MANAGED BY:
KAMIS
17 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Kamis, 09 Agustus 2018 06:56
Bebas Beli Barang Apa Saja

e-Warong Mulai Dijalankan di Kaltim

PROKAL.CO, BALIKPAPAN - Kementerian Sosial Republik Indonesia dan Dinas Sosial Pemprov Kaltim mulai menjalankan e-Warong. Program belanja nontunai ini menyasar masyarakat miskin agar bantuan yang diberikan tepat sasaran. 

Staf Khusus Menteri Hubungan dan Kemitraan Lembaga Luar Negeri Kementerian Sosial RI Eko Ernada mengatakan, program ini adalah bentuk penyaluran bantuan pangan nontunai (BPNT) kepada masyarakat kurang mampu. Secara nasional sudah berjalan. Sementara untuk Kaltim, baru diresmikan Rabu (8/8).

“e-Warong ini akan ada di daerah yang dapat terjangkau internet. Di Kaltim, penerimaan bantuan ini sebesar 10 ribu jiwa. Kemudian nanti bertahap ada di Samarinda dan Bontang. Untuk e-Warong sendiri, di Balikpapan baru ada 15,” ujarnya usai launching e-Warong di Jalan Letjen S Parman, Kelurahan Gunung Sari Ulu, Balikpapan.

Pihaknya berharap, e-Warong yang ada di Kaltim bisa bertambah. Pasalnya, satu e-Warong hanya dapat mengakomodasi 250 kepala keluarga (KK). Artinya kalau di Balikpapan baru ada 15, belum cukup memenuhi kebutuhan masyarakat secara keseluruhan.

Dijelaskannya, BPNT diluncurkan sebagai upaya untuk menyalurkan bantuan pangan, yang selama ini melalui program Raskin. Agar prinsip 6T (tepat waktu, tepat jumlah, tepat sasaran, tepat harga, tepat kualitas, dan tepat administrasi) dapat terpenuhi.

Melalui program BPNT diharapkan memberi keleluasaan penerima manfaat program dalam memilih jenis, kualitas, harga, dan tempat membeli bahan pangan.

Adapun cara kerja e-Warong ini, kartu keluarga sejahtera (KKS) akan diberikan saldo langsung oleh pemerintah. Kartu itulah kemudian bisa digunakan untuk berbelanja. Contohnya, untuk membeli beras sejahtera (rastra). Untuk setiap penerima rastra, dapat membelanjakan KKS dengan top up Rp 110 ribu dari pemerintah.

“Secara otomatis, mereka sudah diregistrasikan ke e-Warong," katanya. Karena ini masih program baru, para pendamping program keluarga harapan(PKH) yang nanti bertugas menginformasikan kepada para penerima manfaat. Bahan pokok yang bisa dibeli masih beras dan telur. Dua bahan pokok ini dipilih berdasarkan survei konsumsi paling tinggi masyarakat miskin.

“Mudahnya lagi, dari uang yang diberikan tiap bulan, mereka bebas ingin membelanjakan beras yang kualitas premium. Terserah mereka,” imbuhnya.

Setiap e-Warong, kata Eko, sudah mendapatkan kucuran dana masing-masing Rp 30 juta. Dana itu, dipergunakan untuk pengadaan sarana prasarana dan software di luar produk. Mekanisme penyaluran BPNT meliputi empat tahap, yaitu registrasi atau pembukaan rekening, pelaksanaan edukasi dan sosialisasi, penyaluran, dan penarikan uang atau pembelian barang dan jasa.

Bantuan sosial nontunai sebagai tindak lanjut arahan Presiden Joko Widodo untuk membantu meningkatkan kesejahteraan rakyat dan mendorong keuangan inklusif. Ke depan, hanya ada satu kartu untuk menerima semua bansos.

Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi mengatakan, saat ini di e-Warong baru melayani telur dan beras untuk keluarga penerima bantuan. Nantinya ditambah hingga 50 e-Warong yang tersebar di seluruh Kota Beriman.

"Semoga tahun ini akan terpenuhi, karena di Balikpapan ada 9.563 keluarga penerima manfaat (KPM). Kendalanya belum ada. Namun, di e-Warong ini hanya dua sembako yang dilayani, yakni beras dan telur. Kalau bisa susu, ikan, dan lainnya yang dibutuhkan. Kalau telur kan lebih mahal, bisa dikombinasi," kata Rizal.

Jumlah KPM yang menerima BPNT di Kaltim adalah sebanyak 64.432 KPM, yang terdiri dari Samarinda sebanyak 17.574 KPM, Bontang sebanyak 5.725 KPM, Kutai Kartanegara sebanyak 31.570 KPM, dan Balikpapan sebanyak 9.563 KPM.

Dalam launching tersebut, juga dilakukan uji coba transaksi pembelian komoditas beras dan telur oleh tiga KPM dengan menggunakan dana BPNT melalui mesin EDC.

Salah satu warga setempat mendapat bantuan KKS, Erlina mengaku masih belum paham bagaimana cara memakai kartunya. “Saya baru tahu setelah salah satu petugas bank di acara ini menerangkan. Serta melihat langsung pemakaiannya,” tutupnya. (aji/ndu/k15)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 17 Januari 2019 11:44

Ada Sekitar 70 Perusahaan Pembiayaan Bisa DP 0 Persen

JAKARTA – Hanya perusahaan pembiayaan (PP) yang memiliki rasio non-performing…

Kamis, 17 Januari 2019 11:35

ASIK..!! Maskapai Ini Tambah Layanan Wifi, Bidik 17 Juta Penumpang

DENPASAR – Maskapai penerbangan terus berinovasi di tengah sengitnya persaingan…

Kamis, 17 Januari 2019 07:05

Pariwisata Wajib Jadi Prioritas

SAMARINDA – Tak hanya dituntut menggelar banyak event, Pemprov Kaltim…

Kamis, 17 Januari 2019 06:55

Data e-Commerce Akan Lebih Terekam

JAKARTA – Pendataan mengenai industri e-commerce di Tanah Air bakal…

Kamis, 17 Januari 2019 06:53

November 2018, Utang Luar Negeri Naik Jadi Rp 5.257 T

JAKARTA – Bank Indonesia (BI) membukukan utang luar negeri (ULN)…

Rabu, 16 Januari 2019 06:50

Pasokan Turun, Harga Sayuran Melejit

BALIKPAPAN - Ombak besar akibat cuaca buruk yang terjadi pada…

Rabu, 16 Januari 2019 06:49

Model Baru, Harga Lama

JAKARTA – PT Toyota Astra Motor (TAM) menunjukkan keseriusannya dalam…

Rabu, 16 Januari 2019 06:44

Terburuk Selama Lima Tahun

JAKARTA – Pemerintah tampaknya harus bekerja lebih keras untuk menekan…

Rabu, 16 Januari 2019 06:43

Pedagang e-Commerce Tak Wajib Punya NPWP

JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memastikan dalam Peraturan Menteri Keuangan…

Rabu, 16 Januari 2019 06:43

Bankaltimtara Catatkan Kinerja Gemilang

SAMARINDA – Kinerja PT Bankaltimtara tahun lalu cukup baik. Di…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*