MANAGED BY:
RABU
24 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Senin, 06 Agustus 2018 06:59
Mulai Lirik Potensi Fashion

Yaser: Fokus ke Pariwisata Dulu

CARI ALTERNATIF: Disperindagkop dan UMKM Kaltim berencana mengembangkan potensi fashion lokal seperti batik kalimantan untuk menembus pasar internasional. Supaya Kaltim bisa lepas dari ketergantungan pertambangan.(anggi praditha/kp)

PROKAL.CO, BALIKPAPAN – Tidak ingin terus mengandalkan pertambangan, Pemprov Kaltim berupaya menggali potensi ekspor dari sektor lain. Kali ini, fashion lokal dilirik untuk menembus pasar internasional.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, (Disperindagkop) dan UMKM Kaltim Fuad Asaddin mengatakan, perlu terobosan dan upaya ekstra agar produksi fashion Bumi Etam bisa bersaing dan go international. Salah satunya dengan menggelar pelatihan pengembangan produk fashion berorientasi ekspor yang akan diikuti 40 peserta dari Samarinda.

"Produk fashion Kaltim memang belum berkembang. Maka peluangnya sangat besar untuk dikembangkan di wilayah Kaltim. Supaya bahan-bahan yang sebelumnya didatangkan dari daerah lain bisa diperoleh langsung di Kaltim," katanya, Minggu (5/8).

Fuad meyakini, Kaltim memiliki sumber daya alam yang melimpah dan ditunjang dengan pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan yang baik. Sehingga tepat untuk mengembangkan produk-produk ekspor. Dia pun mendorong para investor yang bergerak di bidang penyediaan bahan baku untuk keperluan fashion mau mendirikan pabrik di Kaltim seperti pabrik kain atau benang.

"Ini termasuk mendorong kegiatan fashion dapat berkembang di Kaltim dan berdampak bisa menurunkan angka pengangguran dan meningkatkan pendapatan Kaltim," ujarnya.

Terpisah, Ketua Kamar Dagang dan Industri Kota Balikpapan Yaser Arafat menuturkan, produk fashion Kaltim sebenarnya sudah ada sejak lama tapi belum konsisten dilirik pasar luar negeri. Contohnya batik kalimantan. Produk ini bahkan sudah sering ikut pameran di luar negeri.

Dia menilai, masalah infrastruktur yang ada di Kaltim turut memiliki andil lambatnya perkembangan fashion di Kaltim. Jadi, banyak pengusaha lebih melirik pertambangan, karena lebih potensial. Diferensial ekonomi Kaltim masih sulit terwujud.

“Gampangnya hulunya dulu dikembangkan. Pariwisata utamanya. Dari sini banyak wisatawan asing yang tahu produk lokal Kaltim. Mereka pakai dan bawa ke luar negeri lalu mereka kenalkan,” ungkapnya. Seperti di Bandung, Bali atau Jogjakarta, produk fashion berkembang seiring pariwisata yang terus didatangi wisatawan mancanegara.

“Perlu keseriusan. Yang mau dikembangkan untuk menyumbang ekspor Kaltim ini sudah banyak. Lebih baik pariwisata dulu difokuskan. Anggaran ditingkatkan. Toh secara tidak langsung akan berimbas ke seluruh turunannya. Bahkan fashion. Hutan Kaltim harus dikembangkan. Jadi, orang luar negeri tahu Kaltim dengan wisata hutannya. Memasarkan produk fashion pun mudah nantinya jika sudah banyak yang mengenal Kaltim,” tutupnya. (aji/ndu/k15)

loading...

BACA JUGA

Rabu, 24 April 2019 10:46

Waspadai Lonjakan Tiket Pesawat Jelang Hari Raya

JAKARTA – Inflasi terpantau masih cukup rendah kendati Ramadan yang…

Selasa, 23 April 2019 13:22

Dealer Honda Terluas Terlengkap se Kalimantan Beroperasi di Samarinda, Ini Kelebihannya

SAMARINDA - Honda terus memperluas pemasaran dan pelayanannya. Kali ini,…

Sabtu, 20 April 2019 13:24

WTO Vonis Tiongkok Bersalah

 JENEWA – Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) menyatakan bahwa Tiongkok bersalah…

Sabtu, 20 April 2019 13:14

Penjualan Roda Empat Sedikit Melambat

JAKARTA – Penjualan kendaraan roda empat sepanjang kuartal I 2019…

Jumat, 19 April 2019 12:12

Buka Lagi Keran Impor Bawang Putih

JAKARTA – Mengantisipasi harga bawang putih yang melambung, Kemendag kemarin…

Jumat, 19 April 2019 11:44

Amazon Menyerah, Angkat Kaki dari Tiongkok

BEIJING – Beberapa tahun lalu Quenie Liao sudah menambatkan hatinya…

Rabu, 17 April 2019 12:55

Tekanan Inflasi Angkutan Udara Masih Terjaga

SAMARINDA-Saat ini harga tiket pesawat masih dikeluhkan tinggi. Meskipun tidak…

Rabu, 17 April 2019 12:53

Risiko Stabilitas Keuangan Daerah Masih Terjaga

SAMARINDA-Pada 2018, ekonomi Kaltim tumbuh 2,67 persen. Pertumbuhan ekonomi Kaltim…

Rabu, 17 April 2019 12:52

Kaltim Targetkan Menarik Investasi Rp 36,35 Triliun

SAMARINDA-Kaltim tahun ini menargetkan mampu menarik investasi Rp 36,35 triliun,…

Rabu, 17 April 2019 12:51

Lion Group Pastikan Kehadiran Rute Samarinda-Martua

SAMARINDA-Maskapai Lion Group melalui Wings Air memastikan akan segera membuka…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*