MANAGED BY:
JUMAT
22 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Kamis, 09 Agustus 2018 12:00
MANTAP..!! PHSS Resmi Kelola WK Sanga-Sanga

Tahun Depan Bor 29 Sumur, Rekrut 100 Persen Karyawan VICO

SINERGI: Tumbur Parlindungan (kiri) bersama Meidawati (tengah), Amien Sunaryadi (tiga kiri), Direktur Pertamina Hulu Sanga-Sanga Andi Wisnu (dua kanan), para stakeholder menekan tombol sebagai tanda peresmian alih kelola WK Sanga-Sanga dari VICO Indonesia ke tangan Pertamina.(rama sihontang/kp)

PROKAL.CO, MUARA BADAK - PT Pertamina (Persero) resmi mengambil alih kelola Wilayah Kerja (WK) Sanga-Sanga dari VICO Indonesia. Pemerintah melalui SKK Migas menyerahkan pengelolaan wilayah kerja (WK) Sanga-Sanga kepada operator baru, yaitu Pertamina Hulu Sanga-Sanga (PHSS), anak perusahaan PT Pertamina pada Selasa (7/8) malam di Kantor VICO Indonesia, Muara Badak, Kutai Kartanegara.

Proses peresmian serah terima alih kelola WK Sanga-Sanga diawali penyerahan kembali pengelolaan WK Mahakam dari VICO Indonesia, kepada pemerintah yang dalam hal ini diwakili Kepala SKK Migas, Amien Sunaryadi. Selanjutnya diserahkan kepada PT Pertamina (Persero) yang diwakili oleh SVP Upstream Strategic Planning Portfolio & Evaluation, Meidawati.

General Manager Pertamina Hulu Sanga-Sanga, Ateng Surahman mengatakan, resminya alih kelola tidak membuat satu orang pun kehilangan pekerjaan. Sebanyak 580 karyawan VICO Indonesia tetap dipekerjakan oleh PHSS untuk mengelola WK Sanga-Sanga. Hanya, mereka yang sudah mendekati usia pensiun, tepatnya 56 tahun tidak diambil. Tapi, jumlahnya kurang dari 10 persen.

“Seluruhnya diambil. Namun, ke depan jika kita berhasil membuka sumur-sumur baru maka karyawan akan ditambah lagi,” tuturnya kepada Kaltim Post, di Muara Badak usai serah terima alih kelola.

Saat ini, tambahnya, karyawan permanen di VICO Indonesia ada 580 orang. Tidak sampai 50 orang yang ditinggal, itu pun karena usianya memang sudah pensiun. Tapi, ada juga sekitar 6 orang yang memilih bergabung dengan perusahaan lain setelah beralihnya WK Sanga-Sanga dari VICO Indonesia kepada PHSS.

“Kami tetap berusaha mengambil semua karyawan agar tidak ada yang berhenti bekerja. Namun, jika tidak ingin bergabung juga tidak dipaksakan,” ungkapnya.

Direktur Utama VICO Indonesia Tumbur Parlindungan mengatakan, dengan diambilalihnya WK Sanga-Sanga, Pertamina diyakini bisa jauh lebih baik dalam mengembangkan Lapangan Badak. “Kami yakin produksi masih ada. Bahkan potensinya 3-4 kali lebih banyak dari saat ini,” ungkapnya.

Amien Sunaryadi menuturkan, pengelolaan WK Sanga-Sanga yang diserahkan kepada Pertamina setelah habis masa kontraknya pada 8 Agustus 2018 merupakan upaya pemerintah dalam meningkatkan ketahanan energi nasional.

“Sebagai wakil Pemerintah Indonesia, kami mengucapkan terima kasih atas kontribusi dan kerja keras VICO Indonesia sebagai Kontraktor Kontrak Kerja Sama WK Sanga-Sanga. Seluruh persiapan alih kelola yang sudah disiapkan dalam waktu singkat ini, diharapkan bisa membuat Pertamina mampu menjaga kontinuitas operasional WK Sanga-Sanga, sehingga bisa menambah kontribusi produksi migas bagi negara,” tuturnya.

Berdasarkan data SKK Migas pada akhir Juli 2018, WK Sanga-Sanga menghasilkan produksi minyak-kondensat sebesar 10.753 barel oil per day (BOPD) dan gas 80.7 million standard cubic feet per day (MMSCFD). 

Meidawati menyatakan, WK Sanga-Sanga masih memiliki potensi untuk digarap Pertamina dengan tetap mempertahankan produksi, mengembangkan teknologi dan mencari cadangan baru.

“Kami akan menjaga produksinya sebagai bentuk komitmen Pertamina dalam menjaga mandat pemerintah. Nantinya dalam pengoperasian, WK Sanga-Sanga akan diintegrasikan lapangan Pertamina di sekitarnya seperti di Pertamina EP dan Blok Mahakam, sehingga bisa lebih efisien baik dalam menggunakan fasilitas dan biaya,” katanya.

WK Sanga-Sanga diperkirakan masih memiliki estimasi kumulatif produksi sebesar 258 juta barel setara minyak (MMBOE). “Dengan kondisi lapangan yang sudah tua, kami harus bisa menahan laju penurunan produksi dan telah menganggarkan investasi untuk melalukan pengeboran 2 sumur pada tahun ini dan 29 sumur pada 2019. Adapun komitmen pasti investasi Pertamina selama 3 tahun pertama sebesar USD 237 juta,” pungkasnya. (*/ctr/ndu/k15)


BACA JUGA

Kamis, 21 Februari 2019 10:18

Peminat dari Luar Negeri Banyak, Buah Naga Butuh Hilirisasi

SAMARINDA- Bumi Etam memiliki banyak potensi dari bisnis pertanian. Salah…

Rabu, 20 Februari 2019 12:51

Okupansi Hotel Kaltim Belum Terpengaruh Tiket Mahal

SAMARINDA- Tingginya harga tiket angkutan udara dan pemberlakuan bagasi berbayar…

Minggu, 17 Februari 2019 11:34

Harga Avtur Turun, Angin Segar bagi Maskapai

JAKARTA – Desakan pemerintah agar Pertamina menurunkan harga avtur akhirnya…

Jumat, 15 Februari 2019 11:20

Akhirnya, Garuda Turunkan Harga Tiket

JAKARTA – Keluhan terkait tingginya harga tiket pesawat mendapat respons…

Rabu, 13 Februari 2019 13:34

Asing Ambil Profit, Rupiah Kembali Melemah

JAKARTA – Tekanan terhadap rupiah belum reda. Merujuk data Jakarta…

Selasa, 12 Februari 2019 13:34

WOW..!! Tarif Bagasi Lion Air Rp 25 Ribu per Kilogram

Lion Group memutuskan melakukan penyesuaian tarif bagasi atau excess baggage…

Selasa, 12 Februari 2019 10:37

BELUM MEMBAIK..!! Setahun, Rumah Mewah Hanya Terjual Lima Unit

SAMARINDA - Real Estate Indonesia (REI) Provinsi Kaltim mencatat penjualan…

Senin, 11 Februari 2019 11:42

Obligasi Ritel Bikin Likuiditas Seret

JAKARTA – Gencarnya penerbitan surat berharga negara (SBN) bakal sedikit…

Senin, 11 Februari 2019 11:40

Pacu Ekspor Baja ke Malaysia-Australia

JAKARTA – Tahun ini pelaku usaha baja melihat potensi peningkatan…

Minggu, 10 Februari 2019 09:37

Soal Bagasi Berbayar, Maskapai Penerbangan Diminta Lakukan Ini...

Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Polana B. Pramesti minta agar…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*