MANAGED BY:
JUMAT
22 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Senin, 30 Juli 2018 09:00
Orang Gila Ngamuk, Hukum Mencoba Maklum
DI LUAR KESADARAN: Sarifuddin adalah ODGJ di Samarinda yang memukul mati seorang pegawai negeri dengan palu pertengahan bulan ini. Tampak pria paruh baya tersebut setelah dilumpuhkan aparat beberapa saat setelah kejadian. (DWI RESTU/KP)

PROKAL.CO, ORANG dengan gangguan jiwa (ODGJ) terkadang bisa menyerang siapa saja yang ditemuinya. Tanpa alasan jelas, mereka bisa membuat orang-orang terluka hingga meregang nyawa. Lalu bisakah orang gila dipidana? Mereka tak dapat dihukum atas perbuatannya karena ketidakwarasan berpikirnya, tertuang dalam Pasal 44 KUHP.

“Wujudnya berupa alasan pemaaf karena melihat sisi pelaku yang tak waras,” ucap Humas Pengadilan Negeri (PN) Samarinda, AF Joko Sutrisno pekan lalu.

Menerapkan pasal itu tak bisa asal-asalan, merunut aturan, hanya hakim yang berhak menentukan bahwa pelaku mengalami gangguan jiwa dengan bukti-bukti konkret dari rumah sakit jiwa. Jika pelaku terindikasi mengalami gangguan kejiwaan setelah dilimpahkan ke pengadilan, maka pembantaran penahanan akan dilakukan dan pelaku harus menjalani perawatan medis di rumah sakit jiwa selama 1 tahun atau hingga sembuh. “Ini tertuang di Pasal 44 Ayat 2 KUHP dan dinilai lepas dari tuntutan,” lanjutnya.

Yurisprudensi yang menjadi rujukan perkara seperti ini sudah cukup banyak. Salah satunya kasus Ryan, pelaku mutilasi yang disidang di PN Depok harus diundur lantaran majelis hakim yang menangani perkara ini perlu menguji kejiwaan pelaku dengan memanggil ahli psikologi.

Di PN Samarinda pun pernah ada kasus serupa, yakni kasus Taufik alias Upik yang menganiaya majikannya hingga tewas di Jalan Jakarta, medio Januari 2017 lalu.

Kala perkara dilimpahkan Kejari Samarinda ke peradilan tingkat I di Jalan M Yamin itu dua bulan berselang. Sidang pertama untuk pria asal Donggala, Sulawesi Tengah, itu harus ditunda lantaran majelis hakim PN Samarinda sangsi dengan gimik pelaku kala duduk sebagai terdakwa. Karena itu, langkah menilai kejiwaan terdakwa perlu diambil.

Dugaan hakim kala itu tak meleset, hasil tes kejiwaan terdakwa Taufik mengalami depresi berat dan memang memerlukan perawatan medis lebih lanjut. “Hampir sebulan penundaan dan pembantaran untuk terdakwa saat itu untuk dites kejiwaan di rumah sakit jiwa,” kata Joko.

Namun, perkara itu tak sampai akhir karena sidang baru bergulir tiga kali selepas kesehatan mentalnya dinilai pulih dokter rumah sakit jiwa, Taufik meninggal karena serangan jantung. “Kadang perlu lihat, perbuatan pidana itu terjadi ketika pelaku tidak waras atau waras,” sebutnya.

Jika perbuatan pidana terjadi ketika pelaku masih dalam keadaan waras, depresi atau menurunnya kejiwaan pelaku yang terjadi ketika persidangan hanya diberlakukan pembantaran dan perawatan kejiwaan. “Setelah sembuh akan kembali disidang. Berbeda jika memang gila sejak awal maka lepas dari segala tuntutan,” tuturnya. (tim kp)


BACA JUGA

Kamis, 21 Februari 2019 14:43

PARAHNYA..!! Banyak Tambang Cacat Administrasi, 876 IUP Proses Pencabutan, 81 Dihentikan Sementara

SAMARINDA – Proses pembenahan aktivitas pertambangan di Kaltim terus dilakukan.…

Kamis, 21 Februari 2019 10:15

Tiket Pesawat Mahal, Masyarakat Naik Kapal

SAMARINDA- Indonesia National Air Carrier Association (INACA) mengakui mulai akhir…

Kamis, 21 Februari 2019 08:40

Kenapa Lubang Tambang di Samarinda Tak Direklamasi? Ini Jawaban Distamben Kaltim

SAMARINDA - Lubang bekas tambang di kota Samarinda masih banyak…

Kamis, 21 Februari 2019 08:36

Mantan Rektor : Selisih Kas BLU Rp 35 Miliar Tanggung Jawab PR II Unmul

SAMARINDA - Mantan Rektor Unmul Zamruddin Hasid mengaku temuan selisih…

Rabu, 20 Februari 2019 12:50

Lahan Perumahan Masuk Zona Hijau, Kapan Revisi RTRW Samarinda?

SAMARINDA – Para pengembang hunian di Kaltim saat ini masih…

Rabu, 20 Februari 2019 12:23

Hanya 62 Persen Siswa Yang Mendaftar SNMPTN

 JAKARTA - Pendaftaran Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN)…

Rabu, 20 Februari 2019 09:20

Setelah Saling Serang, Dua Kampus Damai, Pasangan Diminta Putus

SAMARINDA–Keributan antarmahasiswa dua perguruan tinggi, Politeknik Negeri Samarinda (Polnes)…

Selasa, 19 Februari 2019 14:27

TEPOK JIDAT..!! Ganti Rugi Rp 18 Triliun, Baru Dibayar Rp 32 Miliar

JAKARTA – Dalam debat calon presiden kemarin malam (17/2), Calon…

Selasa, 19 Februari 2019 14:01

Kejadian Lagi..!! Video Mesum Pelajar Samarinda Kembali Tersebar

DUA video durasi singkat dengan isi mengandung pornografi, menyebar. Diduga…

Selasa, 19 Februari 2019 12:22

BERANI NGGA? WALHI Tantang Jokowi Ungkap Lahan Negara yang Dikuasai Orang Dalam Timnya

JAKARTA- Terkait dengan lahan Hak Guna Usaha (HGU), Wahana Lingkungan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*