MANAGED BY:
SENIN
25 MARET
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Jumat, 10 Agustus 2018 06:58
Maskapai Lega, asal Pengelolaan Berimbang
-

PROKAL.CO, JIKA resmi ditunjuk sebagai pengelolaBandara APT Pranoto Samarinda, PT Angkasa Pura (AP) I diharapkan dapat menentukan skema yang tepat dalam pengelolaan. Pasalnya jika salah, bukan mustahil persaingan dengan pasar Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan, Balikpapan akan tergerus.

District Manager Sriwijaya Air Area Balikpapan Fredy J De Hart mengatakan, jika kedua bandara sampai head-to-head, pangsa pasar Bandara SAMS Sepinggan, Balikpapan bisa tergerus. Dari sudut pandangnya, dua bandara yang jaraknya cukup dekat, membuat maskapai lebih memilih pasar yang lebih besar. “Serta, cost yang lebih murah,” ujarnya, Kamis (9/8).

Pria yang memiliki darah Belanda ini mengatakan, saat ini load factor Sriwijaya Air, lebih banyak didominasi penumpang dari daerah utara, seperti Samarinda, Bontang, Tenggarong, Berau, dan beberapa kabupaten lainnya. Kontribusinya hingga 60 persen. Sedangkan untuk Balikpapan, PPU, dan Paser kontribusi penumpangnya hanya 40 persen.

“Jadi, tidak menutup kemungkinan jika tidak ada skema yang tepat, dalam waktu jangka panjang, market dan frekuensi penerbangan dari Sepinggan tergerus. Atau bahkan, bisa saja beberapa rute yang ramai kita alihkan semua ke Samarinda. Persaingan harga jelas akan terjadi,” bebernya.

Untuk itu, ia berharap PT Angkasa Pura (AP) I perlu mengkaji secara mendalam terkait kondisi ini. Harus ada skema yang jelas. Poinnya, kedua bandara beroperasi bersama tetap untung.

Para perusahaan maskapai jelas memilih yang cost dan pasarnya tinggi. Jaraknya bisa dibilang cukup dekat. Ia juga menyebutkan, sukar jika membagi 50-50 rute yang sama di kedua bandara itu. Misal, dalam sehari enam kali penerbangan tujuan Surabaya dibagi ke dua bandara tersebut. “Cost malah keluar lebih banyak. Atas dasar jarak yang dekat, jadi yang mana potensi itu yang kami pilih,” bebernya.

Menurutnya, bisa saja memberikan rute baru agar pasar tetap stabil. Tapi, untuk jangka waktu dekat, ia rasa tidak masalah. Pihak maskapai, pasti akan menerawang pasar dulu. Saat ini, load factor average Sriwijaya Air untuk rute dominan adalah Jogjakarta, Berau, dan Surabaya sebesar 85 persen. Jakarta sekitar 75 persen. (aji/ndu/k15)


BACA JUGA

Rabu, 20 Maret 2019 12:49

Program Direct Call “Hanya” Mempercepat Ekspor

SAMARINDA-Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kaltim mencatat, dalam sebulan…

Rabu, 20 Maret 2019 12:46

Triwulan II 2019, Ekonomi Kaltim Terakselerasi

SAMARINDA-Pada triwulan II 2019 diperkirakan ekonomi Kaltim mengalami akselerasi pertumbuhan.…

Rabu, 20 Maret 2019 12:45

Percepatan Populasi Sapi Terus Digenjot

SAMARINDA-Upaya khusus percepatan populasi sapi dan kerbau bunting (upsus siwab)…

Jumat, 15 Maret 2019 13:45

Kargo Laut Belum Tumbuh Maksimal

SURABAYA – Pertumbuhan jasa pengiriman barang lewat jalur laut belum…

Jumat, 15 Maret 2019 13:43

Pertamina Perpanjang Masa Cicilan Garuda

JAKARTA – PT Pertamina (Persero) dan tujuh BUMN (badan usaha…

Jumat, 15 Maret 2019 13:32

Target Ekspor RI Realistis

JAKARTA – Kementerian Perdagangan menargetkan pertumbuhan ekspor nonmigas 7,5 persen…

Kamis, 14 Maret 2019 15:16

Produksi Teh Turun, Harga Telur Rendah

JAKARTA – Pelaku usaha berharap Indonesia bisa meningkatkan lahan dan…

Rabu, 13 Maret 2019 12:51

Genjot Produksi Padi, Dituntut Maksimalkan Lahan Rawa

SAMARINDA – Tak hanya melakukan diversifikasi pangan, Pemprov Kaltim dituntut…

Rabu, 13 Maret 2019 12:47

SABAR..!! Pengelolaan APT Pranoto Masih di Tangan Kemenhub

SAMARINDA- Pemerintah Kaltim saat ini masih menunggu kepastian pembahasan draf…

Rabu, 13 Maret 2019 10:25

Industri Galangan Kapal di Kaltim Masih Lesu

SAMARINDA- Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan DPP Indonesian National Shipowners…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*