MANAGED BY:
KAMIS
20 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SELISIK/LAPSUS

Rabu, 08 Agustus 2018 12:00
Target Sejuta Anak Divaksin

PROKAL.CO, DINAS Kesehatan (Diskes) Kaltim mengaku tidak ingin berbicara soal halal atau tidaknya vaksin measles rubella (MR). Soal status tersebut, sepenuhnya menunggu hasil keputusan MUI. Sementara ini, Diskes Kaltim berpegang pada rekomendasi yang dikeluarkan Kemenkes. Tepatnya dalam surat edaran Nomor HK 02.01/MENKES/444/2018 tentang pelaksanaan kampanye imunisasi MR Fase 2.

Dalam surat tersebut dijelaskan bahwa pelaksanaan imunisasi MR bagi masyarakat mempertimbangkan aspek kehalalan kebolehan vaksin secara syar’i, diundur sampai MUI mengeluarkan fatwa tentang pelaksanaan imunisasi MR. Kemenkes memberi kesempatan bagi masyarakat yang memilih menunggu terbitnya fatwa MUI tentang imunisasi MR agar dapat memperoleh imunisasi MR pada kesempatan berikutnya sampai akhir September 2018.

Meski kini masih menunggu penetapan status halal MUI, bukan berarti aktivitas sosialisasi dan imunisasi vaksin MR benar-benar terhenti di Benua Etam. Kampanye imunisasi MR masih berlanjut. Namun, di beberapa daerah yang mengalami penolakan, pelaksanaan imunisasi ditunda menunggu keputusan fatwa MUI. Sehingga tidak semua daerah mengalami penghentian imunisasi MR.

“Tetap sambil berjalan untuk daerah yang tidak bermasalah. Misalnya sekolah yang tidak menolak atau sekolah non-muslim, mungkin tidak mempermasalahkan soal halal atau tidaknya, program ini masih bisa berjalan. Kalau ada yang menolak kami lewati dulu, kita hargai juga keputusan mereka,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kaltim Retno Rini Sukesi.

Seperti Senin (6/8), Retno sedang berada di Berau untuk memantau pelaksanaan imunisasi vaksin MR. Tim Diskes Kaltim berkunjung ke SD 011 Tanjung Redeb, Kabupaten Berau. Retno menyebutkan, ada satu juta anak yang menjadi target pemberian vaksin MR di Kaltim. Jumlah tersebut menjadi target terbesar selama pelaksanaan imunisasi yang pernah ada.

“Karena cakupan sasaran juga besar dari usia 9 bulan–15 tahun. Targetnya imunisasi bisa mencakup minimal 95 persen. Soal logistik, vaksin kampanye MR semua sudah terdistribusi ke kabupaten/kota dan puskesmas,” ujarnya. Beberapa warga yang menunda imunisasi membuat Kemenkes mengeluarkan strategi baru.

Terutama menguatkan sosialisasi kampanye imunisasi MR kepada masyarakat dan melakukan pendekatan persuasif. Sehingga menumbuhkan pengetahuan dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya imunisasi MR. Tak sampai di situ, dia menyarankan puskesmas bisa sosialisasi sembari menjalankan imunisasi di tempat yang memungkinkan.

“Sambil menunggu fatwa lakukan sosialisasi dan imunisasi di daerah yang menerima. Misalnya sekolah non-muslim, jadi tetap pemberian vaksin bagi mereka yang setuju. Jangan hanya diam dan menunggu fatwa, tapi tetap harus jalan. Kalau sempat berhenti, sulit mengejar ketertinggalan,” imbuhnya.

Retno mengingatkan, pentingnya imunisasi MR ini bertujuan agar bisa eliminasi campak dan rubella pada 2020. Apalagi rubella penyakit sangat menular, sementara gejalanya juga sulit dikenali. Virus ini sangat mudah sekali menyerang anak saat tubuh tidak punya ketahanan lewat vaksin.

“Akan berbahaya jika tertular pada ibu hamil karena bisa melahirkan bayi cacat.  Dari imunisasi ini diharapkan masyarakat dapat memiliki kekebalan. Namun kekebalan ini baru bisa optimal jika mencapai cakupan 95 persen,” ujarnya.

Harapannya saat semua anak sudah terlindungi, kekebalan di lingkungan sekitar juga meningkat. Sehingga tidak ada bayi yang lahir cacat karena ibunya menderita rubella. (timkp)


BACA JUGA

Senin, 17 September 2018 09:18

Buku (Bukan Lagi) Jendela Ilmu

Dahulu buku jendela dunia. Namun, perlahan-lahan sang primadona mulai hilang pamor. Era digital disebut-sebut…

Senin, 17 September 2018 09:14

Ideal Baca 6 Jam Sehari

DUA pekan lalu menjadi hari penting bagi pecinta buku. Sebab 8 September ditetapkan sebagai hari literasi…

Senin, 17 September 2018 09:06

Koleksi Perpustakaan Daerah Belum Lengkap

BERBAGAI cara dilakukan untuk berkontribusi menambah literasi dari masyarakat lokal. Sejarawan lokal…

Senin, 17 September 2018 09:04

Menanti Inovasi Tenaga Pendidik

MEMBANGUN budaya literasi memang tak mudah. Tapi harus dilakukan serius, setahap demi setahap hingga…

Senin, 17 September 2018 09:01

Cerita Unta Bawa Kitab untuk Motivasi Membaca

TIDAK ada usaha yang mengkhianati hasil. Itulah yang menggambarkan sosok Rudini. Pria kelahiran Lampung,…

Senin, 17 September 2018 08:59

Menyentuh Angkasa dengan Buku

Oleh: Raden Roro Mira(Wartawan Kaltim Post (Juara 3 Duta Baca Kaltim 2018–2020) BENDA apa yang…

Jumat, 14 September 2018 08:48

Bergantung Anggaran yang Tak Tentu

PARIWISATA Samarinda kalah banyak dan kalah tenar ketimbang pertumbuhan perhotelan atau hiburan lainnya.…

Jumat, 14 September 2018 08:46

Pandangan Geologi dalam Potensi Wisata Alam Samarinda

OLEH: FAJAR ALAM(Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia Pengurus Daerah Kalimantan Timur) BUMI, sebagaimana…

Senin, 10 September 2018 09:02

Menggoyang Pemerintah dari Kantin Rektorat

Catatan: Faroq Zamzami (*) DI kampus, kantin tak sebatas menjadi destinasi isi perut. Bercanda. Bercengkerama…

Senin, 03 September 2018 09:04

Ditanya Penataan Sungai Karang Mumus, Ini Jawaban Sekkot Samarinda

BERBAGAI tudingan ketidaksiapan Pemkot Samarinda terhadap penanggulangan banjir mendapat tanggapan.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .