MANAGED BY:
SELASA
25 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SAMARINDA

Sabtu, 04 Agustus 2018 11:55
Supermarket Jual Ayam Lebihi Harga Acuan
ilustrasi

PROKAL.CO, SAMARINDA - Harga ayam yang melambung tinggi di pasar-pasar tradisional ikut menular ke pasar modern. Supermarket di Samarinda tampaknya ikut-ikutan menjual harga ayam melebihi harga acuan.

Pantauan Kaltim Post di Giant Ekstra Alaya Samarinda, ayam dijual dengan harga Rp 58.700 per kilogram. Store General Manager Giant Esktra Alaya Samarinda Widi Harto mengungkapkan, harga daging ayam fluktuatif.

Namun, mengenai ketetapan harga tersebut, Widi tidak bisa berkomentar banyak. “Saya takut salah penafsiran. Bukan saya yang menentukan (harga). Karena yang menetapkan harga langsung dari pusat (Jakarta),” ucapnya, singkat.

Terpisah, Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Disperindagkop) Kaltim, Heni Purwaningsih mengatakan, sebaiknya ketetapan harga tidak melampaui Permendag 27/2017. “Kami bicara harga acuan, bukan harga eceran tertinggi (HET). Harga acuan belum terlalu mengikat,” jelasnya. Berbeda dengan HET yang bersifat tegas dan diimbau tidak melebihi.

Melambungnya harga ayam, dikatakan Heni, salah satunya karena mata rantai penjualan yang panjang. Pihaknya akan memeriksa terlebih dahulu, supermarket yang dimaksud mendapat suplai ayam dari mana. “Misal Lotte Mart itu suplai ayam dari Surabaya. Nah, itu mata rantainya beda lagi,” ujar Heni. “Kami juga sudah pernah memanggil sejumlah supermarket mengenai kesepakatan harga acuan ayam,” lanjut Heni.

Terdekat, Disperindagkop akan menyosialisasikan aturan harga acuan ayam kepada Giant Ekstra Alaya Samarinda. Mengenai sanksi pelanggaran, Heni menyebut, tidak ada acuan aturan khusus.

Disebutkan, stok keperluan daging ayam di Kaltim masuk kategori aman. Namun, pihaknya masih menyelidiki lebih lanjut penyebab kenaikan harga. Dugaan terbesar dari panjangnya mata rantai penjualan. “Kami siap koordinasi juga dengan satgas pangan untuk sidak pasar. Lalu mengidentifikasi mata rantai penjualan kemudian berusaha memotongnya,” pungkasnya.

Seperti diwartakan sebelumnya, mahalnya harga ayam lantaran peternak tak lagi menggunakan antibiotic growth promoter (AGP). Itu setelah pemerintah melarang penggunaan obat antibiotik tersebut, sehingga menyebabkan pertumbuhan ayam lambat.

Pengetatan yang dilakukan sejak 1 Januari 2018 itu langsung berimbas pada kualitas hasil ayam yang dipanen. Belum lagi, kematian atau deplesi ayam yang dipanen, jumlahnya menjadi meningkat. Yang dulunya rata-rata 5 persen, saat ini deplesi ayam lebih dari 10 persen karena daya tahan tubuh ayam menurun tanpa AGP. (*/rdm/rsh/k16)

 


BACA JUGA

Senin, 24 Juni 2019 14:08

Langkah Jangka Panjang Kendalikan Banjir, RTRW Tidak Boleh Melenceng

Persoalan banjir di Kota Tepian harus segera dituntaskan. Meninggikan jalan…

Senin, 24 Juni 2019 14:05

Runway Sempat Rusak, Penerbangan di APT Pranoto Kembali Normal

SAMARINDA–Aktivitas penerbangan di Bandara APT Pranoto, Samarinda, kembali normal, kemarin…

Senin, 24 Juni 2019 14:03

Ada Bantuan Pemprov, Pemkot Fokus Alokasikan di Utara

BANTUAN keuangan Rp 100 miliar dari Pemprov Kaltim digelontorkan tahun…

Senin, 24 Juni 2019 14:02

Kepedulian Warga Samarinda terhadap Hewan Meningkat

SAMARINDA–Kepedulian masyarakat terhadap kesejahteraan hewan semakin baik. Saat ini, banyak…

Minggu, 23 Juni 2019 20:39

Masih di Bawah Umur, Sudah Delapan Kali Curi Motor

USIANYA masih di bawah umur. Namun, dia sudah harus merasakan…

Minggu, 23 Juni 2019 20:38

Saluran Air Harus Dibersihkan

SAMARINDA–Menyikapi persoalan di Samarinda, Wali Kota Syaharie Jaang menginstruksikan seluruh…

Sabtu, 22 Juni 2019 13:22

Gulirkan Wacana Bangun Kanal Kolektif

SAMARINDA–Integrasi penanganan banjir kembali ditempuh Pemkot Samarinda. Verifikasi penyebab hingga…

Sabtu, 22 Juni 2019 13:21

Jangan Mau Kalah dengan Swasta

Tiga hari lalu pendaftaran penerimaan peserta didik baru (PPDB) SMP…

Sabtu, 22 Juni 2019 13:21
Jago Merah Mengamuk di Kota Tepian

Dua Kali Terjadi, Hanguskan Belasan Rumah

DALAM sehari Kota Tepian alami dua kali petaka kebakaran. Pertama…

Sabtu, 22 Juni 2019 13:20

Pentingnya Jurnalisme Data bagi Pewarta

Bagipewarta, data begitu sakral, tanpanya berita takkan kaya.   NOFIYATUL…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*