MANAGED BY:
RABU
22 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SAMARINDA

Sabtu, 04 Agustus 2018 11:55
Supermarket Jual Ayam Lebihi Harga Acuan
ilustrasi

PROKAL.CO, SAMARINDA - Harga ayam yang melambung tinggi di pasar-pasar tradisional ikut menular ke pasar modern. Supermarket di Samarinda tampaknya ikut-ikutan menjual harga ayam melebihi harga acuan.

Pantauan Kaltim Post di Giant Ekstra Alaya Samarinda, ayam dijual dengan harga Rp 58.700 per kilogram. Store General Manager Giant Esktra Alaya Samarinda Widi Harto mengungkapkan, harga daging ayam fluktuatif.

Namun, mengenai ketetapan harga tersebut, Widi tidak bisa berkomentar banyak. “Saya takut salah penafsiran. Bukan saya yang menentukan (harga). Karena yang menetapkan harga langsung dari pusat (Jakarta),” ucapnya, singkat.

Terpisah, Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Disperindagkop) Kaltim, Heni Purwaningsih mengatakan, sebaiknya ketetapan harga tidak melampaui Permendag 27/2017. “Kami bicara harga acuan, bukan harga eceran tertinggi (HET). Harga acuan belum terlalu mengikat,” jelasnya. Berbeda dengan HET yang bersifat tegas dan diimbau tidak melebihi.

Melambungnya harga ayam, dikatakan Heni, salah satunya karena mata rantai penjualan yang panjang. Pihaknya akan memeriksa terlebih dahulu, supermarket yang dimaksud mendapat suplai ayam dari mana. “Misal Lotte Mart itu suplai ayam dari Surabaya. Nah, itu mata rantainya beda lagi,” ujar Heni. “Kami juga sudah pernah memanggil sejumlah supermarket mengenai kesepakatan harga acuan ayam,” lanjut Heni.

Terdekat, Disperindagkop akan menyosialisasikan aturan harga acuan ayam kepada Giant Ekstra Alaya Samarinda. Mengenai sanksi pelanggaran, Heni menyebut, tidak ada acuan aturan khusus.

Disebutkan, stok keperluan daging ayam di Kaltim masuk kategori aman. Namun, pihaknya masih menyelidiki lebih lanjut penyebab kenaikan harga. Dugaan terbesar dari panjangnya mata rantai penjualan. “Kami siap koordinasi juga dengan satgas pangan untuk sidak pasar. Lalu mengidentifikasi mata rantai penjualan kemudian berusaha memotongnya,” pungkasnya.

Seperti diwartakan sebelumnya, mahalnya harga ayam lantaran peternak tak lagi menggunakan antibiotic growth promoter (AGP). Itu setelah pemerintah melarang penggunaan obat antibiotik tersebut, sehingga menyebabkan pertumbuhan ayam lambat.

Pengetatan yang dilakukan sejak 1 Januari 2018 itu langsung berimbas pada kualitas hasil ayam yang dipanen. Belum lagi, kematian atau deplesi ayam yang dipanen, jumlahnya menjadi meningkat. Yang dulunya rata-rata 5 persen, saat ini deplesi ayam lebih dari 10 persen karena daya tahan tubuh ayam menurun tanpa AGP. (*/rdm/rsh/k16)

 


BACA JUGA

Selasa, 21 Agustus 2018 08:52

Reportase KPFM Samarinda Terbaik di Kaltim

SAMARINDA - Karya tulis berjudul ”Dari Samarinda, Menuju Asian Games 2018” membawa reporter…

Selasa, 21 Agustus 2018 08:50

Remaja Diancam Pidana 10 Tahun Penjara

SAMARINDA – Nasi sudah jadi bubur. Harapan AL menjadi pebalap andal harus tertunda. Remaja tanggung…

Selasa, 21 Agustus 2018 08:44

Mobil "Ciuman", Sopirnya Adu Jotos

MALAM semakin larut, laju mobil Zainuddin Syam (27) melintas di Jalan Anggi, Kelurahan Karang Asam Ilir,…

Senin, 20 Agustus 2018 20:13

YUK UNDUH SEKARANG..!! BPJS Luncurkan Kartu Digital, Banyak Kemudahan dan Keunggulannya Lho...

SAMARINDA - BPJS Ketenagakerjaan Cabang Samarinda terus melaksanakan sosialisasi. Kali ini, BPJS Ketenagakerjaan…

Senin, 20 Agustus 2018 10:31

Ketua DPRD Baca Teks Proklamasi

SAMARINDA - Ketua DPRD Kaltim HM Syahrun kembali mendapat tugas membacakan teks Proklamasi, pada peringatan…

Senin, 20 Agustus 2018 10:30

Singgung Pemerataan Hingga Asian Games

SAMARINDA-  Dipimpin Ketua DPRD Kaltim HM Syahrun HS dan dihadiri Gubernur Kaltim Awang Faroek…

Senin, 20 Agustus 2018 08:41

Tidak Ada Alasan Tanpa Wawali

SAMARINDA – Keretakan koalisi pendukung Sjaharie Jaang dan Nusyirwan Ismail (alm) pada Pilwali…

Senin, 20 Agustus 2018 08:38

Tiga Kandidat Sepakat Perkuat Pengawasan

TIGA bakal calon wakil wali kota Samarinda meyakinkan publik jika tak sekadar jadi pemain pengganti.…

Senin, 20 Agustus 2018 08:35

Perda Anjal-Gepeng Masih Tumpul

SAMARINDA – Pemkot Samarinda sudah mendeklarasikan sebagai kota bebas anak jalanan dan gelandangan,…

Senin, 20 Agustus 2018 08:34

Direksi Dicopot jika Tak Sesuai Kontrak Kerja

SAMARINDA - Tiga direksi baru PDAM Tirta Kencana periode 2018-2023 terancam mengakhiri karier lebih…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .