MANAGED BY:
KAMIS
17 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

OLAHRAGA

Kamis, 09 Agustus 2018 10:36
Paralayang-Bridge Plot 3 Emas

Menakar Kemampuan Cabor Usulan

-

PROKAL.CO, CABOR usulan kekuatan utama Indonesia di Asian Games 2018 diharapkan bisa menjadi lumbung medali emas bagi Indonesia. Seperti misalnya paralayang dan bridge yang diplot untuk mengamankan tiga medali emas.

 

BUKAN perkara mudah bagi Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games 2018. Tuntutan sukses penyelenggaraan dan sukses prestasi dikumandangkan pemerintah sejak jauh hari. Untuk sukses prestasi, ada beberapa cara yang sudah ditempuh, salah satunya mengusulkan cabor kekuatan utama Merah Putih di pentas multievent.

Pilihan tersebut merupakan opsi terkuat di tengah minimnya kekuatan Indonesia pada cabor olimpiade. Tetapi, negosiasi alot terjadi sebelum akhirnya diputuskan OCA apa saja nomor event dan cabor yang bakal dipertandingkan.

Bridge misalnya, cabor non unggulan yang merupakan andalan Indonesia diharapkan bisa mendulang 3 medali emas dari 11 nomor event yang semula disiapkan. “Tetapi pada akhirnya dikurangi lagi hingga 7 nomor event,” kata Handodjo Sutanto, project officer timnas bridge saat ditemui di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, kemarin (8/8).

Walhasil, target pun bergeser, dari tiga medali emas ke dua medali emas. Handodjo menyampaikan peluang tersebut sudah realistis. Itu mengacu hasil try out yang dijalani Indonesia dalam dua bulan terakhir di Eropa dan Amerika Serikat.

Semula, bridge bukan cabor prioritas yang dimasukkan untuk Asian Games. Dengan segala komitmen yang disiapkan PB GABSI (Gabungan Bridge Seluruh Indonesia). Saat ini, Indonesia mengandalkan 24 atlet putra dan putri untuk mengamankan dua medali emas di Asian Games.

Peluang tersebut muncul di nomor supermixed team. Michael Bambang Hartono, salah satu atlet bridge senior menjelaskan, hasil uji coba di Amerika Serikat hasilnya signifikan. Di sana, timnas Indonesia mengemas tiga medali emas, 3 perak dan 2 perunggu. “Hasil itu akan kami maksimalkan untuk Asian Games,” katanya. Selanjutnya, seluruh skuat timnas bridge diberikan kesempatan libur hingga 15 Agustus mendatang.

Sementara itu, baru pertama kali akan dimainkan di Asian Games 2018, cabang olahraga paralayang langsung jadi tumpuan Indonesia untuk meraih medali emas. Tak muluk-muluk cabor yang dikenal sebagai olahraga rekreasi ini menjanjikan satu emas bisa dibawa pulang.

Paralayang tak main-main dalam persiapan untuk berlaga di pesta olahraga terbesar se-Asia. Sejak awal 2017 pelatnas sudah dijalankan. Ada 18 pilot yang dipanggil untuk menjalani latihan intensif di kawasan Gunung Mas, Puncak, Cisarua, Bogor.

Tetapi dua pekan jelang Asian Games jumlah pilot sudah mengerucut jadi delapan orang. Dengan perincian lima pilot putra dan tiga putri. Mereka adalah pilot terbaik yang dipilih berdasarkan sepak terjang dalam berbagai kejuaraan yang diikuti selama pelatnas.

Dalam kurun 1,5 tahun para pilot menguji kemampuan di berbagai kejuaraan dunia. Ada dua jenis kejuaraan yang diikuti, yaitu kejuaraan dunia akurasi dan kejuaraan dunia lintas alam. Tapi, prestasi paling moncer ditunjukkan dari nomor akurasi.

Hasil fantastis dicapai pada Paragliding Accuracy World Championship 2017 yang terdiri dari empat seri, yaitu Indonesia, Serbia, Kanada, dan Slovenia. Pilot putra Elisa Manueke dan pilot putri Rika Wijayanti menyabet gelar juara dunia seri PGAWC 2017. Sementara di nomor beregu, tim Garuda Prima 2, 1, 3, dan 4 secara berurutan menempati posisi atas.

“Kami memprediksi peluang ada di nomor akurasi. Tapi mempertimbangkan kekuatan lawan dan kemampuan atlet, kans lebih besar dari beregu dibanding individu,” kata Gendon Subandono, pelatih kepala pelatnas paralayang.

Gendon berkaca dari hasil World Paragliding Accuracy Championship 5–14 Mei di Albania. Bila pada seri PGAWC 2017 maupun 2018 Indonesia menduduki peringkat atas, hasil kontras ditunjukkan pada kejuaraan dunia di Albania.

Secara individu Indonesia masih kalah poin dari pesaing utama, Tiongkok dan Thailand. Jafro Megawanto dan Aris Afriansyah adalah dua pilot timnas yang berkesempatan mengikuti kejuaraan yang diadakan dua tahun sekali itu. Keseluruhan poin yang dikumpulkan Jafro Megawanto adalah 25, sedangkan Aris Afriansyah meraih total poin 26.

Pilot pesaing asal Tiongkok Haiping Chen, Zhifeng Zhu, Yong Wu, dan Jianwei Wang masuk 10 besar. Dengan total poin ketepatan mendarat masing-masing, 8, 10, 12, dan 14. Pesaing lain asal Thailand Jirasak Witeetham memiliki poin yang seimbang dengan Jianwei Wang, yaitu 14. Sedangkan pilot Tanapat Luangiam mengumpulkan poin total 19.

Di sektor putri, nama Nunnapat Puchong yang perlu diwaspadai. Di Albania pilot Thailand itu berhasil mendarat dengan total poin 22. Pilot Indonesia Rika Wijayanti dan Ike Ayu Wulandari tertinggal jauh untuk raihan total poin ketepatan mendarat. Masing-masing mengumpulkan 46 dan 173. “Kalau beregu mudah-mudahan bisa melawan Thailand dan bersaing dengan Tiongkok. Saya optimistis sekali Indonesia bisa tiga besar,” tutur Gendon penuh harap.

Dari hasil PGAWC 2017 dan 2018, tim Garuda selalu memimpin. Mereka sapu bersih podium satu sampai tiga untuk nomor beregu ketepatan mendarat. Walaupun saat itu komposisi tim berbeda dengan timnas saat ini.

Menyandang gelar juara dunia, Rika Wijayanti tetap awas dengan kemampuan lawan. Terutama pilot Thailand. “Kalau dari jam terbang sama. Tetapi tantangannya harus bisa mengendalikan emosi, biar nggak heboh sendiri ketika bertemu lawan,” kata Rika.

Akan tetapi, kendala masih ditemui. Sudah mengenal venue dengan baik, tapi parasut terlambat datang. Padahal, untuk menguasai parasut baru diperlukan waktu minimal tiga bulan. Sedangkan parasut untuk atlet baru datang pertengahan Juni lalu. Pilot perlu waktu untuk mempelajari bagaimana reaksi parasut terhadap angin dan kecepatan melaju yang sangat vital untuk nomor ketepatan mendarat.

“Daripada memaksa atlet untuk memakai yang baru, lebih baik pakai parasut lama mereka karena lebih familier. Kami menyerahkan semua pada atlet,” ujar pelatih pelatnas Yustira Ramadhani. (nap/feb/iza/jpg/k8)


BACA JUGA

Rabu, 16 Januari 2019 10:04

Tingkatkan Kompetensi Wasit

BALIKPAPAN–Menggandeng Pengprov Asosiasi Bola Tangan Indonesia (ABTI) Kaltim, ABTI Balikpapan…

Rabu, 16 Januari 2019 07:08

Prioritaskan Bertahan di Kota Raja

TENGGARONG – Mitra Kukar belum menunjukkan geliatnya di bursa transfer.…

Rabu, 16 Januari 2019 07:01

Satgas Antimafia Bola Panggil Imron

SURABAYA – Pekan ini mantan manajer Perseba Super Bangkalan, Imron…

Selasa, 15 Januari 2019 10:18

Kaltim Ikuti Tiga Kategori

SAMARINDA - Jelang pelaksanaan Golden Award Malam Anugerah Olahraga Siwo…

Selasa, 15 Januari 2019 10:17

Iskandar Siap Maju Lagi

SAMARINDA – Berakhirnya masa kepengurusan Persatuan Kempo Indonesia (Perkemi) Kaltim…

Selasa, 15 Januari 2019 10:16

12 Pengkot Habis Masa Kepengurusan

BALIKPAPAN – Memasuki 2019, sejumlah pekerjaan rumah sudah menanti KONI…

Selasa, 15 Januari 2019 08:13

Tanpa Asing di Latihan Perdana

SAMARINDA - Setelah libur sebulan, Borneo FC akhirnya kembali berlatih…

Selasa, 15 Januari 2019 07:28

Tatap Titel Ketujuh

MELBOURNE — Novak Djokovic bersama Roger Federer dan Roy Emerson…

Selasa, 15 Januari 2019 07:25

Siap Juara dengan Status Ibu

MELBOURNE -Terakhir kali Serena Williams berpartisipasi di Australia Terbuka, yakni…

Selasa, 15 Januari 2019 07:24

De Gea Kembali Taklukkan Ibu Kota

LONDON – Ibu kota Inggris menjadi tempat terbaik kiper Manchester…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*