MANAGED BY:
RABU
22 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Senin, 06 Agustus 2018 06:59
Mulai Lirik Potensi Fashion

Yaser: Fokus ke Pariwisata Dulu

CARI ALTERNATIF: Disperindagkop dan UMKM Kaltim berencana mengembangkan potensi fashion lokal seperti batik kalimantan untuk menembus pasar internasional. Supaya Kaltim bisa lepas dari ketergantungan pertambangan.(anggi praditha/kp)

PROKAL.CO, BALIKPAPAN – Tidak ingin terus mengandalkan pertambangan, Pemprov Kaltim berupaya menggali potensi ekspor dari sektor lain. Kali ini, fashion lokal dilirik untuk menembus pasar internasional.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, (Disperindagkop) dan UMKM Kaltim Fuad Asaddin mengatakan, perlu terobosan dan upaya ekstra agar produksi fashion Bumi Etam bisa bersaing dan go international. Salah satunya dengan menggelar pelatihan pengembangan produk fashion berorientasi ekspor yang akan diikuti 40 peserta dari Samarinda.

"Produk fashion Kaltim memang belum berkembang. Maka peluangnya sangat besar untuk dikembangkan di wilayah Kaltim. Supaya bahan-bahan yang sebelumnya didatangkan dari daerah lain bisa diperoleh langsung di Kaltim," katanya, Minggu (5/8).

Fuad meyakini, Kaltim memiliki sumber daya alam yang melimpah dan ditunjang dengan pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan yang baik. Sehingga tepat untuk mengembangkan produk-produk ekspor. Dia pun mendorong para investor yang bergerak di bidang penyediaan bahan baku untuk keperluan fashion mau mendirikan pabrik di Kaltim seperti pabrik kain atau benang.

"Ini termasuk mendorong kegiatan fashion dapat berkembang di Kaltim dan berdampak bisa menurunkan angka pengangguran dan meningkatkan pendapatan Kaltim," ujarnya.

Terpisah, Ketua Kamar Dagang dan Industri Kota Balikpapan Yaser Arafat menuturkan, produk fashion Kaltim sebenarnya sudah ada sejak lama tapi belum konsisten dilirik pasar luar negeri. Contohnya batik kalimantan. Produk ini bahkan sudah sering ikut pameran di luar negeri.

Dia menilai, masalah infrastruktur yang ada di Kaltim turut memiliki andil lambatnya perkembangan fashion di Kaltim. Jadi, banyak pengusaha lebih melirik pertambangan, karena lebih potensial. Diferensial ekonomi Kaltim masih sulit terwujud.

“Gampangnya hulunya dulu dikembangkan. Pariwisata utamanya. Dari sini banyak wisatawan asing yang tahu produk lokal Kaltim. Mereka pakai dan bawa ke luar negeri lalu mereka kenalkan,” ungkapnya. Seperti di Bandung, Bali atau Jogjakarta, produk fashion berkembang seiring pariwisata yang terus didatangi wisatawan mancanegara.

“Perlu keseriusan. Yang mau dikembangkan untuk menyumbang ekspor Kaltim ini sudah banyak. Lebih baik pariwisata dulu difokuskan. Anggaran ditingkatkan. Toh secara tidak langsung akan berimbas ke seluruh turunannya. Bahkan fashion. Hutan Kaltim harus dikembangkan. Jadi, orang luar negeri tahu Kaltim dengan wisata hutannya. Memasarkan produk fashion pun mudah nantinya jika sudah banyak yang mengenal Kaltim,” tutupnya. (aji/ndu/k15)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 21 Agustus 2018 07:03

Sistem Kliring di Balikpapan Melejit

BALIKPAPAN - Meski sempat anjlok pada Juni lalu, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Balikpapan sepanjang…

Selasa, 21 Agustus 2018 07:00

Makin Sexy dengan Lexi

BALIKPAPAN – Pencinta otomotif di Tanah Air antusias menyambut hadirnya Yamaha Lexi. Diluncurkan…

Selasa, 21 Agustus 2018 06:57

Rupiah Bertahan di Zona Hijau

JAKARTA – Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus menunjukkan…

Selasa, 21 Agustus 2018 06:56

APBD 2018 Diprediksi Surplus 32 Persen

SAMARINDA - Anggaran dan pendapatan belanja daerah (APBD) Kaltim diprediksi mengalami surplus 32,1 persen.…

Selasa, 21 Agustus 2018 06:54

Pilih Ekspor untuk Perkuat Devisa

SAMARINDA - Pemerintah berupaya menerapkan program mandatori biodiesel 20 persen (B20) pada 1 September…

Selasa, 21 Agustus 2018 06:53

Harga Tiket Pesawat Merangkak Naik

BALIKPAPAN - Momentum Hari Raya Iduladha memaksa para pemudik harus merogoh kocek lebih dalam. Sejak…

Selasa, 21 Agustus 2018 06:51

Perkuat Ekspor Pasar Timur Tengah

JAKARTA – Ekonomi Indonesia sedang dalam proses transisi. Satu tahapan menuju negara berbasis…

Selasa, 21 Agustus 2018 06:50

Industri Sepatu Minta Kaji PPh Impor

SURABAYA – Pengusaha alas kaki di Tanah Air meminta pemerintah mengkaji ulang pajak penghasilan…

Selasa, 21 Agustus 2018 06:49

Pengusaha Lebih Banyak Dilibatkan

JAKARTA – Pemerintah punya pekerjaan rumah untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 2019. Asosiasi…

Selasa, 21 Agustus 2018 06:49

Pembangkit 35 Ribu MW Beroperasi 7 Persen

KEPULAUAN SANGIHE - PT PLN (Persero) terus mengejar penyelesaian proyek jumbo pembangkit listrik 35…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .