MANAGED BY:
MINGGU
19 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KOLOM PEMBACA

Selasa, 07 Agustus 2018 07:56
Kartesianisme

PROKAL.CO, Oleh: Dr. Ir. Sunarto Sastrowardojo, M. Arch
(Dosen Pascasarjana Perencanaan Wilayah, Unmul)

KARTESIUS dalam konsep matematika, digunakan untuk menentukan titik dalam setiap bidang dengan menggunakan dua bilangan yang lazimnya disebut absis dan ordinat. Salah satu konsep dasar arsitektur adalah menyatukan titik, garis, bidang dan menjadi ruang. Pergeseran dimensional ini akan tetap ada sepanjang masyarakat masih mengakui profesi arsitek di bumi ini masih ada atau tidak digantikan oleh profesional  lain. Misal, pelukis. Atau bahkan koki yang bisa mengkhayal rumah tinggalnya dan diwujudkan dengan mencetak roti  menjadi rumah dan dihuni olehnya.

Sistem koordinat kartesius juga bisa digunakan mendeskripsikan dimensi-dimensi lain yang lebih tinggi yakni tiga dimensi dengan menggunakan tiga sumbu, x, y dan z. Koordinat Kartesius ini kemudian juga digunakan oleh pada arsitek dalam memvisualisasikan sudut pandang bangunan arsitektural dari berbagai sisi. Bentuk-bentuk geometri seperti kurva terbalik menjadi landasan berfikir membentuk bangunan masjid berkubah, dome.

Konsep konsep sumbu ortogonal inilah yang kemudian berkembang  dalam ilmu merancang sebuah titik pandang dan atau konsep dasar perancangan arsitektur.

Analoginya begini: seseorang harus tahu abjad dulu sebelum merangkainya jadi sebuah kata. Seseorang harus belajar dulu tata bahasa dan sintaksis dulu, sebelum membetuk kalimat. Arsitek  harus tahu dulu, titik garis, bidang dan ruang sebelum pada tahapan berikutnya.

Lalu saya membayangkan, Kalimantan Timur ini, yang sudah saya huni sejak tahun 1964 ini yang sudah dengan terpaksa saya cintai karena sejengkal tanah nun jauh di sana di dusun kecil di Kabupaten Pacitan sudah hanyut dibawa air sungai.

Lalu saya membayangkan Kalimantan Timur ini, yang dulu populer dengan julukan Zamrut Khatulistiwa kembali semringah membangun dan dibangun oleh Kartesianisme, sebuah faham yang memahami pentingnya menyatukan titik menjadi garis, menjadi bidang dan menjadi ruang.

Kalimantan Timur dibangun dengan bantuan dua garis koordinat kartesian. Titik titik itu terus digambarkan. Kemudian titik titik itu semakin dekat jaraknya antara yang satu dengan yang lain. Saking dekatnya gambaran titik yang satu dengan yang lain, akhirnya membentuk garis, bidang dan ruang. Titik tersebut tidak mampu lagi menyisakan ruang untuk membuat sebuah titik lagi di antara dua titik.

Itulah Kalimantan Timur, akan penuh titik tak ada ruang lagi menyisipkan titik, noktah perpecahan, perbedaan persepsi, perbedaan visi. Kalimantan Timur harus berdaulat dalam banyak hal, ekonomi, sosial, budaya politik. Bahkan bagian penting dari sebuah misi keamanan secara nasional.

Saya mengerti, membangun bukan rumus matematika seperti koordinat kartesius. Tapi saya juga tahu bahwa konsep membangun adalah kesejahteraan. Sekelompok warga dalam mencapai kebaikan bersama adalah politik. Saya yakin pemimpin Kalimantan Timur mendatang adalah kartesianisme yang mampu menyatukan titik, garis, bidang dan ruang bagi kenyamanan banyak kemauan. Abjad, kata, sintaksis sudah ada dalam konsep dasar berfikir. Merangkainya jadi karya sastra, arsitektural Kalimantan Timur, kebijakan yang memihak alam. Dari titik nol hingga konsep ruang penuh enerji. Selamat datang, sahabat. (***/rsh/k18)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 18 Agustus 2018 06:21

Memaknai 17 Agustus bagi Indonesia

Tanggal  17 Agustus 2018 masyarakat Indonesia merayakan hari kemerdekaan yang ke-73 tahun dan sudah…

Jumat, 17 Agustus 2018 07:21

Tantangan Pendidikan Kaltim 73 Tahun Kemerdekaan Indonesia

Oleh: Dr. Ir. Hetifah Sjaifudian, MPP(Wakil Ketua Komisi X DPR RI Dapil Kaltim dan Kaltara) PEMERATAAN…

Jumat, 17 Agustus 2018 07:18

Memaknai Kemerdekaan

OLEH: SUHARYONO SOEMARWOTO MM(Pemerhati Ketenagakerjaan & Ekonomi Kerakyatan, Mahasiswa S-3–Doktor…

Rabu, 15 Agustus 2018 07:17

Karena Ayahku Seorang Veteran RI

OLEH: MUTHI' MASFU'AH(Koordinator Literasi DPW Kaltim dan Devisi Pengembangan Wilayah Literasi DPP Jakarta)…

Selasa, 14 Agustus 2018 07:14

Nilai Religius Membantu Kemajuan Peradaban

Oleh: RP Yohanes Antonius Lelaona, SVD(Rohaniwan Warga Tenggarong) DALAM  tulisan saya yang dimuat…

Senin, 13 Agustus 2018 08:39

Membangun Safety Leadership di Dunia Pendidikan

OLEH: HENDRAJATI, S.Pd  (Pendiri dan Ketua Umum HSE Indonesi) KENAPA perlu? Pernahkah terpikir…

Senin, 13 Agustus 2018 08:36

Tips Memilih Ternak Kurban yang Baik dan Sehat

Oleh: drh Dwi Suryadi (Dokter Hewan Balai Karantina Pertanian Kelas I Balikpapan) IDULADHA merupakan…

Sabtu, 11 Agustus 2018 00:23

Mewujudkan Hemeroteca Nacional de Mexicodi Kaltim, Kenapa Tidak?

CONRADO SOL masuk ke sebuah gedung bangunan bergaya modern dengan nuansa warna cokelat kayu yang dominan.…

Kamis, 09 Agustus 2018 07:19

Jalan Spiritual Menuju Semangat Proklamasi

OLEH: RP YOHANES ANTONIUS LELAONA, SVD (Rohaniwan Warga Tenggarong)MENGAWALI tulisan ini, izinkan saya…

Jumat, 03 Agustus 2018 08:42

Rezeki Itu Bukan Sandal

Oleh: Bambang Iswanto* KEJADIAN tertukar sandal ketika selesai salat di masjid bukan sesuatu yang langka.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .