MANAGED BY:
MINGGU
19 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Kamis, 09 Agustus 2018 06:50
LOH KOK BISA? Indonesia Bisa Jadi Importir Kopi
Petani memanen kopi. (ilustrasi/net)

PROKAL.CO, JAKARTA - Pertumbuhan produksi kopi di Indonesia tercatat masih lesu, yakni sebesar 0,3 persen. Produktivitas kopi petani, kini sekitar 0,53 ton per hektare dari total potensi sebesar 2 ton per hektare untuk kopi robusta dan 0,55 ton per hektare dari total potensi 1,5 ton per hektare untuk kopi arabika.

Padahal, Indonesia adalah negara yang memiliki varian rasa kopi paling kaya di dunia. Sebut saja kopi Gayo, Kintamani, Flores Bajawa, Toraja, dan lain-lain. Keanekaragaman itu dianggap tidak sesuai pertumbuhan produksinya.

"Kalau tidak diantisipasi tidak menutup kemungkinan 2-3 tahun mendatang kita menjadi importir kopi," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (8/8).

Dia menilai, upaya itu perlu diantisipasi dengan meningkatkan produksi kopi di Tanah Air. Di sisi lain, pengembangan lahan kopi juga perlu dilakukan untuk mendukung peningkatan produksinya. Sebab, data 2017 menunjukkan areal lahan kopi di Indonesia hanya sebanyak 1,25 juta hektare saja. Jumlah itu masih di bawah area lahan untuk karet dan kelapa sawit yang sudah di atas 2 juta hektare.

"Nah, gerakan peningkatan produksi dan mutu kopi nasional merupakan langkah strategis dan sangat prospektif bagi perekonomian nasional," tuturnya.

"Yang sebagian besar (lahan) merupakan kopi robusta kira-kira 73 persen dan arabika 27 persen. Baik kopi robusta maupun arabika sebagian besar dikelola petani. Sama dengan karet dan kelapa. Satu-satunya komoditas perkebunan penting yang peranan besar itu cukup tinggi itu kelapa sawit," imbuhnya.

Darmin mengungkapkan, dulu kopi hanya bisa dinikmati oleh negara-negara kaya. "Kopi ini diproduksi oleh negara-negara berkembang. Sesudah itu ditanam paling-paling sampai dikeringkan nanti proses selanjutnya ada di negara maju," tuturnya.

Oleh karena itu, di era globalisasi ini perkembangan kopi nasional perlu ditingkatkan. Hal itu harus dilakukan agar bisa terus berjaya dalam perkopian dunia. "Peningkatan mutu kopi nasional sangat baik dan mempunyai arti yang strategis dalam mengambil tempat dalam perkopian dunia," tutupnya. (ce1/jpg/ndu/k15)


BACA JUGA

Sabtu, 18 Agustus 2018 06:18

Manjakan Konsumen lewat Semarak Kemerdekaan

BALIKPAPAN  -  Long weekend pekan ini dimanfaatkan ACE Hardware dengan menggeber penjualan.…

Sabtu, 18 Agustus 2018 06:16

Tekan Impor Migas

JAKARTA  -  Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta PT Pertamina (Persero) untuk mengurangi…

Sabtu, 18 Agustus 2018 06:15

Enggan Bergantung Komoditas

SAMARINDA  -   Perekonomian Kaltim pada triwulan II 2018 mengalami pertumbuhan sebesar…

Sabtu, 18 Agustus 2018 06:15

Dua Kapal Tertunda, Logistik Masih Aman

BALIKPAPAN  -   Cuaca buruk dan gelombang tinggi yang terjadi dua pekan terakhir, membuat…

Sabtu, 18 Agustus 2018 06:13

Bulan Depan, Harga TBS Diprediksi Membaik

SAMARINDA  -  Tren penurunan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Kaltim kembali…

Sabtu, 18 Agustus 2018 06:11

Optimistis Rupiah Kukuh di Kisaran 14.000 Per USD

JAKARTA  –   Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2019 telah…

Sabtu, 18 Agustus 2018 06:08

Tahun Depan, Gaji ASN Naik 5 Persen

JAKARTA  –  Kabar baik menghampiri Aparatur Sipil Negara (ASN). Berdasar Rancangan Anggaran…

Sabtu, 18 Agustus 2018 06:06

Target Turunkan Angka Kemiskinan 8,5 Persen

JAKARTA  –   Pemerintah bertekad menurunkan angka kemiskinan di Tanah Air mencapai 8,5…

Sabtu, 18 Agustus 2018 06:06

Jaga Kestabilan Cadangan Devisa, Sektor Pariwisata Jadi Senjata

JAKARTA  –  Sektor pariwisata bukan sebuah keniscayaan bagi setiap negara dalam meraup…

Sabtu, 18 Agustus 2018 06:03

Belum Swasembada Kedelai

SURABAYA  –  Tingginya konsumsi kedelai di Tanah Air masih belum diimbangi dengan suplai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .