MANAGED BY:
RABU
19 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Rabu, 08 Agustus 2018 12:00
Menolak karena Status Halal dan Efek Samping
-

PROKAL.CO, SUARA penolakan vaksin Measles Rubella di Kota Minyak tak terelakkan. Ada dua alasan mendasari orangtua enggan mengikuti imunisasi MR. Pertama, soal status kehalalan. Kedua ketakutan akibat dampak vaksin.

Alasan tersebut membuat orangtua harus mengisi surat formulir skrining imunisasi MR. Lalu mengatakan tidak ingin menerima imunisasi serta membubuhkan tanda tangan. Dalam selembar kertas itu juga tertulis tentang keterangan riwayat kesehatan anak.

Seperti yang dilakukan Jumiati. Warga RT 17, Kelurahan Gunung Sari Ulu, ini tidak mengizinkan dua cucunya mendapatkan imunisasi MR. Kedua cucunya ini siswa SD 014 Balikpapan Tengah. Jumiati tanpa ragu mengisi formulir yang menyatakan tidak bersedia menerima imunisasi MR. "Iya, saya akan tanggung jawab dengan mengisi formulir ini," katanya.

Kepada Kaltim Post, Jumiati menuturkan penolakan tersebut karena takut efek samping imunisasi MR. Dia bercerita, ada tetangganya yang mengalami kelumpuhan akibat imunisasi. Namun, dia menegaskan, kasus tersebut bukan berasal dari imunisasi MR. "Kalau ada kenapa-kenapa, siapa yang mau tanggung jawab nanti? Ada yang sakit sehabis imunisasi, saya jadi takut," ucapnya.

Belum lagi, berita korban imunisasi MR yang tersebar di Jawa semakin menguatkan niatnya untuk tidak mengizinkan cucu ikut imunisasi MR. Dia mengaku, sebelumnya tidak pernah mendapat sosialisasi soal imunisasi MR. Penjelasan ini baru kali pertama dia dengar saat tim Puskesmas Gunung Sari Ulu melakukan kampanye imunisasi MR di sekolah, Sabtu (4/8).

Meski telah mengikuti sosialisasi, tetap saja tidak mengurungkan niatnya untuk menolak imunisasi. "Tidak berubah, saya tetap saja takut. Terutama karena takut kasus orang salah suntik. Jadi bukan hanya soal halal atau tidaknya vaksin ini," imbuhnya.

Jumiati menuturkan, saat ini dia seorang diri merawat kedua cucunya. Lantaran ayah kedua cucunya itu sibuk mencari nafkah. Sedangkan ibunya telah meninggal dunia. "Sekarang kami berharap tidak ada masalah di kemudian hari," harapnya.

Beda dengan Jumiati, warga lain juga beralasan menunda imunisasi MR karena menunggu kepastian MUI. Hal ini disampaikan oleh Tambunan yang bermukim di Kelurahan Karang Rejo. Dia mengatakan, bukan maksud menolak vaksin. Sebagai warga negara yang baik, dia tetap akan menuruti aturan pemerintah dalam pemberian vaksin untuk anak.

Hanya yang kini menjadi alasannya menunda semata-mata karena menunggu fatwa halal dari MUI. "Jadi bukan menolak, saya tetap menerima vaksin. Namun baru akan saya lakukan setelah ada kepastian soal halal atau tidaknya vaksin ini," bebernya.

Dia berharap, pemerintah bisa tegas dan tak lagi membuat masyarakat bingung. "Saya bersyukur kalau pelaksanaan imunisasi ditunda dulu sambil menunggu keputusan MUI," ungkapnya. Tambunan mengungkapkan, perihal status halal atau tidaknya vaksin bukan perkara gampang. Apalagi sebagai umat muslim, elemen halal hukumnya wajib.

Dia mengibaratkan, seseorang yang ingin menikah saja perlu mendapatkan legalitas  secara agama dan negara. "Begitu pula dengan makanan, harus cari yang halal. Apalagi ini soal vaksin, sesuatu yang masuk ke tubuh. Jadi penting sekali status halal atau tidaknya," tegasnya.

Sebagai warga dan muslim yang taat, Tambunan kini hanya bisa menunggu hasil keputusan MUI. Apabila MUI menyatakan vaksin tersebut halal, dia tidak akan ragu mengizinkan sang anak melakukan imunisasi MR. "Jadi kami bisa patuh pada aturan pemerintah sekaligus sesuai agama juga. Kalau memang ternyata halal, saya bisa ikut vaksin susulan," tuturnya.

Dia mengatakan, secara garis besar sudah mengetahui latar belakang dan tujuan imunisasi MR. Termasuk soal potensi yang timbul setelah proses imunisasi. Misalnya demam ringan. Dia tak masalah dan setuju dengan program pemerintah ini. Namun sekali lagi, dia hanya mempertanyakan soal status halal vaksin.

"Kenapa belum ada status halal karena saya juga mencoba taat pada agama. Saya juga tidak ingin menolak, bagaimana pun cara ini yang terbaik untuk anak," pungkasnya. (timkp)


BACA JUGA

Rabu, 19 September 2018 13:00

Ini Dia Motif Motif Pembunuhan Pasangan Suami Istri di Balikpapan Itu...

BALIKPAPAN - Perkara utang diduga menjadi penyebab tersangka menghabisi nyawa pasangan suami istri (pasutri)…

Rabu, 19 September 2018 12:00

Ngga Jelas, Ternyata Kilang Bontang Masih Tunggu Investor

BONTANG – Pembangunan kilang minyak di Bontang belum ada kejelasan. Pemerintah belum memutuskan…

Selasa, 18 September 2018 12:00

KEJI..!! Bapak-Anak Habisi Bos Sendiri

BALIKPAPAN – Aksi kejahatan yang masih mewarnai Balikpapan membuat kota ini tak lagi aman. Setelah…

Selasa, 18 September 2018 12:00

Kaltim Masih Diuntungkan dari Ekspor yang Tinggi

SAMARINDA – Mata uang negeri ini masih terpuruk. Hingga kemarin (17/9), nilai tukar rupiah berada…

Selasa, 18 September 2018 08:51

Menang setelah Lima Tahun

TENGGARONG – Mitra Kukar berhasil mematahkan kutukan tak pernah menang dari Persipura Jayapura…

Selasa, 18 September 2018 08:47

DPRD Kaltim Ngotot Bentuk Pansus

SAMARINDA - Upaya DPRD Kaltim membentuk panitia khusus (pansus) proyek multiyears contract (MYC) tidak…

Selasa, 18 September 2018 08:44

Edy Sinergi dengan Program Gubernur

DUKUNGAN untuk para kandidat anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI daerah pemilihan (dapil) Kaltim…

Senin, 17 September 2018 09:24

PPU Buka Jalur Alternatif

PENAJAM – Bentang utama atau tengah Jembatan Pulau Balang terus berprogres. Namun, persoalan baru…

Senin, 17 September 2018 09:21

Edy Nyaman di Puncak, Ferdian Membuntuti

PERSAINGAN dan dukungan kepada kandidat calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI di polling garapan…

Minggu, 16 September 2018 12:00

Waswas Jadi Jembatan “Abunawas”

SAMARINDA – Pembangunan Jembatan Pulau Balang yang menghubungkan Balikpapan dan Penajam Paser…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .