MANAGED BY:
SABTU
22 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Senin, 30 Juli 2018 09:00
Orang Gila Ngamuk, Hukum Mencoba Maklum
DI LUAR KESADARAN: Sarifuddin adalah ODGJ di Samarinda yang memukul mati seorang pegawai negeri dengan palu pertengahan bulan ini. Tampak pria paruh baya tersebut setelah dilumpuhkan aparat beberapa saat setelah kejadian. (DWI RESTU/KP)

PROKAL.CO, ORANG dengan gangguan jiwa (ODGJ) terkadang bisa menyerang siapa saja yang ditemuinya. Tanpa alasan jelas, mereka bisa membuat orang-orang terluka hingga meregang nyawa. Lalu bisakah orang gila dipidana? Mereka tak dapat dihukum atas perbuatannya karena ketidakwarasan berpikirnya, tertuang dalam Pasal 44 KUHP.

“Wujudnya berupa alasan pemaaf karena melihat sisi pelaku yang tak waras,” ucap Humas Pengadilan Negeri (PN) Samarinda, AF Joko Sutrisno pekan lalu.

Menerapkan pasal itu tak bisa asal-asalan, merunut aturan, hanya hakim yang berhak menentukan bahwa pelaku mengalami gangguan jiwa dengan bukti-bukti konkret dari rumah sakit jiwa. Jika pelaku terindikasi mengalami gangguan kejiwaan setelah dilimpahkan ke pengadilan, maka pembantaran penahanan akan dilakukan dan pelaku harus menjalani perawatan medis di rumah sakit jiwa selama 1 tahun atau hingga sembuh. “Ini tertuang di Pasal 44 Ayat 2 KUHP dan dinilai lepas dari tuntutan,” lanjutnya.

Yurisprudensi yang menjadi rujukan perkara seperti ini sudah cukup banyak. Salah satunya kasus Ryan, pelaku mutilasi yang disidang di PN Depok harus diundur lantaran majelis hakim yang menangani perkara ini perlu menguji kejiwaan pelaku dengan memanggil ahli psikologi.

Di PN Samarinda pun pernah ada kasus serupa, yakni kasus Taufik alias Upik yang menganiaya majikannya hingga tewas di Jalan Jakarta, medio Januari 2017 lalu.

Kala perkara dilimpahkan Kejari Samarinda ke peradilan tingkat I di Jalan M Yamin itu dua bulan berselang. Sidang pertama untuk pria asal Donggala, Sulawesi Tengah, itu harus ditunda lantaran majelis hakim PN Samarinda sangsi dengan gimik pelaku kala duduk sebagai terdakwa. Karena itu, langkah menilai kejiwaan terdakwa perlu diambil.

Dugaan hakim kala itu tak meleset, hasil tes kejiwaan terdakwa Taufik mengalami depresi berat dan memang memerlukan perawatan medis lebih lanjut. “Hampir sebulan penundaan dan pembantaran untuk terdakwa saat itu untuk dites kejiwaan di rumah sakit jiwa,” kata Joko.

Namun, perkara itu tak sampai akhir karena sidang baru bergulir tiga kali selepas kesehatan mentalnya dinilai pulih dokter rumah sakit jiwa, Taufik meninggal karena serangan jantung. “Kadang perlu lihat, perbuatan pidana itu terjadi ketika pelaku tidak waras atau waras,” sebutnya.

Jika perbuatan pidana terjadi ketika pelaku masih dalam keadaan waras, depresi atau menurunnya kejiwaan pelaku yang terjadi ketika persidangan hanya diberlakukan pembantaran dan perawatan kejiwaan. “Setelah sembuh akan kembali disidang. Berbeda jika memang gila sejak awal maka lepas dari segala tuntutan,” tuturnya. (tim kp)


BACA JUGA

Jumat, 21 September 2018 09:12

41 Eks Koruptor Resmi Bertarung

JAKARTA – Sebanyak 41 mantan koruptor dipastikan bakal ikut bertarung memperebutkan kursi wakil…

Jumat, 21 September 2018 09:09

Tetap Dihukum Berat meski Berstatus Anak

BALIKPAPAN - Meski telah terungkap, namun pembunuhan pasangan suami istri (pasutri), Wanto (45) dan…

Jumat, 21 September 2018 09:06

2019 Mulai Kelola Jatah Blok Mahakam

SAMARINDA  -  Keterlibatan Pemprov Kaltim dan Pemkab Kutai Kartanegara (Kukar) di Blok Mahakam…

Jumat, 21 September 2018 09:05

Tugas Pertama Menyambut Jamaah Haji

PENAJAM - Penajam Paser Utara (PPU) resmi memiliki bupati dan wakil bupati baru. Abdul Gafur Mas’ud…

Jumat, 21 September 2018 09:01

Omzet Perajin Berkurang, Berharap Rupiah Segera Perkasa

Tempe belakangan jadi viral. Seiring menguatnya nilai tukar dolar. Apalagi setelah ada kalimat kiasan…

Jumat, 21 September 2018 08:55

Sejarah Kelam Peristiwa Karbala

CATATAN: BAMBANGISWANTO (*) DALAM Islam, banyak peristiwa penting yang terjadi pada Muharam. Ada peristiwa…

Kamis, 20 September 2018 10:32

Unang Bunuh Pasutri dengan Tenang

BALIKPAPAN – Publik dibuat heran dengan Unang Sudrajat (49). Otak pembunuhan pasangan suami-istri,…

Kamis, 20 September 2018 10:27

Diminta Kawal Proyek Strategis

SAMARINDA – Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak melantik bupati dan wakil bupati Penajam Paser…

Kamis, 20 September 2018 10:23

Diprediksi Rampung Pertengahan Tahun Depan

Ada kabar gembira. Dari rencana pembangunan Transmart Samarinda. Di pengujung masa jabatannya, Gubernur…

Kamis, 20 September 2018 10:04

Curigai Iming-Iming Untung Tinggi

MENGETAHUI sebuah investasi bodong atau tidak sebenarnya sederhana. Kategori tersebut bisa diketahui…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .