MANAGED BY:
SELASA
23 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Senin, 06 Agustus 2018 06:59
Mulai Lirik Potensi Fashion

Yaser: Fokus ke Pariwisata Dulu

CARI ALTERNATIF: Disperindagkop dan UMKM Kaltim berencana mengembangkan potensi fashion lokal seperti batik kalimantan untuk menembus pasar internasional. Supaya Kaltim bisa lepas dari ketergantungan pertambangan.(anggi praditha/kp)

PROKAL.CO, BALIKPAPAN – Tidak ingin terus mengandalkan pertambangan, Pemprov Kaltim berupaya menggali potensi ekspor dari sektor lain. Kali ini, fashion lokal dilirik untuk menembus pasar internasional.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, (Disperindagkop) dan UMKM Kaltim Fuad Asaddin mengatakan, perlu terobosan dan upaya ekstra agar produksi fashion Bumi Etam bisa bersaing dan go international. Salah satunya dengan menggelar pelatihan pengembangan produk fashion berorientasi ekspor yang akan diikuti 40 peserta dari Samarinda.

"Produk fashion Kaltim memang belum berkembang. Maka peluangnya sangat besar untuk dikembangkan di wilayah Kaltim. Supaya bahan-bahan yang sebelumnya didatangkan dari daerah lain bisa diperoleh langsung di Kaltim," katanya, Minggu (5/8).

Fuad meyakini, Kaltim memiliki sumber daya alam yang melimpah dan ditunjang dengan pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan yang baik. Sehingga tepat untuk mengembangkan produk-produk ekspor. Dia pun mendorong para investor yang bergerak di bidang penyediaan bahan baku untuk keperluan fashion mau mendirikan pabrik di Kaltim seperti pabrik kain atau benang.

"Ini termasuk mendorong kegiatan fashion dapat berkembang di Kaltim dan berdampak bisa menurunkan angka pengangguran dan meningkatkan pendapatan Kaltim," ujarnya.

Terpisah, Ketua Kamar Dagang dan Industri Kota Balikpapan Yaser Arafat menuturkan, produk fashion Kaltim sebenarnya sudah ada sejak lama tapi belum konsisten dilirik pasar luar negeri. Contohnya batik kalimantan. Produk ini bahkan sudah sering ikut pameran di luar negeri.

Dia menilai, masalah infrastruktur yang ada di Kaltim turut memiliki andil lambatnya perkembangan fashion di Kaltim. Jadi, banyak pengusaha lebih melirik pertambangan, karena lebih potensial. Diferensial ekonomi Kaltim masih sulit terwujud.

“Gampangnya hulunya dulu dikembangkan. Pariwisata utamanya. Dari sini banyak wisatawan asing yang tahu produk lokal Kaltim. Mereka pakai dan bawa ke luar negeri lalu mereka kenalkan,” ungkapnya. Seperti di Bandung, Bali atau Jogjakarta, produk fashion berkembang seiring pariwisata yang terus didatangi wisatawan mancanegara.

“Perlu keseriusan. Yang mau dikembangkan untuk menyumbang ekspor Kaltim ini sudah banyak. Lebih baik pariwisata dulu difokuskan. Anggaran ditingkatkan. Toh secara tidak langsung akan berimbas ke seluruh turunannya. Bahkan fashion. Hutan Kaltim harus dikembangkan. Jadi, orang luar negeri tahu Kaltim dengan wisata hutannya. Memasarkan produk fashion pun mudah nantinya jika sudah banyak yang mengenal Kaltim,” tutupnya. (aji/ndu/k15)

loading...

BACA JUGA

Senin, 22 Oktober 2018 06:56

Daya Beli Masyarakat Patut Diwaspadai

BALIKPAPAN – Meski kondisi ekonomi Kaltim tumbuh 3,12 persen dan ekspor di Bumi Etam turut membaik,…

Senin, 22 Oktober 2018 06:43

Sistem Perdagangan Alternatif Meningkat Signifikan

JAKARTA – Transaksi sistem perdagangan alternatif (SPA) mengalami peningkatan signifikan. Hal…

Senin, 22 Oktober 2018 06:42

Pangkas Impor Komponen Industri Elektronik

JAKARTA – Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kementerian Perindustrian berharap…

Minggu, 21 Oktober 2018 06:46

Tempat Cukur Idola Pesepak Bola

WALAU terkesan sepele, bisnis tempat cukur khusus pria alias barbershop ternyata tak semudah yang dibayangkan.…

Sabtu, 20 Oktober 2018 00:08

Siapkan Promo Unggulan selama Natal dan Tahun Baru

BALIKPAPAN  –  Pelanggan setia Hypermart jangan sampai ketinggalan penawaran terbaik.…

Sabtu, 20 Oktober 2018 00:07

Segudang Keuntungan Miliki Kartu GPN

SAMARINDA  -  Bank Indonesia terus mendorong masyarakat menerapkan sistem pembayaran baru…

Sabtu, 20 Oktober 2018 00:06

Milenial Harus Selektif Berinvestasi

JAKARTA -  Generasi milenial mulai melek dunia investasi. Tidak sedikit generasi muda sudah menyisihkan…

Sabtu, 20 Oktober 2018 00:04

Insentif Pajak Dorong Perekonomian Lebih Cepat

JAKARTA  –  Pemerintah kehilangan potensi penerimaan Rp 298,3 triliun akibat pemberian…

Sabtu, 20 Oktober 2018 00:02

Pasar Fleet Naik 15 Persen

JAKARTA  –  Penjualan ritel kendaraan bermotor pada Januari–September 2018 tumbuh…

Sabtu, 20 Oktober 2018 00:02

BNI Bukukan Laba Bersih Rp 11,4 Triliun

JAKARTA  –  PT Bank Negara Indonesia (BBNI) pada kuartal tiga 2018 mencatat laba bersih…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .