MANAGED BY:
MINGGU
18 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Kamis, 09 Agustus 2018 09:12
Kelanjutan Proyek Jembatan Teluk Balikpapan
Fisik Belum Jalan, Pastikan Investor Serius
-

PROKAL.CO, PENAJAM - Sepekan setelah dilantik, Penjabat (Pj) Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Bere Ali langsung memonitor sejumlah proyek besar di daerahnya. Salah satunya proyek Jembatan Tol Laut Teluk Balikpapan. Dia memastikan, pembangunan jembatan yang menghubungkan Balikpapan-PPU terus berjalan.

Dia mengatakan, proyek ini telah dibiayai oleh swasta melalui konsorsium. Dengan porsi saham terbesar PT Waskita Toll Road sebagai pemrakarsa 60 persen. Kemudian Perusda Balikpapan memilki saham sebesar 5 persen, Perusda Benuo Taka (milik Pemkab PPU) 15 persen, dan Perusda Melati Bhakti Satya (milik Pemprov Kaltim) 20 persen.

Bukti keseriusan proyek itu, Waskita sudah membangun pabrik precast di Buluminung, Penajam. Yakni mesin pencetak beton bertulang dengan berbagai ukuran. Yang nantinya memang fokus untuk memenuhi kebutuhan pembangunan jalan tol laut tersebut.

“Pemkab PPU juga sangat serius dengan rencana tersebut. Semua akses jembatan di sisi PPU sudah siap. Baik lahannya, perencanaan jalan pendekat dan sebagainya, semua sudah siap,” ujarnya. Dia meyakini sama halnya dengan Balikpapan.

Sementara itu, pekerjaan fisik di lapangan memang belum dimulai. Namun, pembangunan pabrik precast itu menurutnya menjadi satu rangkaian dengan pembangunan. Sebab, membangun jembatan tol memang tak bisa serta-merta. Perlu persiapan material pembangunannya. “Sambil mempersiapkan, sambil diselesaikan semuanya,” imbuhnya.

Menurutnya, sampai saat ini memang belum ada penyetoran modal investasi dari Perusda Balikpapan, maupun perusda milik Pemkab PPU dan perusda milik Pemprov Kaltim. Sebab, besarnya nilai investasi juga masih terus bergerak. “Tapi, saya akan coba dalami dulu lebih detailnya,” pungkasnya. 

Terpisah, Farid Nurrahman, dosen perencanaan wilayah dan tata ruang Institut Teknologi Kalimantan (ITK), Balikpapan melihat saat ini keberadaan jembatan itu memang belum mendesak. Tapi, akan sangat diperlukan 20–50 tahun ke depan. “Kalau bicara ke situ, jembatan itu baik untuk kedua belah pihak. Balikpapan maupun PPU,” ujarnya.

Dia melanjutkan, berdasarkan perencanaan tata ruang wilayah Balikpapan, perkembangan kota diarahkan ke utara. Namun arealnya terbatas, karena kebanyakan hutan raya tak bisa dibangun. Dalam arti, kemungkinan besar perkembangan kota akan mengarah ke Penajam jika jembatan dibangun.

Dampaknya, kemudahan akses akan memperbesar Balikpapan, di mana Penajam akan menjadi penunjang utama Kota Minyak. Diikuti fenomena kenaikan harga properti di Penajam karena banyak pekerja di Balikpapan yang memilih tinggal di Penajam. Dan hal itu sangat positif untuk pertumbuhan ekonomi.

Dampak lainnya, kegiatan penyeberangan laut melalui feri akan semakin sepi bahkan bisa ditinggal. Pengendara lebih memilih tol karena lebih cepat, meski mengeluarkan biaya yang ekstra atau dengan kata lain tak jauh berbeda dengan biaya feri. “Tapi, lewat jembatan lebih cepat dari feri,” tegasnya.

Belajar dari kasus pembangunan Jembatan Suramadu di Jawa Timur, yang mematikan kegiatan penyeberangan di Pelabuhan Kamal, Madura. Waktu tempuh yang lama membuat masyarakat beralih menggunakan jembatan. Jadi, perekonomian di sekitar Pelabuhan Kamal mati, berpindah ke kawasan sekitar Jembatan Suramadu.

Yang menjadi persoalan untuk Kaltim, penguasaan lahan di sekitar Jembatan Balikpapan-PPU harus menjadi perhatian. “Percuma saja dibangun jembatan kalau tanah-tanah itu sudah dikuasai oknum-oknum tertentu yang bisa menghambat pertumbuhan ekonomi,” jelasnya.

Diketahui, Jembatan Tol Teluk Balikpapan dibangun dari Nipahnipah di PPU menghubungkan Melawai, Balikpapan. Infrastruktur sepanjang 7,7 kilometer itu juga akan terhubung dengan coastal area di pesisir Kota Minyak. Adapun nilai investasi proyek tersebut sebesar Rp 16 triliun. (rsh/rom/k15)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 17 November 2018 11:46

Pansel Tegas..!! Ada "Cacat", 9 Calon Komisioner KPU Kaltim Gugur Diseleksi Berkas

SAMARINDA  –   Seleksi calon komisioner KPU Kaltim 2018-2023 mulai makan korban.…

Sabtu, 17 November 2018 01:31

Penertiban Kopi Pangku Harus Konsisten

TENGGARONG   -   Pengungkapan kasus Human Traficking di warung kopi pangku di jalur…

Sabtu, 17 November 2018 00:02

Tak Mudah Beroperasi Kembali, Izin Merpati Tidak Berlaku

JAKARTA  –  Upaya maskapai penerbangan Merpati Nusantara Airlines (MNA) untuk beroperasi…

Jumat, 16 November 2018 14:28

Berkas Alphard Dilimpahkan ke Kejari Samarinda

SAMARINDA - Perkara dugaan penipuan yang menjerat ketua DPRD Samarinda nonaktif, Alphard Syarief…

Jumat, 16 November 2018 08:27

Belajar dari Ulama “Budek”

Oleh: Bambang Iswanto DI tahun politik, para elite politik harus bisa menahan diri untuk tidak salah…

Jumat, 16 November 2018 06:49

Menanti Solusi Rendahnya Harga TBS

SAMARINDA – Pemerintah tampaknya harus lebih serius dalam menangani penurunan harga tandan buah…

Kamis, 15 November 2018 11:40

BPK Akui Sulit Awasi Desa

BALIKPAPAN - Alokasi dana desa yang saat ini pagunya bisa sampai 2-3 miliar per desa, menjadi tantangan…

Selasa, 13 November 2018 10:24

DUH PAYAH..!! Persentase Kelulusan CPNS Masih Rendah

TANA PASER–Seleksi penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) di Assessment Center Kantor Badan…

Selasa, 13 November 2018 07:35

Tugboat Batu Bara Tenggelam di Perairan Bunyu, Dua ABK Belum Ditemukan

TARAKAN – Kecelakaan di perairan Kalimantan Utara (Kaltara) kembali terjadi. Kali ini, sebuah…

Selasa, 13 November 2018 06:41

YESS..!! Merpati Siap Kembali Mengudara Tahun Depan

JAKARTA – Setelah mengalami penghentian operasi pada 2014 silam, maskapai pelat merah, Merpati,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .