MANAGED BY:
RABU
22 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

BALIKPAPAN

Kamis, 09 Agustus 2018 08:52
Masih Mahal hingga Oktober

Tiga Pasar Jual Daging Ayam Melebihi HET

BEDA HARGA: Pedagang di pasar tradisional Balikpapan tak semuanya mematuhi HET daging ayam. Di Pasar Sepinggan, harga ayam bahkan menembus angka Rp 40.000/kilogram. (ANGGI PRADITHA)

PROKAL.CO, BALIKPAPAN - Harga daging ayam mulai berangsur normal di dua pasar tradisional di Balikpapan. Sebaliknya, pedagang di tiga pasar tradisional masih menjual melebihi harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Yakni Rp 32.000 per kilogram.

Harga daging ayam yang melebihi HET ditemukan di Pasar Klandasan, Pasar Muara Rapak dan Pasar Sepinggan. Pedagang ayam di pasar tersebut masing-masing menjual sebesar Rp 34.000/kilogram, Rp 33.000/kilogram dan 40.000/kilogram. Meski terjadi penurunan, kondisi ini diprediksi tak berlangsung lama. Kepada Kaltim Post,KetuaPerhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) Kaltim Zamroni Yusro menuturkan, harga daging ayam dan telur diperkirakan stabil Oktober nanti.

”Masih lama kelihatannya harga baru stabil. Apalagi kalau harga pakan dan DOC (day old chicken/bibit ayam) tidak turun,” ungkapnya. Dikatakan, harga pakan ayam saat ini bermacam-macam. Tergantung kualitas. Sebelum ada kenaikan, harga pakan rata-rata dijual Rp 6.700-6.800 per kilogram. Setelah ada kenaikan beberapa pekan terakhir menyentuh angka Rp 7.000-Rp 7.300 per kilogram. ”Ada kenaikan Rp 300 per kilogram,” ucapnya. Karena harga pakan didatangkan dari Pulau Jawa, ongkos transportasi juga meroket.

Zamroni mengatakan, biaya angkut satu kontainer pakan kini berkisar Rp 12-13 juta. Padahal sebelumnya Rp 11 juta. Alhasil peternak di Kaltim kemudian menjual pakan di angka Rp 8.000 per kilogram. ”Setelah dihitung biayanya,

Harga pakan bisa Rp 8.000 per kilogram. Terbesar sepanjang sejarah,” sebutnya.

“Jadi, selama di hulu belum turun, harga ayam di hilir tidak akan normal,” imbuhnya. Turunnya harga daging ayam dalam dua hari terakhir, menurut Zamroni disebabkan adanya inspeksi pemerintah. “Tapi itu cuma jangka pendek. Ke depan ada sanksi kepada pedagang agar tidak mengambil untung yang besar,” ungkapnya. Karena itu, mewakili Pinsar Kaltim, dia menyarankan pemkot bersama pihak terkait memasang informasi harga kebutuhan pokok secara elektronik.

“Jadi ada informasi harga acuan. Harga ayam potong hari ini per ekor sekian. Ketika pembeli mau beli, sudah tau harganya. Dan bagi yang menjual lebih dari itu, sanksinya pencabutan larangan. Ini sudah saya sarankan tapi belum jalan, inginnya sidak terus,” kritiknya. Selain menyediakan informasi harga secara real time di pasar-pasar tradisional, Zamroni berharap pemerintah membangun rumah pemotongan ayam (RPA).

Dikatakan, belum ada daerah di Kaltim yang memiliki RPA. Tertinggal dari Kalsel. Mengapa keberadaan RPA begitu vital? ”Kalau setiap kota ada RPA-nya, pasti punya freezer, penampungan ayam beku yang besar. Semua ayam potong yang masuk ke pasar masuk dulu ke RPA. Di Kaltim, ayam beku 100 persen dari luar Kaltim,” bebernya.

BANTAH KARTEL

Terkait meroketnya harga ayam beberapa hari terakhir, Zamroni turut meluruskan informasi yang menyebut adanya kartel. Apalagi tudingan mengarah ke Pinsar. ”Yang harus diluruskan bahwa peran Pinsar itu terhadap harga ayam dan telur vital sekali. Membantu pemerintah dalam menyajikan sebuah data yang akurat. Tanpa data, pemerintah tentu tidak punya landasan kebijakan,” katanya. Menurutnya, Pinsar sudah berdiri lebih dari 25 tahun. Keberadaannya diakui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

”Kalau Pinsar ini organisasi biasa. Tidak mungkin sebesar ini. Satgas Pangan yang melakukan penelitian sudah menyatakan Pinsar bukan kartel. Pinsar ini berperan menstabilkan harga dan kebutuhan daging ayam dan telur,” katanya.

PASOKAN KURANG

Kebutuhan daging ayam di Kaltim yang dirilis Dinas Peternakan Provinsi mencapai 166 ribu ekor per hari. Sementara dari data Pinsar, angkanya 160 ribu ekor per hari. Adapun kondisi saat ini, kebutuhan daging ayam tak terpenuhi. Zamroni menuturkan, sejak pemerintah melarang pemakaian pakan ternak, Antibiotic Growth Promoters (AGP), pasokan menurun 15-20 persen. “Pencabutan AGP membuat produksi menurun. Karena ayam mati. Padahal kematian pada 2017 paling tinggi 5 persen. DOC juga turun sekitar 8-10 persen. Makanya kebutuhan daging ayam potong di Kaltim turun 20 persen,” ungkapnya. (riz2/k18)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 21 Agustus 2018 08:43

Perbaikan Panel Tunggu Pemeriksaan Polisi

BALIKPAPAN – Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Balikpapanmasih menunggu hasil pemeriksaan kepolisian…

Selasa, 21 Agustus 2018 08:42

Harga Naik, Stok Dijamin Aman

BALIKPAPAN - Harga sembako jelang Iduladha mengalami peningkatan. Angkanya mencapai 5 persen. Kenaikan…

Selasa, 21 Agustus 2018 08:39

Dua Jamaah Tak Bisa Ikut Wukuf

JELANG wukuf, cuaca buruk melanda Arafah. Angin kencang dan hujan terjadi sejak Ahad (19/8) magrib.…

Selasa, 21 Agustus 2018 08:36

Tanamkan Sikap Peduli kepada Anak Didik

BALIKPAPAN - SMPIT dan SDIT Istiqamah Balikpapan Selatan ambil bagian dalam penanggulangan bencana…

Selasa, 21 Agustus 2018 08:34

Ajak Warga Jaga Kelestarian Air

BALIKPAPAN - PDAM Balikpapan bersama mahasiswa Universitas Balikpapan (Uniba) yang melakukan kuliah…

Senin, 20 Agustus 2018 08:32

Dugaan Mengarah ke Orang Dalam

BALIKPAPAN – Hingga Minggu (19/8), pelaku pencurian panel genset di Stadion Batakan, Balikpapan…

Senin, 20 Agustus 2018 08:29

Kebakaran Lahan Mengintai

BALIKPAPAN - Cuaca terik yang melanda Kota Minyak beberapa hari terakhir mulai mengancam. Dalam kurun…

Senin, 20 Agustus 2018 08:26

Galang Dana Sekaligus Edukasi Sejarah

KEPEDULIAN terhadap korban gempa bumi yang terjadi di Lombok, Nusa Tenggara Barat, terus ditunjukkan…

Senin, 20 Agustus 2018 08:21

Tak Perlu Khawatir meski dari Luar Daerah

DISTRIBUSI sapi ke Balikpapan jelang Iduladha mengalami peningkatan. Dalam dua bulan terakhir (Juli-Agustus),…

Minggu, 19 Agustus 2018 12:12

Tarian di Semarak Hari Kemerdekaan

REPUBLIK Indonesia baru saja merayakan hari ulang tahun (HUT) ke-73 pada Jumat (17/8). Untuk memeriahkan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .