MANAGED BY:
RABU
22 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Jumat, 10 Agustus 2018 06:55
Batu Bara Masih Perkasa

PROKAL.CO, SAMARINDA - Perekonomian Kaltim tampaknya sulit lepas dari dominasi pertambangan. Ini terlihat dari produk domestik regional bruto (PDRB) Kaltim pada triwulan II 2018 berdasar harga berlaku senilai Rp 156,59 triliun. Di mana andil terbesar masih datang dari pertambangan dan penggalian mencapai 45,26 persen atau setara Rp 70,87 triliun.

PDRB merupakan jumlah nilai tambah barang dan jasa yang dihasilkan dari seluruh kegiatan perekonomian di suatu daerah. Penghitungan PDRB menggunakan dua macam harga, yaitu harga berlaku dan harga konstan.

PDRB atas harga berlaku merupakan nilai tambah barang dan jasa yang dihitung menggunakan harga yang berlaku pada tahun bersangkutan, sementara PDRB atas dasar harga konstan dihitung dengan menggunakan harga pada tahun tertentu sebagai tahun dasar.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim Atqo Mardiyanto mengatakan, setelah batu bara, andil kedua terbesar adalah dari lapangan industri pengolahan dengan angka 18,33 persen atau senilai Rp 28,7 triliun. Meski andil pertambangan dan penggalian paling tinggi, namun perkembangannya mengalami kontraksi sehingga ekonomi Kaltim tumbuh melambat.

“Sudah sering dikatakan dan disarankan Kaltim bukan hanya mengandalkan sektor pertambangan, namun juga serius memajukan sektor lain. Agar kontribusi batu bara mengecil, sehingga jika komoditas ini jatuh tidak membuat ekonomi Kaltim langsung terpuruk,” tuturnya, Kamis (9/8).

Setelah batu bara dan lapangan industri pengolahan, tambah Atqo, berada di posisi ketiga penyumbang PDRB Kaltim adalah dari lapangan usaha sektor konstruksi yang tercatat sebesar 8,77 persen, atau senilai Rp 13,73 triliun.

“Sedangkan lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan yang merupakan sektor paling banyak menyerap tenaga kerja, hanya mampu menyumbang PDRB di peringkat keempat dengan andil 8,08 persen atau Rp 12,65 triliun,” katanya.

Dia menjelaskan, struktur PDRB Kaltim menurut lapangan usaha atas dasar harga berlaku pada triwulan II 2018 tidak menunjukkan perubahan yang berarti, karena masih relatif sama dengan struktur pada triwulan-triwulan sebelumnya. “Masih sama, batu bara masih mendominasi. Belum ada sektor yang bisa menggantikan,” ungkapnya.

Pada triwulan kedua tahun ini masih didominasi lima lapangan usaha utama, yaitu pertambangan dan penggalian, usaha industri pengolahan, konstruksi, pertanian, kehutanan, dan perikanan. Kemudian disusul lapangan usaha perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor dengan peranan 5,68 persen.

“Jika diamati sumber pertumbuhan ekonomi Kaltim pada triwulan II tahun ini, maka sumber pertumbuhan tertinggi pada triwulan ini berasal dari lapangan usaha konstruksi yang memiliki andil sebesar 0,68 persen,” ujarnya.

Kemudian diikuti lapangan usaha perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor dengan andil sebesar 0,52 persen. Usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan memiliki andil sebesar 0,41 persen.

Berikutnya adalah lapangan usaha industri pengolahan dengan andil 0,32 persen. Usaha transportasi dan pergudangan dengan andil 0,28 persen, lapangan usaha jasa pendidikan dengan andil 0,13 persen.  Disusul lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan minum dengan andil 0,10 persen, usaha administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib dengan andil 0,09 persen, dan lapangan usaha lainnya sebesar 0,30 persen.

"Lapangan usaha pertambangan dan penggalian menjadi satu-satunya usaha yang memberi andil negatif pada triwulan II 2018 terhadap pertumbuhan perekonomian Kaltim, yakni minus 0,99 persen. Namun, karena kontribusinya masih besar dalam struktur menyebabkan lambatnya kecepatan pertumbuhan ekonomi Kaltim secara tahunan," tutupnya. (*/ctr/ndu/k15)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 21 Agustus 2018 07:03

Sistem Kliring di Balikpapan Melejit

BALIKPAPAN - Meski sempat anjlok pada Juni lalu, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Balikpapan sepanjang…

Selasa, 21 Agustus 2018 07:00

Makin Sexy dengan Lexi

BALIKPAPAN – Pencinta otomotif di Tanah Air antusias menyambut hadirnya Yamaha Lexi. Diluncurkan…

Selasa, 21 Agustus 2018 06:57

Rupiah Bertahan di Zona Hijau

JAKARTA – Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus menunjukkan…

Selasa, 21 Agustus 2018 06:56

APBD 2018 Diprediksi Surplus 32 Persen

SAMARINDA - Anggaran dan pendapatan belanja daerah (APBD) Kaltim diprediksi mengalami surplus 32,1 persen.…

Selasa, 21 Agustus 2018 06:54

Pilih Ekspor untuk Perkuat Devisa

SAMARINDA - Pemerintah berupaya menerapkan program mandatori biodiesel 20 persen (B20) pada 1 September…

Selasa, 21 Agustus 2018 06:53

Harga Tiket Pesawat Merangkak Naik

BALIKPAPAN - Momentum Hari Raya Iduladha memaksa para pemudik harus merogoh kocek lebih dalam. Sejak…

Selasa, 21 Agustus 2018 06:51

Perkuat Ekspor Pasar Timur Tengah

JAKARTA – Ekonomi Indonesia sedang dalam proses transisi. Satu tahapan menuju negara berbasis…

Selasa, 21 Agustus 2018 06:50

Industri Sepatu Minta Kaji PPh Impor

SURABAYA – Pengusaha alas kaki di Tanah Air meminta pemerintah mengkaji ulang pajak penghasilan…

Selasa, 21 Agustus 2018 06:49

Pengusaha Lebih Banyak Dilibatkan

JAKARTA – Pemerintah punya pekerjaan rumah untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 2019. Asosiasi…

Selasa, 21 Agustus 2018 06:49

Pembangkit 35 Ribu MW Beroperasi 7 Persen

KEPULAUAN SANGIHE - PT PLN (Persero) terus mengejar penyelesaian proyek jumbo pembangkit listrik 35…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .