MANAGED BY:
SENIN
10 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KOLOM PEMBACA

Selasa, 07 Agustus 2018 07:56
Kartesianisme

PROKAL.CO, Oleh: Dr. Ir. Sunarto Sastrowardojo, M. Arch
(Dosen Pascasarjana Perencanaan Wilayah, Unmul)

KARTESIUS dalam konsep matematika, digunakan untuk menentukan titik dalam setiap bidang dengan menggunakan dua bilangan yang lazimnya disebut absis dan ordinat. Salah satu konsep dasar arsitektur adalah menyatukan titik, garis, bidang dan menjadi ruang. Pergeseran dimensional ini akan tetap ada sepanjang masyarakat masih mengakui profesi arsitek di bumi ini masih ada atau tidak digantikan oleh profesional  lain. Misal, pelukis. Atau bahkan koki yang bisa mengkhayal rumah tinggalnya dan diwujudkan dengan mencetak roti  menjadi rumah dan dihuni olehnya.

Sistem koordinat kartesius juga bisa digunakan mendeskripsikan dimensi-dimensi lain yang lebih tinggi yakni tiga dimensi dengan menggunakan tiga sumbu, x, y dan z. Koordinat Kartesius ini kemudian juga digunakan oleh pada arsitek dalam memvisualisasikan sudut pandang bangunan arsitektural dari berbagai sisi. Bentuk-bentuk geometri seperti kurva terbalik menjadi landasan berfikir membentuk bangunan masjid berkubah, dome.

Konsep konsep sumbu ortogonal inilah yang kemudian berkembang  dalam ilmu merancang sebuah titik pandang dan atau konsep dasar perancangan arsitektur.

Analoginya begini: seseorang harus tahu abjad dulu sebelum merangkainya jadi sebuah kata. Seseorang harus belajar dulu tata bahasa dan sintaksis dulu, sebelum membetuk kalimat. Arsitek  harus tahu dulu, titik garis, bidang dan ruang sebelum pada tahapan berikutnya.

Lalu saya membayangkan, Kalimantan Timur ini, yang sudah saya huni sejak tahun 1964 ini yang sudah dengan terpaksa saya cintai karena sejengkal tanah nun jauh di sana di dusun kecil di Kabupaten Pacitan sudah hanyut dibawa air sungai.

Lalu saya membayangkan Kalimantan Timur ini, yang dulu populer dengan julukan Zamrut Khatulistiwa kembali semringah membangun dan dibangun oleh Kartesianisme, sebuah faham yang memahami pentingnya menyatukan titik menjadi garis, menjadi bidang dan menjadi ruang.

Kalimantan Timur dibangun dengan bantuan dua garis koordinat kartesian. Titik titik itu terus digambarkan. Kemudian titik titik itu semakin dekat jaraknya antara yang satu dengan yang lain. Saking dekatnya gambaran titik yang satu dengan yang lain, akhirnya membentuk garis, bidang dan ruang. Titik tersebut tidak mampu lagi menyisakan ruang untuk membuat sebuah titik lagi di antara dua titik.

Itulah Kalimantan Timur, akan penuh titik tak ada ruang lagi menyisipkan titik, noktah perpecahan, perbedaan persepsi, perbedaan visi. Kalimantan Timur harus berdaulat dalam banyak hal, ekonomi, sosial, budaya politik. Bahkan bagian penting dari sebuah misi keamanan secara nasional.

Saya mengerti, membangun bukan rumus matematika seperti koordinat kartesius. Tapi saya juga tahu bahwa konsep membangun adalah kesejahteraan. Sekelompok warga dalam mencapai kebaikan bersama adalah politik. Saya yakin pemimpin Kalimantan Timur mendatang adalah kartesianisme yang mampu menyatukan titik, garis, bidang dan ruang bagi kenyamanan banyak kemauan. Abjad, kata, sintaksis sudah ada dalam konsep dasar berfikir. Merangkainya jadi karya sastra, arsitektural Kalimantan Timur, kebijakan yang memihak alam. Dari titik nol hingga konsep ruang penuh enerji. Selamat datang, sahabat. (***/rsh/k18)

loading...

BACA JUGA

Senin, 10 Desember 2018 06:58

Atlet Jadi Idola Baru Kawula Muda

Oleh: Elsa Malinda EUFORIA Asian Games 2018 memang telah berlalu,…

Senin, 10 Desember 2018 06:56

Potensi Kawasan Karst Kaltim

Oleh: Meltalia Tumanduk S. Pi (Pemerhati Lingkungan) KAWASAN karst di…

Sabtu, 08 Desember 2018 06:45

Embrio: Manusia Kecil yang Harus Diselamatkan

DEWASA  ini kemajuan biomedis menawarkan aneka manfaat bagi manusia. Teknologi…

Sabtu, 08 Desember 2018 06:43

Mengenal Obat Diabetes Oral dan Suntikan Insulin

MENURUT data hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, prevalensi penyakit…

Jumat, 07 Desember 2018 06:57

Kegalauan antara Haq dan Hak (HAM)

Oleh: Andi Putri Marissa SE (Relawan Penulis Balikpapan) BELUM lama…

Jumat, 07 Desember 2018 06:55

Guru Honorer Dulu dan Kini

Oleh: Isromiyah SH (Pemerhati Generasi dan Mengajar di Lembaga Al…

Jumat, 07 Desember 2018 06:53

Suguhkan Kepakaran Seseorang dalam Teknologi

Oleh: Olli Chandra (Mahasiswa Teknik Informatika Fakultas Ilmu Komputer &…

Kamis, 06 Desember 2018 07:05

Longsor Sanga-Sanga: Kehendak Tuhan atau Ulah Manusia?

OLEH: FUAD FANSURI (Dosen Ilmu Alquran dan Tafsir IAIN Samarinda…

Kamis, 06 Desember 2018 07:02

Psikologi Lingkungan: Ironi dan Kutukan SDA di “Odah Etam”

OLEH: RANDI M GUMILANG (Dosen Bimbingan dan Konseling Islam/Gusdurian Kaltim)…

Rabu, 05 Desember 2018 06:49

Marginalisasi Penyandang Disabilitas: Renungan Hari Disabilitas dalam Perspektif Kebijakan Publik

Oleh: Dr Bambang Irawan (Kepala Laboratorium Kebijakan Publik FISIP Universitas…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .