MANAGED BY:
RABU
24 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Minggu, 05 Agustus 2018 07:43
Mengintip Kesiapan Atlet Kaltim Berlaga di Asian Games: Risti Ardianti (3)
Punya Potensi Sabet Medali, Tiongkok Jadi Lawan Terberat
HARUMKAN NAMA BANGSA: Risti Ardianti (kiri) bersama tim Indonesia yang meraih medali emas dalam Asian Dragon Boat Championship 2018 di Taiwan. (FOTO DOKUMENTASI PRIBADI)

PROKAL.CO, Perempuan asal Kota Bangun, Kutai Kartanegara (Kukar), ini bakal menjadi salah satu penggawa penting tim dayung putri Indonesia. Berlaga di Asian Games 2018, Risti Ardianti berharap membawa medali emas untuk Tanah Air.

DINA ANGELINA, Balikpapan

SEBELUM menjajal dayung, Risti sudah mencicipi pengalaman di cabang olahraga (cabor) lain. Mulai atletik, lari jarak jauh, sampai lempar lembing. Entah mengapa, akhirnya dia merasa jatuh hati kepada dayung. Kemudian memilih konsisten menjadi atlet dayung.

Ketertarikan pada olahraga ini bermula dari ajakan sang pelatih. Ketika itu, pelatih merasa cabor atletik tak banyak mengalami perkembangan. Sepertinya peluang Risti di cabor tersebut sedikit. Dia pun tertarik melihat permainan dayung. Masih membekas di ingatan gadis ini, kali pertama dia belajar dayung dengan rowing.

Risti mengakui rowing sangat sulit, dia sempat putus asa dan kewalahan. Tapi bukan berarti berhenti mencoba. Risti beralih mencoba canoeing dan dragon boat (tradisional). Dia merasa lebih cocok dan menguasai dua disiplin dalam cabor dayung tersebut.

Berkat dorongan sang pelatih membuatnya percaya diri untuk mendalami dayung. Momen ini bertepatan saat dia baru masuk bangku SMA. “Karena peluang lebih besar, jadi saya teguh memilih dayung. Apalagi pelatih sangat mendukung,” katanya.

Melewati waktu belajar sekitar enam bulan, Risti memberanikan diri untuk menjajal kompetisi pertamanya. Tepatnya dalam Kejuaraan Daerah (Kejurda) Kaltim pada 2011. Meski merasa takut dan deg-degan, dia ternyata mampu melewati perlombaan dengan baik.

“Dari situ saya terpicu lagi semangat untuk mengikuti kompetisi dengan level yang lebih tinggi. Jadi yakin mendalami dayung,” ungkap alumnus SMA YPK Tenggarong itu. Setelah terjun di dayung kurang lebih tiga tahun, perempuan berusia 22 tahun itu mulai mengalami dilema.

Momen ini terjadi saat Risti lulus dari SMA. Dia tergiur untuk merasakan bangku perkuliahan sembari mencari pekerjaan. Sulung dari empat bersaudara itu mengakui, menjadi seorang atlet di daerah masih kurang mendapat dukungan untuk bisa meraih pekerjaan. Atas keinginan itu, Risti sempat vakum dari aktivitas dayung sekitar 1,5 tahun.

“Ujung-ujungnya saya balik lagi fokus ke dayung karena merasa sudah nyaman di bidang itu. Sempat kuliah di jurusan administrasi niaga, tapi rasanya sangat jauh dari kegemaran saya di bidang olahraga,” bebernya.

Putri Deddy Sabdian dan Eliana Mustika itu bercerita, pada pra-Pekan Olahraga Nasional (PON) 2016 menjadi salah satu pengalaman kompetisi paling berkesan. Dalam kejuaraan yang berlangsung di Palembang tersebut, Risti dan tim dayung putri asal Kaltim tak menyangka dapat membawa pulang medali perunggu.

Sebab, waktu latihan mereka terbatas akibat minim fasilitas. Apalagi tidak setiap daerah di Kaltim memiliki sarana prasarana untuk berlatih. “Anggota tim Kaltim baru ketemu saat sudah berada di Palembang. Padahal kami harus menyamakan kekompakan sebagai tim,” imbuhnya.

Perempuan kelahiran Desa Sanggulan, Kecamatan Sebulu, Kukar, itu menuturkan, kunci dari permainan dayung tentu kekompakan. Sebab olahraga dayung memerlukan kerja tim. Selama tim kompak dengan teknik dayung yang seirama, perahu bisa sampai tujuan paling cepat.

Selain pra-PON, Asian Dragon Boat Championship 2018 yang berlangsung di Taiwan menjadi pengalaman terbaik. Saat itu, Risti tampil untuk kategori tradisional dragon boat dalam kejuaraan tingkat Asia tersebut.

Dia harus melalui perjuangan keras untuk meraih medali emas dalam kategori jarak 200 meter. Baginya, kemenangan itu ibarat sebuah kejutan. Awal perlombaan, tim dayung putri Indonesia merasa peluang untuk menang sangat kecil. Sebab ini pengalaman pertama mereka berlomba dengan perahu kecil.

“Biasanya lomba dengan perahu besar kapasitas 20 pedayung. Tapi waktu itu hanya perahu kecil yang membawa 10 pedayung. Kami menang karena motivasi pelatih yang sangat bermanfaat,” beber perempuan kelahiran 10 Januari 1996 itu.

Risti sudah bergabung ke pelatnas sejak 2014. Pengalamannya cukup banyak berjuang bersama timnas dalam kejuaraan dayung internasional. Begitu pula dalam Asian Games ini, Risti kembali terpilih menjadi salah satu anggota tim dayung putri.

Alumnus MTS 1 Kota Bangun, Kukar itu mengungkapkan, tetap saja ada proses seleksi untuk masuk skuat Asian Games. Mereka yang terpilih dalam pelatnas mendapat kesempatan untuk uji coba. Selain pelatnas, ada beberapa atlet yang dipanggil berdasarkan penampilan saat PON Jabar.

Proses seleksi berlangsung di Jatiluhur, Jawa Barat, pada Januari. Setidaknya ada puluhan orang yang mengikuti proses seleksi. Adapun tahapan seleksi antara lain angkat beban, lari, serta kekuatan mendayung di air.

“Paling sulit lari dan kekuatan di air. Itu jadi poin tertinggi,” imbuhnya. Namun sesungguhnya metode seleksi tersebut sudah tak asing lagi bagi perempuan berzodiak Capricorn tersebut.

Terhitung bergabung empat tahun terakhir di pelatnas, Risti sudah terbiasa latihan rutin dengan metode itu. Seperti sudah menjadi makanannya sehari-hari. Sedangkan khusus untuk Asian Games, dia baru latihan intens sekitar Mei.

Saat itu, sekaligus pengumuman anggota timnas dayung yang resmi berlomba di Asian Games. Dari puluhan orang yang ikut seleksi, terpilih 16 orang. “Metode latihan dari peningkatan fisik, menyeragamkan dayung, melatih teknik, hingga kecepatan serta power,” ujarnya.

Dalam sehari, Risti bisa berlatih maksimal hingga lima jam. Biasanya dalam satu program, pelatih bisa menerapkan berbagai teknik latihan. Tak hanya latihan, dia juga harus menjaga pola makan. Makanan pedas dan minuman bersoda haram tersentuh oleh atlet.

Dalam cabor dayung Asian Games, Risti menuturkan, ada tiga negara yang menjadi kompetitor berat. Mereka adalah Tiongkok, Thailand, dan Myanmar yang memang terkenal jago dalam cabor dayung. “Kalau persaingan yang ketat kemungkinan dengan Tiongkok. Kami sering selisih waktu hanya sepersekian detik saja,” ungkapnya.

Terakhir kali Indonesia melawan Tiongkok dalam kompetisi dayung yang diselenggarakan di Macau pada 2017. Meski begitu, Risti optimistis peluang Indonesia besar. Dia yakin mampu meraih hasil baik dalam Asian Games.

“Kalau kesulitan teknis tidak ada. Malah tantangan yang harus dilawan itu diri sendiri. Rasanya jenuh karena latihan terus, saat harus semangat tapi fisik kadang drop. Cara lain yang ampuh dengan refreshing,” ungkapnya.

Risti memberi tips, ada beberapa hal penting bagi seseorang yang ingin menjadi atlet. Pertama adalah niat yang tak boleh pantang menyerah. Kedua, doa dan latihan yang rutin. Dia yakin tak ada usaha yang mengkhianati hasil.

Setelah Asian Games berakhir, kemungkinan Risti akan turun lagi dalam kejuaraan SEA Games 2019. “Tapi masih belum tahu pasti apa resmi ada cabor dayung. Kalau sekarang masih fokus latihan untuk Asian Games dulu,” pungkasnya. (rom/k16)


BACA JUGA

Rabu, 24 Oktober 2018 13:36

Terseret Kasus Hoax, Atiqah Diperiksa

Artis Atiqah Hasiholan akhirnya terseret kasus dugaan penyebaran berita bohong alias hoax yang dilontarkan…

Rabu, 24 Oktober 2018 12:47

NAH KAN..!! MA Batalkan Tiga Peraturan BPJS Kesehatan

JAKARTA – BPJS Kesehatan sudah tidak bisa menghindar lagi terkait desakan pembatalan Peraturan…

Rabu, 24 Oktober 2018 12:10
BARCELONA vs INTER MILAN

Bisa Apa Tanpa La Pulga?

BARCELONA-Pekan ini mungkin bakal menjadi waktu terberat bagi Barcelona sepanjang musim 2018-2019. Pemicunya…

Rabu, 24 Oktober 2018 12:08
Beber Kasus Khashoggi, Erdogan Tak Singgung MBS

Tiger Squad, 15 Orang yang Bunuh Jamal Khashoggi

ANKARA – Jamal Khashoggi merupakan korban pembunuhan berencana. Demikian kesimpulan Presiden Recep…

Rabu, 24 Oktober 2018 11:05
BREAKING NEWS

Begini Kondisi Toilet yang Akan Dipakai Presiden

SAMARINDA-  Tidak ada toilet khusus pejabat atau Very Very Important Person (VVIP) di Gedung Convention…

Rabu, 24 Oktober 2018 08:45
BREAKING NEWS

MENDADAK..!! Sehari Jelang Kedatangan Jokowi, Jalanan Mulus

SAMARINDA- Seperti sudah menjadi kebiasaan, jelang kedatangan Presiden Joko Widodo di Samarinda, poros…

Rabu, 24 Oktober 2018 06:47

Iklim Kerja Mulai Membaik, Ini Indikatornya

BALIKPAPAN - Perselisihan hubungan industrial (PHI) atau perselisihan kerja di Kota Minyak tahun ini…

Rabu, 24 Oktober 2018 06:42

Soal Ini, Pengusaha Kaltim Klaim Sudah Penuhi Kewajiban

SAMARINDA - Kesadaran pengusaha kelapa sawit di Bumi Etam sudah cukup baik. Setidaknya ini dapat dilihat…

Selasa, 23 Oktober 2018 08:35

TOP DAH..!! Isran-Hadi Siap Atasi Banjir di Tiga Kota

SAMARINDA – Sudah 23 hari, Isran Noor dan Hadi Mulyadi resmi menjadi gubernur dan wakil gubernur…

Selasa, 23 Oktober 2018 07:51

MENGEJUTKAN..!! Ternyata Kabupaten Ini Potensi Teknologi Nuklir

UJOH BILANG - Bupati Mahakam Ulu (Mahulu) Bonifasius Belawan Geh, Kamis (18/10) menghadiri rapat presentasi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .