MANAGED BY:
SELASA
19 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

CELOTEH

Selasa, 31 Juli 2018 12:24
Hiperinsulinemia Picu Gangguan Metabolisme
BATASI: Tak hanya disukai anak, makanan manis juga bisa mengembalikan mood dan membuatnya kembali riang. Namun, jangan terlalu sering memberikan anak makanan manis untuk mencegah hiperinsulinemia.

PROKAL.CO, MEMBERI kudapan manis untuk anak saat sedang rewel atau menikmati waktu bermainnya merupakan pilihan tepat. Sang anak bukan hanya menjadi tenang, bahkan menjadi aktif dan riang setelah memakannya. Sebab, gula yang terkandung dalam kudapan tersebut disulap menjadi energi saat dia beraktivitas. Namun orangtua perlu waspada. Cukup banyak mengonsumsi makanan manis bakal menimbulkan beberapa penyakit, apalagi jika terdapat penyakit keturunan, misalnya diabetes militus.

"Jika kadar insulin dalam darah sangat tinggi, bahkan lebih tinggi dibandingkan dengan kadar glukosa dalam darah dinamakan hiperinsulinemia yang dikaitkan dengan diabetes militus tadi," terang dr Herwina Bramantya SpA dari Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Herawaty, Samarinda.

Hiperinsulinemia bisa menyebabkan gangguan metabolisme, terutama metabolisme glukosa dalam tubuh. Memang cukup jarang terjadi pada bayi atau anak-anak, namun bukan berarti bakal selalu terhindar dari penyakit tersebut. "Penyebabnya karena gangguan produksi insulin di organ pankreas. Paling banyak disebabkan kelainan genetik," lanjut dia. Jika disebabkan oleh kelainan genetik, maka hiperinsulinemia cukup sulit bahkan tak bisa dicegah jika sudah ada di tubuh.

Beberapa gelaja hiperinsulinemia dapat muncul saat bayi berusia kurang dari 12 bulan hingga usia di bawah 18 bulan. Gejala yang muncul pada bayi dapat dilihat jika anak mudah mengantuk, rewel, sering kehilangan kesadaran, detak jantung yang cepat, atau sesak napas.

Sebelum terlambat, Anda bisa mengatasinya dengan memeriksa kadar glukosa bayi pada satu jam pertama kelahirannya dan terus diulang selama empat jam. Jika ditemukan adanya gangguan hiperinsulinemia, konsultasikan dengan dokter anak agar bayi segera mendapat penanganan yang tepat.

"Namun gejala penyakit ini tak selalu terlihat atau bisa jadi baru ditemukan saat berusia anak-anak bahkan dewasa. Perbedaan kemunculan gejala ini disebabkan memiliki karakteristik perkembangan penyakit yang bervariasi, klinis, dan genetik," tutupnya. (*/day/*/ni/k9)

loading...

BACA JUGA

Minggu, 17 Februari 2019 11:49
Banana Blondies

Paduan Pisang dan Cokelat

SALAH satu kue yang bisa diolah dengan cokelat adalah banana…

Minggu, 17 Februari 2019 11:47

Olahan Cokelat Nan Tak Manis Berlebihan

DUNIA kuliner tengah ramai dengan munculnya fenomena dessert box. Selain…

Sabtu, 16 Februari 2019 12:40

Mau Kulit Putih Mulus Seperti Orang Korea?

Kulit putih bersih seperti orang Korea merupakan dambaan banyak perempuan.…

Minggu, 10 Februari 2019 13:04

Sukses Berbisnis sejak 1985

Membangun usaha memang tidak mudah. Namun yang paling sulit adalah…

Minggu, 10 Februari 2019 13:03

Karyawan Jujur Aset Berharga

SELAIN pada perayaan tertentu, kue selalu menjadi makanan favorit kala…

Minggu, 10 Februari 2019 10:14

Begini Cara Bijak Hadapi Anak dan Gadget

Teknologi memang telah menguasai dunia beberapa tahun belakangan ini. Tak…

Minggu, 10 Februari 2019 10:12

Kerap Melarang Anak Itu Tidak Baik...??

Kerap melarang anak ternyata tidak baik bagi tumbuh dan kembang…

Kamis, 07 Februari 2019 11:16

Ini Khasiat Minum Lemon Jahe

Secangkir teh herbal bisa menjadi detoks bagi tubuh untuk mengeluarkan…

Rabu, 06 Februari 2019 11:42

Ini Manfaat Konsumsi Bayam Merah untuk Kecantikan

Bayam merah telah dikenal sebagai sayuran yang bergizi dan memiliki…

Minggu, 03 Februari 2019 11:24

Tetap Bugar meski Beranak Lima

PERNAH sakit membuat orang melek soal kesehatan. Asal makan, ternyata…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*