MANAGED BY:
KAMIS
18 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Jumat, 10 Agustus 2018 06:51
Ancang-Ancang Pabrik Baru untuk Jangkau Wilayah Timur

Mengikuti Mata Rantai Yakult di Jawa Timur (2)

JAGA KUALITAS: Pekerja PT Yakult Indonesia Persada mengawasi pengepakan ribuan botol minuman prebiotik sebelum didistribusikan ke masyarakat. (NUR RAHMAN/KP)

PROKAL.CO, Kawasan timur Indonesia semakin dilirik dunia industri. Selain melepas kejenuhan di wilayah utama seperti Pulau Jawa, langkah ekspansif itu juga mempertimbangkan perluasan jangkauan pasar.

NUR RAHMAN, Mojokerto

PENGEMBANGAN distribusi produk memang sedang dimatangkan PT Yakult Indonesia Persada. Dari total 82 cabang yang ada di Tanah Air, mayoritas berada di Pulau Jawa, disusul Sumatra. Di wilayah timur seperti Sulawesi, Nusa Tenggara, bahkan Kalimantan pun, penetrasi pasar masih cukup jauh tertinggal.

Saat ini, kantor cabang paling timur dari Yakult adalah di Manado, Sulawesi Utara. Untuk menjangkaunya pun, durasi pengirimannya antara 9 sampai 13 hari. Cukup memakan waktu, mengingat minuman prebiotik ini hanya mampu bertahan 40 hari setelah diproduksi.

“Pengiriman kami memang hanya lewat laut. Jadi, rutenya terlalu panjang kalau lebih jauh dari itu. Risiko produk akan kedaluwarsa lebih besar,” ungkap Antonius Nababan, director marketing communication and commercial Yakult Indonesia Persada.

Pria yang akrab disapa Anton itu memandu rombongan yang beranggotakan empat wartawan dan satu akademisi saat mengunjungi pabrik Yakult di Mojokerto, Jumat (3/8) pekan lalu. Wakil Direktur Yakult Indonesia Persada, Kawada Hiroyuki juga ikut mendampingi kami.

Keberadaan pabrik seluas 5,25 hektare inilah yang menjadi upaya Yakult agar rantai distribusi ke wilayah Indonesia Tengah bisa lebih pendek. Lokasinya di Ngoro Industrial Park (NIP), di bawah kaki Gunung Penanggungan.

“Seperti di Jepang ataupun Sukabumi, pabrik Yakult memang memilih lokasi di bawah gunung. Pabrik di Mojokerto ini sudah pada kapasitas maksimal. Kapasitasnya 4,86 juta botol per hari. Lebih besar dari pabrik di Sukabumi yang sekitar 3,6 juta botol per hari,” beber Anton.

Dalam berbagai kesempatan, akumulasi sekitar 8,5 juta botol Yakult per hari itu disebut sudah cukup untuk pasar seperti Indonesia. Meskipun, diakui pula, ruang untuk tumbuh dan berkembang masih sangat besar. Apalagi, produk minuman prebiotik belum menjadi konsumsi rutin sebagian masyarakat di Tanah Air. Padahal, Yakult sudah masuk di Indonesia sejak 1990 silam.

Dengan gambaran kondisi tersebut, Anton pun tak menampik jika Yakult Indonesia Persada tengah menyiapkan rencana ekspansi. Pabrik di lokasi baru pun tengah dipertimbangkan. Ketika para wartawan menyebutkan beberapa lokasi, seperti Makassar, Manado, serta Balikpapan, pria berambut putih ini dengan santai menjawab, “bisa jadi”.

Sekilas, penyampaiannya tampak setengah bercanda. Namun, jika melihat peta penyebaran kantor cabang Yakult di Indonesia, wacana itu sebenarnya realistis. Yakult perlu lebih dekat ke wilayah timur Indonesia, mengingat kebutuhan nutrisi seperti minuman prebiotik pun tak kalah besar di sana. Namun, kata Antonius, kriteria teknis tetap akan berlaku.

“Kalau mengikuti pabrik-pabrik yang sudah ada, mungkin dipilih kawasan yang lokasinya di kaki gunung. Alasannya adalah kualitas dan debit air, kualitas tanah, itu sangat diperhitungkan,” urai pria berkacamata ini.

Sekilas mengenai pabrik di Mojokerto, fasilitas ini sudah dibangun beroperasi sejak triwulan pertama 2014. Satu pusat produksi Yakult lainnya berada di Cicurug, Sukabumi, Jawa Barat, yang sudah beroperasi sejak 1997. Sebelumnya, produksi minuman mengandung bakteri baik ini berlangsung di kawasan Pasar Rebo, Jakarta. (ndu/k15/bersambung)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 18 Oktober 2018 06:45

Triwulan III, Permintaan Batu Bara Meningkat

SAMARINDA – Di tengah pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) yang sudah…

Rabu, 17 Oktober 2018 06:50

Promosikan Wisata Halal Lombok

BADUNG – Pariwisata menjadi tema lanjutan pertama yang dibahas setelah pertemuan tahunan bertajuk…

Rabu, 17 Oktober 2018 06:48

Pengusaha Butuh Kepastian Pasar

SAMARINDA - Program mandatori biodiesel 20 persen (B20)  atau pencampuran minyak kelapa sawit ke…

Rabu, 17 Oktober 2018 06:48

Furnitur Impor Mulai Terdampak Kenaikan Dolar

BALIKPAPAN - Keperkasaan dolar Amerika Serikat (USD) terhadap rupiah tak serta-merta memengaruhi penjualan…

Rabu, 17 Oktober 2018 06:45

MAUNYA SIH..!! Maloy Harus Beroperasi Bulan Ini

SAMARINDA - Sempat tertunda beroperasi dari target awal pada Agustus, Kawasan Ekonomi Khusus Maloy Batuta…

Rabu, 17 Oktober 2018 06:43

Jalan Dua Bulan, WP Meningkat hingga 18.424 Orang

BALIKPAPAN – Sejak Juli lalu, tarif pajak penghasilan (PPh) Final untuk usaha mikro, kecil, dan…

Selasa, 16 Oktober 2018 06:44

Triton Masih Jadi Unggulan

BALIKPAPAN - Membaiknya kinerja pertambangan batu bara di Bumi Etam turut mengerek penjualan Mitsubishi.…

Selasa, 16 Oktober 2018 06:42

Minyak Mentah Turun Bisa Jadi Penolong Rupiah

JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) masih sulit meninggalkan level 15.000.…

Selasa, 16 Oktober 2018 06:32

Pacu Pembangunan Pembangkit Listrik Energi Terbarukan

JAKARTA - Indonesia memerhatikan laporan terbaru panel antar pemerintah tentang perubahan iklim …

Senin, 15 Oktober 2018 06:36

BI Sebut Kebutuhan Dolar Masih Besar

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memproyeksi kebutuhan valuta asing dalam bentuk dolar Amerika Serikat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .