MANAGED BY:
KAMIS
18 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Jumat, 10 Agustus 2018 06:58
Maskapai Lega, asal Pengelolaan Berimbang
-

PROKAL.CO, JIKA resmi ditunjuk sebagai pengelolaBandara APT Pranoto Samarinda, PT Angkasa Pura (AP) I diharapkan dapat menentukan skema yang tepat dalam pengelolaan. Pasalnya jika salah, bukan mustahil persaingan dengan pasar Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan, Balikpapan akan tergerus.

District Manager Sriwijaya Air Area Balikpapan Fredy J De Hart mengatakan, jika kedua bandara sampai head-to-head, pangsa pasar Bandara SAMS Sepinggan, Balikpapan bisa tergerus. Dari sudut pandangnya, dua bandara yang jaraknya cukup dekat, membuat maskapai lebih memilih pasar yang lebih besar. “Serta, cost yang lebih murah,” ujarnya, Kamis (9/8).

Pria yang memiliki darah Belanda ini mengatakan, saat ini load factor Sriwijaya Air, lebih banyak didominasi penumpang dari daerah utara, seperti Samarinda, Bontang, Tenggarong, Berau, dan beberapa kabupaten lainnya. Kontribusinya hingga 60 persen. Sedangkan untuk Balikpapan, PPU, dan Paser kontribusi penumpangnya hanya 40 persen.

“Jadi, tidak menutup kemungkinan jika tidak ada skema yang tepat, dalam waktu jangka panjang, market dan frekuensi penerbangan dari Sepinggan tergerus. Atau bahkan, bisa saja beberapa rute yang ramai kita alihkan semua ke Samarinda. Persaingan harga jelas akan terjadi,” bebernya.

Untuk itu, ia berharap PT Angkasa Pura (AP) I perlu mengkaji secara mendalam terkait kondisi ini. Harus ada skema yang jelas. Poinnya, kedua bandara beroperasi bersama tetap untung.

Para perusahaan maskapai jelas memilih yang cost dan pasarnya tinggi. Jaraknya bisa dibilang cukup dekat. Ia juga menyebutkan, sukar jika membagi 50-50 rute yang sama di kedua bandara itu. Misal, dalam sehari enam kali penerbangan tujuan Surabaya dibagi ke dua bandara tersebut. “Cost malah keluar lebih banyak. Atas dasar jarak yang dekat, jadi yang mana potensi itu yang kami pilih,” bebernya.

Menurutnya, bisa saja memberikan rute baru agar pasar tetap stabil. Tapi, untuk jangka waktu dekat, ia rasa tidak masalah. Pihak maskapai, pasti akan menerawang pasar dulu. Saat ini, load factor average Sriwijaya Air untuk rute dominan adalah Jogjakarta, Berau, dan Surabaya sebesar 85 persen. Jakarta sekitar 75 persen. (aji/ndu/k15)


BACA JUGA

Rabu, 17 Oktober 2018 06:50

Promosikan Wisata Halal Lombok

BADUNG – Pariwisata menjadi tema lanjutan pertama yang dibahas setelah pertemuan tahunan bertajuk…

Rabu, 17 Oktober 2018 06:48

Pengusaha Butuh Kepastian Pasar

SAMARINDA - Program mandatori biodiesel 20 persen (B20)  atau pencampuran minyak kelapa sawit ke…

Rabu, 17 Oktober 2018 06:48

Furnitur Impor Mulai Terdampak Kenaikan Dolar

BALIKPAPAN - Keperkasaan dolar Amerika Serikat (USD) terhadap rupiah tak serta-merta memengaruhi penjualan…

Rabu, 17 Oktober 2018 06:45

MAUNYA SIH..!! Maloy Harus Beroperasi Bulan Ini

SAMARINDA - Sempat tertunda beroperasi dari target awal pada Agustus, Kawasan Ekonomi Khusus Maloy Batuta…

Rabu, 17 Oktober 2018 06:43

Jalan Dua Bulan, WP Meningkat hingga 18.424 Orang

BALIKPAPAN – Sejak Juli lalu, tarif pajak penghasilan (PPh) Final untuk usaha mikro, kecil, dan…

Selasa, 16 Oktober 2018 06:44

Triton Masih Jadi Unggulan

BALIKPAPAN - Membaiknya kinerja pertambangan batu bara di Bumi Etam turut mengerek penjualan Mitsubishi.…

Selasa, 16 Oktober 2018 06:42

Minyak Mentah Turun Bisa Jadi Penolong Rupiah

JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) masih sulit meninggalkan level 15.000.…

Selasa, 16 Oktober 2018 06:32

Pacu Pembangunan Pembangkit Listrik Energi Terbarukan

JAKARTA - Indonesia memerhatikan laporan terbaru panel antar pemerintah tentang perubahan iklim …

Senin, 15 Oktober 2018 06:36

BI Sebut Kebutuhan Dolar Masih Besar

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memproyeksi kebutuhan valuta asing dalam bentuk dolar Amerika Serikat…

Senin, 15 Oktober 2018 06:29

Kerek Okupansi Hotel

BALI – Gelaran pertemuan tahunan bertajuk Annual Meetings International Monetary Fund World Bang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .