MANAGED BY:
MINGGU
21 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

BALIKPAPAN

Kamis, 09 Agustus 2018 08:52
Masih Mahal hingga Oktober

Tiga Pasar Jual Daging Ayam Melebihi HET

BEDA HARGA: Pedagang di pasar tradisional Balikpapan tak semuanya mematuhi HET daging ayam. Di Pasar Sepinggan, harga ayam bahkan menembus angka Rp 40.000/kilogram. (ANGGI PRADITHA)

PROKAL.CO, BALIKPAPAN - Harga daging ayam mulai berangsur normal di dua pasar tradisional di Balikpapan. Sebaliknya, pedagang di tiga pasar tradisional masih menjual melebihi harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Yakni Rp 32.000 per kilogram.

Harga daging ayam yang melebihi HET ditemukan di Pasar Klandasan, Pasar Muara Rapak dan Pasar Sepinggan. Pedagang ayam di pasar tersebut masing-masing menjual sebesar Rp 34.000/kilogram, Rp 33.000/kilogram dan 40.000/kilogram. Meski terjadi penurunan, kondisi ini diprediksi tak berlangsung lama. Kepada Kaltim Post,KetuaPerhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) Kaltim Zamroni Yusro menuturkan, harga daging ayam dan telur diperkirakan stabil Oktober nanti.

”Masih lama kelihatannya harga baru stabil. Apalagi kalau harga pakan dan DOC (day old chicken/bibit ayam) tidak turun,” ungkapnya. Dikatakan, harga pakan ayam saat ini bermacam-macam. Tergantung kualitas. Sebelum ada kenaikan, harga pakan rata-rata dijual Rp 6.700-6.800 per kilogram. Setelah ada kenaikan beberapa pekan terakhir menyentuh angka Rp 7.000-Rp 7.300 per kilogram. ”Ada kenaikan Rp 300 per kilogram,” ucapnya. Karena harga pakan didatangkan dari Pulau Jawa, ongkos transportasi juga meroket.

Zamroni mengatakan, biaya angkut satu kontainer pakan kini berkisar Rp 12-13 juta. Padahal sebelumnya Rp 11 juta. Alhasil peternak di Kaltim kemudian menjual pakan di angka Rp 8.000 per kilogram. ”Setelah dihitung biayanya,

Harga pakan bisa Rp 8.000 per kilogram. Terbesar sepanjang sejarah,” sebutnya.

“Jadi, selama di hulu belum turun, harga ayam di hilir tidak akan normal,” imbuhnya. Turunnya harga daging ayam dalam dua hari terakhir, menurut Zamroni disebabkan adanya inspeksi pemerintah. “Tapi itu cuma jangka pendek. Ke depan ada sanksi kepada pedagang agar tidak mengambil untung yang besar,” ungkapnya. Karena itu, mewakili Pinsar Kaltim, dia menyarankan pemkot bersama pihak terkait memasang informasi harga kebutuhan pokok secara elektronik.

“Jadi ada informasi harga acuan. Harga ayam potong hari ini per ekor sekian. Ketika pembeli mau beli, sudah tau harganya. Dan bagi yang menjual lebih dari itu, sanksinya pencabutan larangan. Ini sudah saya sarankan tapi belum jalan, inginnya sidak terus,” kritiknya. Selain menyediakan informasi harga secara real time di pasar-pasar tradisional, Zamroni berharap pemerintah membangun rumah pemotongan ayam (RPA).

Dikatakan, belum ada daerah di Kaltim yang memiliki RPA. Tertinggal dari Kalsel. Mengapa keberadaan RPA begitu vital? ”Kalau setiap kota ada RPA-nya, pasti punya freezer, penampungan ayam beku yang besar. Semua ayam potong yang masuk ke pasar masuk dulu ke RPA. Di Kaltim, ayam beku 100 persen dari luar Kaltim,” bebernya.

BANTAH KARTEL

Terkait meroketnya harga ayam beberapa hari terakhir, Zamroni turut meluruskan informasi yang menyebut adanya kartel. Apalagi tudingan mengarah ke Pinsar. ”Yang harus diluruskan bahwa peran Pinsar itu terhadap harga ayam dan telur vital sekali. Membantu pemerintah dalam menyajikan sebuah data yang akurat. Tanpa data, pemerintah tentu tidak punya landasan kebijakan,” katanya. Menurutnya, Pinsar sudah berdiri lebih dari 25 tahun. Keberadaannya diakui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

”Kalau Pinsar ini organisasi biasa. Tidak mungkin sebesar ini. Satgas Pangan yang melakukan penelitian sudah menyatakan Pinsar bukan kartel. Pinsar ini berperan menstabilkan harga dan kebutuhan daging ayam dan telur,” katanya.

PASOKAN KURANG

Kebutuhan daging ayam di Kaltim yang dirilis Dinas Peternakan Provinsi mencapai 166 ribu ekor per hari. Sementara dari data Pinsar, angkanya 160 ribu ekor per hari. Adapun kondisi saat ini, kebutuhan daging ayam tak terpenuhi. Zamroni menuturkan, sejak pemerintah melarang pemakaian pakan ternak, Antibiotic Growth Promoters (AGP), pasokan menurun 15-20 persen. “Pencabutan AGP membuat produksi menurun. Karena ayam mati. Padahal kematian pada 2017 paling tinggi 5 persen. DOC juga turun sekitar 8-10 persen. Makanya kebutuhan daging ayam potong di Kaltim turun 20 persen,” ungkapnya. (riz2/k18)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 19 Oktober 2018 08:01

Layanan Terganggu sampai Pekan Depan

BALIKPAPAN - Jaringan distribusi air PDAM Balikpapan kembali mengalami gangguan. Bocornya pipa transmisi…

Kamis, 18 Oktober 2018 07:50

Raperda Larangan LGBT di Balikpapan Belum Bisa Dibuat, Ini Penyebabnya..

BALIKPAPAN - Warga Balikpapan yang menentang adanya aktivitas lesbian, gay, biseksual dan transgender…

Senin, 15 Oktober 2018 22:24

Ramai Isu LGBT di Balikpapan, Ini Pandangan Piatur Pangaribuan dari Sisi Hukum..

BALIKPAPAN - Para pelaku lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) tidak bisa dihukum secara pidana.…

Minggu, 14 Oktober 2018 15:37

Posko Pengungsian Resmi Ditutup, Ada Pengungsi yang Masih Tidur di Bandara SAMS, Ini Alasannya..

PENGUNGSI BANDARA: Muzain (29) bersama kedua anaknya masih bertahan di posko pengungsian Bandara SAMS,…

Sabtu, 13 Oktober 2018 13:18

Posko Pengungsian di Bandara SAMS Sepinggan Resmi Ditutup, Ini Lokasi Posko Jika Masih Mau Serahkan Bantuan..

BALIKPAPAN - Posko pengungsi korban bencana alam Sulawesi Tengah di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman…

Jumat, 12 Oktober 2018 16:10

Suruh Pacar Ketemuan sama Mantan, Eh Ternyata Ada Udang di Balik Batu, Ini yang Dilakukannya..

BALIKPAPAN- Seorang pemuda diamankan anggota Polsek Balikpapan Barat karena diduga melakukan pencurian…

Jumat, 12 Oktober 2018 15:12

Ini Kronologi Penemuan Mayat di Stadion Batakan, Benarkah Ada Gas Beracun di Stadion?

BALIKPAPAN- Kapolsek Balikpapan Timur, Kompol Dody Susantyoko memastikan kematian pria di dalam Stadion…

Jumat, 12 Oktober 2018 15:09

Penemuan Mayat di Stadion Batakan, Ditemukan Usai Persiba Balikpapan Selesai Latihan

BALIKPAPAN - Suasana istirahat tim Persiba Balikpapan usia melakukan latihan mendadak riuh. Seluruh…

Selasa, 09 Oktober 2018 08:31

Capaian Imunisasi MR Baru 47,23 Persen

BALIKPAPAN – Pemkot Balikpapan dapat kesempatan kedua. Menggenjot capaian vaksinasi measles dan…

Selasa, 09 Oktober 2018 08:27

India Pertama, Australia Terakhir

BALIKPAPAN – Sejak kejadian gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah (Sulteng) hampir dua pekan lalu,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .