MANAGED BY:
MINGGU
20 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KALTARA

Selasa, 07 Agustus 2018 08:02
Ditargetkan 2.500 Orang

Hingga Juli, 688 Tenaga Kerja Lokal Tersertifikasi

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Sejak 2017 hingga Juli 2018, tercatat 688 tenaga kerja (naker) lokal di Kaltara yang telah mengantongi sertifikat uji kompetensi, khususnya di bidang jasa konstruksi. Pemprov Kaltara melalui program peningkatan kompetensi dan percepatan sertifikasi tenaga kerja konstruksi, menargetkan sebanyak 2.500 tenaga kerja akan disertifikasi.

Gubernur Irianto Lambrie mengungkapkan, berdasarkan laporan dari Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPR-Perkim) Kaltara, program sertifikasi tenaga kerja konstruksi ini merupakan bagian Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 5 tahun ke depan.

Program sertifikasi dilaksanakan selama periode 5 tahun menggunakan anggaran pendapatan dan belanja daerah dengan alokasi per tahunnya Rp 5 miliar.

“Setiap tahun pemprov menargetkan 500 tenaga kerja konstruksi untuk disertifikasi. Sejak tahun lalu sudah berjalan. Tahun ini juga sudah dimulai. Menurut laporan dalam waktu dekat ini akan melakukan sertifikasi lanjutan ke Nunukan dan Malinau,” kata Irianto yang didampingi Kepala Dinas PUPR-Perkim Kaltara Suheriyatna, Senin (6/8).

Pelaksanaan sertifikasi tenaga kerja jasa konstruksi ini, didasarkan pada Undang-Undang (UU) Nomor 2/2017 tentang Jasa Konstruksi. Berdasar UU itu mewajibkan setiap tenaga kerja konstruksi untuk memiliki sertifikat kompetensi dan para penyedia jasa juga wajib memperkerjakan tenaga kerja yang bersertifikat.

Dinas PUPR-Perkim juga memiliki program dalam rangka tertib penyelenggaraan jasa konstruksi.

“Semua kegiatan konstruksi yang dikerjakan oleh orang yang tidak memiliki SKT (sertifikat keterampilan kerja, Red) akan distop. Berikut, adanya penggodokan untuk remunerasi terkait dengan upah tenaga kerja konstruksi. Nanti, tenaga kerja yang memiliki SKT dengan yang tidak memiliki akan beda dalam segi pendapatan,” ujarnya.

Lantas untuk mengantisipasi isu yang berkembang mengenai tenaga kerja asing, Pemprov Kaltara melalui DPUPR-Perkim berencana membuat regulasi yang melibatkan tenaga kerja lokal tersertifikasi untuk dilibatkan dalam proyek-proyek konstruksi yang ada di Kaltara. (hms/san/k8)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 17 Januari 2019 11:18

Dua Titik Longsor Segera Ditangani

TANJUNG SELOR–Pemerintah mengalokasikan anggaran Rp 12 miliar untuk menangani dua…

Kamis, 17 Januari 2019 11:17

Gubernur Tinjau Tiga Proyek

SELAIN jalan rusak karena longsor, Gubernur Kaltara Irianto Lambrie juga…

Kamis, 17 Januari 2019 08:26

Sabu 11 Kilogram Dimusnahkan

TANJUNG SELOR – Polda Kaltara kembali memusnahkan barang bukti kasus…

Rabu, 16 Januari 2019 07:41

SOA Penumpang Krayan Sudah Berjalan

NUNUKAN –  Subsidi Ongkos Angkutan (SOA) penumpang rute Nunukan-Long Bawan,…

Rabu, 16 Januari 2019 07:39

RSUD Tambah Tiga Dokter Spesialis

NUNUKAN – Guna meningkatkan pelayanan kesehatan, Rumah Sakit Umum Daerah…

Rabu, 16 Januari 2019 07:38

Akses Pantai Kayu Angin Segera Diperbaiki

NUNUKAN - Jalan menuju Pantai Kayu Angin, Desa Tanjung Karang,…

Rabu, 16 Januari 2019 07:37

Jembatan Meranti Mangkrak

TANJUNG SELOR - Pembangunan jalan penghubung Jembatan Meranti menuju Buluh…

Senin, 14 Januari 2019 07:27

Tahapan PLBN Labang Dimulai

TANJUNG SELOR – Pembangunan dua Pos Lintas Batas Negara (PLBN)…

Senin, 14 Januari 2019 07:26

Promosi Pariwisata lewat Simpar

TANJUNG SELOR – Pemprov Kaltara melalui Dinas Pariwisata, terus berupaya…

Senin, 14 Januari 2019 07:26

Tujuh Sekolah Raih Adiwiyata

TANJUNG SELOR – Tujuh sekolah di Kaltara meraih penghargaan nasional…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*