:50

Pasokan Turun, Harga Sayuran Melejit

BALIKPAPAN - Ombak besar akibat cuaca buruk yang terjadi pada…

Rabu, 16 Januari 2019 06:49

Model Baru, Harga Lama

JAKARTA – PT Toyota Astra Motor (TAM) menunjukkan keseriusannya dalam…

Rabu, 16 Januari 2019 06:44

Terburuk Selama Lima Tahun

JAKARTA – Pemerintah tampaknya harus bekerja lebih keras untuk menekan…

Rabu, 16 Januari 2019 06:43

Pedagang e-Commerce Tak Wajib Punya NPWP

JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memastikan dalam Peraturan Menteri Keuangan…

Rabu, 16 Januari 2019 06:43

Bankaltimtara Catatkan Kinerja Gemilang

SAMARINDA – Kinerja PT Bankaltimtara tahun lalu cukup baik. Di…

Selasa, 15 Januari 2019 06:41

IHEx Kaltim Terkontraksi Minus 4,5 Persen

SAMARINDA - Meski tidak sedalam perkiraan sebelumnya, indeks harga komoditas…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*