MANAGED BY:
RABU
14 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Kamis, 09 Agustus 2018 12:00
MANTAP..!! PHSS Resmi Kelola WK Sanga-Sanga

Tahun Depan Bor 29 Sumur, Rekrut 100 Persen Karyawan VICO

SINERGI: Tumbur Parlindungan (kiri) bersama Meidawati (tengah), Amien Sunaryadi (tiga kiri), Direktur Pertamina Hulu Sanga-Sanga Andi Wisnu (dua kanan), para stakeholder menekan tombol sebagai tanda peresmian alih kelola WK Sanga-Sanga dari VICO Indonesia ke tangan Pertamina.(rama sihontang/kp)

PROKAL.CO, MUARA BADAK - PT Pertamina (Persero) resmi mengambil alih kelola Wilayah Kerja (WK) Sanga-Sanga dari VICO Indonesia. Pemerintah melalui SKK Migas menyerahkan pengelolaan wilayah kerja (WK) Sanga-Sanga kepada operator baru, yaitu Pertamina Hulu Sanga-Sanga (PHSS), anak perusahaan PT Pertamina pada Selasa (7/8) malam di Kantor VICO Indonesia, Muara Badak, Kutai Kartanegara.

Proses peresmian serah terima alih kelola WK Sanga-Sanga diawali penyerahan kembali pengelolaan WK Mahakam dari VICO Indonesia, kepada pemerintah yang dalam hal ini diwakili Kepala SKK Migas, Amien Sunaryadi. Selanjutnya diserahkan kepada PT Pertamina (Persero) yang diwakili oleh SVP Upstream Strategic Planning Portfolio & Evaluation, Meidawati.

General Manager Pertamina Hulu Sanga-Sanga, Ateng Surahman mengatakan, resminya alih kelola tidak membuat satu orang pun kehilangan pekerjaan. Sebanyak 580 karyawan VICO Indonesia tetap dipekerjakan oleh PHSS untuk mengelola WK Sanga-Sanga. Hanya, mereka yang sudah mendekati usia pensiun, tepatnya 56 tahun tidak diambil. Tapi, jumlahnya kurang dari 10 persen.

“Seluruhnya diambil. Namun, ke depan jika kita berhasil membuka sumur-sumur baru maka karyawan akan ditambah lagi,” tuturnya kepada Kaltim Post, di Muara Badak usai serah terima alih kelola.

Saat ini, tambahnya, karyawan permanen di VICO Indonesia ada 580 orang. Tidak sampai 50 orang yang ditinggal, itu pun karena usianya memang sudah pensiun. Tapi, ada juga sekitar 6 orang yang memilih bergabung dengan perusahaan lain setelah beralihnya WK Sanga-Sanga dari VICO Indonesia kepada PHSS.

“Kami tetap berusaha mengambil semua karyawan agar tidak ada yang berhenti bekerja. Namun, jika tidak ingin bergabung juga tidak dipaksakan,” ungkapnya.

Direktur Utama VICO Indonesia Tumbur Parlindungan mengatakan, dengan diambilalihnya WK Sanga-Sanga, Pertamina diyakini bisa jauh lebih baik dalam mengembangkan Lapangan Badak. “Kami yakin produksi masih ada. Bahkan potensinya 3-4 kali lebih banyak dari saat ini,” ungkapnya.

Amien Sunaryadi menuturkan, pengelolaan WK Sanga-Sanga yang diserahkan kepada Pertamina setelah habis masa kontraknya pada 8 Agustus 2018 merupakan upaya pemerintah dalam meningkatkan ketahanan energi nasional.

“Sebagai wakil Pemerintah Indonesia, kami mengucapkan terima kasih atas kontribusi dan kerja keras VICO Indonesia sebagai Kontraktor Kontrak Kerja Sama WK Sanga-Sanga. Seluruh persiapan alih kelola yang sudah disiapkan dalam waktu singkat ini, diharapkan bisa membuat Pertamina mampu menjaga kontinuitas operasional WK Sanga-Sanga, sehingga bisa menambah kontribusi produksi migas bagi negara,” tuturnya.

Berdasarkan data SKK Migas pada akhir Juli 2018, WK Sanga-Sanga menghasilkan produksi minyak-kondensat sebesar 10.753 barel oil per day (BOPD) dan gas 80.7 million standard cubic feet per day (MMSCFD). 

Meidawati menyatakan, WK Sanga-Sanga masih memiliki potensi untuk digarap Pertamina dengan tetap mempertahankan produksi, mengembangkan teknologi dan mencari cadangan baru.

“Kami akan menjaga produksinya sebagai bentuk komitmen Pertamina dalam menjaga mandat pemerintah. Nantinya dalam pengoperasian, WK Sanga-Sanga akan diintegrasikan lapangan Pertamina di sekitarnya seperti di Pertamina EP dan Blok Mahakam, sehingga bisa lebih efisien baik dalam menggunakan fasilitas dan biaya,” katanya.

WK Sanga-Sanga diperkirakan masih memiliki estimasi kumulatif produksi sebesar 258 juta barel setara minyak (MMBOE). “Dengan kondisi lapangan yang sudah tua, kami harus bisa menahan laju penurunan produksi dan telah menganggarkan investasi untuk melalukan pengeboran 2 sumur pada tahun ini dan 29 sumur pada 2019. Adapun komitmen pasti investasi Pertamina selama 3 tahun pertama sebesar USD 237 juta,” pungkasnya. (*/ctr/ndu/k15)


BACA JUGA

Selasa, 13 November 2018 06:54

Pengoperasian Maloy Mundur Lagi

SAMARINDA - Target pengoperasian Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy Batuta…

Selasa, 13 November 2018 06:52

Investor Oman Lirik Kaltim

BALIKPAPAN - Investor asal Oman tampaknya mulai tertarik untuk berinvestasi…

Selasa, 13 November 2018 06:40

e-Commerce Catat Transaksi Fantastis

JAKARTA – Pesta belanja online terbesar di dunia (Singles Day)…

Selasa, 13 November 2018 06:38

Industri Pulp dan Kertas Dipacu Manfaatkan Teknologi Ramah Lingkungan

JAKARTA - Kementerian Perindustrian memacu industri pulp dan kertas untuk…

Selasa, 13 November 2018 06:38

Kuartal III, PGN Raih Laba Bersih Rp 3,06 T

JAKARTA - Kinerja PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) sampai…

Selasa, 13 November 2018 06:37

The Fed Kawal Ruang Gerak Rupiah

JAKARTA - Perdagangan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat…

Senin, 12 November 2018 06:54

Buat Sistem Pembakaran Mesin Maksimal

BALIKPAPAN – PT Pertamina (Persero) terus mendorong konsumsi Bahan Bakar…

Senin, 12 November 2018 06:48

Neraca Perdagangan Surplus USD 1,11 M

SAMARINDA – Neraca Perdagangan Kaltim terus menunjukkan performa positif. Pada…

Senin, 12 November 2018 06:47

Pasar India Masih Jadi Favorit

SAMARINDA – Rendahnya harga crude palm oil (CPO) global belum…

Senin, 12 November 2018 06:41

Siap Bersaing di Kelas Motor Sport

BALIKPAPAN – Suzuki GSX150 Bandit cukup percaya diri menjadi pemain…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .