MANAGED BY:
SABTU
15 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

CELOTEH

Selasa, 31 Juli 2018 12:25
Kesederhanaan Bantu Anak Eksplorasi Dunia
BELAJAR SECARA UTUH: Membuat kerajinan tangan membantu anak belajar banyak, tak hanya mengembangkan otak, juga keterampilan tangan dan hati. Metode belajar tersebut merupakan salah satu konsep pendidikan waldorf.

PROKAL.CO, SAAT ini banyak bermunculan metode dan konsep pendidikan anak prasekolah yang ditawarkan di tengah masyarakat. Salah satunya adalah pendidikan waldorf. Dalam metode tersebut, ada satu konsep mendidik dengan pendekatan holistik meliputi kepala, hati, dan tangan.

Misalnya, seorang guru keterampilan tangan mengajarkan muridnya cara merajut, crochet, menjahit, membuat boneka, membuat kerajinan kayu, kerajinan logam, menyulam, tenun, dan lainnya. Handwork atau kerajinan tangan tersebut merupakan bagian penting dan mendasar dari pedagogi waldorf yang ingin memberikan pendidikan secara utuh, tak hanya fokus pada pengembangan kepala.

Pada pendidikan waldorf, anak-anak diberikan pengalaman langsung. Yakni mendongeng, menciptakan sesuatu, mengamati, meniru, olah gerak, dan lainnya. Dalam sebuah event parenting yang diadakan pada Minggu, (29/7), praktisi pendidikan Edith Van der Meer asal New Zealand mengatakan, dalam mendidik anak, ada yang namanya penyederhanaan pola asuh.

Simplicity parenting tersebut merupakan metode pola asuh yang menggunakan kekuatan besar dari kesederhanaan. Tujuannya, agar anak tumbuh lebih baik, lebih bahagia, dan lebih aman. Namun sayangnya, masih banyak orangtua yang kerap memberikan pilihan kepada anak, sehingga membuat si kecil bingung. Hal sederhana misalnya, saat Anda bertanya anak ingin makan apa? Ikan, ayam, atau daging?

"Anak 0–7 tahun belum terbentuk secara matang dalam mempertimbangkan sesuatu atau memilih keputusan yang baik. Memberikan banyak pilihan sama saja membuat anak stres," beber koordinator untuk Steiner Early Childhood Course Federation of Rudolf Steiner Waldorf School di New Zealand itu.

Anda bisa menerapkan pola asuh yang lebih sederhana, contohnya tahapan pertama yang bisa diterapkan adalah memilih jenis mainan untuk anak. Baiknya Anda cukup memberikan dua pilihan sederhana. Karena mainan sederhana dapat merangsang dan melengkapi imajinasi anak, daripada mainan yang memiliki banyak detail dan ekspresi.

Kesederhanaan, sambung Edith, membuat anak mengenali atau mengeksplor dunianya. Namun, tidak jarang lingkungan menjadi kendala yang harus dihadapi. Salah satunya ketika berseberangan cara pandang dengan anggota keluarga lainnya. “Orangtua bertanggung jawab penuh atas anaknya. Bentuk tanggung jawab itu terkadang menjadi obrolan yang menempatkan orangtua pada posisi tidak enak. Namun, di sisi lain Anda harus tetap berusaha menerapkan pola asuh sesuai keyakinan. Jika menghadapi posisi tersebut, bicarakan langsung dari hati ke hati. Sampaikan bahwa itulah cara yang diambil dalam membesarkan anak,” ungkap Edith.

Selain itu, dalam kesehariaan anak, penting juga orangtua memberikan ritme atau ritual aktivitas berulang-ulang di waktu yang sama. Ketika anak memiliki ritme yang sama setiap harinya, dia akan merasa nyaman dan tenang karena tidak ada hal berubah secara tiba-tiba.

"Ritme dan ritual membantu anak menebak dan merencanakan bahwa hari-harinya akan berjalan dengan baik. Ritme juga yang menjadi fondasi rasa aman si anak sehingga dapat berkembang dan mempercayai dunia. Karena tidak perlu cemas menghadapi hari selanjutnya,” terangnya.

Sebisa mungkin orangtua tidak membahas hal orang dewasa di dekat anak-anak. Karena anak tak perlu berhadapan dengan masalah tersebut. Orangtua belum perlu bercerita tentang buruknya polusi, global warming, atau hal menyedihkan lainnya.

"Pada akhirnya, anak-anak cukup perlu mempercayai bahwa dunia baik-baik saja,” lanjut dia

Tanpa disadari, dalam keseharian orangtua lebih banyak menjelaskan sehingga tidak sempat mendengarkan apa yang diminta anak. Ada tiga pertanyaan yang perlu dijawab oleh diri sendiri sebelum memulai berbicara apapun pada anak, yakni apakah yang dibicarakan itu sebuah kebenaran, baik (tidak menyakiti), dan hal yang sangat perlu diketahui. Kalau tidak lolos dari ketiga saringan tersebut, ada baiknya Anda simpan dulu untuk masa nanti. (*/ewy/*/ni/k9)


BACA JUGA

Minggu, 09 Desember 2018 06:18

Tips Olah Ayam Bakar Nikmat

SAAT ini, banyak ditemukan tempat makan yang menjual ayam bakar.…

Senin, 03 Desember 2018 10:07

Anak Ngambek, Bunda Jangan Stress, Lakukan Ini

Ketika mengajak anak ke mal atau ketika mereka menginginkan sesuatu,…

Minggu, 02 Desember 2018 10:06

Percaya Diri dengan Tubuh Mini

TIDAK sedikit dari kaum hawa harus menghadapi berbagai tekanan yang…

Minggu, 02 Desember 2018 06:26

Terinspirasi Pernikahan Sendiri

Tangan kanan Widy berhati-hati tatkala melukis di punggung tangan kliennya.…

Minggu, 02 Desember 2018 06:22

17 Jam Melayani Satu Keluarga

PENGALAMAN adalah guru terbaik, hal itu diyakini Widyasari yang sudah…

Minggu, 02 Desember 2018 06:18

Belajar dari Pengalaman untuk Menjadi Orang Besar

NYARIS seluruh daerah terpencil di Kalimantan pernah disambangi Widyasari untuk…

Minggu, 02 Desember 2018 06:16

Inovasi Kue Tradisional

BANYAK orang berlomba-lomba mengembangkan kreativitas demi menciptakan menu terbaru. Salah…

Minggu, 02 Desember 2018 06:13

Terang Bulan Cake

HENNY Chandra tertarik membuat keik dengan konsep dari terang bulan…

Selasa, 27 November 2018 11:35

Cantik dengan Tomat, Begini Caranya...

Tomat kaya akan beta-karoten, vitamin C dan lycopene, ini yang membuat…

Minggu, 25 November 2018 10:03

Inspirasi dari Luar Negeri

BUNGA memang selalu identik dengan keindahan. Umumnya, objek yang satu…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .