MANAGED BY:
SENIN
25 MARET
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Senin, 06 Agustus 2018 06:59
Mulai Lirik Potensi Fashion

Yaser: Fokus ke Pariwisata Dulu

CARI ALTERNATIF: Disperindagkop dan UMKM Kaltim berencana mengembangkan potensi fashion lokal seperti batik kalimantan untuk menembus pasar internasional. Supaya Kaltim bisa lepas dari ketergantungan pertambangan.(anggi praditha/kp)

PROKAL.CO, BALIKPAPAN – Tidak ingin terus mengandalkan pertambangan, Pemprov Kaltim berupaya menggali potensi ekspor dari sektor lain. Kali ini, fashion lokal dilirik untuk menembus pasar internasional.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, (Disperindagkop) dan UMKM Kaltim Fuad Asaddin mengatakan, perlu terobosan dan upaya ekstra agar produksi fashion Bumi Etam bisa bersaing dan go international. Salah satunya dengan menggelar pelatihan pengembangan produk fashion berorientasi ekspor yang akan diikuti 40 peserta dari Samarinda.

"Produk fashion Kaltim memang belum berkembang. Maka peluangnya sangat besar untuk dikembangkan di wilayah Kaltim. Supaya bahan-bahan yang sebelumnya didatangkan dari daerah lain bisa diperoleh langsung di Kaltim," katanya, Minggu (5/8).

Fuad meyakini, Kaltim memiliki sumber daya alam yang melimpah dan ditunjang dengan pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan yang baik. Sehingga tepat untuk mengembangkan produk-produk ekspor. Dia pun mendorong para investor yang bergerak di bidang penyediaan bahan baku untuk keperluan fashion mau mendirikan pabrik di Kaltim seperti pabrik kain atau benang.

"Ini termasuk mendorong kegiatan fashion dapat berkembang di Kaltim dan berdampak bisa menurunkan angka pengangguran dan meningkatkan pendapatan Kaltim," ujarnya.

Terpisah, Ketua Kamar Dagang dan Industri Kota Balikpapan Yaser Arafat menuturkan, produk fashion Kaltim sebenarnya sudah ada sejak lama tapi belum konsisten dilirik pasar luar negeri. Contohnya batik kalimantan. Produk ini bahkan sudah sering ikut pameran di luar negeri.

Dia menilai, masalah infrastruktur yang ada di Kaltim turut memiliki andil lambatnya perkembangan fashion di Kaltim. Jadi, banyak pengusaha lebih melirik pertambangan, karena lebih potensial. Diferensial ekonomi Kaltim masih sulit terwujud.

“Gampangnya hulunya dulu dikembangkan. Pariwisata utamanya. Dari sini banyak wisatawan asing yang tahu produk lokal Kaltim. Mereka pakai dan bawa ke luar negeri lalu mereka kenalkan,” ungkapnya. Seperti di Bandung, Bali atau Jogjakarta, produk fashion berkembang seiring pariwisata yang terus didatangi wisatawan mancanegara.

“Perlu keseriusan. Yang mau dikembangkan untuk menyumbang ekspor Kaltim ini sudah banyak. Lebih baik pariwisata dulu difokuskan. Anggaran ditingkatkan. Toh secara tidak langsung akan berimbas ke seluruh turunannya. Bahkan fashion. Hutan Kaltim harus dikembangkan. Jadi, orang luar negeri tahu Kaltim dengan wisata hutannya. Memasarkan produk fashion pun mudah nantinya jika sudah banyak yang mengenal Kaltim,” tutupnya. (aji/ndu/k15)

loading...

BACA JUGA

Rabu, 20 Maret 2019 12:49

Program Direct Call “Hanya” Mempercepat Ekspor

SAMARINDA-Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kaltim mencatat, dalam sebulan…

Rabu, 20 Maret 2019 12:46

Triwulan II 2019, Ekonomi Kaltim Terakselerasi

SAMARINDA-Pada triwulan II 2019 diperkirakan ekonomi Kaltim mengalami akselerasi pertumbuhan.…

Rabu, 20 Maret 2019 12:45

Percepatan Populasi Sapi Terus Digenjot

SAMARINDA-Upaya khusus percepatan populasi sapi dan kerbau bunting (upsus siwab)…

Jumat, 15 Maret 2019 13:45

Kargo Laut Belum Tumbuh Maksimal

SURABAYA – Pertumbuhan jasa pengiriman barang lewat jalur laut belum…

Jumat, 15 Maret 2019 13:43

Pertamina Perpanjang Masa Cicilan Garuda

JAKARTA – PT Pertamina (Persero) dan tujuh BUMN (badan usaha…

Jumat, 15 Maret 2019 13:32

Target Ekspor RI Realistis

JAKARTA – Kementerian Perdagangan menargetkan pertumbuhan ekspor nonmigas 7,5 persen…

Kamis, 14 Maret 2019 15:16

Produksi Teh Turun, Harga Telur Rendah

JAKARTA – Pelaku usaha berharap Indonesia bisa meningkatkan lahan dan…

Rabu, 13 Maret 2019 12:51

Genjot Produksi Padi, Dituntut Maksimalkan Lahan Rawa

SAMARINDA – Tak hanya melakukan diversifikasi pangan, Pemprov Kaltim dituntut…

Rabu, 13 Maret 2019 12:47

SABAR..!! Pengelolaan APT Pranoto Masih di Tangan Kemenhub

SAMARINDA- Pemerintah Kaltim saat ini masih menunggu kepastian pembahasan draf…

Rabu, 13 Maret 2019 10:25

Industri Galangan Kapal di Kaltim Masih Lesu

SAMARINDA- Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan DPP Indonesian National Shipowners…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*