MANAGED BY:
JUMAT
16 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SAMARINDA

Sabtu, 04 Agustus 2018 11:49
Buka di Rest Area Jalan Tol Balikpapan-Samarinda
Pengelola RM Tahu Sumedang Pikir-Pikir
Rumah makan Tahu Sumedang diminta buka di rest area tol Balikpapan Samarinda.

PROKAL.CO, SAMARINDA – Jalan Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam) memang belum jadi. Jalur yang bisa memangkas waktu lebih cepat, kini tengah dilirik pengelola rumah makan (RM) Tahu Sumedang. Namun, mereka tak ingin buru-buru mencari tempat yang pas untuk melebarkan peluang usahanya. Pasalnya, ada bentuk kerja sama khusus dari pengelola dengan PT Jasa Marga nantinya.

Kepala unit pelaksana teknis daerah (UPTD) Tahura Bukit Soeharto Rusmadi menuturkan, pihaknya sudah mempertemukan pengelola RM Tahu Sumedang dengan PT Jasa Marga, sebagai pemilik wewenang dalam proyek pembangunan tol tersebut. “Entah sistemnya sewa-menyewa atau seperti apa, kami kurang paham,” jelasnya. Hanya, ketika pengelola nantinya ingin mendirikan usaha serupa, Rusmadi menjelaskan, pengelola tak bisa memperlebar besaran lapak yang disewa.

“Semisal sewa dua lapak, ya segitu saja. Tidak boleh dibesarkan,” ujarnya. Namun, Rusmadi yang belum lama menjabat sebagai kepala UPTD Tahura itu menyebut, nantinya kembali duduk bersama jika pengelola benar-benar ingin meluaskan bisnisnya.

Dikonfirmasi kemarin (3/8), Pengelola RM Tahu Sumedang Nanang Somantri belum berani memutuskan untuk membuka usaha serupa di jalur Tol Balsam. “Sudah kepikiran dan ada pembicaraan tapi belum bisa diputuskan,” ungkapnya. Selain tak jelas kapan beroperasinya tol, faktor pengendara yang ingin lebih cepat sampai Balikpapan atau sebaliknya, jadi alasan pengelola RM Tahu Sumedang tak mau buru-buru.

“Takutnya malah sepi nanti,” tambahnya. Namun, Nanang tak memungkiri, ketika jalan tol sudah beroperasi, rumah makan yang sudah ada selama lebih satu dekade di Kilometer 50 jalan poros Samarinda-Balikpapan, Kelurahan Bukit Merdeka, Kecamatan Samboja, bakal hadir di rest area jalan tol.

Ditegaskan Nanang, biaya sewa-menyewa lapak yang nantinya dikeluarkan harus sesuai pemasukan. Jika tidak sebanding, pihaknya juga bakal berpikir ulang. “Dan ini masih dibicarakan, doakan saja,” jelas Nanang. Sejauh ini, manajemen rumah makan tersebut masih fokus dalam pengurusan izin yang masih tersendat. Namun, pihaknya sudah mendapat restu untuk kembali beroperasi, meski sebatas kebijakan khusus. Pasalnya, sudah sebulan RM Tahu Sumedang tak beroperasi dan baru beroperasi lagi Kamis (2/8). Lantaran terbentur dengan izin yang belum jelas.

Tak beroperasi cukup lama, membuat pengelola sedikit merugi. Bukan hanya pengurangan karyawan, material bahan yang sudah disiapkan, juga tak bisa seutuhnya dipergunakan. “Tapi setelah buka sejak kemarin (Kamis), semuanya kembali normal,” tegas Nanang.

Kembali ditegaskan Rusmadi, beberapa bangunan lain, mau tidak mau harus mengikuti prosedur. “Kalau warung panjang (Km 54) itu kewenangannya Unmul. Karena wilayahnya masuk di area pendidikan Unmul,” sebutnya.

Diberitakan sebelumnya, Dinas Kehutanan (Dishut) Kaltim memberikan kebijakan khusus pada RM Tahu Sumedang untuk buka kembali. “Masalah piring nasi (pendapatan) warga. Mereka juga banyak yang menggantungkan nasib. Akhirnya diperbolehkan,” jelas Rusmadi.

Pada dasarnya, Ditjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) pusat sudah memberikan restu kepada pemerintah daerah untuk memberikan izin bagi pengelola tempat usaha di Tahura. Namun, Dishut Kaltim yang membawahi UPTD Tahura ingin lebih detail membahas apa yang bisa diperoleh dari aktivitas RM Tahu Sumedang. “Kalau izin, nanti dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kaltim. Tapi kami harus fokus dulu bahas pemasukan untuk daerah,” jelasnya. “Kami ingin detail bicara retribusi. Dan sudah berkoordinasi dengan KSDAE di Bogor. Masuk di golongan mana nantinya,” sambung Rusmadi. (*/dra/rsh/k16)

 

 


BACA JUGA

Kamis, 15 November 2018 08:00

MUI Kaltim Turut Mengecam

SAMARINDA – Perbuatan tak senonoh Teguh Effendi (58), oknum guru mengaji di lingkungan rumahnya,…

Kamis, 15 November 2018 07:59
Sekwan Pastikan Sudah Surati Wali Kota

Bulan Ini Ditargetkan Sudah Ada Wawali

SAMARINDA – DPRD Samarinda menargetkan pengisian kursi wakil wali kota (wawali) pada bulan ini.…

Kamis, 15 November 2018 07:28

Pemkab Siap Hibahkan Lahan untuk Markas Kodim

UJOH BILANG - Bupati Mahakam Ulu (Mahulu) Bonifasius Belawan Geh, Selasa (13/11) lalu, menerima kunjungan…

Rabu, 14 November 2018 08:46

Ada Kemungkinan Korban Lain

SAMARINDA – Ulah Teguh Effendi (58), oknum guru mengaji di Jalan Rejo Mulyo, Kelurahan Lempake,…

Rabu, 14 November 2018 08:44

Gauli Anak Sendiri, Dihukum Lima Tahun

UMUR bukan lagi penghalang ketikanafsu sudah di ubun-ubun. Anak kandung pun bisa jadi pelampiasan birahi.…

Rabu, 14 November 2018 07:22

Tumbuhkan Semangat Baru

UJOH BILANG - Bupati Mahakam Ulu (Mahulu) Bonifasius Belawan Geh, Senin (12/11), bertindak sebagai inspektur…

Rabu, 14 November 2018 07:21

Raperda Harus Sesuai Kondisi Masyarakat

UJOH BILANG - Bupati Mahakam Ulu (Mahulu) Bonifasius Belawan Geh mengharapkan rancangan peraturan daerah…

Selasa, 13 November 2018 08:23

BEJAT..!! Modal Rp 5 Ribu, Oknum Guru Ngaji Setubuhi Murid

SAMARINDA – Sebagai seorang tenaga pengajar, seharusnya memberikan pelajaran yang mendidik kepada…

Senin, 12 November 2018 08:20

Penerangan Jalan Minim, Ternyata Ini yang Diprioritaskan Dishub

SAMARINDA – Sampai sekarang, penerangan jalan umum (PJU) di Samarinda masih minim. Terutama di…

Senin, 12 November 2018 07:57

Dapat Acungan Jempol Menteri Keuangan

IMPLEMENTASI smart city Kota Samarinda mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat. Bahkan, Kementerian…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .