MANAGED BY:
SABTU
23 MARET
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

CELOTEH

Selasa, 31 Juli 2018 12:25
Kesederhanaan Bantu Anak Eksplorasi Dunia
BELAJAR SECARA UTUH: Membuat kerajinan tangan membantu anak belajar banyak, tak hanya mengembangkan otak, juga keterampilan tangan dan hati. Metode belajar tersebut merupakan salah satu konsep pendidikan waldorf.

PROKAL.CO, SAAT ini banyak bermunculan metode dan konsep pendidikan anak prasekolah yang ditawarkan di tengah masyarakat. Salah satunya adalah pendidikan waldorf. Dalam metode tersebut, ada satu konsep mendidik dengan pendekatan holistik meliputi kepala, hati, dan tangan.

Misalnya, seorang guru keterampilan tangan mengajarkan muridnya cara merajut, crochet, menjahit, membuat boneka, membuat kerajinan kayu, kerajinan logam, menyulam, tenun, dan lainnya. Handwork atau kerajinan tangan tersebut merupakan bagian penting dan mendasar dari pedagogi waldorf yang ingin memberikan pendidikan secara utuh, tak hanya fokus pada pengembangan kepala.

Pada pendidikan waldorf, anak-anak diberikan pengalaman langsung. Yakni mendongeng, menciptakan sesuatu, mengamati, meniru, olah gerak, dan lainnya. Dalam sebuah event parenting yang diadakan pada Minggu, (29/7), praktisi pendidikan Edith Van der Meer asal New Zealand mengatakan, dalam mendidik anak, ada yang namanya penyederhanaan pola asuh.

Simplicity parenting tersebut merupakan metode pola asuh yang menggunakan kekuatan besar dari kesederhanaan. Tujuannya, agar anak tumbuh lebih baik, lebih bahagia, dan lebih aman. Namun sayangnya, masih banyak orangtua yang kerap memberikan pilihan kepada anak, sehingga membuat si kecil bingung. Hal sederhana misalnya, saat Anda bertanya anak ingin makan apa? Ikan, ayam, atau daging?

"Anak 0–7 tahun belum terbentuk secara matang dalam mempertimbangkan sesuatu atau memilih keputusan yang baik. Memberikan banyak pilihan sama saja membuat anak stres," beber koordinator untuk Steiner Early Childhood Course Federation of Rudolf Steiner Waldorf School di New Zealand itu.

Anda bisa menerapkan pola asuh yang lebih sederhana, contohnya tahapan pertama yang bisa diterapkan adalah memilih jenis mainan untuk anak. Baiknya Anda cukup memberikan dua pilihan sederhana. Karena mainan sederhana dapat merangsang dan melengkapi imajinasi anak, daripada mainan yang memiliki banyak detail dan ekspresi.

Kesederhanaan, sambung Edith, membuat anak mengenali atau mengeksplor dunianya. Namun, tidak jarang lingkungan menjadi kendala yang harus dihadapi. Salah satunya ketika berseberangan cara pandang dengan anggota keluarga lainnya. “Orangtua bertanggung jawab penuh atas anaknya. Bentuk tanggung jawab itu terkadang menjadi obrolan yang menempatkan orangtua pada posisi tidak enak. Namun, di sisi lain Anda harus tetap berusaha menerapkan pola asuh sesuai keyakinan. Jika menghadapi posisi tersebut, bicarakan langsung dari hati ke hati. Sampaikan bahwa itulah cara yang diambil dalam membesarkan anak,” ungkap Edith.

Selain itu, dalam kesehariaan anak, penting juga orangtua memberikan ritme atau ritual aktivitas berulang-ulang di waktu yang sama. Ketika anak memiliki ritme yang sama setiap harinya, dia akan merasa nyaman dan tenang karena tidak ada hal berubah secara tiba-tiba.

"Ritme dan ritual membantu anak menebak dan merencanakan bahwa hari-harinya akan berjalan dengan baik. Ritme juga yang menjadi fondasi rasa aman si anak sehingga dapat berkembang dan mempercayai dunia. Karena tidak perlu cemas menghadapi hari selanjutnya,” terangnya.

Sebisa mungkin orangtua tidak membahas hal orang dewasa di dekat anak-anak. Karena anak tak perlu berhadapan dengan masalah tersebut. Orangtua belum perlu bercerita tentang buruknya polusi, global warming, atau hal menyedihkan lainnya.

"Pada akhirnya, anak-anak cukup perlu mempercayai bahwa dunia baik-baik saja,” lanjut dia

Tanpa disadari, dalam keseharian orangtua lebih banyak menjelaskan sehingga tidak sempat mendengarkan apa yang diminta anak. Ada tiga pertanyaan yang perlu dijawab oleh diri sendiri sebelum memulai berbicara apapun pada anak, yakni apakah yang dibicarakan itu sebuah kebenaran, baik (tidak menyakiti), dan hal yang sangat perlu diketahui. Kalau tidak lolos dari ketiga saringan tersebut, ada baiknya Anda simpan dulu untuk masa nanti. (*/ewy/*/ni/k9)


BACA JUGA

Kamis, 21 Maret 2019 22:04

Ini Manfaat Air Rebusan Daun Serai

Serai atau lebih dikenal dengan sereh, sering digunakan sebagai bumbu…

Selasa, 19 Maret 2019 15:20

Ini Penyebab Mendadak Merinding, Jangan Khawatir....

Setiap orang memang memiliki reaksi fisik yang berbeda-beda ketika dihadapkan…

Minggu, 17 Maret 2019 10:51

Program Hamil Alami Melalui Senam Yoga

SESEGERA mungkin memiliki anak setelah menikah tentu menjadi dambaan semua…

Senin, 11 Maret 2019 10:15

Pelayanan Hingga Ruangan Harus Nyaman

AKTIF di dunia bisnis yang berkaitan dengan kecantikan kuku, sudah…

Senin, 11 Maret 2019 10:14
Coryn Stephanie Hurry dan Natalia Gonius

Kompak dan Satu Selera

Melihat peluang dan jeli mengambil kesempatan. Itulah yang dilakukan Coryn…

Senin, 11 Maret 2019 10:07
Menengok Tren 90-an

Hello Grunge, Here We Go

SEMUA hal yang berkaitan dengan fesyen selalu berkembang. Bahkan tampilan…

Senin, 11 Maret 2019 09:57

Perhatikan Kinerja Karyawan

MENJALANI bisnis, tentu harus memiliki tenaga yang turut membantu di…

Senin, 11 Maret 2019 09:36

Ini Loh, Kudapan Pengganjal Lapar

MERASA cepat lapar saat waktu makan masih lama? Bingung ingin…

Senin, 11 Maret 2019 09:34

Minuman dalam Berbagai Cuaca

KENYANG dengan menu makanan utama dan camilan gurih. Midtown Hotel…

Senin, 11 Maret 2019 09:33

Ikan Duo Rasa, Sensasi Asam Manis Pedas

KONSUMSI ikan laut bagi masyarakat Indonesia sudah menjadi hal umum,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*