MANAGED BY:
RABU
22 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KALTARA

Sabtu, 28 Juli 2018 10:31
Lagi, 161 WNI Dideportasi dari Malaysia
DARI MALAYSIA: Ratusan WNI dipulangkan ke Tanah Air setelah ditahan berbulan-bulan di PTS Kimanis, Papar dan Menggatal, Kota Kinabalu, Malaysia, tiba di Pelabuhan Tunon Taka, Nunukan, Kamis (26/7) sore.

PROKAL.CO, NUNUKAN –Melalui jabatan Imigrasi Negeri Sabah Nomor IM.101/SB/BPK (UP)/18(17), disampaikan ada sebanyak 161 warga negara Indonesia (WNI) dipulangkan dari Sabah Malaysia melalui Pelabuhan Tunon Taka Nunukan, Kamis (26/7) sore. Menurut berita acara tersebut, 161 WNI terdiri dari 122 orang berasal dari Pusat Tahanan Sementara (PTS) Kimanis, Papar. Berikut, 39 orang berasal dari PTS Menggatal Kota Kinabalu, Sabah Malaysia.

Kepala Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Nunukan Nasution mengatakan, ratusan WNI kembali dideportasi dari Sabah, Malaysia. Pemulangan paksa WNI oleh pemerintah Malaysia dilakukan hampir setiap pekan. “Jadwal pemulangan WNI dari Sabah, Malaysia dilakukan tiap pekan, yakni setiap Kamis,” kata Nasution.

Dirincikannya, laki-laki dewasa yang berasal dari PTS Papar sebanyak 20 orang, dari PTS Menggatal 20 orang; perempuan dewasa dari PTS Papar 28 orang, dari PTS Menggatal 8 orang. Selain itu, anak laki-laki dari PTS Papar 8 orang, PTS Menggatal 1 orang; anak perempuan 5 orang dari PTS Papar, dan 1 orang dari PTS Menggatal.

Menurutnya, WNI yang dipulangkan ini umumnya didominasi kasus keimigrasian yang berjumlah 53 orang, kasus narkoba sebanyak enam orang, dan sisanya tersandung kasus kriminal lainnya. Bahkan, ada 23 orang yang lahir di Sabah, Malaysia dan tak memiliki dokumen, sehingga ikut dipulangkan.

“Lagi-lagi pelanggaran keimigrasian masih menempati urutan tertinggi, lalu diikuti kasus penyalahgunaan obat-obatan terlarang,” ujarnya.

Guna mencegah persoalan yang serupa, Nasution mengimbau agar WNI yang hendak menjadi pekerja di Malaysia melengkapi diri dengan dokumen perjalanan resmi. Serta, diwajibkan untuk melaporkan keberadaannya kepada Konsulat Republik Indonesia (KRI) di beberapa kota yang ada di Malaysia.

“Kalau terdata dan memiliki dokumen resmi, pastinya, jika ada permasalahan, konsulat dapat membantu. Semoga BMI memahami hal tersebut, karena jika masuk secara ilegal, pasti merugikan diri mereka,” tambahnya.

Rustan (28), salah seorang WNI yang dideportasi lantaran melewati izin tinggal selama bekerja di Malaysia mengaku, sudah berada di Malaysia selama tiga tahun. Semenjak bekerja sebagai buruh perusahaan kelapa sawit, tidak pernah lagi memperpanjang izin tinggal yang dimilikinya.

“Kurang lebih tiga bulan, Pak, ditahan di PTS Tawau. Masih mau kembali bekerja di sana karena tidak ada kerja kalau pulang kampung. Rencana ini mau urus surat (dokumen keimigrasian, Red) dulu,” ujar pria asal Sulawesi Selatan (Sulsel) ini.

Dari hasil pantauan harian ini, mereka yang dideportasi didata petugas Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Nunukan untuk diberikan pengarahan setelah dideportasi dari Malaysia. Setelah dideportasi, umumnya mereka ingin kembali bekerja ke negeri jiran. Selain beralasan bekerja, banyaknya keluarga yang tinggal di Malaysia menjadi alasan ingin kembali ke negara jiran itu. (nal/san/k11)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 21 Agustus 2018 10:52

Dua Kapal Asing Ditenggelamkan

TARAKAN – Dua kapal sitaan yang merupakan barang bukti hasil tangkapan terhadap kasus illegal…

Selasa, 21 Agustus 2018 10:51

PAD Anjlok, Pemkot Tarik Retribusi Parkir

TARAKAN - Pendapatan asli daerah (PAD) Kota Tarakan tahun ini mengalami penurunan, bahkan tidak memenuhi…

Selasa, 21 Agustus 2018 10:51

Proyek Pengolah Sampah Terbengkalai

MALINAU - Bangunan pengelolaan sampah yang terletak di Jalan RS Umum, Desa Respen Tubu, Kecamatan Malinau…

Selasa, 21 Agustus 2018 10:50

Meminimalkan Kerusakan Akibat Bencana

TANJUNG SELOR – Bencana yang terjadi tak hanya menyisakan korban meninggal dunia dan mengalami…

Selasa, 21 Agustus 2018 10:49

Pemilih di Kota Tarakan Berkurang 695 Orang

TARAKAN - Jumlah daftar pemilih sementara hasil perbaikan (DPSHP) Tarakan mencapai 140.572 orang. Namun,…

Selasa, 21 Agustus 2018 10:49

Kuota Kendaraan Belum Ditentukan

TANJUNG SELOR – Prosesterbitnya izin operasional transportasi berbasis online, yakni Grab di Tarakan,…

Selasa, 21 Agustus 2018 08:17

Terima Kasih Pak Gubernur!

TANJUNG SELOR – Gubernur Kaltara Irianto Lambrie menerima rombongan ketua dan pengurus lembaga…

Selasa, 21 Agustus 2018 08:17

Pramuka Penopang Pembangunan Kaltara

TARAKAN – Dalam perkembangannya, Kaltara sangat membutuhkan generasi baru yang kreatif, inovatif,…

Selasa, 21 Agustus 2018 08:16

Gubernur Sumbang Dua Sapi di Tarakan

TARAKAN – Usai menjadi pembina upacara pada peringatan Hari Pramuka ke-57, Gubernur Kalimantan…

Senin, 20 Agustus 2018 08:18

Gubernur Berikan Respons Positif

TANJUNG SELOR – Untuk mendukung pengembangan kawasan transmigrasi, pemerintah melalui Kementerian…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .