MANAGED BY:
SABTU
18 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Kamis, 09 Agustus 2018 09:16
Mulai Tercium Bau Jenazah

Evakuasi Korban Gempa Lombok Dikebut

BENCANA ALAM: Petugas mengevakuasi jenazah korban yang tertimpa reruntuhan bangunan di Kecamatan Pemenang, Lombok Utara kemarin. (ADEK BERRY/AFP PHOTO)

PROKAL.CO, JAKARTA - Evakuasi korban gempa di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) belum rampung. Tim evakuasi gabungan masih terus bekerja. Sementara jumlah korban meninggal telah menembus angka 131 orang dan berpotensi terus bertambah.

Laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan, hingga Rabu (8/8) pukul 13.00 WIB, jumlah korban meninggal sebanyak 131 orang. Sementara 1.477 orang lainnya luka berat dan dirawat inap di rumah sakit. “Jumlah ini diperkirakan masih akan terus bertambah, mengingat ada laporan warga yang menyatakan masih ada korban di antara reruntuhan,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho kemarin. 

Jumlah pengungsi hingga kemarin dilaporkan 156.003 orang, 42.239 rumah rusak, dan 458 sekolah rusak. Penanganan terus diintensifkan, jumlah personel, bantuan logistik, alat berat, dan distribusi bantuan ditingkatkan.

Tim SAR gabungan terus melakukan evakuasi dan penyisiran terhadap korban yang masih tertimbun bangunan yang roboh. Evakuasi mengerahkan 14 alat berat, empat anjing pelacak, dan personel gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, serta relawan.

Sutopo mengatakan, H+3 ini merupakan saat-saat kritis. Karena ada korban yang masih di bawah reruntuhan dalam keadaan masih hidup dan harus segera dikeluarkan. Sementara penggunaan alat berat harus ekstra hati-hati agar tidak semakin menimbun korban. “Selain itu, sudah tercium bau jenazah dari beberapa tempat,” katanya.

Petugas juga bekerja keras mengevakuasi beberapa masjid. Di antaranya Masjid Jamiul Jamaah di Desa Bangsa, Kecamatan Pemenang, Lombok Utara. Berdasar laporan warga, ada 200 orang yang hadir dalam pengajian saat atap masjid tersebut ambruk digoyang gempa. Selain itu, ada Masjid Jabbal Nur di Dusun Lading-Lading, Desa Tanjung, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara dan Puskesmas Tanjung di Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara.

Sementara tiga pulau wisata, Gili Trawangan, Gili Air, dan Gili Meno sudah klir dari para wisatawan sejak Selasa (7/8) sore. Delapan ribu turis dievakuasi dari pulau tersebut termasuk para pemilik restoran dan resor. Beberapa orang ditinggal untuk menjaga pulau dan properti. 

Keperluan dasar pengungsi terus ditambah. Dapur umum dan dapur lapangan terus didirikan di banyak tempat oleh TNI, Polri, Tagana, OPD, BPBD Jawa Tengah, LSM, dan masyarakat. Logistik juga terus didistribusikan. Seratus ton beras telah dikeluarkan dari Depo Logistik oleh Dinas Sosial dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB.

Distribusi bantuan mengerahkan relawan-relawan dengan kendaraan untuk menyalurkan ke daerah-daerah yang terisolasi dan belum menerima bantuan. “Lebih dari 200 kendaraan mengangkut logistik keperluan dasar pengungsi, seperti makanan, air mineral, selimut, tikar, pakaian, dan sebagainya telah disalurkan dari gudang BPBD NTB,” jelas Sutopo.

Layanan kesehatan untuk korban dilakukan oleh Kementerian Kesehatan, TNI, Polri, Dinas Kesehatan, dan relawan. Kapal rumah sakit KRI dr Soeharso milik TNI sudah sandar di Lombok Utara pada Selasa (7/8) pukul 19.45 Wita dan langsung melayani pasien korban gempa.

Kapal RS Apung Prabu Airlangga dalam perjalanan ke Lombok Utara. Rumah sakit lapangan sudah beroperasi melayani masyarakat, yaitu di Sembalun di Lombok Timur, yaitu RS Batalyon Kesehatan 1, dan di Lombok Utara ada dua rumah sakit lapangan, yaitu dari RS Yonkes 2 oleh Marinir dan Kostrad. Rumah sakit dan puskesmas juga terus melakukan pelayanan kesehatan.

TAMBAHAN PERSONEL

Komandan Penanganan Darurat Bencana (PDB) Gempa Lombok Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, yang juga Danrem 162/Wira Bhakti itu memastikan tim gabungan bekerja keras untuk menuntaskan evakuasi. Mereka menyisir lokasi terdampak gempa untuk mencari dan menyelamatkan korban yang masih tertimbun puing bangunan. Sejalan dengan upaya tersebut, penyaluran bantuan juga terus dilakukan.

Di wilayah Lombok Utara, posko penyaluran bantuan PDB Gempa Lombok berada di markas Koramil Tanjung. Distribusi bantuan yang masuk melalui posko tersebut dilaksanakan secara kolektif. Yakni dengan memberikan bantuan kepada perwakilan masyarakat dari dusun terdampak gempa. Tujuannya tidak lain agar bantuan yang diberikan sesuai kebutuhan masyarakat di masing-masing dusun.

Dari Jakarta, bantuan untuk korban gempa di Lombok juga terus mengalir. Berdasar data dari Mabes TNI, kemarin lima pesawat bertolak dari Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta untuk mengantarkan bantuan tersebut. Kapuspen TNI Mayjen TNI M Sabrar Fadhilah menjelaskan, lima pesawat tersebut membawa bantuan logistik berupa makanan, obat-obatan, selimut, tenda lapangan, dan mobil.

Menurut Sabrar, lima pesawat yang terdiri atas CN A-2906, CN A-2903, CN A-2307, Hercules C-130 A-1323, dan Hercules C-130 A-1318 itu berangkat dalam tiga shorty penerbangan. ”Pesawat pertama diberangkatkan pukul 06.54 WIB dengan membawa 40 relawan,” terang dia. Menyusul pesawat tersebut, penerbangan kedua pada pukul 07.36 WIB bertolak dengan membawa serta 30 relawan dan sejumlah bantuan lainnya.

Kemudian penerbangan ketiga sekitar pukul 08.34 WIB dari Lanud Halim Pernadakusuma mengangkut relawan dan bantuan berupa tenda lapangan, minyak goreng, serta satu unit mobil rescue. Selanjutnya penerbangan keempat dan kelima terbang ke Lombok dengan membawa bantuan makanan dan obat-obatan dari TNI AU, Kodam Jaya, serta Polda Metro Jaya. Selain itu, 25 relawan ikut serta dalam penerbangan tersebut.

Menurut Sabrar, posko bantuan bencana alam yang didirikan Mabes TNI di Lanud Halim Perdanakusuma terbuka 24 jam. Dia memastikan, petugas di posko tersebut siap memfasilitasi masyarakat yang membantu korban gempa di Lombok. “Bantuan dari masyarakat yang sudah terkumpul akan langsung dibawa ke Lombok menggunakan pesawat milik TNI AU,” tegasnya.

GEMPA SUSULAN

Guncangan gempa seperti tiada hentinya di Indonesia. Rabu (8/8) gempa berkekuatan 5,1 SR mengguncang Kabupaten Malang. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 8,92 lintang selatan dan 112,41 bujur timur. Atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 88 km arah selatan Kota Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur pada kedalaman 42 kilometer.

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono menuturkan, gempa Malang itu memiliki intensitas guncangan II MMI hingga III MMI. Dengan skala tersebut, diperkirakan guncangan tidak menimbulkan kerusakan gedung atau bangunan.

Rahmat menjelaskan, dari lokasi episentrum dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi di Malang ini masuk kategori gempa dangkal. “Diakibatkan oleh aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia yang menyusup ke bawah Lempeng Eurasia,” tuturnya.

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan, gempa bumi ini dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan jenis sesar naik (thrust fault). Hingga sore kemarin, BMKG belum menerima laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi tidak berpotensi tsunami.

Sementara itu, BMKG terus merekam adanya gempa susulan di Lombok Utara. Data sampai kemarin siang menyebutkan, total gempa susulan mencapai 324 kali. Dari gempa susulan sebanyak itu, gempa dengan guncangan yang dirasakan berjumlah 20 kali.

KRISIS LISTRIK

Sementara itu, perbaikan listrik terus dilakukan oleh 13 Tim PLN. Listrik sudah menyala di Kecamatan Tanjung, Lombok Utara. Perbaikan listrik di sepanjang daerah Tanjung menuju Pemenang Lombok Utara berlangsung selama dua sampai tiga hari.

PLN memperkirakan perlu waktu sepekan untuk memperbaiki keseluruhan infrastruktur kelistrikan di Lombok. “Terus terang yang cukup memerlukan waktu karena harus mendirikan tiang. Nah, berapa tiang roboh sekarang lagi kami selesaikan,” kata Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Tengah PT PLN (Persero) Amir Rosidi. Selain itu, pihaknya juga masih harus menormalkan kembali trafo yang roboh.

Setelah gempa, beban puncak listrik di Lombok turun dari rata-rata kondisi normal siang hari sebesar 155 megawatt (MW) menjadi 113 MW. Sebab, kegiatan usaha seperti mal, toko, hotel, dan perkantoran berhenti sementara atau tutup. PLN juga berupaya untuk membuat listrik di tiga Gili kembali menyala, yakni Gili Air, Gili Meno, dan Gili Trawangan. Setelah gempa, hampir tidak ada aktivitas ekonomi di sana.

Saat tim PLN menyambangi tiga pulau itu, mereka dihadapkan dengan kondisi yang porak-poranda. Pohon besar tumbang menimpa jaringan kabel dan trafo distribusi jatuh dari dudukannya. Listrik padam total. Dengan bantuan kapal milik TNI, tim PLN berlayar ke Gili Air, Rabu (8/8) untuk memperbaiki jaringan. Tim PLN memindahkan pohon tumbang yang menimpa kabel. Bangunan gardu hubung yang hancur dicek trafonya, coba untuk difungsikan.

RUMAH INSTAN

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menawarkan solusi Rumah Instan Sederhana Sehat (Risha) sebagai solusi atas keperluan permukiman yang mendesak di Bali dan NTB setelah gempa. Total harganya Rp 50 juta. Pas dengan jumlah dana stimulan yang diberikan pemerintah.

Arief Sabaruddin, kepala Pusat Litbang Perumahan dan Permukiman Kementerian PUPR mengungkapkan, bahwa harga Rp 50 juta sudah bisa membangun struktur dan bahan penutup bangunan. Dengan rincian Rp 30 juta untuk struktur dan atap, sisanya Rp 20 juta untuk bahan penutup semi-permanen. “Usia struktur dan atap bisa sampai 50 tahun,” ujar Arief, Rabu (8/8).  

Bahan dindingnya, kata Arief, bisa pakai glassfiber reinforced cement (GRC). Prinsip dasarnya adalah struktur bangunan bisa jadi dulu. Sementara dinding memakai bahan panel yang biasanya bertahan selama lima tahun. Nanti secara bertahap, masyarakat bisa mengganti panel dinding dengan bahan yang lebih permanen. “Atau bisa pakai sisa bahan bangunan yang lama, kami punya pedomannya,” jelas Arief.

Struktur Risha selain tahan gempa, kata Arief juga memiliki kelebihan. Proses membangunnya bisa sangat cepat. Satu unit bisa dikerjakan dalam hitungan sehari saja dengan tiga pekerja. 

Teknologi Risha, ujar Arief, dapat mereduksi kesalahan berulang masyarakat dalam membangun rumah. Khususnya kesalahan detailing pada sistem sambungan penulangan kolom balok dan sebagainya. Dengan teknologi Risha kesalahan berulang tersebut dapat dihilangkan. “Prinsip rumah tahan gempa adalah setiap komponen bangunan saling terikat dengan benar. Bangunan tahan gempa itu boleh rusak, tapi tidak boleh roboh,” katanya. 

