MANAGED BY:
SELASA
19 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Kamis, 02 Agustus 2018 07:21
Horor di Balik Dismenorea

PROKAL.CO, class="Default">TIAP tamu bulanan datang, bukan cuma mood yang naik turun. Tapi juga serangan rasa nyeri di bagian perut. Tahu nggak sih kalau penyakit itu disebut dilep atau dismenorea? Penyakit tersebut adalah nyeri kram pada perut bagian bawah yang datang sebelum dan selama haid. Sebenarnya, apa sih pemicu kemunculan penyakit itu? (c25/raf)

Stres

Men sana in corpore sano. Dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Jadi, kalau tubuhmu nggak sehat, berarti kamu harus mengecek apakah jiwamu kuat. Yap! Ternyata pikiran yang stres turut andil dalam penyakit dismenor. ”Karena merasa stres, uterus pun menjadi tertekan. Bukan cuma menciptakan rasa nyeri, tapi endorfin dalam otak juga hilang. Padahal, endorfin adalah penawar rasa sakit alami tubuh,” ungkap dr Rr Endang Dwihastutiningsih, kepala Puskesmas Kedungdoro Surabaya.

Sebagai penawar, olahraga pun menjadi solusinya. ”Olahraga dan menjaga gaya hidup bisa mengurangi nyeri ketika haid. Misalnya, peregangan tubuh untuk mengurangi tekanan dan menjaga pola makan,” lanjut dr Relly Yanuari P,SpOG (K), konsultan fertilitas endokrinologi reproduksi.

Perokok Pasif

Meskipun kamu nggak merokok, bahaya asap rokok tetap menghantui kalau kamu berada di dekat mereka. Karena sebagai perokok pasif, paparan asap akan berpengaruh pada rahim. ”Paparan nikotin akan menciptakan tekanan dalam uterus. Nah, tekanan inilah yang menjadi penyebab rasa nyeri ketika haid,” terang Endang.

Alhasil, metabolisme hormon estrogen akan berpengaruh. ”Padahal, hormon ini berperan besar dalam mengatur proses haid. Kalau terganggu, jadwal haid jadi tidak teratur dan nyeri perut akan terasa lebih berat ketika haid,” ungkap Relly.

Terlalu Banyak Makanan Berpengawet

Kalau kamu selalu merasa nyeri tiap kali haid, berarti kamu harus mengecek ulang makanan yang kamu konsumsi. Soalnya, makanan yang mengandung bahan pengawet berpengaruh besar dalam dismenorea.

”Makanan berbahan pengawet mengandung asam lemak yang cukup tinggi. Karena asam lemak berlebih, akhirnya muncul zat bernama prostaglandin. Zat ini menjadi pemicu dismenorea,” ungkap Endang. Jadi, dismenorea juga bisa disebabkan obesitas. ”Alhasil, kandungan makanan junk food yang nggak baik turut memengaruhi keseimbangan hormon dalam tubuh,” lanjut Relly.

Hormon

Kenapa sih dismenorea hanya menyerang perempuan dalam usia produktif? Sebab, hormon estrogen berproduksi secara normal pada perempuan remaja. Nah, ternyata ada kelainan hormon yang disebabkan banyak hal. Misalnya, faktor genetik atau keturunan.

”Penyebab lain muncul karena produksi prostaglandin yang berlebih. Alhasil, tercipta rasa nyeri karena banyaknya tekanan,” ujar Endang. Ternyata kelainan hormon tersebut menciptakan penyakit baru bernama adenomiosis. ”Penyakit ini adalah kelainan indung telur atau rahim yang berakibat pada masalah kesuburan. Jadi, dibutuhkan pemeriksaan lebih lanjut untuk penanganan dan pengobatan yang cepat dan tepat,” ungkap Relly.

Horor di Balik Dismenor

Tiap tamu bulanan datang, bukan cuma mood yang naik turun. Tapi juga serangan rasa nyeri di bagian perut. Tahu nggak, sih kalau penyakit ini disebut dilep atau dismenor? Penyakit ini adalah nyeri kram pada perut bagian bawah yang datang sebelum dan selama haid. Sebenarnya, apa sih pemicu kemunculan penyakit ini? (raf)

Stress

Men sana in corpero sano. Dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Jadi, kalau tubuhmu nggak sehat, berarti kamu harus mengecek apakah jiwamu kuat. Yap! Ternyata pikiran yang stress juga turut andil dalam penyakit dismenor. “Karena merasa stress, uterus pun menjadi tertekan. Bukan cuma menciptakan rasa nyeri, tapi endorfin dalam otak juga hilang. Padahal, endorfin adalah penawar rasa sakit alami tubuh,” ungkap Dr Rr Endang Dwihastutiningsih, kepala Puskesmas Kedungdoro Surabaya.

Sebagai penawar, olahraga pun menjadi solusinya. “Olahraga dan menjaga gaya hidup bisa mengurangi nyeri ketika haid. Misalnya dengan peregangan tubuh untuk mengurangi tekanan dan menjaga pola makan,” lanjut dr Relly Yanuari P,SpOG (K), Konsultan Fertilitas Endokrinologi Reproduksi.

Perokok Pasif

Meskipun kamu nggak merokok, tapi bahaya asap rokok tetap menghantui kalau kamu berada di dekat mereka. Karena sebagai perokok pasif, paparan asap akan berpengaruh pada rahim. “Paparan nikotin akan menciptakan tekanan dalam uterus. Nah, tekanan inilah yang menjadi penyebab rasa nyeri ketika haid,” ujar Endang.

Alhasil, metabolisme hormon estrogen akan berpengaruh. “Padahal, hormon ini berperan besar dalam mengatur proses haid. Kalau terganggu, jadwal haid jadi tidak teratur dan nyeri perut akan terasa lebih berat ketika haid,” ungkap Relly.

Terlalu Banyak Makanan Berpengawet

Kalau kamu selalu merasa nyeri tiap kali haid, berarti kamu harus mengecek ulang makanan yang kamu konsumsi. Soalnya, makanan yang mengandung bahan pengawet berpengaruh besar dalam dismenor.

“Makanan berbahan pengawet mengandung asam lemak yang cukup tinggi. Karena asam lemak berlebih, akhirnya muncul zat bernama prostaglandin. Zat ini menjadi pemicu dismenor,” ungkap Endang. Jadi, dismenor juga bisa disebabkan oleh obesitas. “Alhasil, kandungan makanan junk food yang nggak baik turut mempengaruhi keseimbangan hormon dalam tubuh,” lanjut Relly.

Hormon

Kenapa sih dismenor hanya menyerang perempuan dalam usia produktif? Hal ini disebabkan oleh hormon estrogen yang berproduksi secara normal pada perempuan remaja. Nah, ternyata ada kelainan yang hormon yang disebabkan oleh banyak hal. Misalnya, faktor genetik atau keturunan\

“Penyebab lain muncul karena produksi prostaglandin yang berlebih. Alhasil, tercipta rasa nyeri karena banyaknya tekanan,” ujar Endang. Ternyata, kelainan hormon ini menciptakan penyakit baru bernama adenomyosis. “Penyakit ini adalah kelainan indung telur atau rahim yang berakibat pada masalah kesuburan. Jadi, dibutuhkan pemeriksaan lebih lanjut untuk penanganan dan pengobatan yang cepat dan tepat,” ungkap Relly.

loading...

BACA JUGA

Rabu, 30 Januari 2019 07:18

Dogfight Kembali ke Pakem

Ace Combat 7 Genre: Flight 3D Shooting Mesin: PS4 dan…

Kamis, 24 Januari 2019 07:54

Stiker Lokal Rasa Global

TAHU sticker set ala tumblr yang lucu-lucu? Eits, nggak perlu…

Rabu, 23 Januari 2019 07:43

”Katanya” dan ”Faktanya”

DALAM membuat karya kreatif di Instagram story, banyak mitos ”katanya”…

Selasa, 22 Januari 2019 07:39

Tertib karena Video Parodi

ATCS punya cara tersendiri mengingatkan para pengguna jalan untuk tertib…

Selasa, 22 Januari 2019 07:38

Tumbuhkan Jiwa Entrepreneurship lewat Food Fest

MENJADI entrepreneur muda emang bukan sesuatu hal yang mustahil. Apalagi,…

Senin, 21 Januari 2019 07:34

Welcome to Fantasy, Welcome to Twiceland!

’’Likey! Me likey likey likey!’’ SIAPA yang familier dengan cuplikan…

Senin, 21 Januari 2019 07:27

ONCE Said…

SELAIN menyajikan keseruan konser, Twiceland jadi ajang untuk lebih mengetahui…

Senin, 21 Januari 2019 07:24

Hadirkan Musisi Hit Korsel hingga Lokal

ARE you ready for Lalala Festival 2019? Yup, festival tahunan…

Minggu, 20 Januari 2019 06:59

Si Lembut Suka Menghasut

BIASANYA, cowok yang terlihat biasa-biasa aja atau bahkan cenderung punya…

Kamis, 17 Januari 2019 08:16

Pesona Musik dalam Kembang Api

SIAPA sih yang nggak tahu dancing fountain atau air mancur…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*