MANAGED BY:
JUMAT
22 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SAMARINDA

Selasa, 31 Juli 2018 11:36
Soal Penerbangan Lintas Provinsi di Bandara APT Pranoto, Inilah Kendala Lion Group

PROKAL.CO, SAMARINDA – Rencana penerbangan lintas provinsi di Bandara APT Pranoto Samarinda, bakal kembali dibicarakan manajemen Lion Group dengan Unit Pengelola Bandar Udara (UPBU) APT Pranoto. Selain rute, kegiatan penyediaan jasa ground handling Lion Group turut dibicarakan.

Untuk diketahui, masalah runway, slot time atau jadwal keberangkatan dan kedatangan pesawat, hingga ground handling menjadi kendala selama ini. Kegiatan ground handling Lion Group di Bandara APT Pranoto disebut-sebut belum mendapat izin dari pengelola bandara.

Berdasarkan dokumen yang diperoleh Kaltim Post, manajemen Lion Group melalui bagian ground operation menunjuk PT Citra Dunia Angkasa (CDA) sebagai mitra penyedia jasa ground handling Lion Group di Samarinda.

Meski sudah bersurat dua kali kepada UPBU APT Pranoto, terkait permohonan izin operasi, namun PT CDA urung menerima surat balasan. Padahal, peralatan ground handling yang terdiri dari 15 item sudah siap dimasukkan ke bandara. Tinggal menunggu restu dari UPBU APT Pranoto.

Kendati demikian, PT CDA tidak kehabisan akal. Direktur PT CDA Jhonny Kohar pun menemui Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak di Hotel Bumi Senyiur. Dia mengklaim, pertemuan dengan orang nomor satu di lingkungan Pemprov Kaltim itu berjalan baik. Bahkan, pihaknya mendapat dukungan. “Tujuannya agar rute bandara semakin luas. Sehingga lebih efektif melayani masyarakat,” akunya.

Jhonny mengungkapkan sudah mengupayakan masuk ke bandara sejak April lalu. Pihaknya sudah mengikuti prosedur, bahkan sudah mengajukan surat izin operasi. “Rekomendasinya sudah kami terima. Ketika bersurat pada UPBU justru tidak ditanggapi. Padahal, maskapai (Lion Group) sudah mempercayakan penuh,” kata Jhonny.

Menurut dia, pengaruhnya cukup besar. Apalagi ATR 72 akan masuk. Bahkan, sejak akhir Mei lalu, maskapai Wings Air di bawah bendera perusahaan Lion Group juga dijadwalkan beroperasi di Bandara APT Pranoto. Namun hingga sekarang rencana tersebut belum terealisasi.

Sedangkan landasan pacu atau runway berukuran 2.250x45 meter itu dapat didarati pesawat jenis Boeing 737-900 ER. Namun untuk tahap awal, dioperasikan untuk pesawat ATR 72/500 dan sejenisnya.

"Harusnya kami terbang di wilayah Kaltim. Masyarakat butuh transportasi cepat dan lancar.  Lion Group berencana membuka rute ke Makassar dan Surabaya. Ingat, ini maskapai terbesar di Indonesia. Kalau ground handling beres, maskapainya pasti jalan," ungkapnya.

Setelah mendapat disposisi dari Gubernur Awang Faroek Ishak, Jhonny berharap proses memasukkan ground handling segera terealisasi. Sehingga maskapai Lion Group dapat ikut melayani masyarakat. Ditemui terpisah, Gubernur Kaltim Awang Faroek membenarkan telah memberikan dukungannya kepada pihak PT CDA. "Saya sangat terbuka dengan keinginan investor untuk pengembangan APT Pranoto," ucap dia.

Menurutnya, program Pemprov Kaltim jelas dan sudah direstui Kementerian Perhubungan (Kemenhub). "Program kami pengembangan MRO (maintenance repair and operhal), sejalan dengan kementerian. Makanya, saya mendukung sepenuhnya PT CDA ikut berpartisipasi. Untuk ground handling, mestinya bersyukur karena sudah ada yang menawarkan diri," imbuhnya.

Dia membeberkan, petugas kementerian menjadi kendala karena ingin mengelola sendiri. Padahal, investasi pemprov penyertaannya 100 persen. Mau itu sisi darat dan udara. "Sekarang tidak ada alasan tidak menerima PT CDA. Saya akan perintahkan untuk memberikan izin," tandasnya. (*/dq/kri/k9) 

 


BACA JUGA

Kamis, 21 Februari 2019 09:55

Cuaca Samarinda Panas Selama Dua Pekan, Ini Penyebabnya

SAMARINDA - Cuaca kota Samarinda dalam keadaan tidak normal. Sudah…

Kamis, 21 Februari 2019 08:39

Bawaslu Kaji Dugaan Pelanggaran Penetapan Pemilih Tambahan oleh KPU Kaltim

SAMARINDA - Anggota Badan Pengawas Pemilu Kaltim, Saiful mengungkapkan pihaknya…

Rabu, 20 Februari 2019 11:16

Rektor Unmul Dipanggil Polda Kaltim, Kasus Ini yang Diselidiki

SAMARINDA - Kepolisian Daerah Provinsi Kalimantan Timur telah memanggil dan…

Rabu, 20 Februari 2019 09:19

Samarinda Tak Nyaman Huni, Pemkot Minta Solusi

SAMARINDA–Tingkat kenyamanan bermukim di Kota Tepian berada di “zona merah”.…

Selasa, 19 Februari 2019 09:37

Matangkan Aturan Menata SKM

SAMARINDA–Penataan bantaran Sungai Karang Mumus (SKM) masih jadi polemik hingga…

Selasa, 19 Februari 2019 09:34

Dikira Istirahat, Ternyata Ingin Melompat

MENJELANG siang, Senin (18/2) sekira 11.00 Wita, Bripka Budi Suharyono…

Selasa, 19 Februari 2019 09:31

Alphad Dituntut Penjara 4 Tahun

SAMARINDA–Sempat tertunda dua pekan, tuntutan untuk Alphad Syarief yang tersandung…

Senin, 18 Februari 2019 13:17

Hadi Janji Tinjau Izin Perusahaan Terkait Tewasnya 32 Anak di Kolam Tambang

SAMARINDA - Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi berjanji akan meninjau…

Minggu, 17 Februari 2019 23:52
Buka Nobar Debat Capres dan Diskusi Publik

AMINKAN..!! Wagub Hadi Berharap Ada Presiden dari Kaltim

SAMARINDA  - Sejak Indonesia merdeka, tak ada satupun orang Kaltim…

Minggu, 17 Februari 2019 20:46

Berkat IPDP Kaltim Kota Samarinda, Tambangan Hidup Lagi

SAMARINDA – Kapal tambangan yang merupakan transportasi utama di Samarinda…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*