Arief mengatakan, rumah Risha ini sudah diterapkan pemerintah saat membangun kawasan hunian sementara (Huntara) untuk pengungsi Gunung Sinabung di Kawasan Hutan Lindung Siosar, Kabupaten Karo, Sumatra Utara. Rumah jenis ini nantinya bisa ditingkatkan ke bangunan yang lebih permanen dengan usia sampai 50 tahun.

Pada 2010, Kementerian PUPR juga membangun rumah dengan konsep Risha ini di Lombok, berdasarkan laporan, rumah-rumah tersebut masih bertahan saat gempa pertama 6,4 skala richter (SR). Namun untuk gempa kedua, masih akan dicek.

Tidak hanya itu, Kementerian PUPR juga telah membangun dan melibatkan masyarakat saat tsunami di Aceh pada 2004. Pembangunan banyak melibatkan masyarakat korban bencana dalam pembangunan. Sehingga, para korban tidak hanya sekadar menunggu bantuan, tapi terlibat dalam pembangunan kembali serta mengisi waktu kosong sampai kondisi perekonomian pulih kembali.

Dalam konsep pembangunan perumahan setelah bencana, Kementerian PUPR selalu memprioritaskan struktur bangunannya terlebih dahulu agar ketahanan bangunan terjamin. Sedangkan dinding pengisi masih menggunakan bahan panel yang umur rencananya kurang dari lima tahun.

Harapannya, masyarakat dapat segera tinggal di rumah sehat dan tahan gempa. “Selanjutnya, mereka bisa secara bertahap meningkatkan kualitas dinding pengisi dengan bahan yang permanen,” jelas Arief. (vir/tau/syn/wan/jpnn/far/k15)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 17 Agustus 2018 12:19
Laos U-23 vs Indonesia U-23

Semangat untuk Menang

JAKARTA – Harapan timnas U-23 Indonesia lolos ke babak 16 besar Asian Games 2018 bisa berada di…

Jumat, 17 Agustus 2018 10:00

Tersangka RPU Tambah Satu

BALIKPAPAN - Penyidik dari Polda Kaltim melanjutkan operasi penggeledahan di Balikpapan Kamis (16/8).…

Jumat, 17 Agustus 2018 08:11

Tumben..!! Belanja Anggaran 2019 Populis

JAKARTA – Pemerintah an Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) telah berhasil mencapai sejumlah keberhasilan.…

Jumat, 17 Agustus 2018 08:08

Kelola Listrik Tenaga Surya, Hasilkan Beragam Usaha

Jauh dari hiruk pikuk kota, bukan berarti Desa Muara Enggelam, Kecamatan Muara Wis, Kutai Kartanegara…

Jumat, 17 Agustus 2018 08:00

Bebas dari Rasa Benci

OLEH: BAMBANG ISWANTO (*) HARI ini, 17 Agustus, bangsa Indonesia memperingati hari ulang tahun kemerdekaan.…

Kamis, 16 Agustus 2018 13:00
Terlama di DPRD Balikpapan, Empat Boks Dokumen Disita

NAH..!! Lima Jam Penyidik Polda Geledah-Geledah

BALIKPAPAN - Sebanyak 13 penyidik dari Subdit III Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Direktorat Reserse…

Kamis, 16 Agustus 2018 12:00
Sistem Rujukan Online BPJS Kacau

RSUD AWS Tolak Layani, Puluhan Pasien Protes

SAMARINDA - Puluhan orang yang mendapat rujukan pelayanan kesehatan protes di RSUD Abdul Wahab Sjahranie…

Rabu, 15 Agustus 2018 13:00

Gubernur Tolak Tim Transisi Bentukan Bakal Gubernur, Ini Alasannya

SAMARINDA–Awang Faroek Ishak dan Isran Noor seperti berbalas pantun. Kali ini, gubernur Kaltim…

Rabu, 15 Agustus 2018 12:00

Protes Deras, Proyek Masjid Jalan Terus

SAMARINDA – Kisruh pembangunan masjid di Lapangan Kinibalu belum menunjukkan tanda-tanda berhenti.…

Rabu, 15 Agustus 2018 11:12

Tidak Berpolitik, tapi Berbobot Politik

JAKARTA – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menaruh harapan besar terhadap pasangan Joko Widodo-Ma’ruf…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .