MANAGED BY:
SENIN
19 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Senin, 30 Juli 2018 09:00
Orang Gila Ngamuk, Hukum Mencoba Maklum
DI LUAR KESADARAN: Sarifuddin adalah ODGJ di Samarinda yang memukul mati seorang pegawai negeri dengan palu pertengahan bulan ini. Tampak pria paruh baya tersebut setelah dilumpuhkan aparat beberapa saat setelah kejadian. (DWI RESTU/KP)

PROKAL.CO, ORANG dengan gangguan jiwa (ODGJ) terkadang bisa menyerang siapa saja yang ditemuinya. Tanpa alasan jelas, mereka bisa membuat orang-orang terluka hingga meregang nyawa. Lalu bisakah orang gila dipidana? Mereka tak dapat dihukum atas perbuatannya karena ketidakwarasan berpikirnya, tertuang dalam Pasal 44 KUHP.

“Wujudnya berupa alasan pemaaf karena melihat sisi pelaku yang tak waras,” ucap Humas Pengadilan Negeri (PN) Samarinda, AF Joko Sutrisno pekan lalu.

Menerapkan pasal itu tak bisa asal-asalan, merunut aturan, hanya hakim yang berhak menentukan bahwa pelaku mengalami gangguan jiwa dengan bukti-bukti konkret dari rumah sakit jiwa. Jika pelaku terindikasi mengalami gangguan kejiwaan setelah dilimpahkan ke pengadilan, maka pembantaran penahanan akan dilakukan dan pelaku harus menjalani perawatan medis di rumah sakit jiwa selama 1 tahun atau hingga sembuh. “Ini tertuang di Pasal 44 Ayat 2 KUHP dan dinilai lepas dari tuntutan,” lanjutnya.

Yurisprudensi yang menjadi rujukan perkara seperti ini sudah cukup banyak. Salah satunya kasus Ryan, pelaku mutilasi yang disidang di PN Depok harus diundur lantaran majelis hakim yang menangani perkara ini perlu menguji kejiwaan pelaku dengan memanggil ahli psikologi.

Di PN Samarinda pun pernah ada kasus serupa, yakni kasus Taufik alias Upik yang menganiaya majikannya hingga tewas di Jalan Jakarta, medio Januari 2017 lalu.

Kala perkara dilimpahkan Kejari Samarinda ke peradilan tingkat I di Jalan M Yamin itu dua bulan berselang. Sidang pertama untuk pria asal Donggala, Sulawesi Tengah, itu harus ditunda lantaran majelis hakim PN Samarinda sangsi dengan gimik pelaku kala duduk sebagai terdakwa. Karena itu, langkah menilai kejiwaan terdakwa perlu diambil.

Dugaan hakim kala itu tak meleset, hasil tes kejiwaan terdakwa Taufik mengalami depresi berat dan memang memerlukan perawatan medis lebih lanjut. “Hampir sebulan penundaan dan pembantaran untuk terdakwa saat itu untuk dites kejiwaan di rumah sakit jiwa,” kata Joko.

Namun, perkara itu tak sampai akhir karena sidang baru bergulir tiga kali selepas kesehatan mentalnya dinilai pulih dokter rumah sakit jiwa, Taufik meninggal karena serangan jantung. “Kadang perlu lihat, perbuatan pidana itu terjadi ketika pelaku tidak waras atau waras,” sebutnya.

Jika perbuatan pidana terjadi ketika pelaku masih dalam keadaan waras, depresi atau menurunnya kejiwaan pelaku yang terjadi ketika persidangan hanya diberlakukan pembantaran dan perawatan kejiwaan. “Setelah sembuh akan kembali disidang. Berbeda jika memang gila sejak awal maka lepas dari segala tuntutan,” tuturnya. (tim kp)


BACA JUGA

Sabtu, 17 November 2018 11:46

Pansel Tegas..!! Ada "Cacat", 9 Calon Komisioner KPU Kaltim Gugur Diseleksi Berkas

SAMARINDA  –   Seleksi calon komisioner KPU Kaltim 2018-2023 mulai makan korban.…

Sabtu, 17 November 2018 01:31

Penertiban Kopi Pangku Harus Konsisten

TENGGARONG   -   Pengungkapan kasus Human Traficking di warung kopi pangku di jalur…

Sabtu, 17 November 2018 00:02

Tak Mudah Beroperasi Kembali, Izin Merpati Tidak Berlaku

JAKARTA  –  Upaya maskapai penerbangan Merpati Nusantara Airlines (MNA) untuk beroperasi…

Jumat, 16 November 2018 14:28

Berkas Alphard Dilimpahkan ke Kejari Samarinda

SAMARINDA - Perkara dugaan penipuan yang menjerat ketua DPRD Samarinda nonaktif, Alphard Syarief…

Jumat, 16 November 2018 08:27

Belajar dari Ulama “Budek”

Oleh: Bambang Iswanto DI tahun politik, para elite politik harus bisa menahan diri untuk tidak salah…

Jumat, 16 November 2018 06:49

Menanti Solusi Rendahnya Harga TBS

SAMARINDA – Pemerintah tampaknya harus lebih serius dalam menangani penurunan harga tandan buah…

Kamis, 15 November 2018 11:40

BPK Akui Sulit Awasi Desa

BALIKPAPAN - Alokasi dana desa yang saat ini pagunya bisa sampai 2-3 miliar per desa, menjadi tantangan…

Selasa, 13 November 2018 10:24

DUH PAYAH..!! Persentase Kelulusan CPNS Masih Rendah

TANA PASER–Seleksi penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) di Assessment Center Kantor Badan…

Selasa, 13 November 2018 07:35

Tugboat Batu Bara Tenggelam di Perairan Bunyu, Dua ABK Belum Ditemukan

TARAKAN – Kecelakaan di perairan Kalimantan Utara (Kaltara) kembali terjadi. Kali ini, sebuah…

Selasa, 13 November 2018 06:41

YESS..!! Merpati Siap Kembali Mengudara Tahun Depan

JAKARTA – Setelah mengalami penghentian operasi pada 2014 silam, maskapai pelat merah, Merpati,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .