MANAGED BY:
SENIN
22 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Senin, 06 Agustus 2018 07:23
Adu Cepat Pesawat tanpa Awak

PROKAL.CO, class="Default">POPULARITAS drone kian hari kian meningkat di berbagai kalangan masyarakat, terutama bagi yang bergelut di bidang fotografi. Tapi, belakangan ini drone mulai beralih fungsi. Mudah dioperasikan dengan menggunakan remote control menjadi alasan utama beberapa orang memilih memodifikasi drone fotografi mereka menjadi drone khusus balapan.

Apalagi, berdasar hasil penelitian tim Zetizen, 81 persen Zetizen sering membiarkan drone-nya menganggur di rumah. Jumlah itu tentu melebihi 19 persen sisanya yang sering menggunakan drone untuk aktivitas fotografi. That's why, balap drone bisa jadi alternatif hobi baru yang anti-mainstream.

Beberapa komunitas drone pun akhirnya terbentuk. Warrior Squadrone, salah satunya. Berdiri di Surabaya sejak 2016, komunitas tersebut bertujuan mewadahi hobi orang-orang yang ingin mengadukan drone-nya dalam lintasan balap.

”Dibutuhkan keahlian khusus untuk mengendalikan drone dalam mengambil gambar dan video. Karena itu, kami juga mau mengembangkan skill pilot drone secara individu. Kami pun memilih dengan cara balap drone sendiri,” kata Galang Abi Hanggara, ketua komunitas tersebut.

Sebagai salah satu komunitas yang berjalan di bidang balap drone, Warrior Squadrone tentu perlu melakukan latihan rutin. ”Kami sih biasanya training di area Masjid Agung. Selebihnya untuk kumpul-kumpul dengan komunitas, kadang tetap di Masjid Agung atau di KBS. Kadang bisa sampai di luar kota Surabaya,” tutur Galang.

Syarat untuk menjadi seorang pembalap drone sebenarnya nggak susah. Yang paling utama tentu punya drone. Karena alasan itu, hobi tersebut juga nggak bisa dibilang sebagai hobi yang murah. Belum lagi akan ada modifikasi untuk menambah fleksibilitas dan kecepatan drone yang digunakan untuk balapan.       

Bahkan, para pembalap drone profesional biasanya akan bertarung dengan menggunakan kacamata first person view atau kacamata yang mirip dengan virtual reality supaya mendapatkan visualisasi langsung dari area sekitar lintasan balap drone. ”Range harganya bahkan bisa dari 1,5 juta sampai 18 juta untuk merakit satu racing drone,” imbuh Galang.

Kompetisi drone racing pun belakangan ini mulai digalakkan di mana-mana. Nggak hanya di luar negeri, di Indonesia juga semakin banyak kompetisi balapan yang bermunculan.

Bahkan, beberapa waktu yang lalu, Drone Racing World Cup 2018 diadakan di Lapangan Puputan Renon, Denpasar, Bali. Hal itu sekaligus membuktikan bahwa di Indonesia sudah banyak yang mulai menekuni hobi balap drone. Dare to try? (kch/c25/may)

loading...

BACA JUGA

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*