MANAGED BY:
JUMAT
17 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Jumat, 10 Agustus 2018 06:51
Ancang-Ancang Pabrik Baru untuk Jangkau Wilayah Timur

Mengikuti Mata Rantai Yakult di Jawa Timur (2)

JAGA KUALITAS: Pekerja PT Yakult Indonesia Persada mengawasi pengepakan ribuan botol minuman prebiotik sebelum didistribusikan ke masyarakat. (NUR RAHMAN/KP)

PROKAL.CO, Kawasan timur Indonesia semakin dilirik dunia industri. Selain melepas kejenuhan di wilayah utama seperti Pulau Jawa, langkah ekspansif itu juga mempertimbangkan perluasan jangkauan pasar.

NUR RAHMAN, Mojokerto

PENGEMBANGAN distribusi produk memang sedang dimatangkan PT Yakult Indonesia Persada. Dari total 82 cabang yang ada di Tanah Air, mayoritas berada di Pulau Jawa, disusul Sumatra. Di wilayah timur seperti Sulawesi, Nusa Tenggara, bahkan Kalimantan pun, penetrasi pasar masih cukup jauh tertinggal.

Saat ini, kantor cabang paling timur dari Yakult adalah di Manado, Sulawesi Utara. Untuk menjangkaunya pun, durasi pengirimannya antara 9 sampai 13 hari. Cukup memakan waktu, mengingat minuman prebiotik ini hanya mampu bertahan 40 hari setelah diproduksi.

“Pengiriman kami memang hanya lewat laut. Jadi, rutenya terlalu panjang kalau lebih jauh dari itu. Risiko produk akan kedaluwarsa lebih besar,” ungkap Antonius Nababan, director marketing communication and commercial Yakult Indonesia Persada.

Pria yang akrab disapa Anton itu memandu rombongan yang beranggotakan empat wartawan dan satu akademisi saat mengunjungi pabrik Yakult di Mojokerto, Jumat (3/8) pekan lalu. Wakil Direktur Yakult Indonesia Persada, Kawada Hiroyuki juga ikut mendampingi kami.

Keberadaan pabrik seluas 5,25 hektare inilah yang menjadi upaya Yakult agar rantai distribusi ke wilayah Indonesia Tengah bisa lebih pendek. Lokasinya di Ngoro Industrial Park (NIP), di bawah kaki Gunung Penanggungan.

“Seperti di Jepang ataupun Sukabumi, pabrik Yakult memang memilih lokasi di bawah gunung. Pabrik di Mojokerto ini sudah pada kapasitas maksimal. Kapasitasnya 4,86 juta botol per hari. Lebih besar dari pabrik di Sukabumi yang sekitar 3,6 juta botol per hari,” beber Anton.

Dalam berbagai kesempatan, akumulasi sekitar 8,5 juta botol Yakult per hari itu disebut sudah cukup untuk pasar seperti Indonesia. Meskipun, diakui pula, ruang untuk tumbuh dan berkembang masih sangat besar. Apalagi, produk minuman prebiotik belum menjadi konsumsi rutin sebagian masyarakat di Tanah Air. Padahal, Yakult sudah masuk di Indonesia sejak 1990 silam.

Dengan gambaran kondisi tersebut, Anton pun tak menampik jika Yakult Indonesia Persada tengah menyiapkan rencana ekspansi. Pabrik di lokasi baru pun tengah dipertimbangkan. Ketika para wartawan menyebutkan beberapa lokasi, seperti Makassar, Manado, serta Balikpapan, pria berambut putih ini dengan santai menjawab, “bisa jadi”.

Sekilas, penyampaiannya tampak setengah bercanda. Namun, jika melihat peta penyebaran kantor cabang Yakult di Indonesia, wacana itu sebenarnya realistis. Yakult perlu lebih dekat ke wilayah timur Indonesia, mengingat kebutuhan nutrisi seperti minuman prebiotik pun tak kalah besar di sana. Namun, kata Antonius, kriteria teknis tetap akan berlaku.

“Kalau mengikuti pabrik-pabrik yang sudah ada, mungkin dipilih kawasan yang lokasinya di kaki gunung. Alasannya adalah kualitas dan debit air, kualitas tanah, itu sangat diperhitungkan,” urai pria berkacamata ini.

Sekilas mengenai pabrik di Mojokerto, fasilitas ini sudah dibangun beroperasi sejak triwulan pertama 2014. Satu pusat produksi Yakult lainnya berada di Cicurug, Sukabumi, Jawa Barat, yang sudah beroperasi sejak 1997. Sebelumnya, produksi minuman mengandung bakteri baik ini berlangsung di kawasan Pasar Rebo, Jakarta. (ndu/k15/bersambung)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 16 Agustus 2018 07:06

YAELAA...!! Neraca Perdagangan Defisit USD 2,03 M

JAKARTA - Setelah menunjukkan kinerja apik pada Juni lalu dengan surplus USD 1,74 miliar, neraca perdagangan…

Kamis, 16 Agustus 2018 07:04

Sinyal Perekonomian Terus Membaik

BALIKPAPAN - Geliat ekonomi makro di Kaltim terus menunjukkan perbaikan. Hal itu tecermin dari realisasi…

Kamis, 16 Agustus 2018 07:01

Bankaltimtara Sabet Penghargaan IERMA II 2018

SAMARINDA – Langkah manajemen Bankaltimtara menerapkan enterprise risk management (ERM) dalam…

Kamis, 16 Agustus 2018 06:58

PAD Kaltim Capai 46,98 Persen

SAMARINDA - Upaya pemerintah menggenjot penerimaan asli daerah (PAD) mulai menuai hasil. Pada triwulan…

Kamis, 16 Agustus 2018 06:57

Lagi, BI Naikkan Suku Bunga 25 Basis Poin

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) merespons cepat nilai tukar rupiah yang kembali terperosok cukup dalam…

Kamis, 16 Agustus 2018 06:56

Harga Ayam dan Telur Mulai Normal

BALIKPAPAN - Harga daging ayam dan telur di Kota Minyak yang sempat melambung tinggi mulai mereda. Bahkan…

Kamis, 16 Agustus 2018 06:54

Pertamina Evaluasi Harga BBM

JAKARTA – PT Pertamina (Persero) sedang mempertimbangkan besaran harga bahan bakar minyak (BBM)…

Kamis, 16 Agustus 2018 06:54

Pacu Ekspor, Kuota Produksi Batu Bara Ditambah

JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menambah kuota produksi batu bara tahun…

Kamis, 16 Agustus 2018 06:51

Diharap Segera Bangkit

JAKARTA – Perdagangan nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) diharapkan…

Rabu, 15 Agustus 2018 07:11

Penuhi Kebutuhan Masyarakat

SAMARINDA – Harga daging sapi, kambing, dan ayam di pasar tradisional di Bumi Etam menjelang perayaan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .