MANAGED BY:
MINGGU
20 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SAMARINDA

Selasa, 07 Agustus 2018 19:41
Penurunan Tanah Dianggap Lumrah di Bawah Flyover
RETAK BIASA?: Retakan flyover Air Hitam kian melebar.

PROKAL.CO, class="p1">POLEMIK rancangan oprit Flyover Air Hitam yang disebut mengancam konstruksi jembatan ditepis ahli konstruksi dari Universitas Mulawarman (Unmul) Thamrin Rahman. Menurutnya, retakan pada dinding oprit hal lumrah. Tidak berdampak pada konstruksi jembatan. Adapun penurunan yang terjadi sekarang adalah proses konsolidasi akibat beban oprit. Sebab, oprit tidak disanggah dengan tiang pancang. “Hanya didudukkan di atas aspal. Karena berat, maka terjadilah konsolidasi,” ujarnya.

Dia melanjutkan, ada waktu tertentu untuk proses tersebut. Namun, untuk penurunan kali ini sebagai penurunan primer atau penurunan sesaat. “Pada saat ditimbun langsung turun sekian sentimeter. Tinggal melihat, apakah masih besar penurunannya setelah ini,” katanya.Thamrin melanjutkan, ada yang namanya penurunan lanjutan. Itu bisa turun dalam lima sampai sepuluh  tahun ke depan. Tapi yang besar penurunannya pada tiga tahun pertama. “Bergantung jenis tanahnya. Kalau di daerah Jalan AW Sjahranie tanahnya lempung, memang harus terjadi konsolidasi, itu lumrah. Lagi pula flyover tidak alami penurunan, bagian oprit memang iya,” bebernya.

Mengenai retakan yang terjadi pada sisi kiri dan kanan bagian tersebut, disebabkan bagian tersebut tertarik. Pasalnya, ada bagian oprit yang menurun dan ada yang tidak. “Sisi Jalan AW Sjahranie kan sebagian ada yang dipancang dan tidak (oprit). Makanya kalau melintas ada cekungan. Terbukti bentang atas tidak turun,” terangnya. Menurutnya, tanah yang ditimbun sudah tidak menyatu dengan beton di atasnya. Itu dikarenakan oprit di sisi Jalan AW Sjahranie sudah disanggah dengan tiang pancang. 

“Makanya sekarang sudah tidak bergerak,” sebutnya. Pemancangan tersebut untuk menjaga agar tidak terjadi penurunan berlebihan. Dia menilai, hal tersebut biasa saja. “Yang bahaya kalau tekanan oprit itu mendorong abutment di depannya. Sepanjang tidak terjadi, tidak masalah. Tinggal perbaiki opritnya,” sarannya. 

Terkait penanganan yang ideal, dia tidak berani berspekulasi terlalu jauh. Pasalnya, sudah ada Komisi Keamanan Jembatan Terowongan dan Jalan (KKJTJ). “Layak atau tidaknya dioperasikan, mereka yang lebih berhak komentar. Kalau sudah dibilang layak dan bersertifikat artinya layak. Kan sudah ada surat kelayakannya,” pungkasnya. (*/dq/riz/k18)

 

loading...
BERITA TERKAIT

BACA JUGA

Sabtu, 19 Januari 2019 09:34

Demokrat Ngotot Punya Hak Rebut Kursi Wawali Samarinda

SAMARINDA - Partai Demokrat masih menginginkan kursi Wakil Walikota (Wawali)…

Sabtu, 19 Januari 2019 09:33

Jalani Hukuman, Gaffar Tunjuk Pria Ini Sebagai Penggantinya di DPRD

SAMARINDA - Jafar Abdul Gaffar yang harus menjalani hukuman penjara…

Jumat, 18 Januari 2019 09:49
Hukuman ASN Terlibat Narkoba

Isran : Beda Hukumannya Bawa Selinting dengan Dua Kilo

SAMARINDA - Gubernur Kaltim Isran Noor menilai dalam menerapkan hukuman…

Kamis, 17 Januari 2019 12:37

Zainal Muttaqin Terpilih Aklamasi sebagai Ketua SPS Kaltim

SAMARINDA- Haji Zainal Muttaqin, akhirnya kembali terpilih sebagai ketua Serikat…

Kamis, 17 Januari 2019 12:21

Tak Ada Wawali, Wali Kota Samarinda Ngakunya Begini...

SAMARINDA - Walikota Samarinda Syaharie Jaang semenjak ditinggal almarhum Wakil…

Kamis, 17 Januari 2019 10:13

Tak Boleh Lagi Kantong Plastik, Pemkot Bagikan 2 Ribu Tas

SAMARINDA – Di tahun 2019 panitia pelaksana HUT Kota Samarinda…

Kamis, 17 Januari 2019 10:00

Hari Ini, SPS Kaltim Adakan Muscab

SAMARINDA – Serikat Perusahaan Pers (SPS) Kaltim melaksanakan musyawarah cabang…

Rabu, 16 Januari 2019 13:00

Bayar Buat SIM di Polres Samarinda, Kini Bisa Pakai Go Pay

SAMARINDA - Gojek, penyedia layanan berbasis aplikasi menjalin koloborasi dengan…

Rabu, 16 Januari 2019 10:43

Pengaruhi Nilai Adipura

SAMARINDA–Beralasan bila kalangan legislatif khawatir pemkot tak tegas menjalankan Peraturan…

Rabu, 16 Januari 2019 10:41

All Out Lindungi SK Gubernur

PARA pemohon intervensi itu menilai, posisi kelima dewan yang mencengkeram…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*