MANAGED BY:
KAMIS
18 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Selasa, 07 Agustus 2018 08:21
Berawal dari Hobi, Kini Berbuah Prestasi

Mengintip Kesiapan Atlet Kaltim Berlaga di Asian Games: Aswiati (5)

BELA MERAH PUTIH: Aswiati turut berkontribusi membawa Indonesia meraih juara di Macau International Dragon Boat 2015. (DOKUMEN PRIBADI)

PROKAL.CO, Lima tahun menggeluti olahraga dayung, Aswiati didapuk menjadi anggota tim nasional (timnas) dayung putri. Perempuan asal Kutai Barat itu akan membela Merah Putih dalam Asian Games 2018.

DINA ANGELINA, Balikpapan

AWALNYA dayung menjadi sebuah hobi bagi perempuan berusia 25 tahun itu. Tak ada pengalaman khusus, dia hanya merasa senang menghibur diri dengan olahraga air tersebut. Tak disangka Ati–sapaan akrabnya–mendapat kesempatan berlatih dayung secara serius. Momen itu terjadi saat dia berkenalan dengan salah satu pelatih dayung di Kutai Barat.

Ati bercerita, sangat tertarik dengan dayung. Hal ini juga berhubungan besar dengan lingkungan hidupnya yang berada di pesisir sungai. Bermain dengan perahu dan dayung sudah merupakan hal biasa. Selain itu, yang jadi daya tarik karena sebagian orang hampir tidak mengenal olahraga dayung.

Dia merasa tertantang untuk bisa mengenalkan kepada masyarakat tentang olahraga ini. “Tentunya dengan menjadikan dayung sebagai cabor (cabang olahraga) andalan Indonesia,” ungkapnya. Semenjak itu, dia mempelajari berbagai teknik dayung dengan serius.

Kurang lebih enam bulan belajar, Ati memutuskan terjun dalam sebuah kompetisi. Debutnya sebagai atlet dayung berlangsung dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) 2013. Kejuaraan yang berlangsung di Kabupaten Karawang tersebut menjadi ajang perlombaan pertama yang dia ikuti.

“Sangat senang bisa membawa nama daerah untuk berlaga di kejurnas. Tidak menyangka bisa berprestasi dengan cara ini,” ucapnya. Setelah mengikuti Kejurnas 2013 kategori dragon boat, nasib baik menghampiri putri dari Riston tersebut. Dia mendapat panggilan mewakili Kaltim untuk mengikuti pemusatan latihan nasional (pelatnas). Proses seleksi pun berlangsung.

Pucuk dicinta ulam pun tiba. Kepiawaian Ati dalam olahraga dayung membuatnya terpilih dalam pelatnas. Selama bergabung dengan pelatnas sejak 2014, Ati tercatat beberapa kali telah membela timnas dayung putri. Sebagian besar kompetisi dayung di tingkat Asia. Sehingga dia sudah terbiasa melawan tim dayung internasional.

Misalnya dalam Macau International Dragon Boat, Asian Dragon Boat Championship 2018 di Taiwan, DBS Singapore, Palawa Dragon Boat di Filipina, hingga SEA Games 2015. “Sejauh ini pengalaman paling berkesan saat SEA Games. Tim Indonesia melawan tim dayung terbaik dari Myanmar dan Thailand,” ujarnya.

Tim dayung putri Indonesia berhasil mengantongi medali emas dan keluar sebagai juara. Tentu rasa bangga, haru, dan bahagia jadi satu menyelimuti perasaannya. Ati dan kawan-kawan mampu menorehkan prestasi dan mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. (Teman satu tim Ati di timnas, Risti Ardianti yang berasal dari Kutai Kartanegara tulisannya sudah lebih dulu terbit pada Minggu (5/8))

Meski terdengar menggembirakan, Ati mengakui, dalam perjalanan awal menjadi atlet dayung penuh perjuangan. Tergabung di pelatnas yang beraktivitas di Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, mengharuskannya jauh dari keluarga. “Belum lagi untuk atlet dayung kurang mendapat perhatian dari daerah,” tuturnya.

Namun, dia tak ingin pasrah. Telanjur cinta dengan dayung, anak ketiga di antara lima bersaudara itu tetap teguh melewati segala rintangan. “Olahraga ini sudah jadi hobi dan bagian dalam hidup saya. Jadi tidak ada keraguan. Semua keluarga juga ikut mendukung saya untuk menjadi atlet dayung,” bebernya.

Kini dia terpilih sebagai salah satu anggota tim dayung putri yang akan berlaga di Asian Games 2018. Itu pun setelah melewati proses seleksi yang ketat dari lari hingga beban. “Seleksinya sulit karena pesaing yang begitu banyak,” imbuhnya.

Dalam pengalaman pertamanya di Asian Games ini, Ati bercerita bahwa persiapan tim cukup matang. Kurang lebih sudah pada level 80-90 persen. Apalagi proses training juga sangat lama. Dia melakukan persiapan sekitar tiga tahun terakhir. Tepatnya semenjak pegelaran SEA Games 2015 berakhir.

Waduk Jatiluhur di Kabupaten Purwakarta menjadi pusat latihan untuk cabor dayung. Bukan hanya latihan, soal makan pun sudah sangat diatur sedemikian rupa. Sehingga nilai gizi dan pola latihan yang teratur bisa menjadi kunci utama kekuatan tim. “Hal yang tersulit karena harus menjaga kondisi badan tetap fit selama berlatih,” tuturnya.

Perempuan berzodiak scorpio itu menargetkan, tim dayung putri Indonesia dapat medali emas kategori jarak 200 meter. Dia yakin ada peluang besar untuk meraih medali di kelas tersebut. Namun, tim tentu harus siap menghadapi kompetitor terkuat yakni Tiongkok.

“Karena pertandingan dragon boat berasal dari negara itu (Tiongkok). Pasti mereka lebih memahaminya,” ungkap dia. Ati mengingatkan, kuncinya perlu kedisiplinan, target, dan motivasi yang kuat untuk bisa meraih juara. Setelah Asian Games, Ati akan fokus dalam kejuaraan dalam negeri seperti kejurnas dan Pekan Olahraga Nasional 2020 di Papua. (rom/k16)

loading...

BACA JUGA

Rabu, 17 Oktober 2018 10:46

Cerita Perjalanan Sunarman, Napi Palu yang Menyerahkan Diri ke Rutan Solo

Bencana gempa bumi dan tsunami yang terjadi di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng) beberapa…

Rabu, 17 Oktober 2018 10:40

Waduh, Utang Luar Negeri Indonesia Naik, Tembus Rp 5.410 Triliun..!!

JAKARTA- Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia tumbuh sebesar USD 360,7 miliar atau Rp 5.410 triliun (kurs…

Selasa, 16 Oktober 2018 11:14

MAAF..!! Tol Balikpapan - Samarinda Molor, Ngga Jadi Diresmikan Jokowi

SAMARINDA- Tol Balikpapan-Samarinda batal diresmikan akhir tahun ini. Padahal mantan Gubernur Kaltim…

Senin, 15 Oktober 2018 11:42
Menelisik Prostitusi Online di Kota Semarang

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota…

Senin, 15 Oktober 2018 11:36
Romo Leo Joosten Ginting Suka, Warga Belanda yang Lestarikan Budaya Batak Karo

Lestarikan Budaya Batak karena Cinta

Begitu menginjakkan kaki di Tapanuli Utara pada 1971, Leo Joosten langsung jatuh cinta dengan tanah…

Minggu, 14 Oktober 2018 14:11

INNALILLAHI..!! 12 Siswa Tewas Diterjang Banjir

JAKARTA – Kelas sore itu berubah jadi tragedi. Puluhan siswa yang tengah belajar diterjang air…

Minggu, 14 Oktober 2018 14:09

Premium Tak Naik, Tapi Pasokan Dikurangi?

Pengamat Ekonomi Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudistira menilai,…

Minggu, 14 Oktober 2018 08:06

Sikat Persebaya, Borneo FC Bidik Papan Atas

SURABAYA – Gairah Borneo FC kembali membuncah. Tekad bersaing di papan atas makin kuat. Suntikan…

Sabtu, 13 Oktober 2018 11:10

Rumah DP 0 Persen Diluncurkan Anies

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan berharap rumah DP 0 persen dapat meringankan warga…

Sabtu, 13 Oktober 2018 10:28

Dua Kali Dipanggil Mangkir, Ketua DPRD Itu Dibawa Polisi

JAKARTA – Isu bahwa Ketua DPRD Samarinda Alphad Syarif ditangkap polisi terjawab. Ya, Mabes Polri…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .