MANAGED BY:
RABU
12 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Minggu, 05 Agustus 2018 07:43
Mengintip Kesiapan Atlet Kaltim Berlaga di Asian Games: Risti Ardianti (3)
Punya Potensi Sabet Medali, Tiongkok Jadi Lawan Terberat
HARUMKAN NAMA BANGSA: Risti Ardianti (kiri) bersama tim Indonesia yang meraih medali emas dalam Asian Dragon Boat Championship 2018 di Taiwan. (FOTO DOKUMENTASI PRIBADI)

PROKAL.CO, Perempuan asal Kota Bangun, Kutai Kartanegara (Kukar), ini bakal menjadi salah satu penggawa penting tim dayung putri Indonesia. Berlaga di Asian Games 2018, Risti Ardianti berharap membawa medali emas untuk Tanah Air.

DINA ANGELINA, Balikpapan

SEBELUM menjajal dayung, Risti sudah mencicipi pengalaman di cabang olahraga (cabor) lain. Mulai atletik, lari jarak jauh, sampai lempar lembing. Entah mengapa, akhirnya dia merasa jatuh hati kepada dayung. Kemudian memilih konsisten menjadi atlet dayung.

Ketertarikan pada olahraga ini bermula dari ajakan sang pelatih. Ketika itu, pelatih merasa cabor atletik tak banyak mengalami perkembangan. Sepertinya peluang Risti di cabor tersebut sedikit. Dia pun tertarik melihat permainan dayung. Masih membekas di ingatan gadis ini, kali pertama dia belajar dayung dengan rowing.

Risti mengakui rowing sangat sulit, dia sempat putus asa dan kewalahan. Tapi bukan berarti berhenti mencoba. Risti beralih mencoba canoeing dan dragon boat (tradisional). Dia merasa lebih cocok dan menguasai dua disiplin dalam cabor dayung tersebut.

Berkat dorongan sang pelatih membuatnya percaya diri untuk mendalami dayung. Momen ini bertepatan saat dia baru masuk bangku SMA. “Karena peluang lebih besar, jadi saya teguh memilih dayung. Apalagi pelatih sangat mendukung,” katanya.

Melewati waktu belajar sekitar enam bulan, Risti memberanikan diri untuk menjajal kompetisi pertamanya. Tepatnya dalam Kejuaraan Daerah (Kejurda) Kaltim pada 2011. Meski merasa takut dan deg-degan, dia ternyata mampu melewati perlombaan dengan baik.

“Dari situ saya terpicu lagi semangat untuk mengikuti kompetisi dengan level yang lebih tinggi. Jadi yakin mendalami dayung,” ungkap alumnus SMA YPK Tenggarong itu. Setelah terjun di dayung kurang lebih tiga tahun, perempuan berusia 22 tahun itu mulai mengalami dilema.

Momen ini terjadi saat Risti lulus dari SMA. Dia tergiur untuk merasakan bangku perkuliahan sembari mencari pekerjaan. Sulung dari empat bersaudara itu mengakui, menjadi seorang atlet di daerah masih kurang mendapat dukungan untuk bisa meraih pekerjaan. Atas keinginan itu, Risti sempat vakum dari aktivitas dayung sekitar 1,5 tahun.

“Ujung-ujungnya saya balik lagi fokus ke dayung karena merasa sudah nyaman di bidang itu. Sempat kuliah di jurusan administrasi niaga, tapi rasanya sangat jauh dari kegemaran saya di bidang olahraga,” bebernya.

Putri Deddy Sabdian dan Eliana Mustika itu bercerita, pada pra-Pekan Olahraga Nasional (PON) 2016 menjadi salah satu pengalaman kompetisi paling berkesan. Dalam kejuaraan yang berlangsung di Palembang tersebut, Risti dan tim dayung putri asal Kaltim tak menyangka dapat membawa pulang medali perunggu.

Sebab, waktu latihan mereka terbatas akibat minim fasilitas. Apalagi tidak setiap daerah di Kaltim memiliki sarana prasarana untuk berlatih. “Anggota tim Kaltim baru ketemu saat sudah berada di Palembang. Padahal kami harus menyamakan kekompakan sebagai tim,” imbuhnya.

Perempuan kelahiran Desa Sanggulan, Kecamatan Sebulu, Kukar, itu menuturkan, kunci dari permainan dayung tentu kekompakan. Sebab olahraga dayung memerlukan kerja tim. Selama tim kompak dengan teknik dayung yang seirama, perahu bisa sampai tujuan paling cepat.

Selain pra-PON, Asian Dragon Boat Championship 2018 yang berlangsung di Taiwan menjadi pengalaman terbaik. Saat itu, Risti tampil untuk kategori tradisional dragon boat dalam kejuaraan tingkat Asia tersebut.

Dia harus melalui perjuangan keras untuk meraih medali emas dalam kategori jarak 200 meter. Baginya, kemenangan itu ibarat sebuah kejutan. Awal perlombaan, tim dayung putri Indonesia merasa peluang untuk menang sangat kecil. Sebab ini pengalaman pertama mereka berlomba dengan perahu kecil.

“Biasanya lomba dengan perahu besar kapasitas 20 pedayung. Tapi waktu itu hanya perahu kecil yang membawa 10 pedayung. Kami menang karena motivasi pelatih yang sangat bermanfaat,” beber perempuan kelahiran 10 Januari 1996 itu.

Risti sudah bergabung ke pelatnas sejak 2014. Pengalamannya cukup banyak berjuang bersama timnas dalam kejuaraan dayung internasional. Begitu pula dalam Asian Games ini, Risti kembali terpilih menjadi salah satu anggota tim dayung putri.

Alumnus MTS 1 Kota Bangun, Kukar itu mengungkapkan, tetap saja ada proses seleksi untuk masuk skuat Asian Games. Mereka yang terpilih dalam pelatnas mendapat kesempatan untuk uji coba. Selain pelatnas, ada beberapa atlet yang dipanggil berdasarkan penampilan saat PON Jabar.

Proses seleksi berlangsung di Jatiluhur, Jawa Barat, pada Januari. Setidaknya ada puluhan orang yang mengikuti proses seleksi. Adapun tahapan seleksi antara lain angkat beban, lari, serta kekuatan mendayung di air.

“Paling sulit lari dan kekuatan di air. Itu jadi poin tertinggi,” imbuhnya. Namun sesungguhnya metode seleksi tersebut sudah tak asing lagi bagi perempuan berzodiak Capricorn tersebut.

Terhitung bergabung empat tahun terakhir di pelatnas, Risti sudah terbiasa latihan rutin dengan metode itu. Seperti sudah menjadi makanannya sehari-hari. Sedangkan khusus untuk Asian Games, dia baru latihan intens sekitar Mei.

Saat itu, sekaligus pengumuman anggota timnas dayung yang resmi berlomba di Asian Games. Dari puluhan orang yang ikut seleksi, terpilih 16 orang. “Metode latihan dari peningkatan fisik, menyeragamkan dayung, melatih teknik, hingga kecepatan serta power,” ujarnya.

Dalam sehari, Risti bisa berlatih maksimal hingga lima jam. Biasanya dalam satu program, pelatih bisa menerapkan berbagai teknik latihan. Tak hanya latihan, dia juga harus menjaga pola makan. Makanan pedas dan minuman bersoda haram tersentuh oleh atlet.

Dalam cabor dayung Asian Games, Risti menuturkan, ada tiga negara yang menjadi kompetitor berat. Mereka adalah Tiongkok, Thailand, dan Myanmar yang memang terkenal jago dalam cabor dayung. “Kalau persaingan yang ketat kemungkinan dengan Tiongkok. Kami sering selisih waktu hanya sepersekian detik saja,” ungkapnya.

Terakhir kali Indonesia melawan Tiongkok dalam kompetisi dayung yang diselenggarakan di Macau pada 2017. Meski begitu, Risti optimistis peluang Indonesia besar. Dia yakin mampu meraih hasil baik dalam Asian Games.

“Kalau kesulitan teknis tidak ada. Malah tantangan yang harus dilawan itu diri sendiri. Rasanya jenuh karena latihan terus, saat harus semangat tapi fisik kadang drop. Cara lain yang ampuh dengan refreshing,” ungkapnya.

Risti memberi tips, ada beberapa hal penting bagi seseorang yang ingin menjadi atlet. Pertama adalah niat yang tak boleh pantang menyerah. Kedua, doa dan latihan yang rutin. Dia yakin tak ada usaha yang mengkhianati hasil.

Setelah Asian Games berakhir, kemungkinan Risti akan turun lagi dalam kejuaraan SEA Games 2019. “Tapi masih belum tahu pasti apa resmi ada cabor dayung. Kalau sekarang masih fokus latihan untuk Asian Games dulu,” pungkasnya. (rom/k16)


BACA JUGA

Selasa, 11 Desember 2018 13:12

MASIH BANYAK..!! Ada 120 Desa di Kaltim Masih Tertinggal

SAMARINDA- Badan Pusat Statistik Kaltim mencatat 120 desa di Kaltim…

Selasa, 11 Desember 2018 11:00

Wisata Alam Kaltim Masih Jadi Idola

SAMARINDA - Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Kaltim pada Oktober…

Selasa, 11 Desember 2018 09:30

Ada Tambang Dekat Pemukiman, Laporkan ke Dinas ESDM

SAMARINDA - Pemerintah Provinsi Kaltim melalui Dinas Energi Sumber Daya…

Senin, 10 Desember 2018 11:32

KERAS..!! TNI Ultimatum Separatis Papua: Menyerah atau Kami Selesaikan!

Pencarian lima korban kebrutalan kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) Papua…

Senin, 10 Desember 2018 09:14

WOW..!! Gubernur Bertemu Dubes Rusia, Proyek Kereta Api Dilanjutkan

DENPASAR- Sempat vakum selama dua tahun, proyek kereta api di…

Senin, 10 Desember 2018 07:34

Air Mata Naga

JAKARTA – Ruang ganti Mitra Kukar mendadak hening. Semua penggawanya…

Minggu, 09 Desember 2018 23:25

Naga Akhirnya Turun Kasta, Ini Kata Pelatih RD

Perjuangan itu akhinya kandas. Ya Mitra Kukar secara resmi dipastikan…

Minggu, 09 Desember 2018 23:19

Kenapa Prabowo-Sandi Pindahkan Markas ke Jawa Tengah?

Keputusan Tim Prabowo-Sandiaga memindahkan markas perjuangannya ke Jawa Tengah, banyak…

Minggu, 09 Desember 2018 08:17

“Kakak Saya Lari, lalu Ditembak Mati”

BALIKPAPAN - Petrus Tandi sibuk dengan telepon genggamnya. Beberapa kali…

Minggu, 09 Desember 2018 08:12

Sulit Adang Pasokan Senjata

PEMBANTAIAN 16 pekerja di Papua menjadi indikasi bahwa pasokan senjata…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .