MANAGED BY:
KAMIS
18 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KALTIM

Kamis, 09 Agustus 2018 08:41
Pilih Maratua Sebelum ke Radja Ampat

Ketika Disbudpar Jemput Wisatawan di Bandara Kalimarau

MARATUA: Kepala Disbudpar Mappasikra (kanan) saat befoto bersama wisatawan asal Italia yang baru tiba di Bandara Kalimarau, Rabu (8/8) kemarin. (Dok/hms)

PROKAL.CO, Banyak yang bertanya, ada event apa yang berlangsung di Kabupaten Berau, sehingga untuk mendapat seat (tempat duduk) penerbangan sangat sulit. Dari empat maskapai yang melayani, baik berangkat maupun kembali ke Bandara Kalimarau, selalu terisi penuh.

SECARA berkala, saya sering memimpin beberapa personel Dinas Kebudayaan dan Pariwisata untuk meluangkan ke bandara Kalimarau, bertepatan dengan tibanya pesawat. Hal itu kembali saya lakukan, Rabu (8/8).  Ada janji menjemput dua orang personel dari Universitas Pelita Harapan (UPH) yang akan melakukan penelitian di sejumlah destinasi wisata bahari. Yakni Yustisia selaku Departement Chair of Travel Industry Management.

Namun, saya juga punya catatan, akan datang belasan wisatawan yang akan ke Pulau Maratua.  Biasanya, wisatawan mancanegara asal Eropa, memilih perjalanan langsung dari Balikpapan menuju Maratua ikut pesawat carter. Kali ini tiga keluarga asal Italia berjumlah sembilan orang, memilih perjalanan melalui Tanjung Redeb.

Memasuki ruang kedatangan, anak-anak wisatawan asal Italia langsung berlarian menikmati sajian musik sampe yang selalu hadir di ruang kedatangan bandara. Mereka berfoto sambil menunggu barang bawaan.

Menurut mereka, ke Maratua adalah kunjungan kali pertama. Mereka berangkat pagi hari dari bandara Jakarta. Di Kalimarau, sudah dijemput dengan travel yang mengatur perjalanan mereka selama di Maratua. Selain ke Maratua, juga akan mengunjungi Radja Ampat di Papua. Mereka akan menginap selama enam hari di Maratua.

Selain wisatawan asal Italia tersebut, juga ada beberapa wisatawan asal Perancis yang tiba bersamaan.  Berikut 15 orang wisatawan asal Thailand.  Mereka ini wisatawan yang menggunakan kapal pesiar yang sudah menunggu di Tanjung Batu. Menurut Teddy Abay selaku agen, wisatawan asal Thailand tersebut merupakan rangkaian berwisata dengan kapal dan menetap di kapal selama lima hari perjalanan wisata. “Jadi perjalanan ini adalah life on board,” kata Teddy.

Kehadiran wisatawan kemarin, menjadi pertanda pilihan berwisata bahari di Berau, cukup tinggi. Resor yang ada di Maratua dikelola Nabuco memang  dipasarkan ke Eropa.  Setiap tahun jumlahnya cukup besar. Belum lagi wisatawan yang datang dan menginap selain resor yang dikelola Nabuco

Yang melakukan life on board (LOB), beberapa bulan lalu sebanyak 200 wisatawan bergantian ikut dalam kapal pesiar White Manta yang melayani perjalanan wisata mereka berkeliling pulau Maratua, kakaban dan Sangalaki. Kebutuhan makan dan minum semuanya dilayani selama perjalanan menggunakan kapal pesiar. Diperkirakan tahun ini lebih dari 200 wisatawan asal Korea, Thailand dan asal Jepang ikut dalam LOB.

Tak salah, apabila kami dari Disbudpar menjemput langsung para wisatawan.  Ada yang kurang memang, yakni suguhan tarian khas daerah atau sekadar memberikan cendera mata. Tapi itu bisa dilakukan di waktu.

 Yang jelas, wisatawan itu akan melakukan penyelaman di perairan Maratua. Andai saja paus orca datang lagi dan bisa mereka saksikan, akan melengkapi perjalanan tersebut. (adv/mps/san/k18)

loading...

BACA JUGA

Rabu, 17 Oktober 2018 13:00

Taman Bersemi Tidak Akan Dibongkar

SANGATTA–Taman Bersemi atau yang lebih dikenal dengan sebutan STQ, di Sangatta Utara, Kutai Timur,…

Rabu, 17 Oktober 2018 11:46

SYUKURLAH..!! Di Daerah Ini, Kasus Bakar Hutan dan Lahan Mulai Kurang

TABALAR–Kasus pembakaran hutan dan lahan mulai berkurang. Bahkan, cenderung tak tampak lagi. Selain…

Rabu, 17 Oktober 2018 11:44

Main Togel, Dua Orang Diamankan

BONTANG–Dua pelaku perjudian toto gelap alias togel diamankan Unit Opsnal Sat Reskrim Polres Bontang.…

Rabu, 17 Oktober 2018 11:24

Kawal Pembangunan Dua Masjid

BONTANG–Pembangunandua masjid mendapat perhatian penuh DPRD Bontang. Yakni, Masjid As-Salam di…

Rabu, 17 Oktober 2018 11:21

KEK Maloy Jadi Andalan

SANGATTA–Penataan ruang di Kutai Timur telah menjadi sorotan. Pemkab diminta membuat tata ruang…

Rabu, 17 Oktober 2018 11:10

KOK GITU? Siswa Diwajibkan Beli Kerajinan

SENDAWAR–Sangat ironis, masih ada pihak sekolah yang mewajibkan anak didiknya membeli kerajinan…

Rabu, 17 Oktober 2018 11:05

Pelamar Online Sudah Capai 1.753 Orang

TANA PASER - Penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) atau aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten…

Rabu, 17 Oktober 2018 07:00

Awali Kampanye di Muara Jawa

MANTAN Gubernur Katim Awang Faroek Ishak didapuk menjadi Ketua TIM Nasional (TKN) pasangan Joko Widodo…

Selasa, 16 Oktober 2018 10:46

Kutim Rawan Konflik, Kata Kapolres Persaingan Parpol dan SARA Masih Kental

SANGATTA- Kabupaten Kutai Timur (Kutim) penduduknya  terdiri dari berbagai suku adat, masuk peta…

Selasa, 16 Oktober 2018 10:45

Alasan Ekonomi, Suami Istri Menjambret

BONTANG - Jajaran Polsek Bontang Selatan mengamankan pasangan suami istri (pasutri) pelaku jambret,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .