MANAGED BY:
RABU
19 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SELISIK/LAPSUS

Rabu, 08 Agustus 2018 09:14
Label Halal Bikin Galau

Injeksi Dihentikan Sementara, Kualitas Vaksin Dijamin Aman

TUNGGU FATWA: Dinas Kesehatan Kaltim tetap berkeliling melakukan vaksinasi di daerah atau sekolah yang tidak bermasalah, misalnya sekolah non-muslim. (DINKES KALTIM FOR KP)

PROKAL.CO, Vaksin measles dan rubella (MR) mental. Belum mampu menembus urat nadi jutaan siswa sekolah dasar. Musababnya ihwal label halal. Belum keluarnya sertifikasi halal dari majelis ulama membuat galau melanda.

INDONESIA mematok target mengeliminasi campak. Dan mengendalikan rubella. Pada 2020 nanti. Pemerintah lantas gencar berkampanye wajib imunisasi MR. Khususnya bagi anak berusia 9 bulan sampai 15 tahun. Sebagai upaya melindungi anak-anak dan masyarakat dari bahaya campak dan rubella pada masa mendatang.

Program yang dicanangkan Kementerian Kesehatan ini sudah berjalan sejak tahun lalu. Ketika itu, kampanye imunisasi MR Fase 1 berlangsung Agustus hingga September di enam provinsi di Jawa. Kini program kembali dilanjutkan. Menyapu seluruh bumi Nusantara.

Anak-anak yang tersebar di 28 provinsi di luar Jawa harus mendapatkan imunisasi MR Fase 2. Dengan kurun Agustus hingga September tahun ini. Masyarakat yang awam terhadap rubella dilanda ragu. Terutama soal halal-tidaknya vaksin yang berasal dari India tersebut.

Kekhawatiran masyarakat bukan hanya dilatarbelakangi status vaksin yang belum jelas. Juga dampak informasi yang beredar liar soal efek vaksin itu. Sebuah kasus menimpa siswa SMP 4 Demak. Kabarnya, gadis bernama Niken Angelia mengalami kelumpuhan. Setelah mendapat suntikan vaksin MR di sekolahnya. Peristiwa itu terjadi pada Agustus 2017.

Demak menjadi salah satu kota sasaran kampanye imunisasi MR Fase 1 dari Kemenkes. Saat pelaksanaan vaksin, Niken tidak termasuk siswa yang mengeluhkan memiliki riwayat penyakit. Bahkan setelah diinjeksi, kondisinya baik. Tak ada masalah.

Baru sehari setelah imunisasi orangtuanya menyampaikan surat izin tidak masuk sekolah. Karena Niken sakit. Diduga efek imunisasi tersebut.

Kasus serupa juga sempat terjadi di beberapa kota lain seperti Garut dan Bogor. Meski hingga kini kepastian kasus tersebut masih menjadi tanda tanya. Kabar simpang siur ini makin menyulut resah di tengah masyarakat.

Sementara pemerintah belum memberikan respons yang bijak dan kepastian soal vaksin MR. Dampaknya langsung terasa. Vaksinasi serempak pada 1 Agustus 2018 diadang gelombang penolakan dari orangtua. Alasannya, belum ada jaminan halal yang didasari fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI).

BALIKPAPAN TUNDA VAKSIN

Halal-tidaknya vaksin MR yang masih mengambang membuat beberapa daerah di Tanah Air menunda imunisasi. Misalnya Balikpapan. Pemkot memilih menghentikan pemberian vaksin MR untuk sementara waktu.

Sudah sejak Sabtu (4/8), tidak ada proses injeksi vaksin di sekolah. Program imunisasi MR di Kota Minyak hanya sempat berjalan tiga hari. Pada 1–3 Agustus. Penundaan terus berlangsung hingga keluarnya keputusan resmi dari Kemenkes dan MUI soal kehalalan vaksin.

Penghentian proses imunisasi untuk menghindari polemik. Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi turut menyayangkan kejadian tersebut. Mengapa jauh hari pemerintah tidak berkoordinasi dengan MUI. Padahal, sosialisasi seputar imunisasi sudah berjalan di daerah.

“Kenapa sudah direncanakan ternyata belum dilakukan koordinasi dengan MUI. Soal kelanjutannya nanti dulu. Tunggu instruksi selanjutnya dari Kementerian Kesehatan,” ucapnya.

Namun, Rizal menyebutkan, penundaan pemberian vaksin ini tidak sepenuhnya berjalan. Proses pemberhentian sementara hanya berlangsung di sekolah.

Bagi orangtua yang ingin memberikan vaksin MR kepada anaknya, bisa langsung datang ke puskesmas. Pelaksanaan imunisasi MR di puskesmas tanpa harus menunggu keputusan MUI. Orangtua dipersilakan mendampingi buah hati untuk mendapatkan vaksin MR.

“Kalau ada orangtua yang membawa ke puskesmas, silakan. Itu artinya orangtuanya yang minta. Tapi yang di sekolah-sekolah semua resmi kita tunda,” tuturnya Senin (6/8).

KUALITAS DIJAMIN AMAN

Meski pemberian vaksin di sekolah dihentikan sementara, kegiatan sosialisasi imunisasi MR masih berlangsung. Seperti Sabtu (4/8), tim Puskesmas Gunung Sari Ulu (GSU) Balikpapan memberikan pemahaman dan edukasi kepada orangtua murid di SD 018 Balikpapan Tengah. Sedari pagi, mereka berkumpul mendengar penjelasan soal imunisasi MR.

Sekitar 40 menit di Ruang Kelas III, sosialisasi disampaikan Kepala Puskesmas GSU drg Farida. Farida merinci pelaksanaan imunisasi, mulai landasan hukum, pengetahuan tentang penyakit MR, hingga imunisasinya sendiri.

“Sebelum imunisasi, pasti kami harus sosialisasi dulu kepada orangtua dan anak-anak. Jadi tidak boleh langsung vaksin,” ujarnya.

Puskesmas GSU memiliki dua tim yang bertugas melaksanakan imunisasi MR. Mereka terdiri dari bidan, dokter, perawat, dan tenaga bantu.

Farida menjelaskan, pemberian vaksin MR juga sudah sesuai SOP dan surat tugas. Setiap harinya, tim akan menyiapkan jumlah vaksin untuk dibawa ke sekolah. Hal terpenting, vaksin terjamin aman dan stabil keberadaannya. Sebab, puskesmas sudah dilengkapi alat penyimpanan vaksin yang bernama cold chain.

Dalam alat yang menyerupai pendingin tersebut, vaksin disimpan dalam suhu 2-8 derajat celsius. Lemari penyimpanan vaksin berwarna biru dan selalu berada dalam kondisi terkunci. Tidak sembarang orang dapat membuka cold chain. 

Tak hanya suhu yang terjaga, jumlah vaksin yang masuk dan keluar tercatat dengan baik. Biasanya, pemeriksaan vaksin selalu dilakukan dua kali sehari; pagi dan siang oleh petugas.

“Asal vaksin tidak keluar lebih dari enam jam, vaksin aman. Maka, masuk dan keluar vaksin harus terpantau waktunya. Jadi soal penyimpanan vaksin, insyaallahaman,” tegasnya.

Selama proses tiga hari berjalan, Puskesmas GSU sudah melakukan vaksin di seluruh TK/PAUD. Ada 10 TK/PAUD yang berada di wilayah kerja Puskesmas GSU.

Sasarannya kurang lebih 3.000 anak. Rencananya, imunisasi MR dilakukan di seluruh sekolah terlebih dahulu. Setelah rampung, berlanjut ke posyandu. Menurut Farida, respons orangtua baik. Walaupun penolakan tetap ada. Namun, tidak banyak. Ada beberapa yang memilih absen dalam jatah vaksin.

“Tetap yang disuntik lebih dari 90 persen. Kami pun berusaha menyampaikan bahwa imunisasi dan vaksin satu-satunya cara mencegah anak terjangkit penyakit MR,” imbuhnya.

Farida mengingatkan, saat melakukan vaksin MR, kondisi anak harus sehat. Artinya kekebalan tubuh terjaga.

Dia menganjurkan agar anak mendapat asupan sarapan sebelum diinjeksi vaksin. Apabila anak dalam kondisi sakit, maka proses pemberian vaksin ditunda. Nantinya anak akan mendapat vaksin ulang saat puskesmas melakukan sweeping.

“Vaksin MR tidak menyebabkan demam, berbeda dengan vaksin difteri. Tapi memungkinkan juga menimbulkan ruam dan demam ringan. Namun, sebagian besar aman dan tidak menimbulkan efek,” pungkasnya. (tim kp)

Tim Peliput:

- Dina Angelina

- Muhammad Ridhuan

loading...

BACA JUGA

Senin, 17 September 2018 09:18

Buku (Bukan Lagi) Jendela Ilmu

Dahulu buku jendela dunia. Namun, perlahan-lahan sang primadona mulai hilang pamor. Era digital disebut-sebut…

Senin, 17 September 2018 09:14

Ideal Baca 6 Jam Sehari

DUA pekan lalu menjadi hari penting bagi pecinta buku. Sebab 8 September ditetapkan sebagai hari literasi…

Senin, 17 September 2018 09:06

Koleksi Perpustakaan Daerah Belum Lengkap

BERBAGAI cara dilakukan untuk berkontribusi menambah literasi dari masyarakat lokal. Sejarawan lokal…

Senin, 17 September 2018 09:04

Menanti Inovasi Tenaga Pendidik

MEMBANGUN budaya literasi memang tak mudah. Tapi harus dilakukan serius, setahap demi setahap hingga…

Senin, 17 September 2018 09:01

Cerita Unta Bawa Kitab untuk Motivasi Membaca

TIDAK ada usaha yang mengkhianati hasil. Itulah yang menggambarkan sosok Rudini. Pria kelahiran Lampung,…

Senin, 17 September 2018 08:59

Menyentuh Angkasa dengan Buku

Oleh: Raden Roro Mira(Wartawan Kaltim Post (Juara 3 Duta Baca Kaltim 2018–2020) BENDA apa yang…

Jumat, 14 September 2018 08:48

Bergantung Anggaran yang Tak Tentu

PARIWISATA Samarinda kalah banyak dan kalah tenar ketimbang pertumbuhan perhotelan atau hiburan lainnya.…

Jumat, 14 September 2018 08:46

Pandangan Geologi dalam Potensi Wisata Alam Samarinda

OLEH: FAJAR ALAM(Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia Pengurus Daerah Kalimantan Timur) BUMI, sebagaimana…

Senin, 10 September 2018 09:02

Menggoyang Pemerintah dari Kantin Rektorat

Catatan: Faroq Zamzami (*) DI kampus, kantin tak sebatas menjadi destinasi isi perut. Bercanda. Bercengkerama…

Senin, 03 September 2018 09:04

Ditanya Penataan Sungai Karang Mumus, Ini Jawaban Sekkot Samarinda

BERBAGAI tudingan ketidaksiapan Pemkot Samarinda terhadap penanggulangan banjir mendapat tanggapan.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .