MANAGED BY:
SELASA
19 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Jumat, 10 Agustus 2018 06:51
Ancang-Ancang Pabrik Baru untuk Jangkau Wilayah Timur

Mengikuti Mata Rantai Yakult di Jawa Timur (2)

JAGA KUALITAS: Pekerja PT Yakult Indonesia Persada mengawasi pengepakan ribuan botol minuman prebiotik sebelum didistribusikan ke masyarakat. (NUR RAHMAN/KP)

PROKAL.CO, Kawasan timur Indonesia semakin dilirik dunia industri. Selain melepas kejenuhan di wilayah utama seperti Pulau Jawa, langkah ekspansif itu juga mempertimbangkan perluasan jangkauan pasar.

NUR RAHMAN, Mojokerto

PENGEMBANGAN distribusi produk memang sedang dimatangkan PT Yakult Indonesia Persada. Dari total 82 cabang yang ada di Tanah Air, mayoritas berada di Pulau Jawa, disusul Sumatra. Di wilayah timur seperti Sulawesi, Nusa Tenggara, bahkan Kalimantan pun, penetrasi pasar masih cukup jauh tertinggal.

Saat ini, kantor cabang paling timur dari Yakult adalah di Manado, Sulawesi Utara. Untuk menjangkaunya pun, durasi pengirimannya antara 9 sampai 13 hari. Cukup memakan waktu, mengingat minuman prebiotik ini hanya mampu bertahan 40 hari setelah diproduksi.

“Pengiriman kami memang hanya lewat laut. Jadi, rutenya terlalu panjang kalau lebih jauh dari itu. Risiko produk akan kedaluwarsa lebih besar,” ungkap Antonius Nababan, director marketing communication and commercial Yakult Indonesia Persada.

Pria yang akrab disapa Anton itu memandu rombongan yang beranggotakan empat wartawan dan satu akademisi saat mengunjungi pabrik Yakult di Mojokerto, Jumat (3/8) pekan lalu. Wakil Direktur Yakult Indonesia Persada, Kawada Hiroyuki juga ikut mendampingi kami.

Keberadaan pabrik seluas 5,25 hektare inilah yang menjadi upaya Yakult agar rantai distribusi ke wilayah Indonesia Tengah bisa lebih pendek. Lokasinya di Ngoro Industrial Park (NIP), di bawah kaki Gunung Penanggungan.

“Seperti di Jepang ataupun Sukabumi, pabrik Yakult memang memilih lokasi di bawah gunung. Pabrik di Mojokerto ini sudah pada kapasitas maksimal. Kapasitasnya 4,86 juta botol per hari. Lebih besar dari pabrik di Sukabumi yang sekitar 3,6 juta botol per hari,” beber Anton.

Dalam berbagai kesempatan, akumulasi sekitar 8,5 juta botol Yakult per hari itu disebut sudah cukup untuk pasar seperti Indonesia. Meskipun, diakui pula, ruang untuk tumbuh dan berkembang masih sangat besar. Apalagi, produk minuman prebiotik belum menjadi konsumsi rutin sebagian masyarakat di Tanah Air. Padahal, Yakult sudah masuk di Indonesia sejak 1990 silam.

Dengan gambaran kondisi tersebut, Anton pun tak menampik jika Yakult Indonesia Persada tengah menyiapkan rencana ekspansi. Pabrik di lokasi baru pun tengah dipertimbangkan. Ketika para wartawan menyebutkan beberapa lokasi, seperti Makassar, Manado, serta Balikpapan, pria berambut putih ini dengan santai menjawab, “bisa jadi”.

Sekilas, penyampaiannya tampak setengah bercanda. Namun, jika melihat peta penyebaran kantor cabang Yakult di Indonesia, wacana itu sebenarnya realistis. Yakult perlu lebih dekat ke wilayah timur Indonesia, mengingat kebutuhan nutrisi seperti minuman prebiotik pun tak kalah besar di sana. Namun, kata Antonius, kriteria teknis tetap akan berlaku.

“Kalau mengikuti pabrik-pabrik yang sudah ada, mungkin dipilih kawasan yang lokasinya di kaki gunung. Alasannya adalah kualitas dan debit air, kualitas tanah, itu sangat diperhitungkan,” urai pria berkacamata ini.

Sekilas mengenai pabrik di Mojokerto, fasilitas ini sudah dibangun beroperasi sejak triwulan pertama 2014. Satu pusat produksi Yakult lainnya berada di Cicurug, Sukabumi, Jawa Barat, yang sudah beroperasi sejak 1997. Sebelumnya, produksi minuman mengandung bakteri baik ini berlangsung di kawasan Pasar Rebo, Jakarta. (ndu/k15/bersambung)

loading...

BACA JUGA

Minggu, 17 Februari 2019 11:34

Harga Avtur Turun, Angin Segar bagi Maskapai

JAKARTA – Desakan pemerintah agar Pertamina menurunkan harga avtur akhirnya…

Jumat, 15 Februari 2019 11:20

Akhirnya, Garuda Turunkan Harga Tiket

JAKARTA – Keluhan terkait tingginya harga tiket pesawat mendapat respons…

Rabu, 13 Februari 2019 13:34

Asing Ambil Profit, Rupiah Kembali Melemah

JAKARTA – Tekanan terhadap rupiah belum reda. Merujuk data Jakarta…

Selasa, 12 Februari 2019 13:34

WOW..!! Tarif Bagasi Lion Air Rp 25 Ribu per Kilogram

Lion Group memutuskan melakukan penyesuaian tarif bagasi atau excess baggage…

Selasa, 12 Februari 2019 10:37

BELUM MEMBAIK..!! Setahun, Rumah Mewah Hanya Terjual Lima Unit

SAMARINDA - Real Estate Indonesia (REI) Provinsi Kaltim mencatat penjualan…

Senin, 11 Februari 2019 11:42

Obligasi Ritel Bikin Likuiditas Seret

JAKARTA – Gencarnya penerbitan surat berharga negara (SBN) bakal sedikit…

Senin, 11 Februari 2019 11:40

Pacu Ekspor Baja ke Malaysia-Australia

JAKARTA – Tahun ini pelaku usaha baja melihat potensi peningkatan…

Minggu, 10 Februari 2019 09:37

Soal Bagasi Berbayar, Maskapai Penerbangan Diminta Lakukan Ini...

Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Polana B. Pramesti minta agar…

Minggu, 10 Februari 2019 09:18

Mulai Hari Ini, Harga Pertamax Turun

PT Pertamina (Persero) kembali melakukan penyesuaian harga BBM atau bahan…

Sabtu, 09 Februari 2019 09:00

Peringati Hari Pers Nasional, Astra Motor Samarinda Hadirkan Mobil Service Kunjung

SAMARINDA - Menyambut Hari Pers Nasional 2019, Main Dealer Astra…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*