MANAGED BY:
JUMAT
22 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SAMARINDA

Senin, 06 Agustus 2018 08:43
WADUH..!! Ternyata Masalah Flyover Air Hitam Serius

Penurunan Tanah Terus Terjadi 10 Tahun ke Depan

PERLU DIAUDIT: Angkur, bagian besi yang melengkung dan menusuk ke dalam fondasi Jembatan Layang Air Hitam dari hari ke hari terlihat. Material tembok pun berjatuhan. (RAMA SIHOTANG/KALTIM POST)

PROKAL.CO, SAMARINDA - Kualitas konstruksi jembatan layang (flyover) Air Hitam mengundang tanda tanya publik. Belum genap dua tahun beroperasi, bangunan mulai retak-retak. Bahkan kondisinya cukup serius ketika diperiksa lebih detail lagi.  

Pengamat konstruksi Haryoto menuturkan, berdasarkan hasil pemantauannya, retakan lebih dari yang dibayangkan sebelumnya. Angkur, bagian besi yang melengkung dan menusuk ke dalam fondasi sloof dari hari ke hari terlihat. Material tembok pun berjatuhan. Menurutnya, kejadian ini perlu perhatian serius dan segera. Mengingat badan jalan flyover mengalami penurunan akibat konstruksi fondasi retak.

Apalagi sisi kanan dari arah Jalan AW Sjahranie, dinding pecah dan terlihat menurun. “Penanganan pertama, seperti penambalan rontok semua. Apalagi angkur ada yang tercabut dan tergantung. (Sehingga) penanganan tidak hanya ditambal," sarannya. Haryoto melanjutkan, pihak terkait harusnya memahami isi oprit (timbunan tanah) dan bagian lainnya yang bermasalah. "Apa mutunya sesuai spesifikasi dan dilaksanakan sesuai desain?" ungkapnya.

Dia melanjutkan, jika oprit mengalami penurunan kurang dalam 10 tahun, maka pembangunan jembatan perlu dievaluasi. “Percuma ada insinyur profesional bersertifikat. Apalagi, saya perhatikan tidak ada pergerakan tanah dasar ke samping (Flyover Air Hitam)," sebutnya. Pria yang bertugas di Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Kaltim ini menuturkan, konsultan dan dinas terkait harus lebih jeli lagi memahami kondisi Flyover Air Hitam termasuk mempelajari kendali mutu ketika membangun. "Apalagi balok ring sampai retak. Berarti (masalah) serius," bebernya.

Namun, Haryoto enggan berspekulasi. Dia menegaskan, apabila lantai jembatan layang menurun dianggap aman, maka itu perlu dikoreksi. Dia khawatir, tiba-tiba dinding jebol. Karena balok penyangga patah. "Harusnya dipikirkan sampai ke sana. (Karena) retakan menganga bahkan material isi menyembul keluar," tuturnya. Lantas apakah Flyover Air Hitam masih layak dilintasi? Haryoto mengaku tidak mudah memprediksi. "Kan baru selesai dikerjakan akhir 2016. Hitungannya masih barang baru," ungkap dia.

"Yang jelas, aman tidaknya yang paling tahu konsultan pembangunan. Dia yang memberi rekomendasi pekerjaan selesai, layak atau tidak diterima sesuai rencana. Masalah transportasi bukan hanya aman, faktor nyaman juga diperhatikan," jelasnya.

Sementara itu, konsultan pembangunan Flyover Air Hitam Taufik Rinaldi memastikan, retakan bukan karena kendaraan melintas. "Retakan karena getaran. Banyak kendaraan besar melintas di samping flyover. Tidak berpengaruh pada struktur (jembatan layang)," kata dia. Dia melanjutkan, meski tidak memiliki pengaruh, penurunan akan terus terjadi selama 10 tahun ke depan. Tetapi, itu tidak akan berdampak buruk. "Tanah di kawasan (Jalan) AW Sjahranie ‘kan lembek. Pergeseran tanah merupakan proses pengerasan," ungkapnya. (*/dq/riz/k15)


BACA JUGA

Kamis, 21 Februari 2019 09:55

Cuaca Samarinda Panas Selama Dua Pekan, Ini Penyebabnya

SAMARINDA - Cuaca kota Samarinda dalam keadaan tidak normal. Sudah…

Kamis, 21 Februari 2019 08:39

Bawaslu Kaji Dugaan Pelanggaran Penetapan Pemilih Tambahan oleh KPU Kaltim

SAMARINDA - Anggota Badan Pengawas Pemilu Kaltim, Saiful mengungkapkan pihaknya…

Rabu, 20 Februari 2019 11:16

Rektor Unmul Dipanggil Polda Kaltim, Kasus Ini yang Diselidiki

SAMARINDA - Kepolisian Daerah Provinsi Kalimantan Timur telah memanggil dan…

Rabu, 20 Februari 2019 09:19

Samarinda Tak Nyaman Huni, Pemkot Minta Solusi

SAMARINDA–Tingkat kenyamanan bermukim di Kota Tepian berada di “zona merah”.…

Selasa, 19 Februari 2019 09:37

Matangkan Aturan Menata SKM

SAMARINDA–Penataan bantaran Sungai Karang Mumus (SKM) masih jadi polemik hingga…

Selasa, 19 Februari 2019 09:34

Dikira Istirahat, Ternyata Ingin Melompat

MENJELANG siang, Senin (18/2) sekira 11.00 Wita, Bripka Budi Suharyono…

Selasa, 19 Februari 2019 09:31

Alphad Dituntut Penjara 4 Tahun

SAMARINDA–Sempat tertunda dua pekan, tuntutan untuk Alphad Syarief yang tersandung…

Senin, 18 Februari 2019 13:17

Hadi Janji Tinjau Izin Perusahaan Terkait Tewasnya 32 Anak di Kolam Tambang

SAMARINDA - Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi berjanji akan meninjau…

Minggu, 17 Februari 2019 23:52
Buka Nobar Debat Capres dan Diskusi Publik

AMINKAN..!! Wagub Hadi Berharap Ada Presiden dari Kaltim

SAMARINDA  - Sejak Indonesia merdeka, tak ada satupun orang Kaltim…

Minggu, 17 Februari 2019 20:46

Berkat IPDP Kaltim Kota Samarinda, Tambangan Hidup Lagi

SAMARINDA – Kapal tambangan yang merupakan transportasi utama di Samarinda…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*