MANAGED BY:
MINGGU
19 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KALTIM

Kamis, 09 Agustus 2018 08:41
Pilih Maratua Sebelum ke Radja Ampat

Ketika Disbudpar Jemput Wisatawan di Bandara Kalimarau

MARATUA: Kepala Disbudpar Mappasikra (kanan) saat befoto bersama wisatawan asal Italia yang baru tiba di Bandara Kalimarau, Rabu (8/8) kemarin. (Dok/hms)

PROKAL.CO, Banyak yang bertanya, ada event apa yang berlangsung di Kabupaten Berau, sehingga untuk mendapat seat (tempat duduk) penerbangan sangat sulit. Dari empat maskapai yang melayani, baik berangkat maupun kembali ke Bandara Kalimarau, selalu terisi penuh.

SECARA berkala, saya sering memimpin beberapa personel Dinas Kebudayaan dan Pariwisata untuk meluangkan ke bandara Kalimarau, bertepatan dengan tibanya pesawat. Hal itu kembali saya lakukan, Rabu (8/8).  Ada janji menjemput dua orang personel dari Universitas Pelita Harapan (UPH) yang akan melakukan penelitian di sejumlah destinasi wisata bahari. Yakni Yustisia selaku Departement Chair of Travel Industry Management.

Namun, saya juga punya catatan, akan datang belasan wisatawan yang akan ke Pulau Maratua.  Biasanya, wisatawan mancanegara asal Eropa, memilih perjalanan langsung dari Balikpapan menuju Maratua ikut pesawat carter. Kali ini tiga keluarga asal Italia berjumlah sembilan orang, memilih perjalanan melalui Tanjung Redeb.

Memasuki ruang kedatangan, anak-anak wisatawan asal Italia langsung berlarian menikmati sajian musik sampe yang selalu hadir di ruang kedatangan bandara. Mereka berfoto sambil menunggu barang bawaan.

Menurut mereka, ke Maratua adalah kunjungan kali pertama. Mereka berangkat pagi hari dari bandara Jakarta. Di Kalimarau, sudah dijemput dengan travel yang mengatur perjalanan mereka selama di Maratua. Selain ke Maratua, juga akan mengunjungi Radja Ampat di Papua. Mereka akan menginap selama enam hari di Maratua.

Selain wisatawan asal Italia tersebut, juga ada beberapa wisatawan asal Perancis yang tiba bersamaan.  Berikut 15 orang wisatawan asal Thailand.  Mereka ini wisatawan yang menggunakan kapal pesiar yang sudah menunggu di Tanjung Batu. Menurut Teddy Abay selaku agen, wisatawan asal Thailand tersebut merupakan rangkaian berwisata dengan kapal dan menetap di kapal selama lima hari perjalanan wisata. “Jadi perjalanan ini adalah life on board,” kata Teddy.

Kehadiran wisatawan kemarin, menjadi pertanda pilihan berwisata bahari di Berau, cukup tinggi. Resor yang ada di Maratua dikelola Nabuco memang  dipasarkan ke Eropa.  Setiap tahun jumlahnya cukup besar. Belum lagi wisatawan yang datang dan menginap selain resor yang dikelola Nabuco

Yang melakukan life on board (LOB), beberapa bulan lalu sebanyak 200 wisatawan bergantian ikut dalam kapal pesiar White Manta yang melayani perjalanan wisata mereka berkeliling pulau Maratua, kakaban dan Sangalaki. Kebutuhan makan dan minum semuanya dilayani selama perjalanan menggunakan kapal pesiar. Diperkirakan tahun ini lebih dari 200 wisatawan asal Korea, Thailand dan asal Jepang ikut dalam LOB.

Tak salah, apabila kami dari Disbudpar menjemput langsung para wisatawan.  Ada yang kurang memang, yakni suguhan tarian khas daerah atau sekadar memberikan cendera mata. Tapi itu bisa dilakukan di waktu.

 Yang jelas, wisatawan itu akan melakukan penyelaman di perairan Maratua. Andai saja paus orca datang lagi dan bisa mereka saksikan, akan melengkapi perjalanan tersebut. (adv/mps/san/k18)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 18 Agustus 2018 11:05
Lelang Investasi Jembatan Tol

BPJT Jajaki Investor, Pembangunan Mulai November 2018

PENAJAM - Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) tengah melakukan market sounding terhadap pembangunan Jembatan…

Sabtu, 18 Agustus 2018 11:04

Yusran Aspar Tetap Kawal Jembatan Tol

PENAJAM - Yusran Aspar akhirnya memilih pensiun dari dunia perpolitikan. Mantan Bupati Penajam Paser…

Sabtu, 18 Agustus 2018 10:58

Sudah Tiga Hari Lahan Gambut Terbakar

PENAJAM - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terjadi di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).…

Sabtu, 18 Agustus 2018 10:56

Masyarakat Disarankan Beli Sapi di Pasar Ternak

TANA PASER - Di Kabupaten Paser terdapat Pasar Ternak yang berjarak 18 kilometer dari Kota Tana Paser.…

Sabtu, 18 Agustus 2018 10:50

Toko Modern di Loktuan Tidak Dapat Izin

BONTANG–Salah satu toko modern di Jalan Slamet Riyadi, Loktuan, hingga kini belum mendapat izin…

Sabtu, 18 Agustus 2018 10:50

Pengembangan Pariwisata Masih Terkendala

.pDOK/KP PARIWISATA: Pengembangan sektor pariwisata di Kutim terus diupayakan, namun masih terhambat…

Sabtu, 18 Agustus 2018 10:49

RSUD Diminta Penuhi 5 Poin

SANGATTA–Investigasi dugaan pencemaran lingkungan di sekitar Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kudungga…

Sabtu, 18 Agustus 2018 10:47

Hanya Melakukan Pergeseran Anggaran

BONTANG–Tidak adanya pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2018…

Sabtu, 18 Agustus 2018 10:43

Saluran Harus Steril Tanggung Jawab DLH

SANGATTA–Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kutai Timur menyatakan temuan bahan bakar minyak (BBM) solar…

Sabtu, 18 Agustus 2018 10:41

Auditor Bantah Ada Terjadi Kongkalikong

TANJUNG REDEB–Auditor Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Segah Tenni Ginting menegaskan,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .